MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47
Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?
PADAT: Beginilah tampak sebagian daerah Pulau Nunukan dari atas, wilayah yang hingga kini tak jelas status daerahnya. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini tak memiliki status jelas terkait daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.

Direktur Rimba Raya Institute, Saddam Husein mengaku, jika merujuk kepada sejumlah daerah di Indonesia, Nunukan bisa dikatakan belum memiliki status kota yang jelas. Apakah menjadi kota industri, transit, jasa maupun kota pelajar.

Namun dikatakan Saddam, sejak dulu Nunukan dapat dikatakan sebagai kota transit meski memang belum dapat dijadikan sebagai status utama daerah ini. Sebab, fasilitas pendukung dalam kota transit belum dimiliki Nunukan. Selain adanya program poros perbatasan yang menjadi jalur keluar masuknya TKI yang akan bekerja di Malaysia. “Salah satu faktor yang hanya bisa mendukung bahwa ini mendekati kota transit, karena adanya poros perbatasan,” ujarnya.

Karena salah satu sektor penunjang daerah ini bisa dikatakan kota transit, adalah tersedianya lokasi hiburan, tranportasi yang menghubungkan antara negara, pulau maupun provinsi. Kendati begitu, dijelaskan mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Pelajar Nunukan (HMPN) di Surabaya ini, Nunukan tengah menuju kota agrobisnis dengan sejumlah capaian di sektor pertanian.

“Ke depan saya yakin daerah ini akan menjadi kota agrobisnis. Karena sejumlah lahan pertanian sudah mulai digarap kembali oleh masyarakat. Baik itu untuk komoditi, semangka, jagung, padi maupun komoditi lainnya,” bebernya.

Belum lagi, kata Saddam, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang tengah gencar-gencarnya mengusung program agrobisnis, dirasa mampu membawa status jelas bagi daerah dengan sejumlah potensi tersebut.

Dirinya juga tak menampik, persoalan kelistrikan yang masih melanda Nunukan. Membuat sejumlah faktor mengapa Nunukan hingga saat ini tak mampu menjadi daerah seperti halnya kota-kota lain di Indonesia. Hal itu mengapa, kemunculan program agrobisnis dianggap mampu berjalan tanpa adanya kebutuhan listrik tersebut. “Mungkin ini salah satu faktor, kenapa agrobisnis kemudian dipilih. Karena persoalan listrik tak kunjung jelas,” ujarnya.

Selain itu, daerah yang sebelumnya dipersiapkan menjadi kota industri menyusul program technopark yang telah direncanakan pemerintah ternyata belum juga mampu merubah ketidakjelasan status kota ini. Seperti halnya, kawasan industri perikanan terpadu atau disebut Marine Technopark Mansapa Nunukan yang direncanakan terealisasi 2017 ini sepertinya kembali tidak jelas.

Kepala Dinas Perikanan, Sabaruddin menjelaskan, terkait perkembangan kawasan industri perikanan di Kelurahan Mansapa, bahwa saat ini yang telah selesai dilakukan adalah master plan dan perizinan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Selanjutnya, master plan yang telah dibuat dan Amdal akan segera diserahkan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dapat bantuan dana untuk memulai pembangunan fisik. “Kalau harap APBD Nunukan pasti sulit untuk melakukan pembangunan fisiknya, harus berharap dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sedangkan untuk mendatangkan investor agar dapat membantu pembangunan kawasan industri perikanan tersebut belum juga dilakukan. Karena mempertimbangan beberapa hal, karena saat ini investor masuk ke Nunukan tentu melihat kondisi daerah. “Di Nunukan ini masih sulit air bersih dan listrik, terkadang investor berpikir untuk menanamkan modalnya,” tambahnya.

Untuk pembangunan kawasan industri perikanan memerlukan anggaran hingga Rp 45 miliar. Bahkan Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura telah mendatangi Direktorat Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertinggal, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) guna mendapat bantuan.

Sesuai dengan master plan pembangunan kawasan industri yang bakal dibangun di Mansapa, memiliki lahan seluas 50 hektare (ha) yang merupakan lahan milik Pemkab Nunukan. Di kawasan tersebut nantinya akan memiliki satu pelabuhan.

Dipilihnya Mansapa sebagai kawasan industri karena ingin dijadikan sebagai kawasan wilayah pulau-pulau kecil yang ada di perbatasan. Karena sangat strategis berdasarkan letak geografisnya.

Nantinya ada 12 jenis item industri yang akan dibangun, di antaranya adalah gedung perkantoran, pergudangan, bangunan utama, dermaga wisata, area penelitian, lantai jemur rumput laut, area industri pengelolaan rumput laut dan disiapkan pelabuhan perikanan nusantara. (dia/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:56

Berbulan-bulan di Hutan, Aliran Sungai Navigasi Utama

Hutan Kalimantan menyimpan sejuta kekayaan. Salah satunya kayu gaharu. Menjadi buruan meski harus bertaruh…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Dua Parpol Ditegur Bawaslu

NUNUKAN -Dua partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan.…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:52

Kades Dilema, Antara Mundur atau Tidak

NUNUKAN – Kepala Desa (Kades) yang ingin mencalonkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:43

3.000 Orang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih

NUNUKAN – Berdasarkan aturan yang berlaku, saat pemilihan umum (pemilu) 2019, setiap pemilih harus…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:04

Oknum ASN Cabul Diberhentikan

NUNUKAN - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan akhirnya mengambil…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:03

RTH Direncanakan di Jalan Lingkar

NUNUKAN – Jalan lingkar yang selama ini hanya menjadi jalur transportasi darat dari dan menuju…

Senin, 20 Agustus 2018 17:26

Berjam-jam Menunggu demi Tumpangan

Enam anggota Komunitas Gerakan Batas Negara (GBN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sedang menjalankan…

Senin, 20 Agustus 2018 16:56

TAKUT KAH?? Satpol PP Tak Tindak Pengecer BBM

NUNUKAN – Pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) belum dilakukan penindakan, karena hingga saat ini…

Senin, 20 Agustus 2018 16:31

Pemkab Segera Lakukan Konsultasi

NUNUKAN – Keberadaan penangkaran buaya tampaknya menjadi hal prioritas di Kelurahan Tanjung Harapan,…

Senin, 20 Agustus 2018 12:03

Krayan Bersolek, Tapi Bahan Bangunan Tergantung Negara Tetangga

MASUK daftar Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan berada di dataran tinggi Borneo, upaya meningkatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .