MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 November 2017 11:27
Baru Tiga Tahun Sudah Rusak
TAK REPRESENTATIF: Sejumlah teknisi melakukan perbaikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jumat (17/11). Manajemen membeber jika kerusakan itu muncul sejak awal digunakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif sebagai institusi kesehatan. Itu menyusul sejumlah temuan masyarakat terkait fasilitas gedung RSUD.  Renovasi gedung RSUD Tarakan diakui masih berjalan. Perbaikan pun hanya dilakukan seadanya. Padahal jika dilihat lebih seksama, hampir di seluruh lantai RSUD terdapat kerusakan.

Direktur RSUD Tarakan, dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan sejak awal pengoperasian pihaknya sudah menemukan masalah. “Ini memang ada yang tidak beres sudah, karena dari awal dioperasikan dan AC dinyalakan, dari situ sudah mulai muncul jamur dan akhirnya sampai jebol plafonnya,” katanya.

Bangunan RSUD masih terbilang baru. Seharusnya, kata dia, bangunan yang ada saat ini dapat bertahan selama 10 tahun. Setelah itu menyusul perawatan. Namun kenyataannya lain. Baru tiga tahun setelah diresmikan, 6 lantai mengalami kerusakan.

“Bayangkan ada ember dimana-mana untuk menampung air karena kondensasi AC yang rusak, belum lagi perbaikan yang dilakukan terus,” ujarnya.

Selama plafon bocor dan berjamur, setiap hari perbaikan dilakukan pihak rumah sakit. Tetapi kendala yang dialami, kebocoran menyebar di sejumlah titik lainnya.

“Ini rumah sakit kan semuanya menggunakan AC, karena kondensasi jadi satu diperbaiki, tempat lainnya akan rusak,” ungkapnya.

Dari tinjauan yang dilakukan Radar Tarakan, kerusakan plafon hingga ditumbuhi jamur itu sudah diperbaiki. Dari lantai 1 hingga 5, baik kamar inap pasien, kantor staf, ruangan direktur, hingga ruang tunggu yang ada di lorong-lorong ruangan. Kerusakan cukup parah terjadi di lantai 6.

“Lantai enam ini kan belum dipakai, dan kerusakannya juga cukup parah. Tetapi bukan berarti tidak diperbaiki, sudah juga dilakukan perbaikan tetapi belum selesai,” katanya.

Perbaikan dilakukan hanya dengan penambalan pada plafon, karena tidak tersedia anggaran yang cukup. Hasbi mengatakan pekan depan RSUD Tarakan akan akreditasi.

“Tentu pengaruh, karena kan untuk faktor kenyamanan pasien akan sangat mengganggu. Tetapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menyingkirkan ember yang digunakan untuk menampung air yang jatuh,” jelasnya.

Dikatakannya, plafon yang berjamur dan rusak akan sangat membahayakan bagi pasien. Serpihan plafon yang diketahui berbahan asbes itu dapat mempengaruhi kesehatan pasien.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan RSUD Tarakan, Husain mengatakan selama perbaikan dari awal hingga saat ini, pihaknya sudah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 500 juta.

“AC itu kan mengalami kondensasi, kalau tidak diperbaiki yah pasti akan ada kebocoran lagi,” katanya.

Dari perbaikan yang dilakukan pihaknya, dia tidak bisa memastikan akan bertahan berapa lama, karena terkadang jika perbaikan dilakukan di satu titik, titik lainnya akan mengalami kerusakan. Walaupun begitu pihaknya sudah melakukan perbaikan secara maksimal sesuai dengan kemampuan anggaran rumah sakit.

Yah mau tidak mau harus diperbaiki, kalau tidak pasien juga tidak akan nyaman. Karena kenyamanan sangat penting bagi kami,” ungkapnya.

Kemungkinan pertengahan 2018 mendatang akan dilakukan perbaikan kondensasi AC dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, dengan perkiraan memakan biaya sekitar Rp 4 miliar.

“2018 mendatang kami fokus pada perbaikan secara keseluruhan dan sudah dianggarkan sebesar Rp 4 miliar dengan pelaksana Dinas Pekerjaan Umum Provinsi,” urainya. (*/yus/lim)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 23:57

BKSDA Sarankan Diserahkan ke LK

TARAKAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan…

Selasa, 18 September 2018 23:44

Sehari Penukaran, Tembus 1.142 Kartu GPN

TARAKAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalimantan Utara terus mendorong penggunaan sistem…

Selasa, 18 September 2018 12:24

KASIHAN..!! Beruang Madu Kurus di Kandang Besi

TARAKAN – Sedih rasanya melihat nasib tiga ekor beruang madu di dua kandang di dalam Hutan Kota…

Selasa, 18 September 2018 12:22

Potensi PAD, Investasi dan Libatkan Pihak Ketiga

KRITIK datang dari pemerhati lingkungan di Kalimantan Timur (Kaltim). Mantan Direktur Kawasan Wisata…

Selasa, 18 September 2018 12:19

Dibatasi, Dolar Naik, hingga Kompetitor Menguat

Semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, tidak berdampak signifikan bagi usaha jasa percetakan seperti…

Selasa, 18 September 2018 12:13

DPT Dicermati untuk Kali Kedua

TARAKAN- Imbauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI agar dilakukan pencermatan ulang terhadap jumlah…

Selasa, 18 September 2018 12:11

Imunisasi MR Masih 46 Persen

TARAKAN – Pencapaian imunisasi measles rubella (MR) di Kalimantan Utara (Kaltara) masih cukup…

Selasa, 18 September 2018 11:59

Dua Spesialis Congkel Jok Motor Terciduk

TARAKAN - Dua pelaku pencurian spesialis merusak jok motor berhasil diamankan pihak kepolisian dari…

Selasa, 18 September 2018 11:51

Dolar Naik, Material KPR Ikut Naik

TARAKAN- Naiknya kurs dolar masih menjadi polemik. Pasalnya berbagai usaha juga mengalami imbasnya,…

Selasa, 18 September 2018 11:48

Akses Menuju Pemakaman Rusak Parah

TARAKAN - Jalan lingkungan menuju ke arah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Nasrani, Kelurahan Juata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .