MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 21 November 2017 11:57
Karir Komisioner Terancam Tamat

Dua Komisioner Menyiapkan Surat Pengunduran Diri

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang belum berkenan mengundurkan diri dari organisasi masyarakat (ormas) perlu waspada. Sebab, tak hanya melanggar kode etik, yang bersangkutan bisa dipidanakan.

Saat diwawancarai Radar Tarakan, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tarakan, Sulaiman mengatakan pihaknya segera menindaklanjuti surat edaran KPU yang meminta agar anggota KPU yang terlibat dalam kepengurusan atau menjadi anggota ormas mengundurkan diri. Ia pun berencana melayangkan surat imbauan.

“Begitu surat edaran KPU masuk, surat imbauan itu juga langsung kami buat dan ditujukan kepada KPUD sepekan yang lalu,” ungkapnya.

Dalam surat edaran tersebut diberikan masa tenggang kepada yang bersangkutan hingga 29 Desember 2017. Untuk diketahui, nama-nama yang masih ikut dalam kepengurusan organisasi KNPI, ialah Nasruddin dan Suryanata Al Islami. Satu di antaranya diketahui akan berakhir masa kepengurusannya di KNPI Desember 2017 mendatang.

Sulaiman membeber, surat pernyataan itu tidaklah rumit. Seperti dalam edaran KPU, diisi berdasarkan biodata yang bersangkutan. Surat pengunduran diri itu ditulis dan ditandatangani di atas materai.

“Tapi organisasi yang lain kan juga ada. Dalam UU, itu bukan hanya sekadar ormas, tapi yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.Juga termasuk, misalnya yayasan, dan sebagainya,” ujarnya.

Jika kemudian, pada akhirnya yang bersangkutan tidak mengindahkan peringatan atau imbauan yang diberikan, maka pihak Panwaslu akan menjadikan hal ini sebagai temuan.

“Jika terbukti, kami akan memanggil yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi dan mempertanyakan alasan tidak mengundurkan diri,” bebernya.

Tak hanya itu, dalam kasus ini, anggota KPU yang masih terlibat dalam kepengurusan ormas dapat dikategorikan sebagai pelanggaran kode etik yang akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kami harus klarifikasi dan kaji dulu persoalannya. Karena bisa saja teman-teman KPU hanya dicatat namanya, tanpa disadari, mereka dilibatkan dalam sebuah organisasi,” terangnya.

Untuk itu, Sulaiman menegaskan bahwa pada dasarnya, pelaksanaan pembuatan surat pengunduran diri dari organisasi.

Terkait pelaksanaan pergantian antar waktu (PAW), bagi anggota KPU yang memilih bertahan di organisasi, akan menjadi ranah DKPP dan KPU. Sebab pada dasarnya, akan ada tiga bentuk teguran, seperti teguran lisan dan tertulis, yang akan menuju ke pelaksanaan non aktif dari penyelenggara KPU.

“Jadi tidak serta merta keputusan DKPP akan merujuk pada pemberhentian, tetapi ada mekanismenya,” katanya.

Perlu diketahui, bagi anggota KPU yang tidak bersikap netral, juga memiliki potensi untuk dipidanakan dan diberhentikan, jika terbukti tidak mengindahkan peraturan yang ada. “Bisa dipidanakan, diberhentikan dan karir kepemiluannya akan habis, jika memang terbukti tidak bersikap netral,” pungkasnya.

Sebelumnya, Komisioner KPUD Tarakan, Nasruddin mengungkapkan kesediaannya mengundurkan diri dari organisasi. Ia menjelaskan kepengurusannya di KNPI akan berakhir sebelum masa tenggang yang diberikan KPU. “Saya tidak ada masalah. Kalau itu instruksi, ya kami harus ikuti. Kalau di dalam suratnya itu, sebelum 29 Desember 2017. Sementara saya di KNPI pada tanggal itu sudah habis masa kepengurusannya,” kata Nasruddin yang mengaku masih berada di Jakarta dua hari lalu.

Ia pun menyampaikan komitmennya memilih mundur dari hal-hal yang berkaitan dengan ormas. “Saya akan mundur. Itu bagian dari komitmen kami, bahwa kami adalah penyelenggara untuk menjaga netralitas dan mengikuti segala perintah KPU, sebagai bentuk loyalitas kami sebagai penyelenggara,” pungkasnya.

Ketua KPUD Kalimantan Utara, Suryanata Al Islami yang juga masih terlibat dalam kepengurusan KNPI mengatakan, sebagai penyelenggara pihaknya tentu harus mematuhi aturan perundang-undangan. Ia mengaku sesegera mungkin mengundurkan diri dari KNPI. Surat edaran tidak menjadi persoalan baginya.

“Saya pikir positif saja. Artinya, dalam konteks apapun itu, sebagai bagian yang pernah dibesarkan oleh KNPI sebagai laboratorium pemuda, kami bersyukur sebab pernah belajar, dan ikut berkiprah untuk melahirkan pemimpin terbaik. Kalau saya, tetap memenuhi keputusan dari KPU, saya sudah menyiapkan suratnya untuk proses pengunduran itu,” tutupnya. (*/yed/lim)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…

Senin, 20 Agustus 2018 17:23

Dilanda Suhu Panas, Jamaah Lebih Banyak di Hotel

SUHU panas di Kota Makkah yang mencapai 46 derajat celcius membuat para jamaah calon haji diimbau untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .