MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 November 2017 10:15
Sepuluh Ibu Hamil Terjangkit HIV

Kasus Tarakan Tertinggi di Kaltara

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Angka ibu hamil (bumil) yang terdeteksi positif mengidap virus human immunodeficiency virus (HIV) di Provinsi Kaltara cukup mengkhawatirkan.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara, jumlah bumil positif HIV di Kaltara periode Januari-Oktober 2017 mencapai 10 orang.

Lima penderita ditemukan Kota Tarakan, tiga di Kabupaten Nunukan, dan dua di Kabupaten Bulungan. Sedangkan Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT) zero atau nol. (selengkapnya lihat grafis).

Dikatakan Kepala Dinkes Kaltara H. Usman, kasus dengan penyakit mematikan ini terjadi setiap tahun.

“Kami berharap bisa berkuranglah tentu dengan upaya pencegahan,” ungkap Usman ditemui usai Rapat Koordinasi Program HIV/AIDS se- Kaltara 2017, di Aula KUB Kompleks Kantor Kemenag Bulungan, Rabu (15/11).

Upaya pengendalian atau pencegahan yang digencarkan Dinkes, memaksimalkan peran puskesmas yang tersebar hingga ke pelosok provinsi ke 34 di Indonesia.

Karena itu, di setiap puskesmas terdapat bidang lingkungan upaya kesehatan yang meliputi Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).

“Kami prioritaskan upaya preventif melalui UKM ini. Kalau UKP lebih kepada pelayanan medis perorangan,” paparnya.

Selain itu, peran kepala desa juga lebih digalakkan untuk menambah pemahaman terkait HIV/AIDS itu sendiri baik pencegahan, sarana penularan, hingga bahaya terburuk yang akan terjadi.

“Tentunya harus didukung partisipasi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, peran serta semua pihak juga sangat diperlukan, mengingat kasus HIV/AIDS merupakan fenomena sosial yang indikatornya ada di tengah-tengah masyarakat.

Selama populasi kunci yang menyebabkan kasus HIV/AIDS muncul seperti adanya wanita tuna susila, pekerja seks komersial, pasangan sesama jenis, penggunaan narkoba dengan jarum suntik masih ada, maka penanganan dan upaya pencegahan kasus tersebut perlu kerja ekstra.

“Karenanya intens sosialisasi sehingga ada perubahan perilaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, kasus itu juga terjadi tidak terlepas dari permasalahan kebutuhan biologis. “Misalnya di Kaltara banyak pekerja dari luar yang jauh dari keluarga saat tertentu ujung-ujungnya ke WPK (wanita pekerja seks),” pungkasnya. (isl/ana)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 13:24

Korban TB FORTUNSIUS Diduga Masih Terjebak di Dalam Kapal

TARAKAN - Pencarian dua ABK TB  FORTUNSIUS yang diduga tenggelam…

Selasa, 13 November 2018 11:37

Usulan Anggaran Tak Terakomodir

TANJUNG SELOR – Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan mengaku saat ini…

Selasa, 13 November 2018 11:36

Sepi, Trayek Mangkupadi Tutup

TANJUNG SELOR - Kantor Damri Cabang Tanjung Selor sebelumnya sempat…

Senin, 12 November 2018 13:48

Bagaimana Ini? Kok Wajah Ibu Kota Semrawut

TANJUNG SELOR – Kondisi Tanjung Selor Ibu Kota Kalimantan Utara…

Senin, 12 November 2018 13:47

DPUPR-Perkim Siapkan KBM

TANJUNG SELOR – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Senin, 12 November 2018 13:45

Pemprov Masih Butuh 1.357 ASN

TANJUNG SELOR – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun…

Senin, 12 November 2018 13:42

Kapal Pemburu Akan ‘Beraksi’ Cegah Kriminalitas

TANJUNG SELOR – Wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia di Kaltara…

Senin, 12 November 2018 13:41

Belum Semua Tambak Bersertifikat

TANJUNG SELOR – Sejauh ini belum semua lahan tambak di…

Senin, 12 November 2018 13:32

Tersangka Judi Togel Dilimpahkan ke Kejari

TANJUNG SELOR - POLRES Bulungan memastikan empat tersangka kasus judi…

Senin, 12 November 2018 13:31

MIRIS..!! Kasus Asusila Melibatkan Anak-Anak Meningkat

TANJUNG SELOR – Polres Bulungan mencatat sejak Januari-November 2018, Polres…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .