MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 20 November 2017 12:46
Gantung Sarung Karena Kebutuhan Ekonomi
RUTINITAS: Keseharian Saiful kini sebagai pengawas di Pasar Ikan Beringin. JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TAHUN 1994 merupakan tahun yang membahagiakan bagi Saiful, karena saat itu ia resmi memperistri pujaan hatinya Sentinem.

Mulai saat itu Saiful mempunyai tanggung jawab baru sebagai kepala keluarga dan harus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga setiap harinya.

“Meski sudah menikah, saya masih aktif latihan tinju. Bila tidak ada kejuaraan, saya berlatih 3 kali dalam seminggu. Namun bila ada kejuaraan, lima bulan sebelumnya saya sudah menjalani training center (TC) setiap hari,” tuturnya.

Meski masih aktif latihan tinju, Saiful tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kecilnya. Saiful menjalani hari-harinya menjadi nelayan.

“Berhenti sekolah saya sudah ikut mencari ikan dengan paman saya. Penghasilan saat itu antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Tahun 2002 sampai 2005 saya diberikan kepercayaan oleh salah satu pemilik perahu nelayan untuk membawa perahunya mencari ikan. Saya diberikan upah Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu dalam sehari, tergantung hasil tangkapan,” bebernya.

Saiful di tahun 2005 mendapat tawaran untuk menjual ikan milik pedagang lain di salah satu sentra penjualan ikan di Bumi Paguntaka, yakni Pasar Ikan Beringin.

“Saat itu saya diberi upah Rp 50 ribu sehari, setelah satu tahun menjual ikan orang lain, saya akhirnya membuka lapak jualan ikan sendiri di Pasar Ikan Beringin dengan penghasilan Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu sehari,” ungkapnya.

Melakoni sebagai penjual ikan di Pasar Ikan Beringin dari tahun 2005 hingga tahun 2012 membuktikan bahwa prestasi yang ia torehkan dengan membawa nama Tarakan, tidak menjamin kelangsungan hidupnya. Utamanya dalam kebutuhan ekonominya sehari-hari.

“Paling besar yang saya terima adalah bonus atlet saat Kejurda di Samarinda tahun 1991 sebesar Rp 8 juta. Dan yang paling kecil Rp 1,2 juta. Bahkan kadang saya tidak terima bonus sama sekali,” ungkapnya.

Karena tidak tentunya bonus yang diterima Saiful saat menjadi atlet, akhirnya Saiful memutuskan gantung sarung tinju pada tahun 2005 setelah menjadi juara 1 Sabuk Gubernur Kaltim.

“Saya gantung sarung tinju karena harus memenuhi kebutuhan ekonomi istri dan anak-anak saya,” tuturnya.

Cobaan hidup dialami Saiful dan keluarga pada tahun 2009. Mereka menjadi salah satu keluarga korban kebakaran di belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai. Saat kejadian tersebut Saiful tidak sempat menyelamatkan barang berharganya.

“Tidak ada barang berharga saya yang bisa saya selamatkan. Termasuk medali dan piala dari kejuaraan yang pernah saya ikuti juga tidak sempat diselamatkan. Hanya baju di badan saja. Beruntung ada satu piagam saya yang selamat saat mengikuti Wali Kota Cup Tarakan tahun 1999 dan berhasil menjadi juara 1,” ucapnya.

Dengan bekal uang yang dimiliki dan bantuan keluarga, akhirnya Saiful dapat membeli rumah sederhana di RT 5, Nomor 87, Kelurahan Selumit Pantai yang ditempati hingga saat ini. Di tahun yang sama juga Saiful mengikuti Penataran Pelatih Tinju Daerah di Samarinda.

“Tahun 2012 saya melanjutkan Penataran Pelatih Tinju Daerah di Bogor. Kenapa saya mengikuti pelatihan ini, karena kecintaan saya terhadap olahraga tinju. Meski sudah pensiun, saya ingin melatih anak-anak Tarakan yang memiliki potensi menjadi atlet tinju,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan, selama menjadi pelatih tinju, Saiful tidak pernah mendapatkan bayaran berupa gaji untuk membantu perekonomian keluarganya.

“Jujur. Saya melatih ini hanya untuk membantu anak-anak yang ingin tampil dalam kejuaraan. Soal gaji tidak ada sama sekali saya terima. Saya hanya mengandalkan gaji sebagai petugas pengawas Pasar Ikan Beringin yang saya jalani dari tahun 2012 hingga saat ini dengan gaji Rp 500 ribu per bulan,” ungkapnya.

Melihat kondisi olahraga tinju Tarakan saat ini, Saiful merasa miris karena olahraga adu pukul ini dianggap sudah mengalami kemunduran dan minim prestasi.

“Ini karena kurangnya persiapan terhadap atlet yang akan berlaga, termasuk kurangnya support anggaran untuk mendorong atlet berprestasi,” ucapnya.

Dirinya berharap semua pihak memperhatikan kondisi ini, karena menurutnya petinju Tarakan di era tahun 1990 merupakan salah petinju yang cukup disegani daerah lain.

“Kita tahu kondisi saat ini anggaran defisit. Tidak hanya cabor tinju saja, tapi semua cabor. Namun saya tetap optimis atlet Tarakan ada yang menjadi penerus saya mengharumkan nama Tarakan di tingkat daerah, nasional hingga internasional,” pungkasnya. (jnr/ddq)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 11:19

Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan yang belum diketahui identitasnya tak sadarkan diri akibat…

Rabu, 13 Desember 2017 11:08

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

TARAKAN – Solusi pemerintah kepada manajemen Mission Aviation Fellowship (MAF), ternyata tidak…

Rabu, 13 Desember 2017 11:06

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:04

Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri

TARAKAN – Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin…

Rabu, 13 Desember 2017 11:02

Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa

TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 10:59

Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah…

Rabu, 13 Desember 2017 10:43

Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan

TARAKAN - Hingga kini penentuan wakil H. Badrun masih belum mendapatkan jawaban pasti. Meski sebelumnya…

Rabu, 13 Desember 2017 10:40

Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran

TARAKAN- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam menekan angka pengangguran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .