MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 17 November 2017 11:37
PLN Masih Menunggu Penentuan Golongan Tarif Listrik
DIRAMPINGKAN: Wacana pemerintah untuk mengurangi golongan tarif listrik akan segera ditentukan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Wacana golongan tarif listrik yang bakal dikurangi, PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan. Masih menunggu keputusan dari pemerintah dan PLN pusat terkait pengurangan golongan tarif listrik yang dimaksud.

Manager PT PLN Rayon Nunukan, Nurhidayat mengatakan, untuk di rayon hanya menunggu intruksi dari PLN pusat. Jika diminta untuk mengelompokkan kembali tarif listrik, maka segera akan dilakukan di Nunukan.

“Untuk pengelompokan tarif listrik ditentukan pemerintah dan dilanjutkan ke PT PLN, untuk di daerah hanya menunggu perintah saja,” kata Nurhidayat kepada Radar Nunukan, Kamis (16/11).

Sebelumnya, ia telah mengetahui bahwa akan ada penyederhanaan atau pengelompokan golongan tarif listrik. Pelanggan di Kabupaten Nunukan ada beberapa golongan tarif listrik yang digunakan seperti tarif 450 Volt Amper (VA) 900 VA  hingga 1.300 VA.

Menurutnya, untuk pelanggan di Nunukan golongan tarif listrik termasuk normal, kedepan jika dikelompokan maka tarif listrik dengan daya 450, 900, 1.300, 2.200 dan 3.500 VA, maka menjadi daya 4.400 VA.

Sedangkan di Nunukan mayoritas menggunakan daya 450 VA untuk masyarakat menengah ke bawah, dibanding dengan menggunakan daya 900 dan 1.300 VA. “Kebanyakan masyarakat Nunukan menggunakan daya 450 VA karena mendapatkan pemasangan gratis beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Seperti yang dikutip di JPNN.Com edisi Selasa (14/11),  diketahui ada 37 golongan tarif listrik untuk pelanggan PT PLN. Jumlah itu merupakan yang terbanyak di antara negara-negara Asia Tenggara.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, penyederhanaan tersebut hanya berlaku untuk golongan pelanggan rumah tangga nonsubsidi. ”Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi,” katanya.

Dadan menjelaskan, penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. ”Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA. Sedangkan golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 13.000 VA serta golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom,” urainya.

Jika penyederhanaan berhasil diterapkan, pelanggan rumah tangga hanya akan terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, pelanggan listrik dengan subsidi 450 VA dan 900 VA subsidi. Kedua, pelanggan listrik nonsubsidi 4.400 VA dan 13.000 VA. Yang terakhir adalah pelanggan listrik nonsubsidi 13.000 VA ke atas loss stroom.

Dadan menegaskan, penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada biaya listrik masyarakat. ”Tidak akan dikenakan biaya apa pun dan besaran tarif per kWh tidak akan berubah,” tegasnya.

Pemerintah berharap penyederhanaan golongan pelanggan tersebut membuat tenaga listrik lebih bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia. Terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Dadan, masyarakat yang memiliki UMKM juga akan diuntungkan dengan program itu. Sebab, selama ini mayoritas UMKM adalah pelanggan golongan 1.300–3.300 VA.

”Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan,” terangnya. (nal)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 11:48

Kebakaran di Desa Atap Dipicu Korsleting

NUNUKAN – Para korban insiden kebakaran di Desa Atap Kecamatan…

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .