MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 31 Oktober 2017 12:24
Kaltara Tidak Punya ‘Rumah Aman’ untuk Korban

Lobi Anggaran Ada di Tangan Gubernur

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, KEKERASAN terhadap perempuan dan anak-anak di Kota Tarakan terbilang cukup serius. Terbukti, ditemukan 34 kasus semester satu Januari hingga Juni 2017 baik itu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun kekerasan seksual. Dalam hal ini, penanganan untuk para korban biasanya selalu dibawa langsung ke Jakarta. Karena Kalimantan Utara yang tidak memiliki tempat rehabilitasi.

Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sodik mudjahid mengatakan untuk fasilitas yang dibutuhkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian, memang sudah ada item anggarannya di APBN di Kementerian Sosial.

“Yah tinggal alokasinya, apakah Kaltara kebagian atau tidak. Itu semua tergantung lobi dari gubernur ataupun perwakilannya,” kata Sodik.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VIII, Desi Ratnasari mengatakan untuk Kalimantan Utara termasuk Tarakan memang saat ini belum memiliki Rumah Aman untuk korban-korban kekerasan anak dan perempuan. Padahal memang untuk melakukan rehabilitasi, akan lebih aman dilakukan di Rumah Aman. Selain itu, rehabilitasi dilakukan lebih fokus untuk mengontrol trauma healing ataupun intervensi serta penanganan trauma secara psikologis bisa ditangani secara terfokus.

“Jadi keamanan si korban jadi bisa dikontrol agar terkendali,” kata Desi.

Karena di Tarakan sendiri belum ada, tentunya ini menjadi perhatian, lanjutnya. Ia berharap,  ada dibangun Rumah Aman. “ Atau setidaknya pos atau tempat khusus untuk korban-korban ini,” ujarnya lagi.

Sementara itu, salah seorang staf Analisis Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian, Siti Hadijah mengatakan untuk Kalimantan Utara, memang sampai saat ini belum memiliki tempat rehabilitasi untuk korban yan mengalami kekerasan.

“Jika kami menangani masalah anak, bingung mau dikemanakan korban ini. Kalau ditangani sendiri tidak optimal,” katanya.

Selama ini, jika memang penanganan yang dimiliki cukup serius maka pihaknya harus membawa korban langsung ke Jakarta. Sehingga memang terkendala dengan tidak dapat mengontrol perkembangan kasus yang ditangani selanjutnya.

“Jauh sekali kalau harus ke Jakarta, pastinya kami tidak bisa mengontrol lagi, dan bagaimana perkembangannya,” ujarnya.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian sendiri, selama ini untuk penanganan kasus kekerasan selalu berkoordinasi dengan Satpol PP. Dan hanya berkoordinasi dengan kepolisian hanya untuk tahap yang sudah berhubungan dengan pidana.

“Kalau untuk penanganan yang kami lakukan di sini hanya bisa dilakukan seminggu atau dua minggu dan memang hanya koordinasi dengan Satpol PP,” ungkapnya. (*/yus/zia)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 08:19

Pemerintah Prioritaskan Pembangunan

TARAKAN- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tarakan yang ke-20 kemarin dirayakan di area Sport Center,…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:17

Potensi Kaltara Banyak Dilirik Pengusaha Malaysia

TARAKAN – Potensi Kalimantan Utara (Kaltara) bak emas tersembunyi. Karena saat ini banyak perusahaan-perusahaan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:16

Museum Berbayar, Pengunjung Tetap Banyak

TARAKAN - Museum Perang Dunia II dan Museum Perminyakan Kota Tarakan, saat ini menjadi salah satu ikon…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:14

Diklaim Dua Kubu, Hanura Bimbang

TARAKAN - Setelah sekian lama bungkam, Partai Hati Nurani Rakyat akhirnya membuka membeberkan soal siapa…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:10

Ajukan Penangguhan, Perusahaan Harus Diaudit

TARAKAN – Sebelum diberlakukannya upah minimum kota (UMK) Tarakan 1 Januari 2018, pemerintah memberikan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:09

AM dan HR Saling Tunjuk

TARAKAN – Langkah dua incaran Satreskoba Polres Tarakan akhirnya terhenti. Mereka yang diketahui…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:06

Laporkan Harta Tak Dikenakan Sanksi

TARAKAN – Direktorat Jenderal Pajak pada Kementerian Keuangan beberapa waktu yang lalu telah mengeluarkan…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:04

Baru Bebas 4 Hari, Kembali Masuk Bui

TARAKAN - RE (24) residivis kasus pencurian yang baru bebas 4 hari yang lalu, terpaksa kembali harus…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:03

DPRD Akan Lembur Bahas APBD 2018

TARAKAN - Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2018, ditargetkan akan selesai…

Sabtu, 16 Desember 2017 08:01

Ingin Membawa Hasil Panen dengan Nyaman

TARAKAN – Infrastruktur jalan selalu saja menjadi sorotan warga, apalagi di gang-gang perkampungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .