MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 November 2017 11:31
Jalur Udara Masih Favorit Penyelundupan Narkoba
KETAT: Penjagaan masuk bandara melalui X-Ray dijaga ketat untuk menghindari lolosnya barang haram yang dibawa calon penumpang. BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Tahun ini empat kasus penyelundupan sabu berhasil digagalkan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan. Pengiriman sabu melalui transportasi udara menjadi jalur favorit yang dipilih bandar narkoba untuk mengirimkan barang haram tersebut.

Kepala BNN Tarakan, Agus Surya Dewi mengatakan jalur udara sering digunakan para bandar lantaran paling cepat mengantarkan barang haram itu bisa sampai ke tangan pemesan.

“Lewat udara itu lebih cepat dibandingkan melalui jalur laut yang butuh waktu beberapa hari sampai ke tempat tujuan,” tutur Dewi sapaan akrabnya, Senin (13/11).

Dewi mengapresiasi kesigapan petugas Avsec yang selama ini menjadi bagian dari pemberantasan narkoba. Menurutnya para Avsec bandara memiliki insting yang sangat baik, terutama saat mencurigai calon penumpang yang dianggap memiliki gerak-gerik mencurigakan.

“Meski di bandara saat ini sudah ada X-Ray, tapi itu tidak menjamin barang haram bisa terdeteksi. Sehingga insting petugas dalam membaca gesture tubuh penumpang yang dianggap mencurigakan sangat penting,” ucap ibu dua anak ini.

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, Kota Makassar menjadi salah satu kota tujuan utama para bandar narkoba yang menyeludupkan barang haramnya. Dikarenakan jumlah permintaan di Kota Daeng itu terbesar di kawasan Indonesia Timur.

“Bila sudah tiba di Makassar barang tersebut dikirim lagi ke beberapa daerah yang ada di Sulawesi, bahkan terkadang didistribusikan ke Surabaya juga melalui Makassar,” beber perempuan asal Malang itu.

Tak hanya jalur udara saja yang menjadi fokus BNN dalam memberantas narkoba, jalur laut juga perlu diwaspadai. Sebab terdapat 160 titik pelabuhan tikus di Bumi Paguntaka, yang rawan dijadikan tempat penyelundupan narkoba.

“Untuk pelabuhan resmi sudah ada Bea Cukai yang melakukan pengawasan, tapi untuk pelabuhan tikus yang tersebar di pesisir Tarakan sulit untuk mengawasinya karena jumlahnya banyak,” ungkap Dewi.

Sejauh ini BNN Tarakan selain bekerja sama dengan TNI dan Polri, juga bekerja sama dengan berbagai institusi lainnya dalam memerangi narkoba. “BNN Tarakan terus bersinergi dengan institusi lain dalam memerangi narkoba, hal ini dibuktikan beberapa kali berhasil mengungkap kasus bersama instansi lain yang jumlahnya tidak hanya gram-an tapi sampai kiloan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo memastikan akan meningkatkan kinerja pengamanan seluruh petugas Avsec di bandara terbesar se- Kaltara itu.

“Ke depannya petugas Avsec akan kami berikan apresiasi dalam bentuk diklat kompetensi yang menunjang dalam pekerjaan mereka,” tuturnya.

Dalam menunjang kinerja para Avsec, saat ini Bandara Juwata Tarakan fokus meningkatkan kemampuan dalam membedakan penumpang biasa dengan penumpang yang membawa sesuatu mencurigakan atau passenger profiling.

“Dengan ditingkatkan kemampuannya diharapkan dapat lebih jeli lagi ketika memeriksa penumpang dan barang bawaannya,” ucap Hemi.

Dari empat kali pengungkapan kasus narkoba di bandara, rata-rata para pelaku menggunakan modus operandi yang merekatkan barang haram tersebut di anggota tubuh. Untungnya dengan kejelian para petugas Avsec hal tersebut bisa terungkap.

“Selain peningkatan kemampuan Avsec, fasilitas yang ada saat ini juga akan kami benahi, nantinya kami akan menempatkan alat yang lebih sensitif lagi,” pungkasnya.(jnr/nri/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…

Rabu, 19 September 2018 21:43

“Lawan Oknum Pemecah Belah Bangsa”

TARAKAN - Menjelang tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun depan, seluruh pihak terkait diminta untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .