MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 November 2017 11:34
PLN Tambah Mesin Diesel Lagi
BELUM BERAKHIR: Pemadaman listrik di Tarakan masih terjadi hingga kemarin. Kondisi ini disebabkan gas yang belum stabil. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sudah sepekan pemadaman listrik terjadi di Tarakan. Belum ada tanda-tanda akan kembali normal dalam waktu dekat. Hingga kini PT PLN Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan masih lakukan pembakaran solar agar tidak terjadi pemadaman secara menyeluruh (black out) di Bumi Paguntaka.

Hal tersebut diungkapkan Humas PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Donny D.Nugroho. Menurutnya, jika dilihat dari jadwal pemadaman yang sudah sepekan berlangsung, kemungkinan pemadaman berlanjut jika pasokan gas dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Bunyu masih kurang.

Upaya yang dilakukan PLN untuk menutupi kekurangan pasokan gas tersebut, adalah membakar solar untuk menghidupkan mesin pembangkit diesel. “Terkait solar dan gas yang saat ini digunakan PLN, sementara belum bisa kami jawab, karena staf bagian pembangkit dan perencanaan sedang tidak ada di kantor,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat di temui di kantornya, Senin (13/11).

Kondisi ini memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PLN. Sebab beberapa bulan lalu Gubernur Kaltara Irianto Lambrie sudah membahas upaya solusi dalam mengatasi krisis listrik di Kaltara bersama Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Kalimantan, General Manager (GM) PT PLN wilayah Kaltim-Kaltara, serta beberapa staf PLN.

Dari laporan yang disampaikan General Manager PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara, pihak PLN akan melakukan penambahan daya untuk memperkuat daya listrik di Kaltara. Terutama di beberapa daerah yang kerap mengalami pemadaman, di antaranya Tanjung Selor, Nunukan dan Tarakan.

Saat dihubungi Radar Tarakan, Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara, Wijayanto Nugroho mengatakan, saat ini PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara memang sedang berproses melakukan penambahan mesin diesel dengan daya 2 Megawatt (MW) untuk Tarakan. Dan ditargetkan akan beroperasi akhir November ini. Ini merupakan solusi yang sudah didiskusikan beberapa waktu lalu bersama gubernur.

“Untuk mengatasi krisis listrik di Tarakan yang bergantungan dengan gas, kami akan menambah mesin diesel terlebih dahulu,” ungkapnya.

Mengenai wacana penarikan kabel dari Kaltim untuk suplai listrik ke Tarakan melalui transmisi kabel bawah laut sebagai solusi jangka menengah, dikatakan Wijayanto saat ini masih dalam tahap uji Feasibility Study (FS) atau uji coba kelayakan.

Dalam tahap ini membutuhkan waktu sekira dua tahun lamanya. Sehingga ditargetkan pada 2019 mendatang dapat dioperasikan. “Ada banyak tahap yang dilakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Wijayanto menjelaskan, rencana jangka pendek berupa penambahan pembangkit sebesar 2x18 MW memang dilakukan khusus untuk Tarakan. Sebab itu sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026. Hal ini masih dalam persiapan pengadaan.

Untuk pengoperasionalannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama 1x18 MW ditargetkan sekitar Juli hingga September 2018 mendatang sudah dapat digunakan. Kemudian dilanjutkan pada 2019 mendatang.

“Jadi tahap pertama 1x18 MW ditargetkan triwulan 3 2018 sudah beroperasi, selebihnya 1x18 MW beroperasi dalam tahun berikutnya,” tutupnya.

PENYEDERHANAAN KELAS GOLONGAN PELANGGAN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan. Humas PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Donny D.Nugroho mengatakan, penyerderhanaan pelanggan PLN masih wacana dan program dari pusat. Saat ini masih dalam pembahasan Kementerian ESDM Republik Indonesia dan PT PLN (Persero).

“Jadi kami sendiri belum mendapatkan tembusan dari pusat tentang penyederhanaan pelanggan itu,” terangnya.

Karena masih dalam tahap pembahasan, lanjut Donny, sehingga ia tak dapat berkomentar banyak. Dikatakannya, tujuan dari penyederhanaan ini belum bisa dipaparkan karena masih menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dari pusat.

“Masih wacana dan belum ada juklak dari pusat,” lanjut Donny.

Saat ini terdapat enam golongan yakni, sosial (S), rumah tangga (RT), bisnis (B), investasi (I), pemerintah (P), layanan khusus (L).

Jumlah pelanggan pada masing-masing golongan, terendah dalam golongan layanan khusus yakni sebanyak 5 pelanggan. Kemudian disusul dengan golongan investasi sebanyak 47 pelanggan, golongan sosial sebanyak 608 pelanggan, dan golongan pemerintah sebanyak 751 pelanggan.

Jumlah pelanggan terbesar di golongan rumah tangga sebanyak 45.784 sambungan dan disusul dengan golongan bisnis sebanyak 3.880 sambungan.

Saat disinggung mengenai kenaikan tarif listrik, Donny pun belum dapat memastikan. Sebab kenaikan itu wewenang langsung dari pusat. Saat sudah ada pembahasannya di pusat, maka diteruskan ke unit layanan di masing-masing daerah. Sejauh ini, hingga akhir 2017 belum ada pembahasan mengenai kenaikan tarif listrik.

“Jadi itu wewenangan dari pusat juga. Jika sudah ada pembahasannya di pusat dan diturunkan ke unit,” pungkasnya. (*/one/nri/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…

Rabu, 19 September 2018 21:43

“Lawan Oknum Pemecah Belah Bangsa”

TARAKAN - Menjelang tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun depan, seluruh pihak terkait diminta untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .