MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 11:59
Tarakan Penderita ODA Tertinggi

Calon Pengantin Harus Tes HIV

EDUKASI: Tingginya ODA di Tarakan harus ditekan. Upaya pun dilakukan dengan sosialisasi melalui segala media termasuk buku. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Orang Dengan Aids (ODA) dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan jumlah keseluruhan mencapai 561 jiwa. Dari 2016 berjumlah 96 jiwa, dan tahun ini dari Januari hingga Oktober sudah terdapat 90 jiwa. Dari catatan tersebut, Tarakan menjadi penderita Oda tertinggi di Kalimantan Utara.

“Untuk penderita itu semua kalangan, tetapi yang lebih mendominasi itu ibu rumah tangga. Karena memang faktor dari luar yang dibawa ke dalam,” kata Arief Hidayat, Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tarakan.

Untuk penanganan Oda memang tidak mudah, karena memang harus selalu membangun kesadaran penderita untuk selalu menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan intim. KPA Tarakan juga selalu gencar melakukan penyuluhan untuk melakukan pemeriksaan di masyarakat secara rutin. Karena saat ini mulai usia produktif 21 hingga 35 tahun sudah menjadi Oda, bahkan yang berumur 50 ke atas juga masih berisiko.

Yah sejauh ini upaya kami agar Oda ini menggunakan pengaman saat melakukan hubungan intim. Sehingga tidak menyebarkan kepada pasangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pegiat Monitoring KPA, Prabowo mengatakan untuk pencegahan memang harus selalu dimonitor dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Dinas terkait saat ini juga mewajibkan bagi calon pengantin untuk tes voluntary Conseling and Testing (VCT). Begitu juga untuk ibu hamil untuk triwulan pertama hingga ketiga diharuskan tes HIV dan juga Infeksi Menular Seksual (IMS).

“Ini gunanya untuk mencegah penularan Hiv/Aids, jadi kalau ketauan,  tidak akan menularkan pasangan maupun anak yang akan lahir,” katanya.

Dikatakannya, jika dalam pemeriksaan VCT ketahuan terkena Aids, maka akan dilakukan pemeriksaan tahap awal untuk mengetahui faktor risiko terkenanya. Jika ibu rumah tangga yang terkena, maka suami juga akan diikutkan untuk mengikuti tes. Karena semua dipastikan ada penyebabnya, sehingga tes yang dilakukan diharapkan dapat menjadi penangkal dini untuk mencegah penyebaran HIV.

“Mereka tidak akan diisolasi, tetapi memberikan dukungan. Bahwa kalau terkena Hiv itu bukanlah akhir dari hidup, karena akan tetap hidup normal asalkan minum obatnya rutin,” ungkapnya.

Untuk pemberian obat Antiretroviral (ARV) sendiri masih gratis karena ditanggung oleh pemerintah tetapi hanya untuk obat lini pertama, untuk lini ketiga tidak ditanggung oleh pemerintah lantaran sangat mahal. Perbulannya obat ARV lini 3 mencapai Rp 3 juta. Lini pertama sendiri memang untuk Oda yang masih tahap ringan, berbeda dengan lini ketiga yang sudah dengan dosis tinggi.

“Kalau untuk lini tiga memang belum ada di Indonesia, karena itu masih diberikan obat yang lini satu saja,” katanya.

KPA sendiri juga menjangkau tempat-tempat prostitusi dengan memberikan alat kontrasepsi gratis. Selain untuk penyuluhanpenggunaan pengaman, pihaknya juga menyadarkan untuk selalu bersih. Selain itu, koordinasi dengan puskesmas diyakini menjadi penting agar masyarakat yang terkena aids lebih rutin memeriksakan diri per tiga bulan sekali.

“Jika memang terkena, maka jangan malu untuk memeriksakan diri di rumah sakit, karena lebih baik diobati lebih dini. Dan sebelum terkena, lebih baik gunakan pengaman untuk mencegah,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:10
Terkait 2.900 Ton Beras Vietnam via Sebatik

NAH KAN..!! Kemendag Sebut Selundupan

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri pada Kementerian Perdagangan Oke Nurwan…

Rabu, 25 April 2018 11:59

AH PAYAH..!! Angka Kemiskinan Meningkat

TARAKAN - Populasi penduduk di Kaltara sedang mengalami pertumbuhan masif. Baru-baru ini Badan Pusat…

Rabu, 25 April 2018 11:57

Tak Sabar Ingin Bertemu dengan Pelajar Papua Barat

Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) kembali menggelar Forum Pelajar Indonesia ke-10 (FOR X) dengan…

Rabu, 25 April 2018 11:55

GAWAT BAH..!! Penderita TBC Terus Bertambah

MESKI tidak menjadi kasus terbesar di Kalimantan Utara, namun penularan penyakit tuberkulosis (TBC)…

Rabu, 25 April 2018 11:53

Pusaka Tegaskan Tidak Ikut Aksi Penolakan FPI

ORGANISASI masyarakat (ormas) Pusaka Tarakan menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam aksi damai penolakan…

Rabu, 25 April 2018 11:48

Antre Cetak E-KTP, Jaringan Malah Lelet

TARAKAN - Antrean panjang terjadi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan dikarenakan…

Rabu, 25 April 2018 11:41

AC RSUD Bocor-Bocor Tak Kunjung Diperbaiki

TARAKAN - Penanganan plafon yang bocor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan belum juga terealisasi.…

Rabu, 25 April 2018 11:32

Anggaran Menipis, Dishub Terpaksa Mengutang

TARAKAN - Traffic light yang berada di simpang Ladang, Pamusian, Tarakan Tengah, sudah dua hari tidak…

Rabu, 25 April 2018 11:30

Trayek Harus Dikurangi

TARAKAN - Bus rapid transit (BRT) yang telah beroperasi di Tarakan sejak 2017 lalu, memang masih harus…

Rabu, 25 April 2018 11:28

2022 Tak Terima Uang Tunai

Tarakan- Direncanakan bulan April ini, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) mulai diimplementasikan secara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .