MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 14 November 2017 11:20
UMKM Minta Pengecualian

UMK 2018 Mencekik

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Upah Minimum Kota (UMK) yang direncanakan naik per Januari 2018 memang wajib dipatuhi seluruh pengusaha. Namun belum diberlakukan, nada pesimis justru datang dari kalangan pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka tak sanggup menerapkan UMK Tarakan 2018 tersebut. Bahkan kalangan pengusaha kecil tengah menyiapkan opsi lain agar usaha mereka tetap eksis di tengah tuntutan upah yang ‘mencekik’.

Ketua Komunikasi UMKM Kalimantan Utara (Kaltara), Eko Pristiawan mengungkap rerata pendapatan UMKM tak mencapai Rp 50 juta setiap bulannya. Atau dengan kata lain, pendapatan tak mencapai angka yang menjadi patokan operasional. “Kalau kami menerapkan UMK kepada para karyawan, bisa mati kami ini,” katanya.

Mirisnya, tuntutan UMK tak berjalan beriringan dengan kualitas pekerja saat ini. Justru menurutnya, UMKM kini lebih banyak mengakomodasi usia produktif dengan latar belakang pendidikan yang kurang mumpuni. Seharusnya, kata dia, kualitas sumber daya manusia di Kaltara patut menjadi satu indikator dalam rencana kenaikan UMK itu.

“Janganlah dipukul rata semuanya, kasihan kami ini hanya usaha kecil saja. Jangan bandingkan dengan perusahaan besar,” katanya.

Mengatasi biaya operasional yang terus membengkak, para pemilik UMKM bahkan turun tangan secara langsung layaknya pekerja lain. Ambil bagian dari setiap jengkal tahapan produksi. Tujuannya tak lain, menghemat pengeluaran yang bermuara ke gaji pekerja. Ia menilai, penerapan UMK malah akan menenggelamkan kegiatan masyarakat yang berperan penting di tengah ekonomi yang lesu.

“Yang pasti, UMK itu tidak mungkin diterapkan di UMKM. Karena kami bisa tutup kalau dipaksakan,” ungkapnya,

Pihaknya juga belum mengajukan pengajuan upah khusus, tetapi meminta pemerintah mengeluarkan kebijakan pengecualian kepada para pengusaha UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kota Tarakan, Zaini menerangkan UMK 2018 efektif berlaku per Januari 2018 mendatang. Angka yang menjadi kesepakatan masih menunggu keputusan dari gubernur.

“Yang jelas masih menunggu, tetapi memang biasanya per Januari itu sudah harus berlaku,” ungkapnya.

Menilik ke belakang, UMK memang selalu naik setiap tahunnya. Banyak yang menyebutnya sebagai penyesuaian, karena harga kebutuhan pokok juga terus naik. “Naiknya UMK yang baru mengacu pada PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan,”  ujarnya.

Pemberlakuan UMK juga diharuskan merata untuk semua pengusaha, tidak terkecuali UMKM. Jika memang ada yang masih berkeberatan, Zaini menyarankan agar melayangkan surat ke gubernur. Tetapi memang hal ini tidak mudah, karena nantinya gubernur akan menurunkan tim untuk melakukan pengecekkan di tempat usaha tersebut.

“Memang harus dicek dulu, kalau memang usahanya down ada kemungkinan akan diberikan keringanan,” ujarnya.

Tetapi dikatakannya, jika usaha kembali membaik, maka diharuskan menerapkan UMK kepada karyawannya. “Jadi tidak langsung akan diberikan keringanan,” tegasnya. (*/yus/lim/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kekeh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .