MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 November 2017 11:20
UMKM Minta Pengecualian

UMK 2018 Mencekik

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Upah Minimum Kota (UMK) yang direncanakan naik per Januari 2018 memang wajib dipatuhi seluruh pengusaha. Namun belum diberlakukan, nada pesimis justru datang dari kalangan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka tak sanggup menerapkan UMK Tarakan 2018 tersebut. Bahkan kalangan pengusaha kecil tengah menyiapkan opsi lain agar usaha mereka tetap eksis di tengah tuntutan upah yang ‘mencekik’.

Ketua Komunikasi UMKM Kalimantan Utara (Kaltara), Eko Pristiawan mengungkap rerata pendapatan UMKM tak mencapai Rp 50 juta setiap bulannya. Atau dengan kata lain, pendapatan tak mencapai angka yang menjadi patokan operasional. “Kalau kami menerapkan UMK kepada para karyawan, bisa mati kami ini,” katanya.

Mirisnya, tuntutan UMK tak berjalan beriringan dengan kualitas pekerja saat ini. Justru menurutnya, UMKM kini lebih banyak mengakomodasi usia produktif dengan latar belakang pendidikan yang kurang mumpuni. Seharusnya, kata dia, kualitas sumber daya manusia di Kaltara patut menjadi satu indikator dalam rencana kenaikan UMK itu.

“Janganlah dipukul rata semuanya, kasihan kami ini hanya usaha kecil saja. Jangan bandingkan dengan perusahaan besar,” katanya.

Mengatasi biaya operasional yang terus membengkak, para pemilik UMKM bahkan turun tangan secara langsung layaknya pekerja lain. Ambil bagian dari setiap jengkal tahapan produksi. Tujuannya tak lain, menghemat pengeluaran yang bermuara ke gaji pekerja. Ia menilai, penerapan UMK malah akan menenggelamkan kegiatan masyarakat yang berperan penting di tengah ekonomi yang lesu.

“Yang pasti, UMK itu tidak mungkin diterapkan di UMKM. Karena kami bisa tutup kalau dipaksakan,” ungkapnya,

Pihaknya juga belum mengajukan pengajuan upah khusus, tetapi meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan pengecualian kepada para pengusaha UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan, Zaini menerangkan UMK 2018 efektif berlaku per Januari 2018 mendatang. Angka yang menjadi kesepakatan masih menunggu keputusan dari gubernur.

“Yang jelas masih menunggu, tetapi memang biasanya per Januari itu sudah harus berlaku,” ungkapnya.

Menilik ke belakang, UMK memang selalu naik setiap tahunnya. Banyak yang menyebutnya sebagai penyesuaian, karena harga kebutuhan pokok juga terus naik. “Naiknya UMK yang baru mengacu pada PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,”  ujarnya.

Pemberlakuan UMK juga diharuskan merata untuk semua pengusaha, tidak terkecuali UMKM. Jika memang ada yang masih berkeberatan, Zaini menyarankan agar melayangkan surat ke gubernur. Tetapi memang hal ini tidak mudah, karena nantinya gubernur akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekkan di tempat usaha tersebut.

“Memang harus dicek dulu, kalau memang usahanya down ada kemungkinan akan diberikan keringanan,” ujarnya.

Tetapi dikatakannya, jika usaha kembali membaik, maka diharuskan menerapkan UMK kepada karyawannya. “Jadi tidak langsung akan diberikan keringanan,” tegasnya. (*/yus/lim/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…

Rabu, 19 September 2018 21:43

“Lawan Oknum Pemecah Belah Bangsa”

TARAKAN - Menjelang tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun depan, seluruh pihak terkait diminta untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .