MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:20
Pemilik Usaha Kuliner Diminta Teliti

Kebersihan Dapur Jadi Poin Penting

SEPI: Sejak isu bakso tikus, omzet pedagang bakso keliling menurun. Agar peristiwa itu tidak berdampak besar, pemilik usaha diminta lebih memperhatikan kebersihan. Khususnya dapur dan tempat pengelolaan makanan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Masyarakat, khususnya pengusaha kuliner diminta mengambil pelajaran penting terhadap peristiwa yang menimpa salah satu usaha kuliner khas Indonesia, yakni bakso. Tidak justru mencari “kambing hitam” siapa yang patut disalahkan, namun harus berhati-hati dalam proses penyajian agar bahan makanan yang ingin disajikan tidak tercemar.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Hanfiah, SE mengungkapkan, adanya peristiwa ini seharunya menjadi pelajar penting bagi pengusaha kuliner agar lebih memperhatikan kebersihan dapur tempat mengolah makanan mereka.

Sebab, makanan yang disajikan tentunya untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. “Sedikit saja salah, atau ditemukan tidak baik, maka berdampak besar. Bisa jadi pelanggan hilang selamanya” ungkapnya kepada media ini.

Jika dirunut persoalan itu, katanya, penyebab terkontaminasinya bakso dari spesies tikus setelah diuji di laboratorium itu akibat tidak bersihnya tempat pengelolaan. Sehingga, binatang seperti tikus dan kecoa yang melintas akhirnya mencemari bahan makanan yang ada. “Makanya, setiap tiga bulan itu ada petugas kesehatan yang memantau dan mengambil sampel makanan yang diproduksi. Semuanya itu bagian dari bentuk pembinaan,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, jika tidak mengindahkan apalagi sampai tidak menjalankan apa yang direkomendasikan petugas kesehatan dan petugas lainnya yang memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan makanan, maka dampaknya sangat buruk. Sanksi administrasi dapat saja diberikan, namun efeknya tidak besar. “Namun, jangan sampai sanksi sosial yang terjadi. Dampaknya lama,” ujarnya.

Diungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan tim saat memantau kondisi dapur sejumlah rumah makan, rata-rata bermasalah terhadap kondisi dapur yang kurang higienis. Sebab, dari pemantauan di lapangan, tempat pengelolaan makanan berdampingan dengan toilet. Bahkan, wastafel yang seharusnya digunakan untuk membersihkan tangan sebelum mengelola bahan makanan ada yang tidak memilikinya. Sehingga, standar dalam sebuah dapur rumah makan atau restoran tidak terpenuhi.

“Makanya, direkomendasi untuk pembinaan itu semuanya dicantumkan. Masing-masing rumah makan yang memiliki kekurangan diminta untuk dibenahi. Suratnya langsung diberikan ke pemiliknya untuk dijadikan teguran agar segera dilengkapi. Jadi, suratnya itu tidak untuk diperlihatkan,” ungkapnya kepada media ini.

Selain itu, mengenai izin usaha dan izin lainnya diminta kepada pemilik usaha segera dilengkapi. Jika masa berlakunya berakhir agar segera diperpanjang. Sebab, syarat mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) itu wajib memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan pula.

“Makanya, penuhi dan patuhi apa yang direkomendasikan petugas kesehatan ketika melakukan pemantauan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, petugas laboratorium Banjarbaru direncanakan bakal mengunjungi Kabupaten Nunukan dalam waktu dekat ini. Dari kunjungan kerjanya ini, pihaknya akan meminta secara khusus menyampaikan klarifikasi dan masukan mengenai bahan makanan yang dapat terkontaminasi dengan bahan atau binatang yang berbahaya.

Termasuk rumah makan dan penggilingan daging yang mana dimaksud. “Kami juga siap undang pemilik usaha. Baik yang Arema dan pemilik usaha lainnya untuk mendapatkan penjelasan,” bebernya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Andi Mutamir mengatakan, sejak adanya pemberitaan mengenai bakso yang terkontaminasi spesies tikus, banyak masyarakat yang salah kaprah. Dampaknya terhadap pedagang bakso keliling begitu terasa. Sebab, sejak kabar itu usaha mereka semakin hari terus terpuruk. Hal ini tidak dapat dihindari. Apalagi di tengah perkembangan zaman teknologi seperti saat ini. Informasi itu cepat sekali tersebar.

Kendati demikian, beberapa penikmat bakso, kuliner khas Indonesia asli ini mengaku sedikit lega dengan informasi jika bakso hanya terkontaminasi. Tidak terbuat dari daging tikus. Sehingga, mereka masih dapat menikmatinya. Termasuk penjelasan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengaku jika bakso yang diuji hanya terkontaminasi saja. “Kan, jelas bukan terbuat dari tikus. Tapi hanya terkontaminasi saja. Jadi, tidak masalah,” ujarnya.

Namun, dengan peristiwa ini seharusnya pengusaha bakso, khususnya usaha penggilingan daging lebih memperhatikan kebersihan usaha mereka. Sebab, puncak masalahnya hanya pada kurang bersihnya tempat usaha pengelolaan makanan itu. Jadi, wajar saja jika ditegur dinas terkait. “Semoga saja, ada kejelasan mengenai bakso ini. Biar masyarakat tenang kembali lagi,” harapnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .