MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 12:32
Meluber ke jalan, TPA Baru Belum Bisa Digunakan
OVERLOAD: Sampah-sampah di TPA Hake Babu sudah tidak dapat menampung sampah baru, karena kondisi yang overload. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin memprihatinkan, sebab sudah tidak ada tempat kosong untuk sampah-sampah baru lagi. Rencana pemindahan ke tempat baru, hingga kini belum dapat direalisasikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Jamaludidin mengatakan saat ini proses pembangunan TPA seluas 43 hektare masih dilakukan. Pemerintah belum bisa memastikan kapan bisa menggunakan TPA yang baru tersebut. Sebab, sarana dan prasarana belum lengkap, dan perlu waktu dan juga anggaran.

“Ini kan masih berproses terus, jadi memang secepatnya digunakan. Karena seharusnya dalam satu atau dua tahun harusnya sudah bisa mulai beroperasi,” katanya.

Rencananya pembangunan TPA yang baru,  masih akan terus berlanjut setiap tahunnya, dan akan dilakukan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung. Sehingga bukan hanya dibangun tempat pembuangan sampah saja, tetapi juga sarana lainnya/ “Nanti juga ada dibangun kantor UPT nantinya di sana,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan TPA baru memang masih tahap pertama yakni pembangunan penggalian untuk dimasukkannya sampah-sampah nantinya. Rencananya, pembuatan TPA ini akan dilakukan dengan cara Sanitary Landfill atau membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah. Proses ini akan terus dilakukan berulang-ulang sehingga diharapkan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Kalau untuk pemindahan TPA baru, tahun ini belum bias dan tahun depan juga belum tau. Kalau memang sempat dilaksanakan awal tahun depan tanpa sarana prasara, yah mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin mengatakan untuk TPA hake babu seluas 43 hektar nantinya, bukan hanya digunakan untuk pengelolaan sampah saja. Karena lokasi pembuangan sampah itu hanya seluas 1 hektare dan berada di bukit yang jauh dari warga untuk menaruh sampah nantinya.  “Kalau sisanya itu untuk sarana dan prasarana TPA lainnya,” katanya.

Pihaknya sendiri juga berencana untuk membuat fasilitas pendukung TPA, yakni kantor dan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah sampah agar tidak merusak lingkungan sekitar. Tetapi memang saat ini masih hanya fokus perataan tanah saja untuk nantinya digunakan menaruh dan menimbun sampah-sampah yang ada.

Dari IPAL nantinya akan dilakukan beberapa proses yakni, setiap pembusukan tumpukan sampah akan dicampurkan dengan air hujan dan akan menghasilkan air lindi. Air itulah yang nantinya akan diolah karena akan sangat berbahaya jikalau dibuang saja tanpa diolah terlebih dahulu.

“IPAL itu kalau sudah terlihat aman, baru akan dibuang ke badan air. Kami juga akan selalu memantau secara intens,” katanya.

Untuk bau yang ditimbulkan nantinya, pihaknya akan berusaha untuk meminimalisir dari bau tersebut. Karena lokasi pembuangan akan jauh dari pemukiman warga sekitar 1 Kilometer, ditambah lagi karena banyaknya hutan dilokasi, sehingga akan menekan bau sampah.

“Kami akan menimbun sampah itu secara berkala, agar jangan bakteri berkembangbiak. Namanya TPA pasti akan bau, tetapi tetap akan kami minimalisir,” ujarnya.

Rencananya juga pihaknya menargetkan akan menjadikan lokasi pembuangan sampah sebagai tempat wisata atau green TPA agar menjadi TPA yang ramah akan lingkungan. Berbeda dengan TPA Hake Babu yang memang saat ini sudah over load, sehingga harus ditutup.

“Sekarang kami sedang benahi dulu sebelum ditutup, karena memang tidak boleh ada dua TPA,” pungkasnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:33

Dalih 'Buta' Aturan Oknum Parpol

TARAKAN - Kasus money politic atau politik uang yang diduga…

Selasa, 18 Desember 2018 14:29

Fasilitas Taman Berkampung Dirusak

TARAKAN - Wajah Bumi Paguntaka menjadi lebih indah dengan hadirnya…

Selasa, 18 Desember 2018 14:28

KPU: Kardus Tak Berbeda dari Aluminium

TARAKAN - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan kotak…

Selasa, 18 Desember 2018 12:29

Ahli Sebut Video dari Terdakwa Asli

TARAKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli digital…

Selasa, 18 Desember 2018 12:15

Laporan Warga Asing Dominan Illegal Fishing

TARAKAN - Beberapa perusahaan yang ada di Kaltara memakai jasa…

Selasa, 18 Desember 2018 12:14

PDAM Segera Tambah Satu Unit Pompa Utama

TARAKAN - Belum maksimalnya pelayanan air bersih di Kota Tarakan,…

Selasa, 18 Desember 2018 12:08

Sampah Semesta Belum Terlaksana Semua

TARAKAN - Program Sampah Semesta yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot)…

Senin, 17 Desember 2018 13:03

Cantik Instan Berbahaya

Memiliki wajah yang cerah, putih, halus, tanpa flek hitam dan…

Senin, 17 Desember 2018 13:00

Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup…

Senin, 17 Desember 2018 12:55

Mau BPJS Sehat, Naikkan Iuran!

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai memikirkan rencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .