MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 12:32
Meluber ke jalan, TPA Baru Belum Bisa Digunakan
OVERLOAD: Sampah-sampah di TPA Hake Babu sudah tidak dapat menampung sampah baru, karena kondisi yang overload. JOHANNY SILITONGA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin memprihatinkan, sebab sudah tidak ada tempat kosong untuk sampah-sampah baru lagi. Rencana pemindahan ke tempat baru, hingga kini belum dapat direalisasikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Tarakan, Jamaludidin mengatakan saat ini proses pembangunan TPA seluas 43 hektare masih dilakukan. Pemerintah belum bisa memastikan kapan bisa menggunakan TPA yang baru tersebut. Sebab, sarana dan prasarana belum lengkap, dan perlu waktu dan juga anggaran.

“Ini kan masih berproses terus, jadi memang secepatnya digunakan. Karena seharusnya dalam satu atau dua tahun harusnya sudah bisa mulai beroperasi,” katanya.

Rencananya pembangunan TPA yang baru,  masih akan terus berlanjut setiap tahunnya, dan akan dilakukan pengadaan sarana dan prasarana yang mendukung. Sehingga bukan hanya dibangun tempat pembuangan sampah saja, tetapi juga sarana lainnya/ “Nanti juga ada dibangun kantor UPT nantinya di sana,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan TPA baru memang masih tahap pertama yakni pembangunan penggalian untuk dimasukkannya sampah-sampah nantinya. Rencananya, pembuatan TPA ini akan dilakukan dengan cara Sanitary Landfill atau membuang dan menumpuk sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya dengan tanah. Proses ini akan terus dilakukan berulang-ulang sehingga diharapkan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.

“Kalau untuk pemindahan TPA baru, tahun ini belum bias dan tahun depan juga belum tau. Kalau memang sempat dilaksanakan awal tahun depan tanpa sarana prasara, yah mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin mengatakan untuk TPA hake babu seluas 43 hektar nantinya, bukan hanya digunakan untuk pengelolaan sampah saja. Karena lokasi pembuangan sampah itu hanya seluas 1 hektare dan berada di bukit yang jauh dari warga untuk menaruh sampah nantinya.  “Kalau sisanya itu untuk sarana dan prasarana TPA lainnya,” katanya.

Pihaknya sendiri juga berencana untuk membuat fasilitas pendukung TPA, yakni kantor dan Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengolah air limbah sampah agar tidak merusak lingkungan sekitar. Tetapi memang saat ini masih hanya fokus perataan tanah saja untuk nantinya digunakan menaruh dan menimbun sampah-sampah yang ada.

Dari IPAL nantinya akan dilakukan beberapa proses yakni, setiap pembusukan tumpukan sampah akan dicampurkan dengan air hujan dan akan menghasilkan air lindi. Air itulah yang nantinya akan diolah karena akan sangat berbahaya jikalau dibuang saja tanpa diolah terlebih dahulu.

“IPAL itu kalau sudah terlihat aman, baru akan dibuang ke badan air. Kami juga akan selalu memantau secara intens,” katanya.

Untuk bau yang ditimbulkan nantinya, pihaknya akan berusaha untuk meminimalisir dari bau tersebut. Karena lokasi pembuangan akan jauh dari pemukiman warga sekitar 1 Kilometer, ditambah lagi karena banyaknya hutan dilokasi, sehingga akan menekan bau sampah.

“Kami akan menimbun sampah itu secara berkala, agar jangan bakteri berkembangbiak. Namanya TPA pasti akan bau, tetapi tetap akan kami minimalisir,” ujarnya.

Rencananya juga pihaknya menargetkan akan menjadikan lokasi pembuangan sampah sebagai tempat wisata atau green TPA agar menjadi TPA yang ramah akan lingkungan. Berbeda dengan TPA Hake Babu yang memang saat ini sudah over load, sehingga harus ditutup.

“Sekarang kami sedang benahi dulu sebelum ditutup, karena memang tidak boleh ada dua TPA,” pungkasnya. (*/yus/nri)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 22:00

Imunisasi MR Harus Diperpanjang, Reschedule Sekolah

TARAKAN – Masih rendahnya capaian target pelaksanaan imunisasi measles dan rubella (MR) secara…

Selasa, 25 September 2018 21:56

40 Persen Peserta JKN Tertunggak

DEFISIT keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang terjadi secara…

Selasa, 25 September 2018 14:45

173 CDOB Serbu Istana dan DPR RI

NUNUKAN - Ratusan calon daerah otonomi baru (CDOB) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional Percepatan…

Selasa, 25 September 2018 14:43

Anak Petani yang Mendambakan Jadi Pebisnis

Sebanyak 34 pelajar dari Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok dengan…

Selasa, 25 September 2018 14:42

Jual Daging Tak Layak Bisa Dipidana

SUDAH menjadi kewajiban setiap pedagang menjamin kualitas dan mutu daging yang dijual. Kepala Bidang…

Selasa, 25 September 2018 14:38

Giliran Jadi Saksi, Keterangan Amelia Berbelit

TARAKAN - Sidang terdakwa kasus sabu 1,08 kg yang diduga melibatkan seorang wanita yaitu Lia Lusiana…

Selasa, 25 September 2018 14:36

Pembahasan KUA PPAS APBD-P Terlambat

TARAKAN– Draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk…

Selasa, 25 September 2018 14:32

Arief Yakin Sofian Tuntaskan Amanah

MUNDURNYA Khaerudin Arief Hidayat dari jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Tarakan, menimbulkan pertanyaan…

Selasa, 25 September 2018 14:11

Nekat Mencuri, Tak Sadar Wajah Terekam

TARAKAN – Aksi pencurian yang dilakukan pria berinisial OS (22) pada 13 September lalu cukup lihai…

Selasa, 25 September 2018 14:09

Kabur ke Tarakan, Pelaku Penganiyaan di Bontang Tertangkap

TARAKAN – Tim gabungan dari unit Jatanras Polres Tarakan dan Polres Bontang mengamankan tiga orang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .