MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Oktober 2017 10:02
Tarakan Kekurangan 340 Guru

Harapkan Ada Moratorium

PEMBELAJARAN: Untuk menutupi kekurangan guru berstatus PNS, Pemkot Tarakan menambah tenaga mengajar dengan berstatus guru honorer yang mana biaya operasionalnya ditanggung atau ditentukan oleh sekolah masing-masing. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kebutuhan terhadap tenaga pengajar yang tinggi memang masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di Kota Tarakan. Bahkan saat ini kekurangan tidak hanya terdapat di SD saja, namun juga SMP yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar dan Pengembang Disdikbud Kota Tarakan, Tajuddin Noor menjelaskan, mengenai jumlah kebutuhan tenaga pengajar atau guru SD saat ini, terdapat kekurangan sekitar 260 orang.

“Itu di SD, dan untuk guru SMP saat ini masih kekurangan sekitar hingga 80 orang guru lagi,” tuturnya.

Tajuddin menjelaskan, bahwa kebutuhan guru tersebut saat ini terpenuhi, namun merupakan guru honor dan bukan pegawai. “Yang dibutuhkan saat ini adalah pegawai. Kalau selama ini kan honor yang menutupi kekurangan guru itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tajuddin mengatakan, bahwa memang saat ini tidak ada penerimaan terhadap pegawai untuk tenaga guru yang khusus ditempatkan di Tarakan. “Yang di Tanjung Selor itu untuk ditempatkan di provinsi, bukan di Tarakan,” jelasnya.

Mengenai alur penerimaan guru, Tajuddin menjelaskan, jika terdapat penerimaan pegawai maka BKD akan berkomunikasi dengan Disdikbud untuk menanyakan berapa jumlah guru yang dibutuhkan.

“Kemudian kami diminta untuk menentukan berapa jumlah guru yang dibutuhkan. Karena memang kalau teknis ada di kami semua,” tegasnya.

Mengenai apakah nantinya akan ada kebijakan pengangkatan honor seperti misalnya K1 atau K2, dirinya tidak mengetahui terkait hal tersebut. “Itu untuk kebutuhan guru kelas di Tarakan,” jelasnya.

Mengenai antisipasi untuk saat ini, Tajuddin mengatakan, menggunakan tenaga honor dan penggajiannya ditangani oleh sekolah yang juga digaji menggunakan dana tambahan seperti dana BOS.

Bahkan, lanjutnya, ada sekolah yang menggaji guru pengajar dengan menggunakan bantuan dari orang tua murid yang dikumpulkan lewat komite sekolah. “Tidak mungkinkan dibiayai oleh dana BOS semuanya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Tajuddin, sekolah saat ini tidak hanya kekurangan guru saja, namun kebutuhan seperti tenaga admin hingga penjaga sekolah saat ini juga masih kurang.  “Sebenarnya kita butuh. Cuma kerana memang dana kita kan terbatas,” ungkap Tajuddin.

Tajuddin berharap, agar kedepannya terdapat moratorium untuk guru yang ada di Tarakan. Arena sementara guru kelas memang tidak dapat digatikan. Selain itu, di satu sisi guru juga dituntut untuk selalu meningkatkan mutu.

“Karena guru itu harus berada di dalam kelas, apalagi guru kelas yang ada di SD. Mereka harus selalu memantau siswanya. Maka dari itu semoga permasalahan kekurangan guru tersebut dapat diselesaikan segera,” pungkasnya.(asf/udn)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kekeh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .