MANAGED BY:
RABU
19 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20
Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Melihat Kegiatan Pecinta Sepatu Roda

WADAH: Para penggiat olahraga skater dan sepatu roda ini butuh wadah guna menyalurkan bakat dan hobi mereka. AHMAD UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku sejumlah remaja di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Minimnya fasilitas yang tersedia, tak membuat para remaja ini putus semangat dan terus berlatih dalam mengejar cita-cita mereka, menjadi pesepatu roda yang hebat. Bagaimana kisahnya, berikut ulasannya.

DIANSYAH

KOMUNITAS yang resmi terbentuk pada 14 Mei 2016 ini, awalnya hanya beranggotakan 10 orang. Di mana, kehadiran penggiat sepatu roda ini kali pertama dipelopori Ahmad yang kini menjadi ketua dalam komunitas tersebut, bersama Hendra.

Dua pasang sepatu roda yang masing-masing dimiliki pelopornya ini pun kemudian menarik sejumlah remaja lainnya di Nunukan, dengan meminjamkan dua pasang sepatu tersebut. Alhasil, 10 orang hanya memanfaatkan dua sepatu roda untuk belajar.

Lambat laun, kesepuluh orang dimaksud pelan-pelan membeli sepatu roda tersebut untuk berlatih. Siapa menyangka, daya tarik remaja maupun pelajar di Nunukan perlahan terhipnotis dengan hadirnya komunitas dimaksud.

Beberapa pelajar kemudian memilih untuk bergabung dan mempelajari sejumlah skill dalam olahraga ekstrem tersebut. Ahmad yang ditemui saat sedang berlatih di lahan milik PT Sinar Cerah itu mengungkapkan, kini anggota mereka telah mencapai 28 orang di luar para penggiat sepatu roda yang tak bergabung pada komunitas tersebut.

Namun permasalahan yang kemudian terjadi, dikatakan Ahmad, tak adanya fasilitas lapangan atau kerap disebut skatepark yang memadai, tidak tersedia di Nunukan. Dirinya pun mengharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpor) Nunukan dapat menyediakan lapangan yang layak bagi mereka.

Sebab selama ini, baik komunitas sepatu roda maupun skatebord sangat membutuhkan adanya wadah bagi berkumpulnya anak-anak muda tersebut. Dijelaskan Ahmad, kebutuhan adanya skatepark menjadi utama, karena dengan adanya lapangan tersebut dirinya memastikan akan semakin banyak anak muda maupun pelajar yang akhirnya memilih untuk berolahraga dan berkumpul pada komunitasnya itu.

Selain itu, tidak adanya dukungansedikitpun dari pemerintah maupun pihak-pihak yang mendukung olahraga ini, membuat mereka tak dapat mengepakkan sayap mereka ke tingkat lebih tinggi. Sejumlah even bergengsi pun harus mereka lupakan, setelah beberapa waktu lalu, mereka harus mengubur dalam-dalam keikutsertaan komunitas ini dalam even Skate Cross Competition 2017 lalu di Kota Tanggerang.

Awalnya disampaikan Ahmad, dirinya ingin mengumpulkan iuran untuk bisa mewakili Nunukan di even tersebut, namun apa daya ketidakmampuan masing-masing anggota dalam hal finansial. Membuat mereka harus elus dada, dan meyakini jika ke depan akan ada orang-orang yang peduli akan dunia olahraga tersebut.

Hal itu ia lakukan tak lain, dalam mengubah perilaku menyimpang remaja yang cukup meresahkan. Seperti halnya balapan liar, mabuk-mabukkan dan pengunaan narkotika. Bahkan ditegaskan Ahmad, ia menegaskan kepada anggotanya bahwa tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di komunitasnya tersebut. “Kalau ada yang pakai narkoba, langsung kami keluarkan dan laporkan kepada polisi,” tegas Ahmad.

Ia sangat mendukung perang akan narkoba tersebut, sehingga harapannya, anak-anak muda tidak lagi kebingungan dalam mencari jati diri. Artinya dikatakan Ahmad, ia membuka lebar bagi seluruh masyarakat baik itu pelajar, remaja maupun orang dewasa sekalipun untuk bergabung serta membuat kegiatan positif.

Komunitas yang lebih banyak diisi kalangan pelajar baik itu dari tingkatan SD, SMP dan SMA. Namun tak sedikit juga mereka dari kalangan umum. Seperti halnya beberapa orang dari kalangan pemerintahan dan swasta.

Dalam meningkatkan kemampuan para pesepatu roda itu, Ahmad pun berencana akan membuat sebuah even dengan melibatkan sejumlah daerah di Kaltara. Sehingga ia berkeinginan muncul talenta-talenta baru dalam olahraga ini nantinya.

Selain itu juga, ia ingin membuktikan kepada daerah lain jika eksistensi komunitas ini selalu hidup dan tak akan mati tanpa adanya fasilitas yang memadai.

Dirinya percaya, apa yang telah ia lakukan itu akan membuahkan hasil yang baik. Sebab, dengan niat yang baik membawa dan merubah perilaku menyimpang anak muda di Nunukan, tentu akan terbuka sejumlah peluang dan perhatian kepada mereka.

“Semoga dengan adanya kami (komunitas sepatu roda, Red.) Nunukan akan jauh dari paradigma buruk terkait hadirnya komunitas, yang lebih kepada nongkrong tidak jelas dan tak bermanfaat,” pungkas Ahmad sembari mengajak kepada seluruh masyarakat Nunukan untuk tidak membatasi siapa saja untuk berkarya dan berkreativitas. (***/eza)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:32

Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI-8342 dari…

Selasa, 18 Desember 2018 14:07

Positif Narkoba, Dua ASN Dipecat

NUNUKAN – Terbukti positif menggunakan narkoba, dua Aparatur Sipil Negara…

Selasa, 18 Desember 2018 14:05

Perangi Produk Malaysia dengan Rumah Pangan Kita

NUNUKAN – Ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia masih sangat…

Selasa, 18 Desember 2018 14:04

BPN Belum Ambil Langkah

NUNUKAN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nunukan, siap melakukan pengukuran…

Senin, 17 Desember 2018 20:54

BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 8342…

Senin, 17 Desember 2018 12:57

TEGAS..!! Dua Wilayah Outstanding Boundary Problem Milik NKRI

NUNUKAN –  Dua