MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Minggu, 12 November 2017 21:22
CATAT..!! Pedalaman Sangat Butuh Pesawat

Hemat Ongkos Operasional Pengiriman Sembako

DIBUTUHKAN: Salah satu wilayah perbatasan Provinsi Kaltara, Bandara Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Warga perbatasan yang mengandalkan pesawat, satu-satunya transportasi menuju pedalaman jika tak bisa dilalui air dan darat.. FOTO: ANDI PAUSIAH/ Radar Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Bak gayung bersambut. Keinginan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang akan membeli pesawat N219 bernama Nurtanio, untuk dijadikan pengangkut sembako dan ambulans di pedalaman Bumi Benuanta dianggap sangat dibutuhkan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kaltara, Marthen Sablon bahwa kondisi pedalaman Kaltara sangat rawan jika tidak dipantau. Sedangkan untuk sampai ke pedalaman hanya bisa melalui jalur udara. Sehingga kebutuhan pesawat dinilai sangat penting.

 “Saya pribadi sudah mendengar rencana tersebut. Dan memang kondisi pedalaman saat ini, seperti Long Apung menuju Kecamatan Krayan masih sulit untuk dijangkau, karena jalur darat menuju ke kecamatan itu juga belum ada,” ungkap Marthen, saat dihubungi Radar Tarakan, tadi malam (11/11).

Mengingat letak geografis pedalaman Kaltara hingga saat ini, masih sangat sulit untuk dijangkau dengan jalur darat. Maka jika nantinya pesawat N219 ini jadi dibeli akan sangat bermanfaat.  Untuk itu mencapai itu gubernur harus melakukan koordinasi dengan DPRD Kaltara terlebih dulu, untuk melakukan perencanaan yang selanjutnya diajukan ke DPRD.

“Harganya cukup tinggi dengan nilai Rp 80 miliar. Tapi,  nanti akan kami lihat setelah dimasukkan ke perencanaan dan pembahasaan ABPD 2018, apakah ini membebani atau tidak,” bebernya.

Pertimbangan-pertimbangan dalam pembelian nanti juga akan dilihat dari, manfaat dan fungsi pesawat tersebut dalam kepentingan pemerintah. Mengingat kebutuhan untuk menggunakan alat transportasi tersebut sangat urgent. Sebab barang pokok dan alat-alat kesehatan yang berasal dari subsidi pemerintah, harus terus dikirimkan agar daerah tersebut tidak terisolir. “Karena kita ketahui juga masyarakat perbatasan sangat kesulitan sembako,” ucapnya.

Lebih lanjut Marthen menjelaskan, jika nanti perencanaan anggaran untuk membeli pesawat itu sudah masuk dalam APBD Kaltara tahun depan, maka dipastikan 2019 pesawat yang baru saja diberikan nama oleh Jokowi itu akan dimiliki Kaltara.

 “Produksinya tahun 2019, dan mudah-mudahan dari Kementerian Perhubungan juga bisa membantu Kaltara. Jika memungkinkan juga mudah-mudahan pusat membantu Kaltara dengan menghibahkan pesawat tersebut. Mengingat  kondisi Kaltara yang masih sangat sulit, dan membutuhkan biaya besar,” kata politisi Demokrat ini.

Dengan dibelinya pesawat tersebut, diharapkan juga pemerintah bisa menjalankannya dengan baik. Apakah nantinya dengan adanya pesawat ini juga bisa membawa keuntungan bagi pemerintah atau tidak.

“Setidaknya dengan adanya pesawat ini, bisa meringankan beban biaya pemerintah dalam hal trasportasi. Untuk diketahui setiap tahunnya pemrintah harus menganggarkan subsidi ongkos angkut untuk pedalaman. Dan jika ada pesawat sendiri maka operasional akan lebih hemat sebenarnya,” ujarnya.

Lanjut Marthen, jika saat pembahasan APBD pembelian pesawat ini memberatkan, menurut pandangan fraksi nantinya. Solusi yang akan ditawarkan DPRD ke pemerintah adalah meminta bantuan dari kementerian perhubungan agar bisa membantu suntikan dana. Kalau pun tidak bisa maka, bisa saja mengikuti skema yang akan dilakukan gubernur dengan menggunakan sistem kredit atau kerja sama dengan investor.

“Harapannya semoga bisa dibeli dengan skema yang disetujui dalam pembahasan,” ungkap Marthen.

Sebelumnya, keinginan untuk membeli pesawat dilontarkan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat menghadiri peresmian pesawat baru buatan Anak Bangsa, N219 yang diproduksi oleh PT DI bekerja sama dengan LAPAN. Irianto menjadi satu-satunya kepala daerah yang diundang pada peresmian N219 oleh Presiden Jokowi di Base Ops Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (10/11) pagi.

Menurut gubernur, pesawat ini menyimpan kecanggihan luar biasa, bahkan lebih baik dari pesawat sejenis buatan asing. Pesawat N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot, dan kecepatan terendah mencapai 59 knot.

Artinya pesawat ini bisa terbang dengan kecepatan cukup rendah namun pesawat masih bisa terkontrol, ini penting terutama saat memasuki wilayah tebing dan pegunungan. Spesifikasi ini yang membuat gubernur tertarik untuk membelinya.

“Kami akan diskusikan dengan DPRD karena tujuannya adalah untuk ambulans udara sekaligus untuk angkutan ke perbatasan dalam menyongsong DOB (Daerah Otonomi Baru),” kata Irianto kepada Radar Tarakan.

Wacana ini juga sejalan dengan rencana Pemprov Kaltara untuk membangun bandara perintis di Lumbis Ogong dan Sebuku, serta daerah yang selama ini belum terjangkau maskapai penerbangan.

“Kelebihan pesawat ini bisa take off dan landing di landasan sepanjang 500 meter saja. Selain itu bisa mengangkut 19 orang dengan bobot bagasi 2,3 ton. Jadi untuk mengangkut sembako ke perbatasan tentu sangat bagus,” ujar Irianto.

Lantas seperti apa skema pembeliannya? Dijelaskan gubernur, ada beberapa skema pembayaran yang bisa dilakukan untuk membeli pesawat ini dengan catatan tidak memberatkan APBD Provinsi. “Kalau bisa sistem kredit, kerja sama atau investor,” tuturnya.

Bisa juga menggunakan dana APBD provinsi, tapi pembiayaannya bertahap, atau Pemprov Kaltara bekerja sama dengan investor, atau dengan opsi lain pinjaman kredit perbankan.

Namun yang pasti, Pemprov Kaltara harus melakukan kerja sama dengan maskapai yang sudah punya izin terbang, salah satunya Pelita Air. “Saya sudah diskusi dengan Dirut DI (Dirgantara Indonesia). Ada beberapa skema yang dapat dilakukan untuk pembelian pesawat ini,” jelasnya.

Untuk penjajakan awal, lanjut Irianto, pihaknya sudah mengagendakan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara dan DPRD Kaltara untuk meninjau pembuatan pesawat tersebut langsung ke hanggarnya. “Sistemnya kerja sama bisnis. Bisa melibatkan perusda atau kita mendorong pihak swasta yang beroperasi dan kita fasilitasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pesawat N219 ini bisa digunakan untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam. Dengan kelebihan tersebut, pesawat ini juga lebih murah dibandingkan pesawat sejenisnya, yaitu Twin Otter.

Dapur pacu pesawat buatan Bandung ini dilengkapi dengan dua mesin Pratt & Whitney Aircraft of Canada Limited PT6A-42 masing-masing bertenaga 850 SHP dan dilengkapi dengan Hartzell 4-Blade Metal Propeller. Pesawat N219 mampu mengangkut beban hingga 7.030 kilogram (kg) saat take off dan 6.940 kg saat mendarat. Kecepatan pesawat N219 bisa mencapai 210 knot dengan kecepatan ekonomisnya 190 knot.

Rencananya, Pemprov Kaltara akan membeli 2 unit pesawat seperti ini, untuk melayani seluruh rute penerbangan ke wilayah perbatasan Kaltara. Armada pertama pesawat yang ditaksir seharga Rp 80 miliar per unit itu, diprediksi sudah dapat teranggarkan mulai 2018 dan 2019. Pembayarannya dibagi dalam dua tahap, Rp 40 miliar pada 2018 dan sisanya di 2019.

 

PENJUALAN N219 SALAH SATU TRENDING TOPIC PEMBICARAAN

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Mexico sepakat kerja sama  di dalam sektor  penerbangan. Kemarin (11/11) proses penandatanganan Bilateral Airworthines Agreement antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan Directorate General of Civil Aeronautics Republic Mexico dilakukan. Yang juga membicarakan soal penjualan Pesawat N219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia.

“Mexico adalah mitra penerbangan bilateral  yang penting bagi Indonesia.  Untuk itu, sangat perlu  melakukan kerja sama pengakuan sistem kelaikudaraan antar kedua negara ini,” ujar Agus Santoso, Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

Menurut Agus, ada potensi bagus bagi Indonesia untuk menjadikan Mexico dan negara-negara sekitarnya sebagai pasar penerbangan. Salah satunya adalah untuk penjualan pesawat N219 kepada Promotora Aerospacial El Paso (PAEP) Mexico. PAEP yang merupakan perusahaan Mexico bekerjasama dengan pemerintah negara bagian Chihuahua untuk mengembangkan regional airline.

Dalam perjanjian tersebut, salah satu elemen utama yang akan disertakan adalah sertifikasi produk-produk penerbangan di Indonesia termasuk N219 nantinya. Sehingga bisa dipakai dan diakui langsung di Mexico.

Menurut Agus, pesawat N219 merupakan produk penerbangan unggulan Indonesia yang sedang dipasarkan ke manca negara. Untuk itu jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan berbagai upaya untuk mendorong suksesnya pengembangan bisnis pesawat tersebut.

Dia juga menambahkan, N219 dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan penerbangan yang bisa melayani rute pendek dengan 19 penumpang. ”Pesawat jenis ini sangat pas untuk menghubungkan banyak daerah terpencil di gunung maupun pada kondisi ekstrem lainnya,” katanya. (eru/jpg/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:05

Cara Para Calon Pilwali Tarakan Meyakinkan Pemilih

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 15:03

Begini Angan-Angan Para Paslon Mewujudkan Tujuan Pembangunan di Tarakan

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:58
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Ternyata Pertanyaan Undian Dalam Debat Seperti Ini

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:53
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Di Mata Panelis, Ada Masalah Anggaran dan Birokrasi

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018

Diingat Yah! Janji Paslon Dalam Visi Misinya

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 14:50

Begini Yel-Yel Para Paslon Dalam Debat Tadi Malam

TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di…

Rabu, 20 Juni 2018 12:04

Serang Warga, ‘Cupping’ Biasa Diberi Makan

NUNUKAN - Seorang warga Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Syamsuddin alias…

Rabu, 20 Juni 2018 12:02

Digelar Sabtu hingga Tak Ada Buras dan Ketupat

Hampir seluruh umat muslim di Indonesia melaksanakan salat id serentak pada Jumat (15/6). Namun berbeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .