MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:59
Jasad Bayi Pertama Kali Ditemukan Istri Karyawan

SL Peragakan 45 Adegan

REKA ULANG: SL melakukan adegan ulang saat dari awal melahirkan hingga memasukkan bayinya ke dalam freezer, kemarin (17/10). SEPTIAN ASMADI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah kasusnya diproses hampir dua bulan, Selasa (17/10) kemarin polisi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan melakukan rekonstruksi (reka ulang) ditemukannya sesosok jasad bayi di dalam mesin freezer yang diduga kuat dilakukan ibu kandungnya sendiri, SL.

Rekonstruksi dilakukan di dua tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu di rumah SL di RT 3 Jalan Lestari, Kelurahan Karang Harapan. Dan di RT 12 Jalan Pulau Bunyu, Kelurahan Kampung Satu Skip, tempat pencucian mobil yang dikelola SL.

Total ada 45 adegan yang diperankan langsung oleh SL sebagai tersangka tunggal dalam kasus ini. Di TKP pertama (rumah SL), ada 31 reka adegan. Dan 14 adegan dilakukan di TKP kedua.

Proses reka ulang dimulai pukul 10.40 wita dari rumah SL di Jalan Lestari. Pengamanan tidak terlalu istimewa. Hanya ada belasan polisi yang mengawal rekonstruksi kemarin. Ditambah kuasa hukum SL, Nunung Tri Sulystiawati, saksi kunci berinisial ML dan suami SL yang berinisial DH.

SL yang mengenakan kerudung berwarna pink dan mengenakan masker dikawal ketat dua petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Tarakan.

Proses rekonstruksi berlangsung tertutup dari awak media. Namun dari pantauan Radar Tarakan, dari balik pintu rumah, SL terlihat melakukan beberapa reka adegan di kamar mandi. Informasi yang diterima, di lokasi inilah proses persalinan itu terjadi.

Selain di kamar mandi, reka adegan juga tampak dilakukan di dapur serta ruang tamu. Polisi sempat membawa barang bukti (BB) kulkas yang sempat disita polisi untuk mendukung proses rekonstruksi. Diduga, kulkas ini digunakan tersangka untuk menyimpan sementara jenazah bayi sebelum dibawanya ke tempat pencucian mobil dan dimasukkan ke freezer.

Usai dilakukan rekonstruksi di dalam rumah, reka adegan ke 28 dilakukan di luar rumah, tepatnya saat SL menaruh bayinya di bagasi belakang mobil yang berwarna putih.

 

Reka adegan selanjutnya dilakukan di TKP kedua, tempat pencucian mobil. Di TKP kedua rekonstruksi dimulai pukul 12.00 Wita. Kali ini BB yang dibawa polisi adalah mesin freezer yang diduga digunakan tersangka untuk menyimpan tubuh bayi malang tersebut hingga membeku selama tiga bulan.

Dalam adegan rekonstruksi, tersangka SL yang datang dari rumahnya langsung mengambil panci yang berada di dapur pencucian mobil untuk menaruh bayi yang sudah terbungkus plastik berwarna hitam. Panci yang diduga digunakan untuk menyimpan bayi ini tidak lain adalah panci untuk merebus air. Setelah itu, SL langsung menaruh bayinya yang sudah dimasukkan dalam panci ke mesin freezer.

Di TKP kedua ini, selain SL, polisi juga melibatkan ML, istri karyawan SL yang menjadi saksi kunci dalam kasus tersebut.

Dari adegan, ML terlihat mengangkat bungkusan plastik dari panci yang sudah dia curigai sebelumnya.

Namun sebelum mengangkat panci tersebut, ML sempat mengeluarkan es batu yang ada di atas panci.

Sesudah mengangkat panci, seketika itu juga ML langsung membuka isi dalam plastik dari panci tersebut. “Pas saya lihat, ada bayi di dalam situ,” ungkap wanita berhijab ini

saat ditemui setelah reka adegan.

ML menegaskan, saat dia membuka bungkusan plastik di dalam panci, dia hanya melihat dada. Namun, saat plastik dibuka lebih lebar, dia melihat sosok bayi yang masih lengkap organ tubuhnya.

“Setelah lihat, saya langsung terduduk dan saya langsung masukkan kembali ke dalam freezer tadi.  Saat itu saya langsung kasih tahu suami saya,” ungkap ML.

Kapolres Tarakan, AKBP Dearystone M.H.R Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas, Ipda Denny Mardiyanto menjelaskan, dalam rekonstruksi tersebut ada 45 adegan yang dilakukan tersangka.

Di TKP pertama (rumah SL), polisi melakukan 31 reka adegan. “Paling banyak, adegan memang di lokasi (TKP) pertama. Kalau di TKP kedua sebanyak 14 adegan,” ujarnya.

Dijelaskan Denny, rekonstruksi baru dapat dilakukan kemarin dikarenakan menyesuaikan waktu serta petunjuk dari Kejari Tarakan. “Karena Penasehat Hukum (PH) nya kemarin berhalangan, jadi hari ini (kemarin) dilakukan rekonstruksi,” tegas Denny.

Dijelaskannya, kali ini, polisi melibatkan dua saksi. Yakni DH dan ML. Dan dalam proses rekonstruksi SL cukup kooperatif.

Polisi pun memastikan, proses rekonstruksi tetap sesuai dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP). “Saksi dari suami SL (DH), untuk TKP kedua, ada ML tadi,” katanya.

Setelah proses rekonstruksi, tahapan selanjutnya polisi kembali akan melengkapi berkas dan meminta petunjuk dari Kejari Tarakan. Jika dinyatakan lengkap dan bisa tahap 2 akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tarakan (PN). “Lengkapi berkasnya dulu, baru petunjuk dari Jaksa,” pungkas pria berpangkat balok satu ini.

Sementara itu, Penasihat Hukum SL, Nunung Tri Sulystiawati saat dihubungi tadi malam mengatakan, semua rekonstruksi yang diperagakan SL sudah sesuai dengan yang diungkapkannya kepada penyidik.

“Saat ini kami hanya menunggu dari kepolisian. Sebab, rekonstruksi ini kan sebagai kelengkapan berkas perkara yang akan diserahkan ke kejaksaan,” tutur ibu anak tiga ini tadi malam.

Rekontsruksi kemarin pun kata Nunung, sudah sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh SL di hadapan para penyidik. “Saya juga ada di situ dan itu semua yang dialami SL saat pertama melahirkan hingga akhirnya dibawa ke pencucian mobil,” jelas Nunung.

Dalam kesempatan ini, Nunung juga menjelaskan DH suami siri SL datang ke rekonstruksi bukan atas keinginan sendiri, melainkan dihadirkan oleh kepolisian.

“Jadi suaminya kan status sebagai saksi jadi ikut reka adegan juga,” ungkap Nunung.

Saat rekonstruksi berlangsung baik SL maupun DH tidak terlihat melakukan komunikasi. “Saya lihat nggak ada sih,” ujar Nunung.(*/sep/nri/ddq)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 12:44

Air Sampai Masuk Dalam Rumah

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Bumi Paguntaka sejak pukul 03.00 Wita kemarin hingga pagi hari…

Kamis, 23 November 2017 12:41

Tanggul Penahan Teror Warga

TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini…

Kamis, 23 November 2017 12:39

Irau Tengkayu Kembali Dilaksanakan Setiap Tahun

TARAKAN – Festival Irau Tengkayu yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sesuai keputusan Wali…

Kamis, 23 November 2017 12:38

Kukuh Tak Ingin Niaga, MAF Terancam Tutup

TARAKAN – Setelah sekian lama melayani penerbangan di kawasan perbatasan Kaltara, Mission Aviation…

Kamis, 23 November 2017 12:36

Misi Operasi Senyap Melalui Tempur Jelajah

TARAKAN – Tiga  pesawat Skadron Udara 16  (Skadud 16), yang berasal dari Lanud Roesmin…

Kamis, 23 November 2017 12:34

Tak Capai Target, PGN Tambah Dua Kelurahan

TARAKAN - Jaringan gas (Jargas) sebanyak 5.000 sambungan tahun depan di tiga kelurahan telah selesai…

Kamis, 23 November 2017 12:32

Tim Gabungan Gelar Razia, Menyasar Wajib Pajak

TANA TIDUNG – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Tana Tidung berkerja sama dengan…

Kamis, 23 November 2017 12:23

Jalan Menuju Dua Sekolah Becek

TARAKAN – Jalan selalu saja dikeluhkan masyarakat, khususnya RT 16, Kelurahan Karang Harapan.…

Rabu, 22 November 2017 13:21

Badrun Menunggu Menit-Menit Akhir

TARAKAN – Kontestasi pemilihan wali kota Tarakan 2018 masih samar, apakah hanya akan diikuti dua…

Rabu, 22 November 2017 13:14

PLN Dalam Masa Pemeliharaan, Pemadaman Dua-Tiga Jam

TARAKAN – Pemadaman listrik di luar jadwal masih terjadi. Namun, durasi pemadaman tidak terlalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .