MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 November 2017 11:37
PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik
DIRAMPINGKAN: Wacana pemerintah untuk mengurangi golongan tarif listrik akan segera ditentukan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan. Masih menunggu keputusan dari pemerintah dan PLN pusat terkait pengurangan golongan tarif listrik yang dimaksud.

Manager PT PLN Rayon Nunukan, Nurhidayat mengatakan, untuk di rayon hanya menunggu intruksi dari PLN pusat. Jika diminta untuk mengelompokkan kembali tarif listrik, maka segera akan dilakukan di Nunukan.

“Untuk pengelompokan tarif listrik ditentukan pemerintah dan dilanjutkan ke PT PLN, untuk di daerah hanya menunggu perintah saja,” kata Nurhidayat kepada Radar Nunukan, Kamis (16/11).

Sebelumnya, ia telah mengetahui bahwa akan ada penyederhanaan atau pengelompokan golongan tarif listrik. Pelanggan di Kabupaten Nunukan ada beberapa golongan tarif listrik yang digunakan seperti tarif 450 Volt Amper (VA) 900 VA  hingga 1.300 VA.

Menurutnya, untuk pelanggan di Nunukan golongan tarif listrik termasuk normal, kedepan jika dikelompokan maka tarif listrik dengan daya 450, 900, 1.300, 2.200 dan 3.500 VA, maka menjadi daya 4.400 VA.

Sedangkan di Nunukan mayoritas menggunakan daya 450 VA untuk masyarakat menengah ke bawah, dibanding dengan menggunakan daya 900 dan 1.300 VA. “Kebanyakan masyarakat Nunukan menggunakan daya 450 VA karena mendapatkan pemasangan gratis beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Seperti yang dikutip di JPNN.Com edisi Selasa (14/11),  diketahui ada 37 golongan tarif listrik untuk pelanggan PT PLN. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di antara negara-negara Asia Tenggara.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, penyederhanaan tersebut hanya berlaku untuk golongan pelanggan rumah tangga nonsubsidi. ”Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi,” katanya.

Dadan menjelaskan, penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. ”Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Sedangkan golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 13.000 VA serta golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom,” urainya.

Jika penyederhanaan berhasil diterapkan, pelanggan rumah tangga hanya akan terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, pelanggan listrik dengan subsidi 450 VA dan 900 VA subsidi. Kedua, pelanggan listrik nonsubsidi 4.400 VA dan 13.000 VA. Yang terakhir adalah pelanggan listrik nonsubsidi 13.000 VA ke atas loss stroom.

Dadan menegaskan, penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada biaya listrik masyarakat. ”Tidak akan dikenakan biaya apa pun dan besaran tarif per kWh tidak akan berubah,” tegasnya.

Pemerintah berharap penyederhanaan golongan pelanggan tersebut membuat tenaga listrik lebih bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia. Terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Dadan, masyarakat yang memiliki UMKM juga akan diuntungkan dengan program itu. Sebab, selama ini mayoritas UMKM adalah pelanggan golongan 1.300–3.300 VA.

”Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan,” terangnya. (nal)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:58

Daerah Tak Cicipi Untung

Aktivitas impor barang di Perbatasan Indonesia Nunukan dan Tawau Malaysia memang sudah bukan hal baru.…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .