MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 November 2017 11:59
Tarakan Penderita ODA Tertinggi

Calon Pengantin Harus Tes HIV

EDUKASI: Tingginya ODA di Tarakan harus ditekan. Upaya pun dilakukan dengan sosialisasi melalui segala media termasuk buku. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Orang Dengan Aids (ODA) dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan jumlah keseluruhan mencapai 561 jiwa. Dari 2016 berjumlah 96 jiwa, dan tahun ini dari Januari hingga Oktober sudah terdapat 90 jiwa. Dari catatan tersebut, Tarakan menjadi penderita Oda tertinggi di Kalimantan Utara.

“Untuk penderita itu semua kalangan, tetapi yang lebih mendominasi itu ibu rumah tangga. Karena memang faktor dari luar yang dibawa ke dalam,” kata Arief Hidayat, Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Tarakan.

Untuk penanganan Oda memang tidak mudah, karena memang harus selalu membangun kesadaran penderita untuk selalu menggunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan intim. KPA Tarakan juga selalu gencar melakukan penyuluhan untuk melakukan pemeriksaan di masyarakat secara rutin. Karena saat ini mulai usia produktif 21 hingga 35 tahun sudah menjadi Oda, bahkan yang berumur 50 ke atas juga masih berisiko.

Yah sejauh ini upaya kami agar Oda ini menggunakan pengaman saat melakukan hubungan intim. Sehingga tidak menyebarkan kepada pasangannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pegiat Monitoring KPA, Prabowo mengatakan untuk pencegahan memang harus selalu dimonitor dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan. Dinas terkait saat ini juga mewajibkan bagi calon pengantin untuk tes voluntary Conseling and Testing (VCT). Begitu juga untuk ibu hamil untuk triwulan pertama hingga ketiga diharuskan tes HIV dan juga Infeksi Menular Seksual (IMS).

“Ini gunanya untuk mencegah penularan Hiv/Aids, jadi kalau ketauan,  tidak akan menularkan pasangan maupun anak yang akan lahir,” katanya.

Dikatakannya, jika dalam pemeriksaan VCT ketahuan terkena Aids, maka akan dilakukan pemeriksaan tahap awal untuk mengetahui faktor risiko terkenanya. Jika ibu rumah tangga yang terkena, maka suami juga akan diikutkan untuk mengikuti tes. Karena semua dipastikan ada penyebabnya, sehingga tes yang dilakukan diharapkan dapat menjadi penangkal dini untuk mencegah penyebaran HIV.

“Mereka tidak akan diisolasi, tetapi memberikan dukungan. Bahwa kalau terkena Hiv itu bukanlah akhir dari hidup, karena akan tetap hidup normal asalkan minum obatnya rutin,” ungkapnya.

Untuk pemberian obat Antiretroviral (ARV) sendiri masih gratis karena ditanggung oleh pemerintah tetapi hanya untuk obat lini pertama, untuk lini ketiga tidak ditanggung oleh pemerintah lantaran sangat mahal. Perbulannya obat ARV lini 3 mencapai Rp 3 juta. Lini pertama sendiri memang untuk Oda yang masih tahap ringan, berbeda dengan lini ketiga yang sudah dengan dosis tinggi.

“Kalau untuk lini tiga memang belum ada di Indonesia, karena itu masih diberikan obat yang lini satu saja,” katanya.

KPA sendiri juga menjangkau tempat-tempat prostitusi dengan memberikan alat kontrasepsi gratis. Selain untuk penyuluhanpenggunaan pengaman, pihaknya juga menyadarkan untuk selalu bersih. Selain itu, koordinasi dengan puskesmas diyakini menjadi penting agar masyarakat yang terkena aids lebih rutin memeriksakan diri per tiga bulan sekali.

“Jika memang terkena, maka jangan malu untuk memeriksakan diri di rumah sakit, karena lebih baik diobati lebih dini. Dan sebelum terkena, lebih baik gunakan pengaman untuk mencegah,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 23:59

H-1 Idul Adha, Harga Daging Tetap Stabil

  TARAKAN -  Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh Rabu (22/8), harga pangan seperti daging…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 21:09

Pawai Takbir, Momentum Doakan Korban Gempa di Lombok

TARAKAN - Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Tarakan akhirnya melepaskan puluhan rombongan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .