MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 08 November 2017 14:10
Prinsip Utilitas Dasar dari Segala Konsep Ilmu
DOK

PROKAL.CO, TARAKAN – Dalam penyelesaian kasus pidana, dapat ditempuh dengan berbagai macam pendekatan. Salah satunya pendekatan konsep utilitarian yang mengutamakan kepentingan banyak orang.

Hal tersebut diungkapkan, Akademisi Universitas Indonesia, Aristo M.A Pangaribuan bahwa konsep ini memang ilmu dari segala ilmu hukum, yang merupakan cabang dari ilmu filsafat. Yang mana bisa menilai dari satu perbuatan dari akibatnya.

“Yah kalau akibatnya bermanfaat bagi banyak orang dan lebih banyak menimbulkan hal baik daripada kesulitannya maka hal itu lah yang dilihat dari konsep utilitas ini,” tutur Aristo, saat membawakan kuliah umum di Universitas Borneo Tarakan.

Diakui Aristo, dalam konsep utilitas ini memang sangat abstrak, namun dia mencoba mencotohkan konsep ini dengan kasus yang dialami oleh anak Ahmad Dhani yang beberapa waktu lalu mengalami kecelakaan.

“Artinya Ahmad Dhani selaku orang tua Dul pelaku yang menabrak sudah menggaranti semua kerusakan dan biaya pengobatan korban, lalu sang anak juga sudah diberikan bimbingan. Jadi buat apa menghukum jika semuanya sudah terselesaikan,” jelas Aristo.

Saat ditanyakan apakah dengan menggunakan prinsip utilitas ini akan berimbas pada aturan hukum lainnya. Aristo menegaskan jika prinsip ini merupakan cabang ilmu pemikiran yang menciptakan satu dokma. Artinya prinsip inilah yang melahirkan hukum bagaimaan menilai baik buruknya perbuatan.

“Jadi jangan sampai disangkutpautkan,” ungkapnya.

Kembali Aristo mencontohkan prinsip utilitas yang digunakan oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Yang mana lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh orang banyak karena sudah berhasil menangkap sang koruptor. Terlepas dari berbagai macam polemik yang muncul, prinsip utilitas tetap dikedepankan.

“Jadi untuk bisa menilai menggunkan prinsip utilitas yakni menggunakan tiga metode hedonistik kalkusu terdiri dari intensitas, durasi berapa lama akan menyenangkan banyak orang, posilibiti atau manfaat yang biasanya diketahui melalui survei di mana kepercayaan lebih banyak dari KPK,” pungkas Aristo. (*/nri)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 13:06

Dana Transfer ke Kaltara 2019 Naik Rp 514 Miliar

JAKARTA - Alokasi dana transfer ke daerah pada 2019 untuk…

Rabu, 12 Desember 2018 13:04

Mengejar Materi, tapi Tak Sesuai Nurani

Titik terendah dalam kehidupan adalah sesuatu yang lumrah dialami manusia.…

Rabu, 12 Desember 2018 13:01

“Percuma Bicara, tapi Tanpa Tindakan”

TARAKAN – Belum ada langkah lebih jauh dari Pemerintah Kota…

Rabu, 12 Desember 2018 12:59

Jumlah DPTHP Berkurang 442 Pemilih

TARAKAN- Meski telah dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Rabu, 12 Desember 2018 12:41

Mulyawati Divonis Delapan Tahun Penjara

TARAKAN - Majelis hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara kepada…

Rabu, 12 Desember 2018 12:38

Pelaku Curanmor dan Spesialis Jambret Berhasil Dibekuk

TARAKAN - Spesialis jambret dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil…

Rabu, 12 Desember 2018 12:34

Pemilih di Lapas Dibagi Dua Kategori

TARAKAN - Pemilihan umum yang akan digelar pada April mendatang…

Rabu, 12 Desember 2018 12:33

Tiga Puskesmas Tunda Reakreditasi

TARAKAN – Banyaknya kegiatan menjelang akhir tahun menjadi salah satu…

Rabu, 12 Desember 2018 12:31

Nelayan Tuntut Pemerataan BBM

TARAKAN - Tak tahan dengan pembagian BBM bersubsidi yang diduga…

Rabu, 12 Desember 2018 12:30

Tiga Minggu Tak Diangkut, Sampah Menumpuk

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 03 Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .