MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 18 November 2017 11:27
Baru Tiga Tahun Sudah Rusak
TAK REPRESENTATIF: Sejumlah teknisi melakukan perbaikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jumat (17/11). Manajemen membeber jika kerusakan itu muncul sejak awal digunakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan mendapat sorotan tajam karena dianggap tak refresentatif sebagai institusi kesehatan. Itu menyusul sejumlah temuan masyarakat terkait fasilitas gedung RSUD.  Renovasi gedung RSUD Tarakan diakui masih berjalan. Perbaikan pun hanya dilakukan seadanya. Padahal jika dilihat lebih seksama, hampir di seluruh lantai RSUD terdapat kerusakan.

Direktur RSUD Tarakan, dr. Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan sejak awal pengoperasian pihaknya sudah menemukan masalah. “Ini memang ada yang tidak beres sudah, karena dari awal dioperasikan dan AC dinyalakan, dari situ sudah mulai muncul jamur dan akhirnya sampai jebol plafonnya,” katanya.

Bangunan RSUD masih terbilang baru. Seharusnya, kata dia, bangunan yang ada saat ini dapat bertahan selama 10 tahun. Setelah itu menyusul perawatan. Namun kenyataannya lain. Baru tiga tahun setelah diresmikan, 6 lantai mengalami kerusakan.

“Bayangkan ada ember dimana-mana untuk menampung air karena kondensasi AC yang rusak, belum lagi perbaikan yang dilakukan terus,” ujarnya.

Selama plafon bocor dan berjamur, setiap hari perbaikan dilakukan pihak rumah sakit. Tetapi kendala yang dialami, kebocoran menyebar di sejumlah titik lainnya.

“Ini rumah sakit kan semuanya menggunakan AC, karena kondensasi jadi satu diperbaiki, tempat lainnya akan rusak,” ungkapnya.

Dari tinjauan yang dilakukan Radar Tarakan, kerusakan plafon hingga ditumbuhi jamur itu sudah diperbaiki. Dari lantai 1 hingga 5, baik kamar inap pasien, kantor staf, ruangan direktur, hingga ruang tunggu yang ada di lorong-lorong ruangan. Kerusakan cukup parah terjadi di lantai 6.

“Lantai enam ini kan belum dipakai, dan kerusakannya juga cukup parah. Tetapi bukan berarti tidak diperbaiki, sudah juga dilakukan perbaikan tetapi belum selesai,” katanya.

Perbaikan dilakukan hanya dengan penambalan pada plafon, karena tidak tersedia anggaran yang cukup. Hasbi mengatakan pekan depan RSUD Tarakan akan akreditasi.

“Tentu pengaruh, karena kan untuk faktor kenyamanan pasien akan sangat mengganggu. Tetapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menyingkirkan ember yang digunakan untuk menampung air yang jatuh,” jelasnya.

Dikatakannya, plafon yang berjamur dan rusak akan sangat membahayakan bagi pasien. Serpihan plafon yang diketahui berbahan asbes itu dapat mempengaruhi kesehatan pasien.

Sementara itu, Kepala Bagian Perencanaan RSUD Tarakan, Husain mengatakan selama perbaikan dari awal hingga saat ini, pihaknya sudah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 500 juta.

“AC itu kan mengalami kondensasi, kalau tidak diperbaiki yah pasti akan ada kebocoran lagi,” katanya.

Dari perbaikan yang dilakukan pihaknya, dia tidak bisa memastikan akan bertahan berapa lama, karena terkadang jika perbaikan dilakukan di satu titik, titik lainnya akan mengalami kerusakan. Walaupun begitu pihaknya sudah melakukan perbaikan secara maksimal sesuai dengan kemampuan anggaran rumah sakit.

Yah mau tidak mau harus diperbaiki, kalau tidak pasien juga tidak akan nyaman. Karena kenyamanan sangat penting bagi kami,” ungkapnya.

Kemungkinan pertengahan 2018 mendatang akan dilakukan perbaikan kondensasi AC dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, dengan perkiraan memakan biaya sekitar Rp 4 miliar.

“2018 mendatang kami fokus pada perbaikan secara keseluruhan dan sudah dianggarkan sebesar Rp 4 miliar dengan pelaksana Dinas Pekerjaan Umum Provinsi,” urainya. (*/yus/lim)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…

Jumat, 23 Februari 2018 10:45

Oleng Kiri, Terperosok ke Selokan

TARAKAN – Warga yang tinggal di daerah Jalan Kusuma Bangsa tepatnya di dekat gedung Polisi Militer…

Jumat, 23 Februari 2018 10:43

Besar di Tarakan, Tahu Seluk-beluk Perkembangan Kota

Tiga di antara empat pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan sudah berdiskusi langsung dengan kru dan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:41

Menebus Dosa Proyek Raksasa

BEGITU banyak pertanyaan tentang siapa Robert Lai dan siapa Meiling yang sering saya sebut dalam tulisan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:40

Bila Negatif, Penyelidikan Dihentikan

TARAKAN – Meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis hasil lab atas makanan,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:38

Anggaran Kurang-Kontur Tanah Jadi Penyebab

TARAKAN — Dari 5.000 sambungan jaringan gas (jargas) yang menjadi target Perusahaan Gas Negara…

Jumat, 23 Februari 2018 10:37

Butuh Perbaikan Jalan Akses ke Masjid

TARAKAN – Ketua RT 10, Kelurahan Selumit, Gunawan mengatakan, semenisasi jalan lingkungan layak…

Jumat, 23 Februari 2018 10:36

Jalan di Tarakan yang Rawan Kecelakaan

TARAKAN – Minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi salah satu penyebab seringnya terjadi kecelakaan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .