MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 12:32
Meluber ke jalan, TPA Baru Belum Bisa Digunakan
OVERLOAD: Sampah-sampah di TPA Hake Babu sudah tidak dapat menampung sampah baru, karena kondisi yang overload. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin memprihatinkan, sebab sudah tidak ada tempat kosong untuk sampah-sampah baru lagi. Rencana pemindahan ke tempat baru, hingga kini belum dapat direalisasikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Jamaludidin mengatakan saat ini proses pembangunan TPA seluas 43 hektare masih dilakukan. Pemerintah belum bisa memastikan kapan bisa menggunakan TPA yang baru tersebut. Sebab, sarana dan prasarana belum lengkap, dan perlu waktu dan juga anggaran.

“Ini kan masih berproses terus, jadi memang secepatnya digunakan. Karena seharusnya dalam satu atau dua tahun harusnya sudah bisa mulai beroperasi,” katanya.

Rencananya pembangunan TPA yang baru,  masih akan terus berlanjut setiap tahunnya, dan akan dilakukan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung. Sehingga bukan hanya dibangun tempat pembuangan sampah saja, tetapi juga sarana lainnya/ “Nanti juga ada dibangun kantor UPT nantinya di sana,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan TPA baru memang masih tahap pertama yakni pembangunan penggalian untuk dimasukkannya sampah-sampah nantinya. Rencananya, pembuatan TPA ini akan dilakukan dengan cara Sanitary Landfill atau membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah. Proses ini akan terus dilakukan berulang-ulang sehingga diharapkan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Kalau untuk pemindahan TPA baru, tahun ini belum bias dan tahun depan juga belum tau. Kalau memang sempat dilaksanakan awal tahun depan tanpa sarana prasara, yah mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin mengatakan untuk TPA hake babu seluas 43 hektar nantinya, bukan hanya digunakan untuk pengelolaan sampah saja. Karena lokasi pembuangan sampah itu hanya seluas 1 hektare dan berada di bukit yang jauh dari warga untuk menaruh sampah nantinya.  “Kalau sisanya itu untuk sarana dan prasarana TPA lainnya,” katanya.

Pihaknya sendiri juga berencana untuk membuat fasilitas pendukung TPA, yakni kantor dan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah sampah agar tidak merusak lingkungan sekitar. Tetapi memang saat ini masih hanya fokus perataan tanah saja untuk nantinya digunakan menaruh dan menimbun sampah-sampah yang ada.

Dari IPAL nantinya akan dilakukan beberapa proses yakni, setiap pembusukan tumpukan sampah akan dicampurkan dengan air hujan dan akan menghasilkan air lindi. Air itulah yang nantinya akan diolah karena akan sangat berbahaya jikalau dibuang saja tanpa diolah terlebih dahulu.

“IPAL itu kalau sudah terlihat aman, baru akan dibuang ke badan air. Kami juga akan selalu memantau secara intens,” katanya.

Untuk bau yang ditimbulkan nantinya, pihaknya akan berusaha untuk meminimalisir dari bau tersebut. Karena lokasi pembuangan akan jauh dari pemukiman warga sekitar 1 Kilometer, ditambah lagi karena banyaknya hutan dilokasi, sehingga akan menekan bau sampah.

“Kami akan menimbun sampah itu secara berkala, agar jangan bakteri berkembangbiak. Namanya TPA pasti akan bau, tetapi tetap akan kami minimalisir,” ujarnya.

Rencananya juga pihaknya menargetkan akan menjadikan lokasi pembuangan sampah sebagai tempat wisata atau green TPA agar menjadi TPA yang ramah akan lingkungan. Berbeda dengan TPA Hake Babu yang memang saat ini sudah over load, sehingga harus ditutup.

“Sekarang kami sedang benahi dulu sebelum ditutup, karena memang tidak boleh ada dua TPA,” pungkasnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .