MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:59
Jasad Bayi Pertama Kali Ditemukan Istri Karyawan

SL Peragakan 45 Adegan

REKA ULANG: SL melakukan adegan ulang saat dari awal melahirkan hingga memasukkan bayinya ke dalam freezer, kemarin (17/10). SEPTIAN ASMADI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah kasusnya diproses hampir dua bulan, Selasa (17/10) kemarin polisi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan melakukan rekonstruksi (reka ulang) ditemukannya sesosok jasad bayi di dalam mesin freezer yang diduga kuat dilakukan ibu kandungnya sendiri, SL.

Rekonstruksi dilakukan di dua tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu di rumah SL di RT 3 Jalan Lestari, Kelurahan Karang Harapan. Dan di RT 12 Jalan Pulau Bunyu, Kelurahan Kampung Satu Skip, tempat pencucian mobil yang dikelola SL.

Total ada 45 adegan yang diperankan langsung oleh SL sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. Di TKP pertama (rumah SL), ada 31 reka adegan. Dan 14 adegan dilakukan di TKP kedua.

Proses reka ulang dimulai pukul 10.40 wita dari rumah SL di Jalan Lestari. Pengamanan tidak terlalu istimewa. Hanya ada belasan polisi yang mengawal rekonstruksi kemarin. Ditambah kuasa hukum SL, Nunung Tri Sulystiawati, saksi kunci berinisial ML dan suami SL yang berinisial DH.

SL yang mengenakan kerudung berwarna pink dan mengenakan masker dikawal ketat dua petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Tarakan.

Proses rekonstruksi berlangsung tertutup dari awak media. Namun dari pantauan Radar Tarakan, dari balik pintu rumah, SL terlihat melakukan beberapa reka adegan di kamar mandi. Informasi yang diterima, di lokasi inilah proses persalinan itu terjadi.

Selain di kamar mandi, reka adegan juga tampak dilakukan di dapur serta ruang tamu. Polisi sempat membawa barang bukti (BB) kulkas yang sempat disita polisi untuk mendukung proses rekonstruksi. Diduga, kulkas ini digunakan tersangka untuk menyimpan sementara jenazah bayi sebelum dibawanya ke tempat pencucian mobil dan dimasukkan ke freezer.

Usai dilakukan rekonstruksi di dalam rumah, reka adegan ke 28 dilakukan di luar rumah, tepatnya saat SL menaruh bayinya di bagasi belakang mobil yang berwarna putih.

 

Reka adegan selanjutnya dilakukan di TKP kedua, tempat pencucian mobil. Di TKP kedua rekonstruksi dimulai pukul 12.00 Wita. Kali ini BB yang dibawa polisi adalah mesin freezer yang diduga digunakan tersangka untuk menyimpan tubuh bayi malang tersebut hingga membeku selama tiga bulan.

Dalam adegan rekonstruksi, tersangka SL yang datang dari rumahnya langsung mengambil panci yang berada di dapur pencucian mobil untuk menaruh bayi yang sudah terbungkus plastik berwarna hitam. Panci yang diduga digunakan untuk menyimpan bayi ini tidak lain adalah panci untuk merebus air. Setelah itu, SL langsung menaruh bayinya yang sudah dimasukkan dalam panci ke mesin freezer.

Di TKP kedua ini, selain SL, polisi juga melibatkan ML, istri karyawan SL yang menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut.

Dari adegan, ML terlihat mengangkat bungkusan plastik dari panci yang sudah dia curigai sebelumnya.

Namun sebelum mengangkat panci tersebut, ML sempat mengeluarkan es batu yang ada di atas panci.

Sesudah mengangkat panci, seketika itu juga ML langsung membuka isi dalam plastik dari panci tersebut. “Pas saya lihat, ada bayi di dalam situ,” ungkap wanita berhijab ini

saat ditemui setelah reka adegan.

ML menegaskan, saat dia membuka bungkusan plastik di dalam panci, dia hanya melihat dada. Namun, saat plastik dibuka lebih lebar, dia melihat sosok bayi yang masih lengkap organ tubuhnya.

“Setelah lihat, saya langsung terduduk dan saya langsung masukkan kembali ke dalam freezer tadi.  Saat itu saya langsung kasih tahu suami saya,” ungkap ML.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, dalam rekonstruksi tersebut ada 45 adegan yang dilakukan tersangka.

Di TKP pertama (rumah SL), polisi melakukan 31 reka adegan. “Paling banyak, adegan memang di lokasi (TKP) pertama. Kalau di TKP kedua sebanyak 14 adegan,” ujarnya.

Dijelaskan Denny, rekonstruksi baru dapat dilakukan kemarin dikarenakan menyesuaikan waktu serta petunjuk dari Kejari Tarakan. “Karena Penasehat Hukum (PH) nya kemarin berhalangan, jadi hari ini (kemarin) dilakukan rekonstruksi,” tegas Denny.

Dijelaskannya, kali ini, polisi melibatkan dua saksi. Yakni DH dan ML. Dan dalam proses rekonstruksi SL cukup kooperatif.

Polisi pun memastikan, proses rekonstruksi tetap sesuai dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). “Saksi dari suami SL (DH), untuk TKP kedua, ada ML tadi,” katanya.

Setelah proses rekonstruksi, tahapan selanjutnya polisi kembali akan melengkapi berkas dan meminta petunjuk dari Kejari Tarakan. Jika dinyatakan lengkap dan bisa tahap 2 akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tarakan (PN). “Lengkapi berkasnya dulu, baru petunjuk dari Jaksa,” pungkas pria berpangkat balok satu ini.

Sementara itu, Penasihat Hukum SL, Nunung Tri Sulystiawati saat dihubungi tadi malam mengatakan, semua rekonstruksi yang diperagakan SL sudah sesuai dengan yang diungkapkannya kepada penyidik.

“Saat ini kami hanya menunggu dari kepolisian. Sebab, rekonstruksi ini kan sebagai kelengkapan berkas perkara yang akan diserahkan ke kejaksaan,” tutur ibu anak tiga ini tadi malam.

Rekontsruksi kemarin pun kata Nunung, sudah sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh SL di hadapan para penyidik. “Saya juga ada di situ dan itu semua yang dialami SL saat pertama melahirkan hingga akhirnya dibawa ke pencucian mobil,” jelas Nunung.

Dalam kesempatan ini, Nunung juga menjelaskan DH suami siri SL datang ke rekonstruksi bukan atas keinginan sendiri, melainkan dihadirkan oleh kepolisian.

“Jadi suaminya kan status sebagai saksi jadi ikut reka adegan juga,” ungkap Nunung.

Saat rekonstruksi berlangsung baik SL maupun DH tidak terlihat melakukan komunikasi. “Saya lihat nggak ada sih,” ujar Nunung.(*/sep/nri/ddq)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 12:53

Tiga Bulan Kursus Bahasa Tiongkok Belum Cukup

Sebanyak 34 pelajar dari Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok dengan…

Rabu, 26 September 2018 12:50

Gubernur Jajaki Peluang Investasi dan CSR

SINGAPORE – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie melakukan pertemuan dengan…

Rabu, 26 September 2018 12:46

Analisis Perbankan, Kepariwisataan Dorong Rupiah

TARAKAN - Pertumbuhan perekonomian di Kaltara saat ini didominasi oleh sektor primer, terutama sektor…

Rabu, 26 September 2018 12:39

Bawas MA Periksa Hakim yang Dilaporkan

TARAKAN – Menindaklanjuti surat pengaduan dari salah satu pengacara kasus perdata terkait adanya…

Rabu, 26 September 2018 12:04

Sebelum Kampanye, Wajib Lapor Polisi

TARAKAN – Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan…

Rabu, 26 September 2018 11:57

Penyidik Dapat Laporan Baru

TARAKAN – Kasus penggelapan dana koperasi di PT Idec Wood yang bergulir di penyelidikan Polres…

Rabu, 26 September 2018 11:54

DLH: Kondisi TPA di Tarakan Tak Layak

TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan harus berpikir keras. Pasalnya, satu unit …

Rabu, 26 September 2018 11:52

Pendangkalan Drainase Sebabkan Banjir

Tarakan—Minimnya anggaran Pemerintah Kota Tarakan menjadi alasan terhentinya bantuan perbaikan…

Rabu, 26 September 2018 11:48

Pelayanan Legalisasi Masih Normal

TARAKAN - Pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan dilakukan hari ini di Kaltara…

Rabu, 26 September 2018 11:44

Baznas Ajak DPRD Bayar Zakat Penghasilan

TARAKAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan, hingga kini terus mengejar target penerimaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .