MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 November 2017 09:37
Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

Laura: Semua Dibina, Tidak Hanya RM Arema

Hj. Asmin Laura Hafid , Bupati Nunukan

PROKAL.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang belakangan disorot. Tim Terpadu yang berisikan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja secara profesional.

Ditegaskan bupati, Tim Terpadu bertugas memberi pembinaan terhadap seluruh pelaku usaha Rumah Makan (RM) dan restoran di Nunukan. “Jadi bukan hanya terhadap RM Arema. Hampir semua pelaku usaha rumah makan diperiksa dan diberi pembinaan,” tegas Laura.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Tim Terpadu, ada 17 rumah makan dan restoran yang diperiksa pada Kamis (16/11) lalu. Dalam kegiatan itu, seluruh kawasan dapur pelaku usaha diperiksa dan diminta untuk memperhatikan aspek kebersihan dan perizinan yang dimililki. “Sekali lagi, semua dibina. Tidak hanya RM Arema,” tukas Laura.

Mengenai respon publik yang begitu luas terhadap indikasi kandungan daging tikus dalam olahan bakso di salah satu rumah makan, dianggap bupati sebagai hak publik. Menurutnya, pemerintah tidak boleh melarang publik bersuara. Terlebih di era keterbukaan dan berbagai akses informasi saat ini, publik ikut berperan aktif di dalamnya. “Uji lab tahap 2 sedang berjalan. Apabila hasilnya negatif, tentu pemerintah akan membantu memulihkan pelaku usaha yang merasa dirugikan,” ucap Laura.

Mengenai berbagai kabar yang diterima bupati terkait sikap antipati Pemkab Nunukan dalam merespon dinamika usaha rumah makan di Nunukan, Laura mengaku menyayangkan. Menurutnya, saat ini tidak tepat mencari siapa yang salah, siapa yang tidak proaktif dan siapa yang tidak responsif. Justru kata Laura, bocornya surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengenai hasil uji laboratorium sampel pangan dan hewan yang  diterbitkan kepala Balai Veteriner Banjarbaru nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017 itu ke muka publik, langsung direspon oleh Tim Terpadu.

Sebelumnya, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Nunukan Hanafiah SE yang memimpin kegiatan pembinaan tersebut mengaku heran dan menyayangkan informasi yang sampai ke masyarakat berbeda dari maksud penanganan yang dilakukan selama ini. Khususnya pemeriksaan dan tindaklanjut dari Pemkab Nunukan untuk memberikan pembinaan kepada pengusaha kuliner di Kecamatan Nunukan.

Hanafiah mengungkapkan, tindakan yang dilakukan hanya untuk mengantisipasi beredarnya informasi tidak jelas ke masyarakat. Utamanya tentang penggunaan bahan makanan yang tidak sehat yang diperjualbelikan di masyarakat. Termasuk, adanya hasil uji sampel yang menyatakan tiga sampel yang diuji positif terkontaminasi spesies tikus.

Diungkapkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dan petugas dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebelumnya telah memberikan pembinaan dan pemeriksaan tempat penggilingan daging tersebut. Nah, termasuk menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel bakso yang diambil ke pemilik usaha. “Hanya presepsi masyarakat saja kalau pentolan bakso itu mengandung daging tikus. Bukan seperti itu maksudnya. Tapi, bakso yang diuji sampel itu terkontaminasi dengan spesies tikus. Terkontaminasi ini bukan berarti terbuat dari daging tikus. Tapi, bisa saja terkena bulu, kotoran dan lainnya yang bersumber dari tikus,” jelasnya. (oya/ogy)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .