MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 20 November 2017 12:43
Merasa Putus Asa, Sang Ibu Mengiba di Akun Facebook

Andini, Gadis 13 Tahun Penderita Graves Mematikan

BUTUH ULURAN TANGAN: Karmila (kanan) dan Andini (kiri) gadis pengidap gondok beracun membutuhkan uluran tangan membantu biaya operasinya. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Di usianya yang masih belia, Andini Rahmawati menghadapi cobaan berat. Selain menderita gondok beracun atau graves mematikan, ia juga menderita penyakit yang membuat kedua bola matanya membesar. Lantaran tak memiliki biaya untuk berobat, sang Ibu Karmila (37) pun sampai putus asa, hingga memposting penyakit Andini di media sosial Facebook.

RURY JAMIANTO, Tarakan

TERIK matahari serasa menusuk hingga ke tulang. Memasuki jalanan setapak, sempit nan berliku, tak terasa kaki menghampiri sebuah rumah. Berada tepat di atas bukit RT 30, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah. Begitu petunjuk yang diterima media ini.

Terlihat seorang anak perempuan berbadan kurus di depan rumah kayu bercat biru itu, duduk  manis di kursi plastik dengan tatapan kosong. Kondisinya memprihatinkan, kedua bola matanya menonjol. Bagi yang pertama kali melihatnya, akan terasa sangat tidak biasa.

Andini (13), begitulah orang memanggilnya. Masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Sebelumnya, dikenal anak yang ceria, memiliki teman yang banyak, serta menyimpan segudang angan-angan yang besar. Ketika dewasa nanti, ia ingin menjadi seorang guru. Saat usianya masih sembilan tahun, setiap pagi Andini begitu bersemangat berangkat ke sekolah. Seragam berwarna merah dan putih itu, ia persiapkan sendiri hingga buku tersusun rapi di dalam tas sekolahnya, sebelum fajar menyingsing.

Namun sejak 2014 lalu, harapan itu memudar, ketika penyakit gondok beracun mulai dideritanya. Andini didiagnosa menderita gondok beracun. Akibat penyakit itu, kelenjar tiroidnya berproduksi secara tidak normal. Nafasnya tersengal-sengal meski dalam keadaan beristirahat.

Selama setahun, Andini pun menjalani sejumlah rangkaian pengobatan. Hingga ratusan dan berbagai jenis obat sudah menjadi “temannya” setiap hari. Pengobatan ini, bukan tak lain, karena kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Namun setahun berlalu, tepatnya 2015, Andini pun harus berhenti mengkonsumsi obat, dan tak lagi menjalani perawatan, lantaran sang ibu tak lagi mampu membiayai.

Kartu Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah menunggak hingga dua tahun. Fisik Andini secara perlahan berubah drastis. Jantungnya kian berdetak kencang, hingga  tubuhnya gemetaran. Matanya pun kian menonjol, makin kurus.

Tak sampai di situ, ia pun sudah tak lagi bersekolah. Teman sebayanya yang kerap dekatnya pun perlahan-lahan menjauh. Takut melihat fisik Andini yang berubah menjadi aneh.

Malam tiba, penyakit itu seolah tak mengizinkannya untuk tidur. Tak hanya Andini, ibunya, Karmila, juga tidak bisa tidur lantaran Andini merintih kesakitan.

Bagaimana perasaan seorang ibu melihat buah hatinya menanggung beban seberat itu. Karmila, tak tinggal diam mencari cara agar tetap bisa membiayai pengobatan Andini. Karmila rela melakukan hal apapun. Ia rela bekerja banting tulang, mulai dari matahari terbit sampai terbenam, meskipun mungkin penghasilannya tidak seberapa sebagai buruh cuci.

“Saya hanya buruh cuci dengan gaji tak seberapa besar, hanya Rp 700 ribu setiap bulannya, setiap pagi itu pun nggak cukup,” kata Karmila, saat ditemui sepulangnya bekerja di rumah orang.

Rasa lelah setiap saat menghampirinya, tidak pernah ia hiraukan. “Saya sudah mencoba ke sana kemari, untuk mencari bantuan. Namun, hasilnya tak ada,” lanjut Karmila.

Karmila tak berharap banyak dari sang suami yang bekerja serabutan, penghasilannya pun tak menentu. Kadang ada, bahkan terkadang tidak ada sama sekali.

Ketika penyakit Andini kambuh, Karmila pun dibuat tak berdaya. Jika bisa, Karmila ingin menggantikan buah hatinya itu menanggung rasa sakit. Karena tak ada yang menyalurkan bantuan, terlintas di benaknya untuk mencoba mencari bantuan melalui media sosial Facebook. Ia melakukan itu dengan harapan ada yang berbelas kasih mengulurkan tangan.

“Hati mana yang mau melihat anaknya menangis kesakitan, anak saya dihina orang karena fisiknya. Seorang ibupun tak sanggup  merasakannya. Segala upaya sudah saya lakukan,” tangis Karmila.

 

Selama sebulan setelah postingan itu, belum satupun dermawan memberi bantuan. Namun, di kolom komentar postingan Karmila itu, dipenuhi dengan doa untuk kesembuhan Andini. Karmila bersyukur banyak masyarakat yang mendoakan kesembuhan Andini.

“Saya sebenarnya enggak tega mas memposting anak saya, dengan mengemis memperlihatkan fisik anak saya ke semua orang. Namun, saya sebagai ibu, sudah tak memiliki jalan lain selain melakukan hal itu. Meski saya tidak terlalu berharap banyak di Facebook, saya pun juga mencoba mengumpulkan pundi-pundi rupiah seadanya,” ucapnya.

Saat menceritakan kesusahannya itu, Karmila pun tak kuasa menahan air mata. Beberapa kali mengusap wajah yang lelah  itu, dengan baju lusuh yang ia kenakan. Melihat ibunya menangis, Andini pun memalingkan wajahnya sambil mengusap air mata, karena tak sanggup mendengar perjuangan ibu untuknya.

“Aku ingin sembuh, aku ingin sekolah. Aku ingin membantu ibu,” ucap Andini kemudian memeluk ibunya.

Mendengar ucapan Andini, Karmila makin terharu melihat keinginan putri bungsunya itu. Tak jarang ia mendengar kata-kata kasar dari anak seusianya, meskipun kerap kali dihina, Andini tak merasa sakit hati. Hanya saja, ia kasihan melihat ibunya.

Tak putus asa, Karmila terus berusaha mengiringi doa. Akhirnya Jumat (17/11), doa Karmila dijabah Allah. Melalui akun Facebook-nya, Karmila pun menerima dermawan yang ingin membantunya. Mereka adalah Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ).

Komunitas tersebut mengunjungi Andini, setelah melihat kondisi Andini yang begitu memprihatinkan. Komunitas yang didominasi kaum ibu-ibu itu membuka donasi di Facebook untuk membantu membayar tunggakan BPJS Kesehatan Andini.

Kurang lebih empat jam membuka donasi, akhirnya dana kurang lebih Rp 2 juta lebih terkumpul. “Alhamdulillah, kalau niat hati kita baik, Insya Allah dimudahkan. Syukurlah dari menggalang donasi di Facebook, kita berhasil mengumpulkan dana untuk membayar tunggakan Andini. Dan bisa digunakan untuk berobat kembali,” kata Bunda July, salah seorang perwakilan KSJ saat di temui Radar Tarakan.

Setelah melunasi pembayaran tersebut, tim KSJ pun bergegas membawa Andini ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Dan betapa terkejutnya dokter saat melihat kondisi fisik Andini yang selama ini tidak mendapatkan pengobatan.

“Kata dokter, terlambat lima bulan saja, jantung Andini bisa fatal. Karena penyakitnya ini memakan jantungnya, sehingga detak jantungnya berdetak kencang,” kata July meniru ucapan dokter saat itu.

Saat ini, Andini pun membutuhkan uluran tangan Anda. Bagi Karmila, melihat anaknya tersenyum saja, hatinya bisa tenang dan semangat untuk bekerja. (*)

BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 11:19

Ngerii...Pekerja Bangunan Kesetrum Gara-Gara Ini...

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan yang belum diketahui identitasnya tak sadarkan diri akibat…

Rabu, 13 Desember 2017 11:08

Penerbangan Masih Dilakukan Terbatas

TARAKAN – Solusi pemerintah kepada manajemen Mission Aviation Fellowship (MAF), ternyata tidak…

Rabu, 13 Desember 2017 11:06

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:05

Tarakan Black Out Lagi

TARAKAN – Pemadaman listrik lagi-lagi terjadi di Bumi Paguntaka. Kurang lebih satu jam aktivitas…

Rabu, 13 Desember 2017 11:04

Polisi Pastikan Murni Bunuh Diri

TARAKAN – Polisi memastikan meninggalnya Sebastian Selle (31) yang ditemukan gantung diri Senin…

Rabu, 13 Desember 2017 11:02

Sempat Ricuh, PH Enggan Dampingi Terdakwa

TARAKAN - Kasus pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (24/7) lalu di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang…

Rabu, 13 Desember 2017 10:59

Lima Jasad Menyusul Dipindahkan, Satu Belum Ditemukan

Longsor menerjang sejumlah kawasan, Minggu 3 Desember lalu. Sekira pukul 05.30 Wita, tak lama setelah…

Rabu, 13 Desember 2017 10:43

Badrun Setuju Ince Dipertimbangkan

TARAKAN - Hingga kini penentuan wakil H. Badrun masih belum mendapatkan jawaban pasti. Meski sebelumnya…

Rabu, 13 Desember 2017 10:40

Job Fair Efektif Kurangi Angka Pengangguran

TARAKAN- Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam menekan angka pengangguran.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .