MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 22 November 2017 12:20
Pemilik Usaha Kuliner Diminta Teliti

Kebersihan Dapur Jadi Poin Penting

SEPI: Sejak isu bakso tikus, omzet pedagang bakso keliling menurun. Agar peristiwa itu tidak berdampak besar, pemilik usaha diminta lebih memperhatikan kebersihan. Khususnya dapur dan tempat pengelolaan makanan. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Masyarakat, khususnya pengusaha kuliner diminta mengambil pelajaran penting terhadap peristiwa yang menimpa salah satu usaha kuliner khas Indonesia, yakni bakso. Tidak justru mencari “kambing hitam” siapa yang patut disalahkan, namun harus berhati-hati dalam proses penyajian agar bahan makanan yang ingin disajikan tidak tercemar.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan Hanfiah, SE mengungkapkan, adanya peristiwa ini seharunya menjadi pelajar penting bagi pengusaha kuliner agar lebih memperhatikan kebersihan dapur tempat mengolah makanan mereka.

Sebab, makanan yang disajikan tentunya untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. “Sedikit saja salah, atau ditemukan tidak baik, maka berdampak besar. Bisa jadi pelanggan hilang selamanya” ungkapnya kepada media ini.

Jika dirunut persoalan itu, katanya, penyebab terkontaminasinya bakso dari spesies tikus setelah diuji di laboratorium itu akibat tidak bersihnya tempat pengelolaan. Sehingga, binatang seperti tikus dan kecoa yang melintas akhirnya mencemari bahan makanan yang ada. “Makanya, setiap tiga bulan itu ada petugas kesehatan yang memantau dan mengambil sampel makanan yang diproduksi. Semuanya itu bagian dari bentuk pembinaan,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, jika tidak mengindahkan apalagi sampai tidak menjalankan apa yang direkomendasikan petugas kesehatan dan petugas lainnya yang memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan makanan, maka dampaknya sangat buruk. Sanksi administrasi dapat saja diberikan, namun efeknya tidak besar. “Namun, jangan sampai sanksi sosial yang terjadi. Dampaknya lama,” ujarnya.

Diungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan tim saat memantau kondisi dapur sejumlah rumah makan, rata-rata bermasalah terhadap kondisi dapur yang kurang higienis. Sebab, dari pemantauan di lapangan, tempat pengelolaan makanan berdampingan dengan toilet. Bahkan, wastafel yang seharusnya digunakan untuk membersihkan tangan sebelum mengelola bahan makanan ada yang tidak memilikinya. Sehingga, standar dalam sebuah dapur rumah makan atau restoran tidak terpenuhi.

“Makanya, direkomendasi untuk pembinaan itu semuanya dicantumkan. Masing-masing rumah makan yang memiliki kekurangan diminta untuk dibenahi. Suratnya langsung diberikan ke pemiliknya untuk dijadikan teguran agar segera dilengkapi. Jadi, suratnya itu tidak untuk diperlihatkan,” ungkapnya kepada media ini.

Selain itu, mengenai izin usaha dan izin lainnya diminta kepada pemilik usaha segera dilengkapi. Jika masa berlakunya berakhir agar segera diperpanjang. Sebab, syarat mendapatkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) itu wajib memiliki rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan pula.

“Makanya, penuhi dan patuhi apa yang direkomendasikan petugas kesehatan ketika melakukan pemantauan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, petugas laboratorium Banjarbaru direncanakan bakal mengunjungi Kabupaten Nunukan dalam waktu dekat ini. Dari kunjungan kerjanya ini, pihaknya akan meminta secara khusus menyampaikan klarifikasi dan masukan mengenai bahan makanan yang dapat terkontaminasi dengan bahan atau binatang yang berbahaya.

Termasuk rumah makan dan penggilingan daging yang mana dimaksud. “Kami juga siap undang pemilik usaha. Baik yang Arema dan pemilik usaha lainnya untuk mendapatkan penjelasan,” bebernya.

Terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan H. Andi Mutamir mengatakan, sejak adanya pemberitaan mengenai bakso yang terkontaminasi spesies tikus, banyak masyarakat yang salah kaprah. Dampaknya terhadap pedagang bakso keliling begitu terasa. Sebab, sejak kabar itu usaha mereka semakin hari terus terpuruk. Hal ini tidak dapat dihindari. Apalagi di tengah perkembangan zaman teknologi seperti saat ini. Informasi itu cepat sekali tersebar.

Kendati demikian, beberapa penikmat bakso, kuliner khas Indonesia asli ini mengaku sedikit lega dengan informasi jika bakso hanya terkontaminasi. Tidak terbuat dari daging tikus. Sehingga, mereka masih dapat menikmatinya. Termasuk penjelasan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengaku jika bakso yang diuji hanya terkontaminasi saja. “Kan, jelas bukan terbuat dari tikus. Tapi hanya terkontaminasi saja. Jadi, tidak masalah,” ujarnya.

Namun, dengan peristiwa ini seharusnya pengusaha bakso, khususnya usaha penggilingan daging lebih memperhatikan kebersihan usaha mereka. Sebab, puncak masalahnya hanya pada kurang bersihnya tempat usaha pengelolaan makanan itu. Jadi, wajar saja jika ditegur dinas terkait. “Semoga saja, ada kejelasan mengenai bakso ini. Biar masyarakat tenang kembali lagi,” harapnya. (oya/eza)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:11

Penumpang Keluhkan Keberadaan Anjing Pelacak

NUNUKAN – Penumpang tujuan Tarakan di Pelabuhan Lintas Batas Laut…

Rabu, 22 Mei 2019 10:09

ALHAMDULILLAH..!! 417 Warga Binaan Terima Remisi Idulfitri

NUNUKAN – Total 417 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:08

SAYANG SEKALI..!! Bangunan Baru Tak Kunjung Digunakan

NUNUKAN – Gedung baru Pelabuhan Tunon Taka, hingga saat ini…

Rabu, 22 Mei 2019 10:06

Sita Sejumlah Senpi dan Sabu

NUNUKAN – Personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Nunukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:25

PLN Akui Sulit Alih Kelola PLTMG Sebaung

NUNUKAN – Kerusakan beberapa unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga…

Selasa, 21 Mei 2019 11:23

Tukin Reguler ASN Cair, THR Honorer Nihil

NUNUKAN – Selain gaji, tunjangan kinerja (tukin) reguler aparatur sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 11:19

Dimangsa Buaya, WNI Ditemukan Tanpa Kepala

NUNUKAN – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diketahui kesehariannya  sebagai…

Selasa, 21 Mei 2019 11:18

Modal Silaturahmi, Dapat Anggaran Rp 40 Miliar

NUNUKAN – Sekolah di perbatasan kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian…

Selasa, 21 Mei 2019 11:17

Petugas PPK Sebatik Utara Terancam Pidana Pemilu

NUNUKAN – Seorang anggota atau petugas Panitia Pemungutan Suara Kecamatan…

Senin, 20 Mei 2019 13:05

Empat Mesin PLTMG Sebaung Tak Beroperasi

NUNUKAN – Kekurangan daya listrik selama Ramadan kembali terjadi. Kekurangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*