MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 13 November 2017 13:48
Kesempatan Kerja di Kota Ini Makin Sempit

Upah Naik, Pengusaha Selektif Pilih Pekerja

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi perekonomian di Indonesia termasuk Tarakan masih melemah. Efisiensi tak hanya dilakukan pemerintah saja, para pengusaha pun diketahui sejak beberapa tahun terakhir memberlakukan kebijakan itu.

Kegalauan para pengusaha bertambah dengan kabar kenaikan upah minimum kota (UMK) Tarakan hingga 9 persen dari tahun lalu. UMK 2018 diperkirakan sekira Rp 3,2 juta. Angka ini diprediksi menjadi yang tertinggi di Kaltara.

Salah seorang pengusaha asal Tarakan, yang bergerak di usaha kuliner dan kontraktor, Herry Johanes menuturkan, di dunia bisnis memang kerap terjadi pasang surut. Agar tidak gulung tikar, peran pemerintah harus aktif sesuai perannya.

Saat ini dia sudah memiliki seratus karyawan setiap tahunnya harus mengikuti kenaikan UMK di tengah kondisi perekonomian yang kian lesu. Sementara pengusaha juga sangat membutuhkan pekerja. Semuanya saling berkaitan.

“Kalau pengusaha tidak sanggup membayar upah pekerja, maka sudah tentu pekerja akan kehilangan pekerjaan,” kata Herry, sapaan akrabnya.

Jika memang UMK harus dinaikkan, akan sangat sulit bagi pengusaha menambah pekerja baru. Karena dari pekerja yang sudah ada saja, pengusaha harus putar otak melakukan optimalisasi pembiayaan. Ini akan menjadi pertimbangan bagi pengusaha jika kembali merekrut pekerja baru. Otomatis berdampak sempitnya lapangan pekerjaan dan menambah angka pengangguran.

“Bagaimana dengan pekerja baru masuk dalam dunia kerja, itu tidak gampang. Apalagi dengan UMK yang terus naik, pasti yang dibutuhkan adalah yang berpengalaman sehingga kesempatan bekerja akan semakin sempit,” ungkapnya.

Dengan kondisi seperti ini, pekerja yang lebih berpengalaman pasti akan menjadi utama saat perekrutan karyawan, dibandingkan dengan pekerja yang berada di daerah. “Jadi semakin sengit persaingan kerja. Kalau pengusaha tahunya untung. Kami pasti juga akan memilih yang lebih berpengalaman,” ungkapnya.

Jika berbicara masalah upah harusnya ada kesinambungan antara pengusaha dan pemerintah. Di samping itu juga harus ada upaya menurunkan biaya ketersediaan barang dan jasa dengan logistik dan infrastruktur yang lebih bagus. “Peningkatan produktivitas karyawan juga harus ada, sehingga ada timbal baliknya,” pungkasnya.

Direktur Utama PT Mayor Samudra Pasifik, Jupri Budiman juga merasakan hal yang sama. Usaha yang bergerak di sektor perminyakan dengan pekerja sekira seratus orang ini harus lebih kreatif dan putar otak untuk mempertahankan usahanya. Sebab kondisi perekonomian sedang tidak stabil. Jupri pun melakukan ekspansi bisnis ke sektor kelautan dan kuliner. “Itu saya lakukan karena saya sudah mulai pesimistis dengan kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.

Meski dalam hati kecil Jupri masih memiliki keyakinan, memajukan perusahaan BBM miliknya. Namun, dia mengaku memiliki sedikit keraguan. Apalagi saat ini kondisi dunia usaha masih melemah, ditambah lagi dengan adanya wacana kenaikan UMK yang sudah tentu akan menyulitkan baginya.

Diakui Jupri, tahun-tahun ini menjadi tahun dilema bagi para pengusaha. Sebab jika tidak menaikkan UMK di tengah harga kebutuhan yang meninggi, sudah tentu menyulitkan para pekerja. Tetapi jika menaikkan juga akan menyulitkan kondisi keuangan perusahaan.

“Untuk menyeimbangkan itu, makanya saya harus banyak lakukan ekspansi bisnis sekarang, dan tidak terfokus pada satu usaha saja. Agar tetap bisa menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran,” katanya.

Menurut Jupri, di tengah kondisi seperti ini para pengusaha harus bijak dalam mengelola perusahaan. Tetapi tak terlepas dari dukungan pemerintah agar bisa menciptakan kondisi perekonomian yang lebih baik di Bumi Paguntaka. “Harusnya pemerintah dan pengusaha duduk bersama memikirkan kondisi ini,” tutur ayah tiga anak itu.

Berbeda dengan owner CV Sido Semi Tarakan yang bergerak di bidang penyedia kendaraan mengatakan, saat ini dia selektif memilih karyawan yang berintegritas. Baik dari sisi kemampuan, tanggung jawab dan komitmen. Dengan begitu, pengusaha tidak akan dirugikan. Sebab selain sudah menaikkan upah, kinerja pekerja juga tetap baik.

“Karena persaingan setiap individu di kalangan pencari pekerjaan sangat banyak. Contohnya jika setiap pelamar pekerjaan tidak memiliki standar kompetensi, tentu perusahaan sulit menerima,” bebernya.

Untuk itu, berhemat dengan komposisi pekerja yang memiliki kemampuan dinilai penting supaya bisa mencapai target penjualan. Bukan itu saja, perusahaan juga harus terus berinovasi agar usaha tetap stabil.

“Kita kan perusahaan yah harus mencapai target. Nah salah satu caranya, mungkin sebagian perusahaan ada yang tegas dengan mengurangi karyawan, terlebih jika dianggap belum memenuhi standar yang diinginkan,” tutur pria berkacamata itu.

 

SURVIVE DENGAN BERALIH KE PASAR DIGITAL

Di tengah lesunya ekonomi belakangan ini, sudah pasti mempengaruhi  dunia usaha. Untuk itu, agar usaha tetap berjalan lancar, berbagai cara dilakukan. Hal itulah yang turut dilakukan salah seorang penggiat usaha kuliner, Tri Utami, Founder Kedai Timteng Tarakan.

Menurutnya, persaingan bisnis merupakan hal yang sangat wajar. Sebab perjalanan bisnis tidak selalu mulus. Hampir semua pengusaha sukses mengalaminya.

Terlebih pada kondisi saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak diikuti kegiatan usaha yang harusnya bisa tumbuh lebih cepat. Akibatnya orang berpendapat bahwa sekarang daya beli menurun. Nah, apakah daya beli menurun ataukah minat belinya yang tidak ada?

“Menurut saya kita perlu melihat komponen angka-angkanya dulu, sehingga kita tahu lari ke mana pertumbuhan ini. Pada sektor bisnis beralih investasi ke bisnis online,” ungkapnya.

Untuk menyikapi hal itu, banyak cara yang dapat dilakukan para pelaku usaha, seperti melakukan inovasi, introspeksi, hingga identifikasi terkait masalah usaha.

“Misal soal harga, kualitas dan pelayanan. Harga, apakah harga kita cenderung lebih mahal daripada penjual lainnya akan membuat pelanggan pergi ke tempat lain atau harga tidak sepadan dengan kualitas produk yang sebenarnya dan sebagainya, itu semua harus dianalisis, penyebab usaha sepi atau bergerak stagnan,” tambahnya.

Selain itu, mempelajari perilaku konsumen juga harus dapat dilakukan pengusaha. Terlebih dari sisi kuliner merupakan hal yang sangat penting.

“Sebaiknya memilih salah satu segmen, karena dengan segmen yang jelas akan memudahkan langkah selanjutnya memahami karakter konsumen kita. Sepi pelanggan juga bisa disebabkan salah segmen,” ungkap Tri.

Di era serba digital saat ini juga tidak dipungkiri, persaingan bisnis semakin pesat. Dari kemajuan itulah para pelaku usaha dapat memanfaatkannya agar bisa mendapat keuntungan. Sebab, di mana saja, kapan saja, setiap orang dapat menawarkan barang atau jasa tanpa batas. Sehingga di era ini pengusaha harus adaptif dan kreatif,  seperti fenomena makanan yang instagramable.

“Itu merupakan salah satu strategi marketing yang memanfaatkan teknologi, sehingga menjadi sasaran objek foto-foto dan upload di medsos turut mempengaruhi energi positif  untuk memikirkan dan merancang program yang lebih baik. Karena makanan yang dipesan justru yang memiliki bentuk yang menarik untuk di-upload agar kekinian,” tutupnya.

 

KONDISI PEREKONOMIAN MEMBAIK

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat pertumbuhan perekonomian beberapa tahun terakhir bergerak ke arah yang membaik. Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tarakan, Imam Sudarmaji mengatakan Kota Tarakan mengalami pertumbuhan ekonomi.

Itu tak lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 yang melambat menjadi 5,02 persen dibandingkan tahun 2013 dengan 5,6 persen. Sementara 2015 menjadi 4,79 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan pada awal tahun sebesar 5,5-5,9 persen.

Secaraspasial, perlambatan ekonomi terjadi di seluruh kawasan, dengan perlambatan terbesar terjadi di Kawasan Timur Indonesia hingga menurunnya kinerja lapangan usaha pertambangan. Pertumbuhan ekonomi kawasan Jawa juga melambat disebabkan oleh pertumbuhan investasi yang lebih rendah.

“Meskipun beberapa daerah dan kawasan mengalami perlambatan dalam perekonomian, untuk Kota Tarakan berdasarkan tahun dasar 2010, masih mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan sampai tahun 2014. Pengaruh ekonomi global dan kawasan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan komoditas ekspor dari Tarakan,” tuturnya.

Perekonomian Kota Tarakan pada 2016 tercatat masih tumbuh sebesar 5,8 persen, sedikit lebih cepat dibanding tahun 2015 yang tercatat sebesar 4,86 persen. Stimulus fiskal dalam perekonomian yang menurun sejalan dengan program penghematan belanja yang ditempuh pemerintah. Memberikan sentimen negatif terhadap perkembangan perekonomian tahun 2015.

Namun demikian akibat beberapa paket-paket ekonomi yang diambil pemerintah terutama kebijakan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan mulai dirasakan pada tahun 2016. “Hal ini tercermin dengan mulai membaiknya perekonomian di negara kita, demikian juga perkonomian Kota Tarakan. Nilai nominal Produk Domestik Regional Bruto Kota Tarakan pada tahun 2016 mencapai Rp 24,12 triliun rupiah yang bertambah Rp 2,39 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama disebabkan terjadinya peningkatan pada masing-masing komponen pembentuknya. Selain komponen ekspor netto yang mengalami penurunan,” tuturnya.

Surplus perdagangan Kota Tarakan yang terjadi antara tahun 2012 sampai dengan 2016 cenderung mengalami peningkatan. Tercatat masing-masing pada tahun 2012 sebesar Rp 6,43 triliun, tahun 2013  Rp 6,91 triliun rupiah, tahun 2014 Rp 8,29 triliun, tahun 2015 Rp 9,19 triliun, dan tahun 2016 Rp 11,12 triliun. Sehingga rasio ekspor terhadap impor juga turun dalam interval 2012-2016. Pada tahun 2012 rasionya sebesar 1,8 menjadi sekitar 1,85 persen pada tahun 2016.

“Investasi di Kota Tarakan terbilang efisien karena nilai incremental capital output ratio (ICOR), pertumbuhan investasi dibagi pertumbuhan ekonomi dari tahun 2012-2014 berada di bawah 4. Sedangkan dalam dua tahun terakhir tercatat 5,57 (2015) dan tahun 2016 ICOR Kota Tarakan tercatat sebesar 4,66. Ini berarti prospek investasi di Kota Tarakan masih cukup menjanjikan,” ujarnya.

Mengenai data jumlah perusahaan atau industri yang ada di Kota Tarakan, mulai dari industri besar, industri sedang/menengah, industri kecil, dan industri mikro, dirinya belum dapat menjabarkan. Saat ini proses survei dan pendataan masih dilakukan dan hasilnya akan diketahui sekitar pertengahan tahun 2018. Sedangkan berdasarkan data yang tercatat dan berbadan hukum di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan, pada tahun 2016 lalu terdapat 705 perusahaan di Kota Tarakan.

“Pendataan sensus ekonomi terhadap perusahaan masih terus dilakukan, di mana diperkirakan telah terdata sekitar 600 perusahaan di Kota Tarakan. Sejauh ini saya belum mendengar adanya pemutusan hubungan kerja di Kota Tarakan,” ungkap Imam Sudarmaji. 

Pada tahun 2016 berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil & Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Tarakan kepada BPS Kota Tarakan, jumlah perusahaan kecil dan menengah di Kota Tarakan adalah 530 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2.271 orang. Bila dilihat berdasarkan klasifikasi industri, dari 530 perusahaan kecil dan menengah yang ada di Kota Tarakan pada tahun 2016, sebanyak 9,62 persen adalah perusahaan kecil dan menengah untuk klasifikasi industri sandang, sebanyak 6,98 persen adalah mebel, sebanyak 18,49 persen adalah pangan, sebanyak 13,02 persen adalah kimia dan bahan bangunan, dan sebanyak 6,04 persen adalah hasil hutan.

“Selain itu sebanyak 41,70 persen adalah logam dan elektronika,  dan sebanyak 4,15 persen adalah kerajinan,” tuturnya.

Selain itu berdasarkan data BPS Kota Tarakan beberapa waktu yang lalu, untuk bulan Oktober 2017 Kota Tarakan mengalami deflasi sebesar 0,4 persen. Di mana dalam 4 bulan terakhir ini terus terjadi deflasi, sehingga tingkat inflasi tahun kalender pada Kota Tarakan sebesar 2,06 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 2,88 persen.

“Dengan demikian tingkat inflasi di Kota Tarakan dapat terkendali dengan baik, baik oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Tarakan serta Bulog yang menjaga ketersediaan beberapa kebutuhan pokok seperti beras dan gula, dengan harga yang dapat terkendali dan telah ditetapkan harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah pusat ,” ujarnya.

Kemudian apabila dilihat dari jumlah penduduk miskin Kota Tarakan, terjadi penurunan yang signifikan antara tahun 2014 dan 2015. Yaitu dari 17.660 penduduk pada tahun 2014 menjadi 11.910 penduduk pada tahun 2015. Peningkatan jumlah penduduk miskin kembali terjadi antara tahun 2015 dan 2016, di mana pada tahun 2016, jumlah penduduk miskin Kota Tarakan adalah 12.520 penduduk (*/yed/*/yus/ays/ega/*/jhn/lim/nri/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 12:44

Air Sampai Masuk Dalam Rumah

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Bumi Paguntaka sejak pukul 03.00 Wita kemarin hingga pagi hari…

Kamis, 23 November 2017 12:41

Tanggul Penahan Teror Warga

TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini…

Kamis, 23 November 2017 12:39

Irau Tengkayu Kembali Dilaksanakan Setiap Tahun

TARAKAN – Festival Irau Tengkayu yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sesuai keputusan Wali…

Kamis, 23 November 2017 12:38

Kukuh Tak Ingin Niaga, MAF Terancam Tutup

TARAKAN – Setelah sekian lama melayani penerbangan di kawasan perbatasan Kaltara, Mission Aviation…

Kamis, 23 November 2017 12:36

Misi Operasi Senyap Melalui Tempur Jelajah

TARAKAN – Tiga  pesawat Skadron Udara 16  (Skadud 16), yang berasal dari Lanud Roesmin…

Kamis, 23 November 2017 12:34

Tak Capai Target, PGN Tambah Dua Kelurahan

TARAKAN - Jaringan gas (Jargas) sebanyak 5.000 sambungan tahun depan di tiga kelurahan telah selesai…

Kamis, 23 November 2017 12:32

Tim Gabungan Gelar Razia, Menyasar Wajib Pajak

TANA TIDUNG – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Tana Tidung berkerja sama dengan…

Kamis, 23 November 2017 12:23

Jalan Menuju Dua Sekolah Becek

TARAKAN – Jalan selalu saja dikeluhkan masyarakat, khususnya RT 16, Kelurahan Karang Harapan.…

Rabu, 22 November 2017 13:21

Badrun Menunggu Menit-Menit Akhir

TARAKAN – Kontestasi pemilihan wali kota Tarakan 2018 masih samar, apakah hanya akan diikuti dua…

Rabu, 22 November 2017 13:14

PLN Dalam Masa Pemeliharaan, Pemadaman Dua-Tiga Jam

TARAKAN – Pemadaman listrik di luar jadwal masih terjadi. Namun, durasi pemadaman tidak terlalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .