MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 November 2017 11:34
PLN Tambah Mesin Diesel Lagi
BELUM BERAKHIR: Pemadaman listrik di Tarakan masih terjadi hingga kemarin. Kondisi ini disebabkan gas yang belum stabil. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sudah sepekan pemadaman listrik terjadi di Tarakan. Belum ada tanda-tanda akan kembali normal dalam waktu dekat. Hingga kini PT PLN Unit Layanan Khusus (ULK) Tarakan masih lakukan pembakaran solar agar tidak terjadi pemadaman secara menyeluruh (black out) di Bumi Paguntaka.

Hal tersebut diungkapkan Humas PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Donny D.Nugroho. Menurutnya, jika dilihat dari jadwal pemadaman yang sudah sepekan berlangsung, kemungkinan pemadaman berlanjut jika pasokan gas dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Bunyu masih kurang.

Upaya yang dilakukan PLN untuk menutupi kekurangan pasokan gas tersebut, adalah membakar solar untuk menghidupkan mesin pembangkit diesel. “Terkait solar dan gas yang saat ini digunakan PLN, sementara belum bisa kami jawab, karena staf bagian pembangkit dan perencanaan sedang tidak ada di kantor,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat di temui di kantornya, Senin (13/11).

Kondisi ini memang masih menjadi pekerjaan rumah bagi PLN. Sebab beberapa bulan lalu Gubernur Kaltara Irianto Lambrie sudah membahas upaya solusi dalam mengatasi krisis listrik di Kaltara bersama Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Kalimantan, General Manager (GM) PT PLN wilayah Kaltim-Kaltara, serta beberapa staf PLN.

Dari laporan yang disampaikan General Manager PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara, pihak PLN akan melakukan penambahan daya untuk memperkuat daya listrik di Kaltara. Terutama di beberapa daerah yang kerap mengalami pemadaman, di antaranya Tanjung Selor, Nunukan dan Tarakan.

Saat dihubungi Radar Tarakan, Deputi Manager Hukum dan Humas PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara, Wijayanto Nugroho mengatakan, saat ini PT PLN Wilayah Kaltim-Kaltara memang sedang berproses melakukan penambahan mesin diesel dengan daya 2 Megawatt (MW) untuk Tarakan. Dan ditargetkan akan beroperasi akhir November ini. Ini merupakan solusi yang sudah didiskusikan beberapa waktu lalu bersama gubernur.

“Untuk mengatasi krisis listrik di Tarakan yang bergantungan dengan gas, kami akan menambah mesin diesel terlebih dahulu,” ungkapnya.

Mengenai wacana penarikan kabel dari Kaltim untuk suplai listrik ke Tarakan melalui transmisi kabel bawah laut sebagai solusi jangka menengah, dikatakan Wijayanto saat ini masih dalam tahap uji Feasibility Study (FS) atau uji coba kelayakan.

Dalam tahap ini membutuhkan waktu sekira dua tahun lamanya. Sehingga ditargetkan pada 2019 mendatang dapat dioperasikan. “Ada banyak tahap yang dilakukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Wijayanto menjelaskan, rencana jangka pendek berupa penambahan pembangkit sebesar 2x18 MW memang dilakukan khusus untuk Tarakan. Sebab itu sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026. Hal ini masih dalam persiapan pengadaan.

Untuk pengoperasionalannya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama 1x18 MW ditargetkan sekitar Juli hingga September 2018 mendatang sudah dapat digunakan. Kemudian dilanjutkan pada 2019 mendatang.

“Jadi tahap pertama 1x18 MW ditargetkan triwulan 3 2018 sudah beroperasi, selebihnya 1x18 MW beroperasi dalam tahun berikutnya,” tutupnya.

PENYEDERHANAAN KELAS GOLONGAN PELANGGAN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan. Humas PT PLN (Persero) ULK Tarakan, Donny D.Nugroho mengatakan, penyerderhanaan pelanggan PLN masih wacana dan program dari pusat. Saat ini masih dalam pembahasan Kementerian ESDM Republik Indonesia dan PT PLN (Persero).

“Jadi kami sendiri belum mendapatkan tembusan dari pusat tentang penyederhanaan pelanggan itu,” terangnya.

Karena masih dalam tahap pembahasan, lanjut Donny, sehingga ia tak dapat berkomentar banyak. Dikatakannya, tujuan dari penyederhanaan ini belum bisa dipaparkan karena masih menunggu petunjuk pelaksana (juklak) dari pusat.

“Masih wacana dan belum ada juklak dari pusat,” lanjut Donny.

Saat ini terdapat enam golongan yakni, sosial (S), rumah tangga (RT), bisnis (B), investasi (I), pemerintah (P), layanan khusus (L).

Jumlah pelanggan pada masing-masing golongan, terendah dalam golongan layanan khusus yakni sebanyak 5 pelanggan. Kemudian disusul dengan golongan investasi sebanyak 47 pelanggan, golongan sosial sebanyak 608 pelanggan, dan golongan pemerintah sebanyak 751 pelanggan.

Jumlah pelanggan terbesar di golongan rumah tangga sebanyak 45.784 sambungan dan disusul dengan golongan bisnis sebanyak 3.880 sambungan.

Saat disinggung mengenai kenaikan tarif listrik, Donny pun belum dapat memastikan. Sebab kenaikan itu wewenang langsung dari pusat. Saat sudah ada pembahasannya di pusat, maka diteruskan ke unit layanan di masing-masing daerah. Sejauh ini, hingga akhir 2017 belum ada pembahasan mengenai kenaikan tarif listrik.

“Jadi itu wewenangan dari pusat juga. Jika sudah ada pembahasannya di pusat dan diturunkan ke unit,” pungkasnya. (*/one/nri/ddq)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 15:34

Terciduk Bawa Sabu-Sabu, Pria Ini Mencoba Kabur

  TARAKAN - Petugas Avsec kembali berhasil menggagalkan upaya  penyelundupan sabu yang dilakukan…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:18

Korban Tagihan ‘Gajah’ Siap Lapor

TARAKAN -Anda Lumba (28), salah satu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam di Kelurahan…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:17

Inspirasi ‘Dokter Darman’ sejak di Bangku Sekolah Dasar

dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto adalah dua tokoh yang lahir dari keluarga perantau. Dari kecil berjuang…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:16

Rindu Anak-Istri, Lima Warga Filipina Baca Yasin

TARAKAN - Lima warga Filipina yang diselamatkan kapal tunda Kie Trans 29 setelah terombang-ambing di…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:12

Kenalkan Batik lewat Kontes Dangdut

PEMBAGIAN kain batik khas Kota Tarakan menghiasi kontes Liga Dangdut (Lida) Indonesia yang ditayangkan…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:10

Dua Kadis Diperiksa Lima Jam

TARAKAN – Dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang menunjukkan…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:06

Sepanjang Jalan Bergelombang

TARAKAN – Ketua RT 58, Kelurahan Karang Anyar, Obert, SE., MM mengatakan, permasalahan yang ada…

Sabtu, 24 Februari 2018 10:05

Sore Ini Gowes Bareng Komunitas Sepeda se-Kota Tarakan

TARAKAN - Demi menjalin silaturahim dan meningkatkan tali persaudaraan antara sesama goweser Bumi Paguntaka,…

Sabtu, 24 Februari 2018 09:46

Loss Contact Seminggu hingga Helikopter Nyasar ke Malaysia

Sembilan personel Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung sudah menyelesaikan misi patroli patok. Ini merupakan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:49

Korban Salah Catat Bermunculan

TARAKAN – Ternyata tak hanya Lukas Yusuf, saja yang syok akan tagihan airnya yang melonjak senilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .