MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 24 Oktober 2017 09:55
Taman Berlabuh Mulai Rusak dan Penuh
PADAT: Arena bermain menjadi minim karena dipata penjual. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN Taman Berlabuh merupakan primadona wisata terbaru di Kota Tarakan, terlihat taman tersebut selalu padat oleh pengunjung baik lokal maupun pendatang.

Keadaan inilah yang digunakan oleh penjual bahkan penyedia permainan untuk terus memenuhi Taman Berlabuh untuk mencari rupiah. Dengan keadaan ini, taman terlihat menjadi semakin penuh dan kekurangan tempat bahkan cukup membahayakan pengunjung akibat adanya anak yang bermain kendaraan mainan dengan kebut-kebutan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Dekorasi Kota, DPUTR Tarakan, Broto Subagyo mengatakan pihaknya akan menata kembali taman agar terlihat lebih rapi dan tertata, tidak seperti dengan kondisi saat ini yang dinilai terlalu penuh dengan penjual.

“Harusnya melihat ruang atau space yang ada di Taman Berlabuh itu untuk permainan yang ada di sana, jangan memenuhi saja,” katanya.

Dikatakannya, memang seharusnya penyedia permainan yang disetujui oleh pihaknya untuk berada di dalam Taman Berlabuh hanya berjumlah lima orang saja dan alat permainannya juga ditentukan oleh pihaknya. Tetapi sampai saat ini sudah terus dan semakin bertambah tanpa sepengetahuan dari pihaknya dan memenuhi Taman Berlabuh. Bukan hanya penyedia mainan saja yang bertambah, tetapi alat permainan juga terus bertambah karena penjual ingin berlomba-lomba menarik pengunjung.

“Tentunya ini membuat taman tidak lagi aman bagi pengunjung, karena banyak yang bermain. Terutama pada mobil-mobilan yang membahayakan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, seharusnya penyedia permainan bukan hanya mementingkan keuntungan sendiri saja, tetapi juga memperhatikan kondisi taman berlabuh untuk permainan yang terbatas dan juga memperhatikan pengunjung yang menginginkan ketenangan dan kenyamanan di taman. Karena itu pihaknya akan bekerjasama dengan penyedia retribusi untuk bersama-sama menyaring penjual untuk dikenakan tarif retribusi.

“Ini baru rencana, karena bukan hanya pengunjung saja yang akan dikenakan retribusi, tetapi tentu penjual juga diharuskan. Nantinya dari sisi keselamatan bagi orang-orang yang memberikan fasilitas penyewaan itu akan diatur dan dikenakan biaya retribusi,” ujarnya.

Broto sendiri berharap agar rasa memiliki masyarakat terhadap Taman Berlabuh itu harus kuat, karena pihaknya juga melihat pengunjung dan penjual membuang sampah tidak pada tempatnya. Petugas sendiri setiap hari harus bekerja secara ekstra untuk membersihkan taman, sehingga pihaknya berencana untuk menutup sementara taman untuk memperbaikinya.

“Rencana kami mau tutup dalam waktu satu minggu, tetapi masih melihat kondisi dulu. Karena tanamannya sudah banyak yang rusak akibat diinjak pengunjung,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*