MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 24 Oktober 2017 09:55
Taman Berlabuh Mulai Rusak dan Penuh
PADAT: Arena bermain menjadi minim karena dipata penjual. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN Taman Berlabuh merupakan primadona wisata terbaru di Kota Tarakan, terlihat taman tersebut selalu padat oleh pengunjung baik lokal maupun pendatang.

Keadaan inilah yang digunakan oleh penjual bahkan penyedia permainan untuk terus memenuhi Taman Berlabuh untuk mencari rupiah. Dengan keadaan ini, taman terlihat menjadi semakin penuh dan kekurangan tempat bahkan cukup membahayakan pengunjung akibat adanya anak yang bermain kendaraan mainan dengan kebut-kebutan.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Dekorasi Kota, DPUTR Tarakan, Broto Subagyo mengatakan pihaknya akan menata kembali taman agar terlihat lebih rapi dan tertata, tidak seperti dengan kondisi saat ini yang dinilai terlalu penuh dengan penjual.

“Harusnya melihat ruang atau space yang ada di Taman Berlabuh itu untuk permainan yang ada di sana, jangan memenuhi saja,” katanya.

Dikatakannya, memang seharusnya penyedia permainan yang disetujui oleh pihaknya untuk berada di dalam Taman Berlabuh hanya berjumlah lima orang saja dan alat permainannya juga ditentukan oleh pihaknya. Tetapi sampai saat ini sudah terus dan semakin bertambah tanpa sepengetahuan dari pihaknya dan memenuhi Taman Berlabuh. Bukan hanya penyedia mainan saja yang bertambah, tetapi alat permainan juga terus bertambah karena penjual ingin berlomba-lomba menarik pengunjung.

“Tentunya ini membuat taman tidak lagi aman bagi pengunjung, karena banyak yang bermain. Terutama pada mobil-mobilan yang membahayakan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, seharusnya penyedia permainan bukan hanya mementingkan keuntungan sendiri saja, tetapi juga memperhatikan kondisi taman berlabuh untuk permainan yang terbatas dan juga memperhatikan pengunjung yang menginginkan ketenangan dan kenyamanan di taman. Karena itu pihaknya akan bekerjasama dengan penyedia retribusi untuk bersama-sama menyaring penjual untuk dikenakan tarif retribusi.

“Ini baru rencana, karena bukan hanya pengunjung saja yang akan dikenakan retribusi, tetapi tentu penjual juga diharuskan. Nantinya dari sisi keselamatan bagi orang-orang yang memberikan fasilitas penyewaan itu akan diatur dan dikenakan biaya retribusi,” ujarnya.

Broto sendiri berharap agar rasa memiliki masyarakat terhadap Taman Berlabuh itu harus kuat, karena pihaknya juga melihat pengunjung dan penjual membuang sampah tidak pada tempatnya. Petugas sendiri setiap hari harus bekerja secara ekstra untuk membersihkan taman, sehingga pihaknya berencana untuk menutup sementara taman untuk memperbaikinya.

“Rencana kami mau tutup dalam waktu satu minggu, tetapi masih melihat kondisi dulu. Karena tanamannya sudah banyak yang rusak akibat diinjak pengunjung,” pungkasnya. (*/yus/udn)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .