MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 November 2017 12:09
Dukung Gubernur Beli Pesawat Nurtanio

Hanya karena Izin Terbang, Warga Bisa Meninggal

PRIORITAS: Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mendukung Gubernur Kaltara membeli pesawat sebagai operasional menuju pedalaman perbatasan Kaltara. Izin MAF yang belum diterbitkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memutus akses warga. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Maskapai penerbangan MAF (Mission Aviation Fellowship) yang kembali berhenti beroperasi untuk sementara menambah derita warga pedalaman. Menyikapi hal ini, mantan Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Terpencil (BPKP2DT) Kaltim yang juga merupakan Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Adri Patton, M.Si mendukung langkah Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie membeli pesawat N-219 Nurtanio.

“Saya empat tahun menjadi kepala Perbatasan Kaltimra (Kalimantan Timur dan Utara), jadi saya benar-benar tahu bagaimana kondisi sebenarnya di pedalaman, tidak ada akses darat. Akses sungai ada, tapi sulit. Jadi harapannya yaitu pesawat,” ungkapnya ketika ditemui, kemarin (16/11).

Bahkan, Prof Adri sapaan akrabnya, sangat mendukung langkah mantan sekretaris Provinsi Kaltim itu untuk mengakomodasi warga pedalaman yang selama ini terisolir dalam akses transportasi. “Mengapa kami mendukung? Karena harus ditahui bersama bahwa, Kaltim-Kaltara itu, memiliki panjang perbatasan 1.038 kilometer, sehingga banyak daerah kita yang sulit untuk dijangkau, baik darat maupun laut. Akses satu-satunya adalah udara,” urainya.

Menurutnya rencana pembelian pesawat N-219 Nurtanio sangat tepat. Salah jika menilai wacana itu hanya menghabiskan anggaran.

“Yang bilang pembelian pesawat ini membuang-buang anggaran, itu orang yang tidak tahu kondisi dan tidak pernah hidup perbatasan. Tapi, kalau orang seperti saya yang pernah hidup di perbatasan, sangat benar-benar terisolir dan hanya membutuhkan transpotasi udara ini,” katanya.

Izin operasional yang belum diterbitkan Kemenhub untuk maskapai MAF menurutnya telah membawa dampak yang sangat besar bagi masyarakat perbatasan. “Ada orang sakit dan orang meninggal, yang tidak bisa tertolongkan hanya karena izin. Oleh karena itu, perlu perlakuan khusus perusahaan, perlu kebijakan khusus yang diberikan pemerintah, untuk menangani masalah ini,” bebernya.

Selain itu, Prof Adri juga berharap langkah yang diambil oleh gubernur ini, mendapatkan dukungan dari DPRD Kaltara agar dapat mengatasi masalah yang sudah berlangsung selama 72 tahun lamanya itu.

“Dulu pesawat Susi Air bisa diandalkan, namun tidak lagi. Dan MAF inilah yang menjadi satu-satunya tumpuan dan harapan warga di sana selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Dan jika izinnya dihentikan sementara, terus apa yang bisa diharapkan. Maka dari itu, jika nantinya Kaltara sudah punya pesawat sendiri, tentunya ini akan sangat bagus dan dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan warga pedalaman. Mulai dari sembilan bahan pokok dan subsidi barang ke warga,” katanya.

Menurut mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau ini, MAF sudah banyak berkontribusi dalam misi kemanusian membantu warga pedalaman, harapannya izin operasional tersebut dapat segera diterbitkan.

“Waktu MAF kondisinya seperti saat ini, pilot tidak diberikan izin untuk terbang. Karena suratnya belum keluar dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, kami  sendiri yang mengurus dan membuat suratnya, agar MAF bisa beroperasi kembali. Dengan harapan bahwa inilah yang menjadi harapan kami,” pungkasnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .