MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 November 2017 12:09
Dukung Gubernur Beli Pesawat Nurtanio

Hanya karena Izin Terbang, Warga Bisa Meninggal

PRIORITAS: Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mendukung Gubernur Kaltara membeli pesawat sebagai operasional menuju pedalaman perbatasan Kaltara. Izin MAF yang belum diterbitkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutus akses warga. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Maskapai penerbangan MAF (Mission Aviation Fellowship) yang kembali berhenti beroperasi untuk sementara menambah derita warga pedalaman. Menyikapi hal ini, mantan Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Terpencil (BPKP2DT) Kaltim yang juga merupakan Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mendukung langkah Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie membeli pesawat N-219 Nurtanio.

“Saya empat tahun menjadi kepala Perbatasan Kaltimra (Kalimantan Timur dan Utara), jadi saya benar-benar tahu bagaimana kondisi sebenarnya di pedalaman, tidak ada akses darat. Akses sungai ada, tapi sulit. Jadi harapannya yaitu pesawat,” ungkapnya ketika ditemui, kemarin (16/11).

Bahkan, Prof Adri sapaan akrabnya, sangat mendukung langkah mantan sekretaris Provinsi Kaltim itu untuk mengakomodasi warga pedalaman yang selama ini terisolir dalam akses transportasi. “Mengapa kami mendukung? Karena harus ditahui bersama bahwa, Kaltim-Kaltara itu, memiliki panjang perbatasan 1.038 kilometer, sehingga banyak daerah kita yang sulit untuk dijangkau, baik darat maupun laut. Akses satu-satunya adalah udara,” urainya.

Menurutnya rencana pembelian pesawat N-219 Nurtanio sangat tepat. Salah jika menilai wacana itu hanya menghabiskan anggaran.

“Yang bilang pembelian pesawat ini membuang-buang anggaran, itu orang yang tidak tahu kondisi dan tidak pernah hidup perbatasan. Tapi, kalau orang seperti saya yang pernah hidup di perbatasan, sangat benar-benar terisolir dan hanya membutuhkan transpotasi udara ini,” katanya.

Izin operasional yang belum diterbitkan Kemenhub untuk maskapai MAF menurutnya telah membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat perbatasan. “Ada orang sakit dan orang meninggal, yang tidak bisa tertolongkan hanya karena izin. Oleh karena itu, perlu perlakuan khusus perusahaan, perlu kebijakan khusus yang diberikan pemerintah, untuk menangani masalah ini,” bebernya.

Selain itu, Prof Adri juga berharap langkah yang diambil oleh gubernur ini, mendapatkan dukungan dari DPRD Kaltara agar dapat mengatasi masalah yang sudah berlangsung selama 72 tahun lamanya itu.

“Dulu pesawat Susi Air bisa diandalkan, namun tidak lagi. Dan MAF inilah yang menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan warga di sana selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dan jika izinnya dihentikan sementara, terus apa yang bisa diharapkan. Maka dari itu, jika nantinya Kaltara sudah punya pesawat sendiri, tentunya ini akan sangat bagus dan dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan warga pedalaman. Mulai dari sembilan bahan pokok dan subsidi barang ke warga,” katanya.

Menurut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau ini, MAF sudah banyak berkontribusi dalam misi kemanusian membantu warga pedalaman, harapannya izin operasional tersebut dapat segera diterbitkan.

“Waktu MAF kondisinya seperti saat ini, pilot tidak diberikan izin untuk terbang. Karena suratnya belum keluar dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kami  sendiri yang mengurus dan membuat suratnya, agar MAF bisa beroperasi kembali. Dengan harapan bahwa inilah yang menjadi harapan kami,” pungkasnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 23:34

Penyebab Kebakaran Diduga Puntung Rokok

TARAKAN – Neneng (38) seketika panik, Sekira pukul 23.00 WITA, Rabu (19/9). Cahaya api memendar…

Kamis, 20 September 2018 23:31

Polda Akan Kumpulkan Bukti

TARAKAN - Buntut dugaan pemukulan terhadap lima mahasiswa oleh oknum kepolisian saat aksi unjuk rasa…

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Beruang Itu Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .