MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:08
Nakhoda dan ABK Kabur Tinggalkan BB

Tahun Ini, 12 Ton Kepiting Bertelur Hampir Terjual ke Tawau

DILEPASKAN : Petugas Polair, Karantina dan PSDKP Tarakan saat melepaskan kepiting bertelur di Mako Polair Juata Tarakan, Jumat (20/10).

PROKAL.CO, TARAKAN – Satpolair Polda Kaltim kembali mengamankan Barang Bukti (BB) berupa dua unit mesin berkapasitas 200 PK, satu speedboat serta 50 koli kepiting bertelur yang ditemukan di Sungai Siandau, Tanjung Palas, Kaltara. Namun, nakhoda beserta anak buah kapal (ABK) kabur sebelum petugas mendatangi speedboat tersebut.

Berdasarkan data laporan Karantina Tarakan, sejak Januari hingga Oktober, sudah dilakukan pengamanan sebanyak 13 kali tangkapan kepiting bertelur,  dengan berat 404 Koli atau 12 ton, serta 36.900 ekor kepiting selama 10 bulan.

Dirpolair Polda Kaltim Kombes Omad melalui Kepala Satuan Pangkalan II AKP Bachtiar menjelaskan, diamankannya BB tersebut merupakan hasil laporan dari masyarakat sekitar akan adanya penyelundupan kepiting bertelur, yang kabarnya hendak di jual ke Tawau, Malaysia.

“Kapal patroli kami mendatapatkan informasi disekitaran tambak terdapat speedboat yang memuat kepiting bertelur,” ungkap Bachtiar, kepada Radar Tarakan.

Berdasarkan informasi itu, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar wilayah tersebut. Kemarin tepat pukul 05.30 wita, petugas menemukan speedboat yang didalamnya terdapat 50 koli kepiting bertelur, namun ABK dan nakhodanya.  “Dari info yang kami dapat, mereka sudah lari saat polair menuju lokasi tersebut,” jelas Bachtiar.

Sehingga BB pun langsung digiring ke Mako Polair Juata, untuk dilakukan pengamanan dan pemeriksaan. Setelah itu kepiting-kepiting yang dilarang untuk diperdagangkan tersebut, langsung dilepaskan di perairan Tarakan. “Kami langsung koordinasikan dengan Karantina dan PSDKP Tarakan guna mengambil tindakan selanjutnya,” ujar Bachtiar.

BB speedboat  dan mesin rencananya akan diamankan sebagai barang temuan di Mako Polair Polda Kaltim, hingga nanti ada yang mengaku pemilik dari BB tersebut. Dari informasi yang diterima Polair, nakhoda dan ABK sempat melarikan diri ke perkampungan Siandau.  “Setelah kami ke sana tidak menemukan mereka,” ungkap Bachtiar.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhmadon SPi MM, mengatakan saat ini mereka sedang fokus memberantas dan melakukan pengawasan terhadap perdagangan ilegal kepiting bertelur ini. “Kan sudah ada aturan yang mengatur ini,” singkat Akhmadon.

Kepala Pengawas, Pengendalian, Data, dan Informasi dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Kota Tarakan, M Zainul Arifin menambahkan, landasan hukum ekspor kepiting betina bertelur harus sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 56/2016.

“Para pengepul kepiting lebih memilih menjual ke Tawau dari pada ke Jakarta atau Surabaya, sebab harga yang ditawarkan sangat jauh berbeda,” ungkap Zainul.

Selain itu mereka juga menjual ke negara tetangga pada waktu-waktu tertentu. Saat harga-harga mulai naik,sehingga nilai jual kepiting juga meinggi. Atas tangkapan kepiting bertelur ini, maka bertambah pula jumlah tangkapan dalam setiap tahunnya di Kaltara.(eru/nri)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 21:45

FINAL! DPT Tarakan 154.706 Pemilih

TARAKAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih menunggu petunjuk teknis…

Selasa, 13 November 2018 15:34

Detik-Detik Mualim Tugboat Fortunesius 101 Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – AR bernafas panjang. Anak buah kapal (ABK) Fortunesius…

Selasa, 13 November 2018 14:23

Mualim Kapal Terjebak dalam Kamar

TARAKAN – Dua awak tugboat atau kapal tunda Fortunesius 101…

Selasa, 13 November 2018 14:22

Diduga Menyeret Pejabat Pemkot

TARAKAN - Hasil perhitungan kerugian negara dugaan korupsi pengadaan lahan…

Selasa, 13 November 2018 14:21

Berharap Campur Tangan Pemerintah

TARAKAN - Persoalan harga udang windu atau udang tiger yang…

Selasa, 13 November 2018 14:18

Nelayan Keluhkan Solar Subsidi Cepat Ludes

NELAYAN kecil mengeluhkan jumlah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.…

Selasa, 13 November 2018 13:52

Pelabuhan Tengkayu II Resmi Diambil Alih Pemprov

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara resmi mengambil alih aset…

Selasa, 13 November 2018 13:41

Ini Penyebab Tenggelamnya Tugboat Fortunesius 101

TARAKAN - Usai dievakuasi, keenam anak buah kapal (ABK) tugboat…

Selasa, 13 November 2018 11:45

Membacok karena Sakit Hati

TARAKAN – Hasil pemeriksaan terhadap pelaku penganiayaan terhadap korban bernama…

Selasa, 13 November 2018 11:44

PDAM Yakini Masih Terjadi Pencurian Air

TARAKAN – PDAM Tirta Alam meyakini sepanjang tahun 2018 masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .