MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:08
Nakhoda dan ABK Kabur Tinggalkan BB

Tahun Ini, 12 Ton Kepiting Bertelur Hampir Terjual ke Tawau

DILEPASKAN : Petugas Polair, Karantina dan PSDKP Tarakan saat melepaskan kepiting bertelur di Mako Polair Juata Tarakan, Jumat (20/10).

PROKAL.CO, TARAKAN – Satpolair Polda Kaltim kembali mengamankan Barang Bukti (BB) berupa dua unit mesin berkapasitas 200 PK, satu speedboat serta 50 koli kepiting bertelur yang ditemukan di Sungai Siandau, Tanjung Palas, Kaltara. Namun, nakhoda beserta anak buah kapal (ABK) kabur sebelum petugas mendatangi speedboat tersebut.

Berdasarkan data laporan Karantina Tarakan, sejak Januari hingga Oktober, sudah dilakukan pengamanan sebanyak 13 kali tangkapan kepiting bertelur,  dengan berat 404 Koli atau 12 ton, serta 36.900 ekor kepiting selama 10 bulan.

Dirpolair Polda Kaltim Kombes Omad melalui Kepala Satuan Pangkalan II AKP Bachtiar menjelaskan, diamankannya BB tersebut merupakan hasil laporan dari masyarakat sekitar akan adanya penyelundupan kepiting bertelur, yang kabarnya hendak di jual ke Tawau, Malaysia.

“Kapal patroli kami mendatapatkan informasi disekitaran tambak terdapat speedboat yang memuat kepiting bertelur,” ungkap Bachtiar, kepada Radar Tarakan.

Berdasarkan informasi itu, petugas langsung melakukan penyisiran di sekitar wilayah tersebut. Kemarin tepat pukul 05.30 wita, petugas menemukan speedboat yang didalamnya terdapat 50 koli kepiting bertelur, namun ABK dan nakhodanya.  “Dari info yang kami dapat, mereka sudah lari saat polair menuju lokasi tersebut,” jelas Bachtiar.

Sehingga BB pun langsung digiring ke Mako Polair Juata, untuk dilakukan pengamanan dan pemeriksaan. Setelah itu kepiting-kepiting yang dilarang untuk diperdagangkan tersebut, langsung dilepaskan di perairan Tarakan. “Kami langsung koordinasikan dengan Karantina dan PSDKP Tarakan guna mengambil tindakan selanjutnya,” ujar Bachtiar.

BB speedboat  dan mesin rencananya akan diamankan sebagai barang temuan di Mako Polair Polda Kaltim, hingga nanti ada yang mengaku pemilik dari BB tersebut. Dari informasi yang diterima Polair, nakhoda dan ABK sempat melarikan diri ke perkampungan Siandau.  “Setelah kami ke sana tidak menemukan mereka,” ungkap Bachtiar.

Sementara itu, Kepala Stasiun PSDKP Tarakan, Akhmadon SPi MM, mengatakan saat ini mereka sedang fokus memberantas dan melakukan pengawasan terhadap perdagangan ilegal kepiting bertelur ini. “Kan sudah ada aturan yang mengatur ini,” singkat Akhmadon.

Kepala Pengawas, Pengendalian, Data, dan Informasi dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Kota Tarakan, M Zainul Arifin menambahkan, landasan hukum ekspor kepiting betina bertelur harus sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 56/2016.

“Para pengepul kepiting lebih memilih menjual ke Tawau dari pada ke Jakarta atau Surabaya, sebab harga yang ditawarkan sangat jauh berbeda,” ungkap Zainul.

Selain itu mereka juga menjual ke negara tetangga pada waktu-waktu tertentu. Saat harga-harga mulai naik,sehingga nilai jual kepiting juga meinggi. Atas tangkapan kepiting bertelur ini, maka bertambah pula jumlah tangkapan dalam setiap tahunnya di Kaltara.(eru/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 23:59

H-1 Idul Adha, Harga Daging Tetap Stabil

  TARAKAN -  Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh Rabu (22/8), harga pangan seperti daging…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 23:55

Pedagang Pakaian Sepi Pembeli

  TARAKAN - Jika biasanya saat memasuki perayaan Idul Adha banyak masyarakat yang berbondong-bondong…

Selasa, 21 Agustus 2018 21:09

Pawai Takbir, Momentum Doakan Korban Gempa di Lombok

TARAKAN - Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Tarakan akhirnya melepaskan puluhan rombongan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .