MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 07 November 2017 13:27
Bakar Solar Masih Belum Cukup

Pemadaman Bergilir Kembali Terjadwalkan

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemadaman bergilir kembali diterapkan oleh PT. PLN Unit Layanan Khusus  (ULK)  Tarakan, lantaran persoalan kekurangan pasokan gas masih terjadi. Padahal pembakaran solar telah dilakukan namun belum juga bisa mencukupi.

Manager pada PT. PLN (Persero) ULK Tarakan, Totok Suharto mengatakan jadwal pemadaman bergilir kembali diterapkan PLN dalam sepekan ini. Pemadaman bergilir yang terjadwalkan sejak Senin (6/11) hingga Senin pekan depan (jadwal pemadaman dapat dibaca selengkapnya di halaman A2).

Pemadaman ini kata Totok,  tergantung dari pasokan gas yang dikirim dari PT Pertamina EP Asset 5 Field Bunyu, yang saat ini hanya bisa menyuplai sekira 2,8 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dalam hal ini dari segi mesin pembangkit dan jaringan milik PLN tidak ada masalah, hanya saja peran pasokan gas sangat berpengaruh.

“Jadi kita tidak bisa prediksi pemadamannya sampai kapan, tergantung dari pasokan gas dari Pertamina Bunyu,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Senin (6/11).

Jika pasokan gas kembali normal, maka jadwal pemadaman tersebut sudah tidak berlaku. Tetapi tidak menutup kemungkinan pemadaman dilakukan jika ada pemeliharaan peralatan-peralatan. “Kalau gasnya belum stabil maka jadwal pemadaman tetap berlaku sehingga masyarakat bisa tahu,” jelasnya.

Dalam mengatasi kekurangan pasokan gas, PLN sudah menggunakan mesin diesel dengan daya 13,9 Megawatt (MW). Hanya saja tidak dapat menutup kekurangan pasokan gas dari Pertamina Bunyu. Dengan demikian PLN tetap berharap agar apa yang diupayakan oleh Pertamina Bunyu dapat segera mengatasi kekurangan pasokan gas ini.

“Meskipun solar sudah digunakan tapi pemadaman tetap terjadi, karena tidak bisa menutup kekurangan gas,” terangnya.

Secara terpisah, Asisten Manger Tekhnik, Suyatmanto menambahkan, belakangan ini maraknya pencurian peralatan PLN seperti kabel gardu, pengaman trafo di daerah Markoni. Hal ini tentu juga berdampak pada pemadaman aliran listrik.

“Jadi kalau pengaman trafonya dicuri kan nanti trafonya bisa meledak, nah ke depannya kan bisa terjadi pemadaman juga,” beber Suyatmanto.

Dengan demikian, ia berharap agar masyarakat yang melihat kejadian serupa dapat segera melaporkan ke pihak keamanan maupun PLN. “Jadi semoga masyarakat melaporkan lah kalau ada melihat seperti itu,” harapnya.

Sementara itu, Humas PT Pertamina EP Asset 5 Field Bunyu, Wahyu Pribadi Oetomo mengatakan sejauh ini pasokan gas yang disuplay ke PLN Tarakan sebesar 2,8 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Sedangkan untuk per 6 November belum dapat dilaporkan pasokan yang disuplay ke PLN.

“Kalau untuk yang hari ini belum bisa dilaporkan karena kan jangka waktunya 24 jam, jadi laporannya besok pagi,” terangnya saat dikonfirmasi melalui via telepon, Senin (6/11).

Untuk mengantisipasi produktivitas pasokan gas menurun, pihaknya terus melakukan perawatan sumur, dan pindah lapisan ke lapisan yang lainnya melalui kegiatan work over atau kerja ulang sumur. Sebab sekira 50 sumur yang aktif, sehingga mana yang dapat diproduksi maka akan disalurkan ke PLN Tarakan.

“Jadi alat pengeboran sudah beroperasi selama 24 jam untuk mencari sumber cadangan migas yang baru, jadi semoga melalui kegiatan ini bisa mendapatkan gas untuk pelanggan,” harap Wahyu. (*/one/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:20

Pembayaran PL Belum Tuntas

TARAKAN – Sejumlah kegiatan penunjukan langsung (PL) 2016 lalu belum juga dibayar, bahkan meninggalkan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:19

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan

TARAKAN- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tarakan yang ke-20 kemarin dirayakan di area Sport Center,…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:17

Potensi Kaltara Banyak Dilirik Pengusaha Malaysia

TARAKAN – Potensi Kalimantan Utara (Kaltara) bak emas tersembunyi. Karena saat ini banyak perusahaan-perusahaan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16

Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Diklaim Dua Kubu, Hanura Bimbang

TARAKAN - Setelah sekian lama bungkam, Partai Hati Nurani Rakyat akhirnya membuka membeberkan soal siapa…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

Ajukan Penangguhan, Perusahaan Harus Diaudit

TARAKAN – Sebelum diberlakukannya upah minimum kota (UMK) Tarakan 1 Januari 2018, pemerintah memberikan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:09

AM dan HR Saling Tunjuk

TARAKAN – Langkah dua incaran Satreskoba Polres Tarakan akhirnya terhenti. Mereka yang diketahui…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:06

Laporkan Harta Tak Dikenakan Sanksi

TARAKAN – Direktorat Jenderal Pajak pada Kementerian Keuangan beberapa waktu yang lalu telah mengeluarkan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:04

PARAH NI ORANG..!! Baru Bebas 4 Hari, Kembali Masuk Bui

TARAKAN - RE (24) residivis kasus pencurian yang baru bebas 4 hari yang lalu, terpaksa kembali harus…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:03

DPRD Akan Lembur Bahas APBD 2018

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2018, ditargetkan akan selesai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .