MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:04
Vaksin MR Sangat Dibutuhkan untuk Cegah Kecacatan
DIBUTUHKAN: Vaksin MR wajib diberikan ke anak-anak untuk mencegah terjadinya kecacatan nantinya. IST

PROKAL.CO, TARAKAN – Belum dikeluarkannya sertifikasi halal dari MUI, tak berarti vaksin measles rubella (MR) tidak dapat digunakan. Sebab, dengan vaksin ini dapat mencegah dan menekan angka kecatatan pada anak. Selain itu proses sertifikasi pun membutuhkan proses yang panjang dalam pelaksanaannya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Subono mengharapkan tingkat kesehatan masyarakat itu meningkat dengan menggunakan vaksin tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan dengan meningkatkan promosi dan prevensi.

“Imunisasi itu bagian dari prevensi, karena ada banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinisasi atau imunisasi. Karena lebih baik dan lebih murah mencegah daripada mengobati,” jelas Subono.

Pada prinsipnya upaya pencegahan dengan vaksin lebih sederhana dan memang sudah dikenal oleh masyarakat, tetapi dalam pelaksanaannya masih sering mendapatkan kendala. “Mungkin terdapat kesadaran ataupun presepsi yang salah terhadap imunisasi, sehingga tidak bisa 100 persen terlaksana,” ujarnya.

Mengenai Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi pada campak, lanjut Subono, memang telah terjadi sejak lama. Pada tahun 2016 dan dua tahun sebelumnya juga turut terjadi. “Dan memang terdapat siklus 2 tahunan untuk KLB campak tersebut,” imbuhnya.

Setelah ditelusuri, lanjut Subono, salah satu pemicunya karena terdapat beberapa anak-anak yang tidak tersentuh imunisasi sehingga terkena campak yang kemudian menular. Ketika sudah menular campak juga tidak menutup kemungkinan akan menular pada anak yang sudah imunisasi. Sehingga terciptalah angka tinggi pada pendertia campak.

 “Maka dari itu kami mengharapkan baik dari tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat ikut membantu memberikan penyadaran kepada masyarakat. Agar presentase keikutsertaan imunisasi itu bisa menjadi tinggi, dan masyarakat bisa terhindar dari penyakit tersebut,” ungkap lelaki yang gemar bersepeda ini.

Kabid Pencegahan Penyakit Dinkes Tarakan, Witoyo menambahkan bahwa secara umum, dari segi kesehatan vaksin MR mendesak dan perlu digunakan untuk kesehatan anak.

“Jika memang terpaksa digunakan, itu tidak masalah dan hal itu sudah pernah diungkapkan MUI. Kan saat ini juga sertifikasi juga sudah dalam proses pengajuan oleh Bio Farma (perusahaan penyedia vaksin MR),” jelas Witoyo, kepada Radar Tarakan.

Menurutnya, vaksin MR tersebut saat ini baru diberlakukan atau sudah digunakan di pulau Jawa, dan tahun depan baru akan digunakan di wilayah luar pulau Jawa termasuk Kaltara.

Tahun depan pula, penggunaan vaksin MR sudah dimasukkan ke dalam anggaran pemerintah, dan puskesmas juga telah membuat perencannanya untuk dimasukan ke dalam program, mulai dari sosialisasi tingkat kota hingga ke kelurahan.

“Kemarin sudah kami lakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan juga di kelurahan. Nantinya puskesmas akan menindaklanjuti termasuk melakukan pendataan-pendataannya,” tuturnya.

Vaksin MR ini nantinya akan disuntikkan di lengan. Fungsi dari vaksin ini untuk mencegah campak, jika tidak dicegah maka ketika terkena campak akan menyebabkan kejang-kejang, infeksi otak, infeksi telinga.

“Dan jika tanda-tandanya menyerang ibu hamil, maka bisa keguguran atau menyebabkan cacat pada bayinya. Kalau itu bisa dicegah dengan vaksin kenapa tidak, daripada menciptakan keturunan yang cacat kan,” imbuh Witoyo.  

Vaksin ini juga memang tergolong baru adalah rubella-nya dan untuk campak memang sudah lama digunakan. Memang sebelumnya vaksin campak sudah diberlakukan, namun vaksin untuk rubella yang baru dilakukan pada tahun ini di Jawa, dan tahun depan di luar Jawa. 

“Perbedaan antara imunisasi dan vaksinasi, yaitu imunisasi adalah proses memasukkan vaksin berupa bakteri atau virus yang telah dilemahkan,” jelasnya.

Witoyo menginformasikan kepada masyarakat bahwa tahun depan ada imunisasi gabungan antara campak dan rubella (campak Jerman) yang wajib diberikan kepada setiap anak dari umur 9 bulan hingga yang kurang dari 15 tahun.  (*/asf/nri)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 12:44

Air Sampai Masuk Dalam Rumah

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Bumi Paguntaka sejak pukul 03.00 Wita kemarin hingga pagi hari…

Kamis, 23 November 2017 12:41

Tanggul Penahan Teror Warga

TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini…

Kamis, 23 November 2017 12:39

Irau Tengkayu Kembali Dilaksanakan Setiap Tahun

TARAKAN – Festival Irau Tengkayu yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sesuai keputusan Wali…

Kamis, 23 November 2017 12:38

Kukuh Tak Ingin Niaga, MAF Terancam Tutup

TARAKAN – Setelah sekian lama melayani penerbangan di kawasan perbatasan Kaltara, Mission Aviation…

Kamis, 23 November 2017 12:36

Misi Operasi Senyap Melalui Tempur Jelajah

TARAKAN – Tiga  pesawat Skadron Udara 16  (Skadud 16), yang berasal dari Lanud Roesmin…

Kamis, 23 November 2017 12:34

Tak Capai Target, PGN Tambah Dua Kelurahan

TARAKAN - Jaringan gas (Jargas) sebanyak 5.000 sambungan tahun depan di tiga kelurahan telah selesai…

Kamis, 23 November 2017 12:32

Tim Gabungan Gelar Razia, Menyasar Wajib Pajak

TANA TIDUNG – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Tana Tidung berkerja sama dengan…

Kamis, 23 November 2017 12:23

Jalan Menuju Dua Sekolah Becek

TARAKAN – Jalan selalu saja dikeluhkan masyarakat, khususnya RT 16, Kelurahan Karang Harapan.…

Rabu, 22 November 2017 13:21

Badrun Menunggu Menit-Menit Akhir

TARAKAN – Kontestasi pemilihan wali kota Tarakan 2018 masih samar, apakah hanya akan diikuti dua…

Rabu, 22 November 2017 13:14

PLN Dalam Masa Pemeliharaan, Pemadaman Dua-Tiga Jam

TARAKAN – Pemadaman listrik di luar jadwal masih terjadi. Namun, durasi pemadaman tidak terlalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .