MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 09 November 2017 13:31
Sakit, Temukan Lakban di Toilet

KH: Saya Kira Tarakan Kota Kecil, Tidak Ada Pemeriksaan Ketat

PROKAL.CO, TARAKAN – Belum genap sebulan, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan kembali menggagalkan upaya pengiriman sabu ke kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang akan dilakukan salah satu penumpang pesawat Lion Air JT 739 berinisial KH.

KH diamankan dengan menggunakan pakaian dinas mirip dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lengkap dengan lambang garuda dan name tag. Ia diamankan sekira pukul 11.00 wita, Rabu (8/11). Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo menuturkan, saat KH mendatangi mesin x-ray kedua yang berada di lantai dua bandara, gerak-geriknya terlihat cukup mencurigakan. Hemi menuturkan jika petugasnya tidak jeli, KH nyaris lolos membawa sabu yang dililitkan menggunakan korset di bagian perut bawah pusarnya. “KH ini dari Nunukan mau ke Makassar, waktu akan memasuki ruang tunggu terminal di SCP-2 dan melewati Walk Through Metal Detector, yang langsung berbunyi. Akhirnya salah satu petugas Avsec meminta KH melepaskan sepatu seperti biasa," ungkapnya saat ditemui Radar Tarakan, Rabu (8/11).

Saat petugas meminta melepaskan sepatu, KH malah seperti orang panas dingin dan berpura-pura sakit. Petugas Avsec yang diketahui Peltu Indra, sekaligus anggota Lanud Tarakan, memberikannya kursi. Beberapa saat kemudian, KH memanfaatkan petugas yang sibuk mengecek penumpang lain, dengan cara masuk ke toilet. Peltu Indra yang menyadari KH sudah tidak berada di kursinya lantas menuju ke toilet untuk mengejar KH. Keluar dari toilet tersebut, KH beralasan lagi penyakit asmanya kambuh. Indra kemudian memanggil petugas kesehatan pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan. KH pun sempat diberikan oksigen dan dibawa turun ke bawah.

Akan tetapi, karena sikapnya semakin mencurigakan ditambah petugas kesehatan mengatakan tekanan darahnya normal dan tidak seperti orang sakit asma, membuat petugas Avsec berinisiatif untuk melakukan body search (pengecekan badan) terhadap KH sebelum membawanya ke mobil ambulans. “Petugas saya yakin, orang ini pasti tidak sakit dan ada membawa sesuatu. Akhirnya dilakukan body search dan ditemukan ada tujuh plastik berisi sabu yang sembunyikan di dalam celana menggunakan korset,” beber Hemi.

Petugas Avsec pun langsung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan, Polres Tarakan, dan personel Pangkalan Angkatan Udara, yang sedang berjaga di Bandara Juwata Tarakan saat itu. “Orang ini hampir lolos membawa sabu. Tapi, menurut petugas saya ada kemungkinan sebagian sabu dibuang saat KH ke toilet. Dugaan kami, sabu yang dibuang itu yang ada di sepatu. Karena saat petugas masuk ke dalam toilet setelah KH keluar, ada ditemukan lakban, plastik yang kosong, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas bandara yang enggan disebutkan namanya menuturkan, saat pelaku keluar dari toilet, petugas cleaning service menemukan lakban dan langsung melapor ke petugas bandara. Bahkan, petugas tersebut sempat melihat KH memasukkan serbuk putih ke dalam mulut dan berusaha untuk menelannya. “Mulutnya sempat mengeluarkan buih, bahkan orang dari Kejaksaan sempat lihat dia memasukkan itu (Sabu, Red.) ke dalam mulutnya. Entah itu barang atau obat, atau hanya acting aja buat mengeluarkan buih dari dalam mulutnya,” ujar petugas yang enggan disebutkan namanya ini.

Sebelum dibawa ke mobil ambulans, KH akhirnya mengaku menyimpan barang haram. Setelah diperiksa, ternyata benar sabu disusun membentuk huruf T di selangkangan hingga ke bawah pusar.

Saat ini KH sudah diamankan di Polres Tarakan. Kapolres Tarakan AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Polres Tarakan Ipda Denny Mardiyanto mengatakan, pengungkapan ini merupakan kerja sama petugas Avsec dan petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP). “Barang bukti sabu 332,76 gram dan dikemas dalam tujuh kemasan, disimpan di bawah perut dan dilapisi celana. Menurut pengakuan tersangka, sabu berasal dari Nunukan tapi tidak kenal siapa penjualnya. Dia beli dengan harga Rp 42 juta dan mengaku baru pertama kali membeli,” kata Ipda Denny.

KH yang diketahui merupakan honorer di salah satu kantor kelurahan di Makassar ini pun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara, sesuai Pasal 112 ayat 2 junto pasal 114 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009.

Sementara itu, Komandan Lanud Tarakan, Kolonel Pnb Didik Kristyanto, mengapresiasi terhadap penangkapan KH. "Saya bangga dengan kinerja Avsec Bandara Tarakan maupun anggota kami di Avsec itu sendiri. Ini sudah kesekian kalinya kami berhasil menggagalkan usaha penyelundupan barang haram tersebut," ungkapnya.

Keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu ini tidak lepas kerja sama yang solid antara pihak bandara Juwata Tarakan dan TNI AU. "Kami di bandara saling melengkapi dan membantu, semuanya satu tujuan demi terjaganya keamanan bandara dan kenyamanan penumpang," tuturnya.

Terkait apakah akan menambah personel di bandara untuk membantu pengamanan bandara, pihaknya merasa saat ini belum bisa dilakukan karena kondisi personel di Lanud Tarakan juga masih kurang. "Personel yang ada saat ini yang menjadi tulang punggung Lanud Tarakan yang jumlahnya masih terbatas, sehingga pembagian tugas untuk anggota yang mengamankan di bandara juga masih kurang. Namun ke depan akan dilakukan penambahan anggota secara bertahap, bahkan untuk memerangi narkoba kami juga beberapa kali mendatangkan anjing pelacak untuk membantu melacak masuknya narkoba melalui bandara," tuturnya.

Jual Motor Demi Bisnis Sabu di Makassar 

Modus yang dilakukan KH sudah terbilang tidak asing lagi di telinga para pengedar sabu. Selain nekat hendak membawa sabu ke Makassar dengan merekatkan di perut dan selangkangannya, ternyata KH juga nekat menjual motor Kawasaki Ninja miliknya hanya untuk membeli sabu di Nunukan dan membawanya ke Makassar.

Saat dijumpai di sela pemeriksaan polisi, KH mengaku kesehariannya hanya bekerja sebagai honorer di salah satu kelurahan di Kecamatan Kerung-Kerung, Makassar. Namun, karena gaji yang didapat tidak mencukupi untuk  menghidupi istri dan dua orang anaknya, akhirnya KH mencoba bisnis baru, menjual sabu-sabu. “Saya di Makassar juga jadi sopir transportasi online, kerja sambilan saja, sambil kerja di kantor Kelurahan. Kan cuma pas-pasan gaji sopir, tidak kerja 24 jam jadi tidak cukuplah. Makanya, saya jual motor untuk beli sabu, terus dijual lagi di Makassar,” ujar KH.

Bisnis haramnya ini berawal dari perkenalannya dengan seorang kenalannya yang juga sebagai perantara sabu di Makassar. Dari kenalannya inilah, KH kemudian dikenalkan dengan salah satu pengedar sabu yang cukup besar di Nunukan. Komunikasi via telepon inilah yang kemudian mengantarkannya ke Tarakan dan langsung bertolak ke Nunukan pada Senin (6/11) lalu. “Saya nginap di hotel satu malam, baru sehari setelahnya (Selasa, 7/11) saya hubungi dia (pengedar sabu Nunukan, Red.), janjian ketemu di kamar mau beli sabu. Saya kasih dia uang Rp 35 juta, tapi harganya total semua sabu yang saya mau beli Rp 85 juta. Jadi, saya utang Rp 50 juta sama dia,” bebernya.

Sesuai kesepakatan, utang Rp 50 juta ini akan dibayar setelah sabu terjual di Makassar. Setelah transaksi selesai, Rabu (8/11) pagi KH datang ke Tarakan dan sempat membeli oleh-oleh untuk anaknya di Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok. Setelah itu ia langsung ke Bandara Juwata Tarakan sekaligus untuk membeli tiket tujuan Makassar. “Sabunya saya lilit di kemaluan waktu masih di hotel di Nunukan. Saya belajar sendiri, tidak ada yang ajari. Saya pikir mudah saja tapi ternyata semua diperiksa. Saya kira Tarakan ini kota kecil saja, tidak ada pemeriksaan ketat. Saya juga tidak pernah dengar ada orang didapat bawa sabu pas di bandara,” ungkap KH.

Sejak ditetapkan tersangka dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara, KH mengaku belum ada keluarganya termasuk istrinya yang mengetahui. Padahal, sedianya istri KH akan menjemputnya di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. “Ada istri telepon, tapi saya tidak dibolehkan jawab sama polisi,” katanya.  (*/sep/jnr/ash)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .