MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 20 November 2017 09:37
Bupati Tegaskan Tim Terpadu Kerja Profesional

Laura: Semua Dibina, Tidak Hanya RM Arema

Hj. Asmin Laura Hafid , Bupati Nunukan

PROKAL.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura angkat bicara soal kinerja Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang belakangan disorot. Tim Terpadu yang berisikan Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja secara profesional.

Ditegaskan bupati, Tim Terpadu bertugas memberi pembinaan terhadap seluruh pelaku usaha Rumah Makan (RM) dan restoran di Nunukan. “Jadi bukan hanya terhadap RM Arema. Hampir semua pelaku usaha rumah makan diperiksa dan diberi pembinaan,” tegas Laura.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Tim Terpadu, ada 17 rumah makan dan restoran yang diperiksa pada Kamis (16/11) lalu. Dalam kegiatan itu, seluruh kawasan dapur pelaku usaha diperiksa dan diminta untuk memperhatikan aspek kebersihan dan perizinan yang dimililki. “Sekali lagi, semua dibina. Tidak hanya RM Arema,” tukas Laura.

Mengenai respon publik yang begitu luas terhadap indikasi kandungan daging tikus dalam olahan bakso di salah satu rumah makan, dianggap bupati sebagai hak publik. Menurutnya, pemerintah tidak boleh melarang publik bersuara. Terlebih di era keterbukaan dan berbagai akses informasi saat ini, publik ikut berperan aktif di dalamnya. “Uji lab tahap 2 sedang berjalan. Apabila hasilnya negatif, tentu pemerintah akan membantu memulihkan pelaku usaha yang merasa dirugikan,” ucap Laura.

Mengenai berbagai kabar yang diterima bupati terkait sikap antipati Pemkab Nunukan dalam merespon dinamika usaha rumah makan di Nunukan, Laura mengaku menyayangkan. Menurutnya, saat ini tidak tepat mencari siapa yang salah, siapa yang tidak proaktif dan siapa yang tidak responsif. Justru kata Laura, bocornya surat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengenai hasil uji laboratorium sampel pangan dan hewan yang  diterbitkan kepala Balai Veteriner Banjarbaru nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017 itu ke muka publik, langsung direspon oleh Tim Terpadu.

Sebelumnya, Asisten Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Nunukan Hanafiah SE yang memimpin kegiatan pembinaan tersebut mengaku heran dan menyayangkan informasi yang sampai ke masyarakat berbeda dari maksud penanganan yang dilakukan selama ini. Khususnya pemeriksaan dan tindaklanjut dari Pemkab Nunukan untuk memberikan pembinaan kepada pengusaha kuliner di Kecamatan Nunukan.

Hanafiah mengungkapkan, tindakan yang dilakukan hanya untuk mengantisipasi beredarnya informasi tidak jelas ke masyarakat. Utamanya tentang penggunaan bahan makanan yang tidak sehat yang diperjualbelikan di masyarakat. Termasuk, adanya hasil uji sampel yang menyatakan tiga sampel yang diuji positif terkontaminasi spesies tikus.

Diungkapkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dan petugas dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebelumnya telah memberikan pembinaan dan pemeriksaan tempat penggilingan daging tersebut. Nah, termasuk menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel bakso yang diambil ke pemilik usaha. “Hanya presepsi masyarakat saja kalau pentolan bakso itu mengandung daging tikus. Bukan seperti itu maksudnya. Tapi, bakso yang diuji sampel itu terkontaminasi dengan spesies tikus. Terkontaminasi ini bukan berarti terbuat dari daging tikus. Tapi, bisa saja terkena bulu, kotoran dan lainnya yang bersumber dari tikus,” jelasnya. (oya/ogy)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .