MANAGED BY:
SENIN
25 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 November 2017 12:46
Gantung Sarung Karena Kebutuhan Ekonomi
RUTINITAS: Keseharian Saiful kini sebagai pengawas di Pasar Ikan Beringin. JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TAHUN 1994 merupakan tahun yang membahagiakan bagi Saiful, karena saat itu ia resmi memperistri pujaan hatinya Sentinem.

Mulai saat itu Saiful mempunyai tanggung jawab baru sebagai kepala keluarga dan harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga setiap harinya.

“Meski sudah menikah, saya masih aktif latihan tinju. Bila tidak ada kejuaraan, saya berlatih 3 kali dalam seminggu. Namun bila ada kejuaraan, lima bulan sebelumnya saya sudah menjalani training center (TC) setiap hari,” tuturnya.

Meski masih aktif latihan tinju, Saiful tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya. Saiful menjalani hari-harinya menjadi nelayan.

“Berhenti sekolah saya sudah ikut mencari ikan dengan paman saya. Penghasilan saat itu antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Tahun 2002 sampai 2005 saya diberikan kepercayaan oleh salah satu pemilik perahu nelayan untuk membawa perahunya mencari ikan. Saya diberikan upah Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu dalam sehari, tergantung hasil tangkapan,” bebernya.

Saiful di tahun 2005 mendapat tawaran untuk menjual ikan milik pedagang lain di salah satu sentra penjualan ikan di Bumi Paguntaka, yakni Pasar Ikan Beringin.

“Saat itu saya diberi upah Rp 50 ribu sehari, setelah satu tahun menjual ikan orang lain, saya akhirnya membuka lapak jualan ikan sendiri di Pasar Ikan Beringin dengan penghasilan Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu sehari,” ungkapnya.

Melakoni sebagai penjual ikan di Pasar Ikan Beringin dari tahun 2005 hingga tahun 2012 membuktikan bahwa prestasi yang ia torehkan dengan membawa nama Tarakan, tidak menjamin kelangsungan hidupnya. Utamanya dalam kebutuhan ekonominya sehari-hari.

“Paling besar yang saya terima adalah bonus atlet saat Kejurda di Samarinda tahun 1991 sebesar Rp 8 juta. Dan yang paling kecil Rp 1,2 juta. Bahkan kadang saya tidak terima bonus sama sekali,” ungkapnya.

Karena tidak tentunya bonus yang diterima Saiful saat menjadi atlet, akhirnya Saiful memutuskan gantung sarung tinju pada tahun 2005 setelah menjadi juara 1 Sabuk Gubernur Kaltim.

“Saya gantung sarung tinju karena harus memenuhi kebutuhan ekonomi istri dan anak-anak saya,” tuturnya.

Cobaan hidup dialami Saiful dan keluarga pada tahun 2009. Mereka menjadi salah satu keluarga korban kebakaran di belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai. Saat kejadian tersebut Saiful tidak sempat menyelamatkan barang berharganya.

“Tidak ada barang berharga saya yang bisa saya selamatkan. Termasuk medali dan piala dari kejuaraan yang pernah saya ikuti juga tidak sempat diselamatkan. Hanya baju di badan saja. Beruntung ada satu piagam saya yang selamat saat mengikuti Wali Kota Cup Tarakan tahun 1999 dan berhasil menjadi juara 1,” ucapnya.

Dengan bekal uang yang dimiliki dan bantuan keluarga, akhirnya Saiful dapat membeli rumah sederhana di RT 5, Nomor 87, Kelurahan Selumit Pantai yang ditempati hingga saat ini. Di tahun yang sama juga Saiful mengikuti Penataran Pelatih Tinju Daerah di Samarinda.

“Tahun 2012 saya melanjutkan Penataran Pelatih Tinju Daerah di Bogor. Kenapa saya mengikuti pelatihan ini, karena kecintaan saya terhadap olahraga tinju. Meski sudah pensiun, saya ingin melatih anak-anak Tarakan yang memiliki potensi menjadi atlet tinju,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, selama menjadi pelatih tinju, Saiful tidak pernah mendapatkan bayaran berupa gaji untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Jujur. Saya melatih ini hanya untuk membantu anak-anak yang ingin tampil dalam kejuaraan. Soal gaji tidak ada sama sekali saya terima. Saya hanya mengandalkan gaji sebagai petugas pengawas Pasar Ikan Beringin yang saya jalani dari tahun 2012 hingga saat ini dengan gaji Rp 500 ribu per bulan,” ungkapnya.

Melihat kondisi olahraga tinju Tarakan saat ini, Saiful merasa miris karena olahraga adu pukul ini dianggap sudah mengalami kemunduran dan minim prestasi.

“Ini karena kurangnya persiapan terhadap atlet yang akan berlaga, termasuk kurangnya support anggaran untuk mendorong atlet berprestasi,” ucapnya.

Dirinya berharap semua pihak memperhatikan kondisi ini, karena menurutnya petinju Tarakan di era tahun 1990 merupakan salah petinju yang cukup disegani daerah lain.

“Kita tahu kondisi saat ini anggaran defisit. Tidak hanya cabor tinju saja, tapi semua cabor. Namun saya tetap optimis atlet Tarakan ada yang menjadi penerus saya mengharumkan nama Tarakan di tingkat daerah, nasional hingga internasional,” pungkasnya. (jnr/ddq)


BACA JUGA

Minggu, 24 Juni 2018 00:19

Masing-Masing TPS Diawasi Bawaslu

TARAKAN – Sebanyak 300 pengawas tempat pemungutan suara (TPS) akan disebar di Kota Tarakan. Untuk…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:47

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:39

Gowes Santai Usai Ramadan

TARAKAN - Goweser Bumi Paguntaka diharapkan kehadirannya dalam kegiatan gowes yang dilaksanakan pada…

Sabtu, 23 Juni 2018 12:28

Butuh Perbaikan Jalan dan Siring Drainase

Tarakan—Kondisi jalan yang rusak turut mengganggu kenyamanan masayarakat saat melintas, tidak…

Jumat, 22 Juni 2018 21:37

Setelah ASN, Ketua RT pun Harus Disorot

TARAKAN – Keterlibatan KM yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dalam black campaign menambah…

Jumat, 22 Juni 2018 19:10

Harapkan Hasil Penelitiannya Dimanfaatkan Masyarakat

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).Novita…

Jumat, 22 Juni 2018 13:46

Layaknya Anyaman Dipersatukan dengan Silaturahmi

Biasanya sepekan setelah Idulfitri, sebagian umat muslim khususnya berdarah suku Jawa selalu melaksanakan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:37

SIMPATISAN YANG HADIR SESUAI PREDIKSI

TARAKAN – Tahapan kampanye akbar pasangan calon (paslon) nomor dua Khairul dan Effendhi Djuprianto…

Jumat, 22 Juni 2018 13:28

Menpan-RB Lakukan Sidak Online

TARAKAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur…

Jumat, 22 Juni 2018 13:22

Nekat..!! ASN di Tarakan Lakukan Kampanye Hitam

TARAKAN- Oknum ASN yang diduga terlibat dalam black campaign yakni KM memang tidak dijerat ke ranah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .