MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:54
Perbatasan ‘Dihantui’ Ancaman Kejahatan
DISKUSI: Deputi II Bidang Koordinator Politik Luar Negeri Kemenkopolhukam, Lufti Rauf saat menjadi keynote speaker acara Diseminasi Informasi Masyarakat ASEAN kemarin. AHMAD SYARIF/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kondisi wilayah perbatasan di Indonesia masih terbuka lebar, pengawasannya pun masih menggunakan sistem border security dan border control, sehingga kerap kali dianggap menjadi penyebab rentannya terjadi tindak kejahatan.

Deputi II Bidang Koordinator Politik Luar Negeri Kemenkopolhukam, Lufti Rauf mengungkapkan, Kaltara merupakan salah satu entry point (titik masuk) tindakan kejahatan, mulai dari penyelundupan senjata, barang peledak, narkoba hingga perdagangan manusia.

“Khususnya perdagangan manusia, hal ini erat kaitannya dengan sosial dan ekonomi yang mana terbatasnya lapangan pekerjaan di negara ini. Sehingga membuat orang berbondong-bondong mencari pekerjaan di negara tetangga, yang kebutuhannya sangat besar sehingga ada yang berani menggunakan jalur illegal,” beber Lufti, kepada Radar Tarakan.

Tak hanya itu, dia juga sering menyinggung soal penyeludupan narkoba. Hal ini menurutnya merupakan ancaman non tradisional yang harus dihadapi bersama-sama karena sudah merusak generasi muda.

“Dulu Indonesia ini hanya dijadikan sebagai tempat transit saja untuk penyelundupan narkoba, sekarang malah jadi tempat tujuan utama, sehingga hal ini harus segera dapat kita antisipasi,” jelas Lufti.

Bukan itu saja, saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi terkait fenomena yang dihadapi di daerah-daerah terdepan yakni perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.

“Itu yang membuat Kaltara tidak bisa terlepas dari ancaman keamanan laut, kejahatan lintas negara, terorisme, penyeludupan, ilegal fishing dan lainnya,” ungka Lufti usai pelaksanaan kegiatan Desiminasi Informasi Masyarakat ASEAN dengan tema Tantangan Politik Dan Keamanan di Kawasan Perbatasan yang dilaksanakan kemarin (17/10).

Untuk itu dia berharap, para pemangku kepentingan di Kaltara ini dapat memberikan pemahaman dan kesadaran, yang harus sudah peka mengetahui kondisi Indonesia saat ini.  “Pada saat menghadapi tantangan nantiya kita harus sudah tau apa yang akan dilakukan dan sudah tahu dengan siapa akan bekerja sama,” ujar Lutfi.

Dalam kesempatan ini, Lufti menjelaskan terdapat dua sisi yang harus dipertegas saat ini seperti, menghadapi tantangan terutama dalam ancaman terorisme yang tidak bisa hanya dilakukan oleh negara saja, atau hanya aparat pemerintah saja.

“Tetapi diperlukan kerja sama seluruh masyarakat. Bahkan kalau sudah berbicara ASEAN, esensi dari ASEAN comunity itu adalah seluruh manusia yang ada di ASEAN tersebut,” tegasnya.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Hamli menambahkan, Menkopolhukam sebenarnya ingin memberikan desiminasi kepada masyarakat tentang ASEAN, terkait potensi-potensi ancaman apa saja yang ada di ASEAN yang dapat berimbas ke Indonesia.

“Salah satu yang menjadi ancaman keamanan di Indonesia disamping narkotika, maupun barang-barang ilegal yang lainnya adalah terorisme,” ungkap Hamli.

Mengenai ancaman terorisme yang ada di Kaltara, lanjut Hamli, hingga saat ini dan seterusnya mudah-mudahan tidak terdapat masalah yang serius.

“Selama ini kan Kaltara hanya sebagai daerah melintas saja. Dan memang kita harus aware terhadap situasi ini. Namun kita musti tetap waspada, jangan sampai ada paham-paham baru atau paham radikal yang masuk ke sini (Kaltara),” ungkap Hamli.

Sementara itu, Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof Adri Patton mengungkapkan, bahwa permasalahan-permasalahan yang seringkali dihadapi adalah terjadinya berbagai macam kegiatan yang ilegal. Bahkan kejagatan trans ASEAN juga terjadi seperti penyeludupan narkoba dan lainnya.

“Dari mana itu berasal, ya dari kawasan perbatasan yang dari kawasan perbatasan. Saat ini kita hanya mempunyai sekitar 65 Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB). Nah dengan kondisi blankspot yang begitu besar ditambah dengan outstanding boundary problem (OBP) yang begitu besar,” tegas Adri.

Oleh karena itu, lanjut Adri, dirinya mengimbau untuk menjaga perbatasan sebagai front line atau daerah terdepan Indonesia. Maka perlu adanya peran penguatan terhadap fungsi TNI dan Polri.

“Karena terciptanya strong goverment itu harus dibackup oleh TNI dan Polri, kalau tidak itu imposible. Negara manapun yang terkuat seperti misalnya di Amerika pun, kekuatan militernya yang mereka tingkatkan,” papar Adri.

Maka dari itu, jika terdapat usulan untuk mengajukan anggaran untuk mengembangkan potensi alutsista dan sebagainya itu haruslah diutamakan. “Nah harapan saya di Indonesia seperti itu. Seperti misalnya kita harus menjaga laut kita yang begitu luas, sementara alusista kita tidak boleh sampai kurang,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tarakan, H.K. Arief Hidayat yang sempat hadir dalam kegiatan tersebut mengakui, banyaknya pelabuhan rakyat yang dibangun masyarakat di daerah pesisir menjadi penyebab kejahatan itu mudah dilakukan, termasuk  penyelundupan barang illegal seperti senjata, barang peledak, narkoba dan manusia.

“Kendala lainnya adalah terbatasnya aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan di pelabuhan rakyat tersebut, jadi pengawasannya tidak dilakukan secara maksimal,” bebernya.

Meski begitu pihaknya berharap seluruh masyarakat, terutama ketua RT-RT setempat dapat memberikan informasi kepada aparat bila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Masyarakat di sekitar harus pro aktif, bila ada yang mencurigakan laporkan ke Ketua RT. Setelah itu Ketua RT bisa melaporkan langsung ke pihak yang berwenang,” ucapnya.

Komandan Lantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, pihaknya selama ini terus melakukan pengawasan secara maksimal di laut dengan menggunakan unsur-unsur yang ada.

“Kita sadari area pengawasan kita sangat luas, namun kita maksimalkan mulai armada, personil dan Pos Angkatan Laut (Posal) yang ada,” tuturnya.

Selain itu kordinasi antara instansi juga dilakukan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan kejahatan yang terjadi di perairan.

“Saya juga berharap dukungan dari masyarakat dalam hal memberikan informasi, karena tidak mungkin kami bekerja sendiri mengingat intelijen kami dalam mendapatkan informasi juga terbatas,” pungkasnya.(jnr/*/asf/nri)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 13:22

HUKUM

TARAKAN- Oknum ASN yang diduga terlibat dalam black campign yakni KM memang tidak dijerat ke ranah pidana,…

Jumat, 22 Juni 2018 13:18

KEPENDUDUKAN

TARAKAN – Puncak arus balik ke Kaltara melalui Tarakan menggunakan jalur transportasi udara memang…

Jumat, 22 Juni 2018 12:49

Empat Hari Persiapkan Logistik TPS

TARAKAN – Mendekati hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) wali kota dan wakil wali…

Kamis, 21 Juni 2018 22:32

Pelaku Politik Uang Kabur

TARAKAN – Hari H Pilwali Tarakan semakin dekat. Di sisa-sisa masa kampanye, Panwaslu harus ekstra…

Kamis, 21 Juni 2018 14:45

Tambah Cuti, TPP Siap Dipotong

TARAKAN - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur kembali…

Kamis, 21 Juni 2018 14:42

Pengamanan TPS, Dapat Bantuan Personel

TARAKAN – Hari H pencobolosan Pilwali Tarakan pada 27 Juni mendatang, Polres Tarakan siap menempatkan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:31

Tak Undang Seluruh Simpatisan

TARAKAN – Memasuki masa-masa akhir tahapan kampanye Pilwali Tarakan, kemarin pasangan calon (paslon)…

Kamis, 21 Juni 2018 14:25

Minimalisir Kecelakaan, Tutup Persimpangan

TARAKAN – Adanya penutupan beberapa persimpangan di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Mulawarman, dikeluhkan…

Rabu, 20 Juni 2018 22:01

Lagi, Gagal Jerat Oknum ASN ke Jalur Hukum

TARAKAN – Perhelatan Pilwali Tarakan tinggal menghitung hari, namun hingga kini Panwaslu Tarakan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:41

70 Persen Speedboat Reguler Buat Pintu Darurat

  TARAKAN - Belajar dari sejumlah insiden kecelakaan kapal cepat atau speedboat di laut Kaltara,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .