MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 16 November 2017 09:40
Hasil Sampel Positif Mengandung Daging Tikus

Dua Penggilingan Daging Jadi TO

FOTO: ILUSTRASI INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Isu tidak sedap kembali diterima warga Kabupaten Nunukan. Khususnya penggemar kuliner jenis bakso. Sebab, daging yang digunakan untuk pembuatan bakso selama ini dikonsumsi disinyalir mengandung daging tikus.

Hal ini terungkap pasca keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium yang diterbitkan kepala Balai Veteriner Banjar Baru nomor 29005/PK.310/F.5.E/09/2017 tertanggal 29 September 2017 atas sampel-sampel pangan asal hewan yang ditelah dilakukan oleh petugas pada pelaku usaha produk pangan asal hewan Kabupaten Nunukan yang dinyatakan positif terindentifikasi mengandung spesies tikus.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan Yance Tambaru SE membenarkan hal tersebut. Untuk itu, berdasarkan laporan dan koordinasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan dilakukan pemeriksaan di sejumlah rumah makan. Khususnya terhadap 2 pabrik penggilingan daging di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Tengah. “Memang sudah jadi Target Operasi (TO) penggilingan daging itu. Kini menjadi pengawasan kami,” ungkap kepada media ini disela pemeriksaan yang dilakukan.    

Setelah diperiksa memang banyak yang melanggar. Salah satunya izin penggilingan dagingnya. Ternyata sudah tidak berlaku lagi. Sudah habis masa berlakunya sejak 2009. Makanya, diberikan kesempatan selama satu bulan untuk melengkapi izinnya. “Makanya kami meminta agar segera diperpanjang. Tapi, lengkapi dulu semua surat rekomendasi dari instansi terkait.Khususnya dinas kesehatan untuk masalah kebersihan dan kelayakan alat yang digunakan,” tegasnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan Hj. Ramsidah SKM mengatakan, dua penggilingan daging yang ada di Kecamatan Nunukan menjadi perhatian pihaknya selama ini. Sebab, hasil pemeriksaan dan pemantauan awal di lapangan banyak ditemukan hal yang melanggar. Khususnya mengenai kebersihan dan kelayakan sejumlah peralatan yang digunakan. “Sudah lama ditegur soal kebersihannya. Beberapa kali kami pantau. Nah, saat ini sudah mulai berbenah. Saran-saran yang kami berikan mulai dijalankan,” ungkapnya kepada media ini.

Menurutnya, penggunaan penggilingan daging ini memang perlu perhatian khusus dan rutin di pantau. Sebab, sangat rentan dengan sumber penyakit. Apa lagi jika kebersihannya diabaikan. Begitu juga dengan ruangan dan tempat-tempat penyimpanan bahan makanan lainnya. “Bukan hanya daging tikusnya saja. Tapi, keberadaan tikus di tempat-tempat pengelolaan makanan itu harus diperhatikan. Banyak saya temukan tikus berkeliaran di sekitar dapur. Itu yang perlu diperhatikan,” ungkapnya.

Irawan, perwakilan pemilik warung Makan Arema membantah kabar tersebut. Ia menegaskan jika selama ini pihaknya hanya menggunakan daging sapi. Bahkan, daging sapi yang diperolehnya dari hasil peternakan yang dilakukan. “Kami kaget karena selama ini tidak pernah menggunakan daging tikus. Yang ada daging sapi dari peternakan kami sendiri,” ungkapnya kepada sejumlah media saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, hasil sampel daging yang dikeluarkan Dinas Pertanian dan Ketahann Pangan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) itu perlu dilakukan ulang. Sebab, apa yang dilakukan ini sudah sangat merugikan pihaknya.  “Waktu pengambilan sampel itu saya tidak ada memang. Saya merasa dirugikan dengan informasinya ini,” ungkapnya.

Menurutnya, penggilingan daging yang dilakukan selama ini tidak hanya dari pihaknya saja. Namun, juga menerima pesanan penggilingan daging dari masyarakat dan penjual bakso lainnya. “Bisa juga daging dari luar yang digiling di tempat kami. Kebetulan ada pengambilan sampel dan akhirnya ditemukan adanya daging tikus itu. Bisa jadi begitu,” ungkapnya.

Irawan mengaku tidak ada sama sekali niat pemilik penggilingan bahkan usaha penjualan bakso ini menggunakan daging yang dilarang. Demikian juga dengan daging yang datang dari warga lainnya untuk digiling. “Kami tidak sampai ke situ kalau ada daging tikus. Karena selama ini daging yang datang sudah dicincang dan dipotong-potong. Jadi, kami langsung giling,” ungkapnya. “Dengan adanya masalah ini, tentunya menjadi pelajaran penting bagi kami. Kami harus berhati-hati menerima daging dari luar untuk digiling di tempat kami,” sambungnya mengakhiri. (oya/ogy)


BACA JUGA

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik, ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:53

Wabup Suguhkan Gado-Gado dan Coto Makassar saat Open House

NUNUKAN - Open house yang digelar Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad di rumah jabatannya, Jalan Ujang…

Jumat, 15 Juni 2018 21:56
Idulfitri 1439 Hijriah

Bupati Cantik Ini Layani Tamunya hingga Malam

NUNUKAN - Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, menggelar open house di kediamannya di Jalan Ujang Dewa,…

Jumat, 15 Juni 2018 08:28

Datang Subuh demi Saf Terdepan

NUNUKAN - Masjid Islamic Center Hidayaturahhman Nunukan dipadati masyarakat yang antusias melaksanakan…

Kamis, 14 Juni 2018 21:35

Begini Euforia Warga Sebatik Rayakan Takbiran

SEBATIK - Warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah,…

Kamis, 14 Juni 2018 20:22

Malam Takbiran, Personel Gabungan Sasar Titik Rawan

NUNUKAN - Setidaknya 300 personel gabungan yang TNI, Polri, Dishub Nunukan, Satpol PP Nunukan dan Pemadam…

Kamis, 14 Juni 2018 19:34
Idulfitri 1439 Hijriah

Diundang Mentan, Ustaz Das'ad Malah ke Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khotib salat Idulfitri…

Kamis, 14 Juni 2018 19:25

Diundang Mentan, Ustad Das'ad Pilih Lebaran di Perbatasan

NUNUKAN - Dai kondang, DR. H. Da'sad Latif S. Sos. S. Ag. MSI Ph.D dijadwalkan menjadi khatib salat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .