MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:39
Terlalu Banyak Pengecer, Harga Jual LPG 3 Kg Meroket

Pertamina Instruksikan Agen Operasi Pasar

STABILKAN HARGA: Salah satu agen LPG 3 kg saat menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga agar sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. FITRIANI/ RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Bulungan risau dengan kelangkaan gas LPG (Elpiji) 3 kilogram (kg), selain itu Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah Rp 23 ribu, seringkali dilanggar. Bahkan dalam beberapa hari terakhir harga jualnya melambung hingga Rp 50 ribu per tabung.

Demi menstabilkan harga, Pertamina menginstruksikan para agen LPG 3 kg untuk melakukan operasi pasar gas LPG 3 kg, agar harga di pasaran kembali normal sesuai ketentuan HET pemerintah.

Irma (35) warga Tanjung Selor, mengaku senang digelarnya operasi pasar LPG 3 kg ini pasalnya dalam beberapa hari terakhir dirinya sulit mencari tabung gas subsidi pemerintah tersebut.

“Syukurlah ada operasi ini, karena ditempat lain itu harganya terlalu mahal, mau ndak dibeli juga nanti ndak bisa masak. Mudahan operasi pasar ini sering-sering digelar supaya tidak ada lagi yang jual mahal dan masyarakat kecil tidak kesulitan,” ucapnya.

Selain itu, Ida (30) warga Sabanar Lama mengharapkan hal serupa,  agar para agen selalu menggelar operasi pasar rutin, sehingga masyarakat tidak sulit lagi mencari tabung gas LPG 3 kg sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

“Biasanya kita dapat LPG 3 kg harganya di atas Rp 30 ribu, jarang yang jual Rp 23 ribu. Kalau begitu terus kasihan lah masyarakat kecil seperti saya ini,” tuturnya.

Sementara itu bagian operasional PT. Mitra Brilian Mandiri, Mahdi mengatakan dirinya baru mendapatkan kabar bahwa tabung gas melon ini langka. Padahal dari Pertamina dan agen terus mensuplai ke pangkalan bahkan tidak pernah terlambat.

“Dugaan sementara jumlah pengecer terlalu banyak, yang aneh di pangkalan kosong, di pengecer tetap ada tapi harganya tinggi,” ujarnya pada Radar Kaltara, Selasa (17/10).

Untuk hari ini (kemarin) disediakan sebanyak 1.440 tabung LPG 3 kg, nantinya akan dilihat jika memang masih terus bertambah kebutuhan masyarakat maka akan dilanjutkan operasi pasar hingga hari berikutnya.

“Harga sudah mulai tinggi hingga Rp 40 ribu, kita mau tertibkan lagi bahwa harga di sini Rp 23 ribu dan kita mau masyarakat membeli langsung bukan pembeli untuk dijual lagi,” ucapnya.

Lanjutnya, kalau untuk pangkalan sudah diperketat, tapi pangkalan ini hanya bisa menjual tidak bisa mengontrol. Terkadang orang yang sama datang ke setiap pangkalan A, B dan C.

“Kita masih bingung solusinya, makanya kita terapkan sama anggota kalau ada yang datang dua kali jangan dilayani. Satu orang maksimal dua tabung dan wajib menunjukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk)-nya,” tuturnya.

Sementara ini untuk kecamatan lain seperti Tanjung Palas masih terpenuhi sebab pada Senin (16/10) sudah dilakukan survei dan disuplai sebanyak 800 tabung ke masing-masing pangkalan.

“Sudah kita suplai 800 tabung gas LPG 3 kg, supaya tidak langka,” pungkasnya.(lee/dsh)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:25

Oknum ASN Hadirkan Saksi Meringankan

TANJUNG SELOR – Sidang kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala instansi vertikal di…

Kamis, 22 Februari 2018 10:16

Cegah Konflik, Raperda Zona Wilayah Pesisir Dikebut

TANJUNG SELOR – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau…

Kamis, 22 Februari 2018 10:14

Manfaatkan Sungai sebagai Sumber Daya Listrik

Sejak menjadi Provinsi Kaltara, wilayah utara Kalimantan ini terus berkembang. Kendati demikikan, infrastruktur…

Kamis, 22 Februari 2018 10:13

500 Kepala Keluarga Terbebas dari Ancaman Air Bersih

TANJUNG SELOR – Warga Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara akhirnya lepas dari ancaman…

Kamis, 22 Februari 2018 10:12

Cekcok dengan Suami, IRT Nekat Minum Pembersih Lantai

TANJUNG SELOR - Diduga karena permasalahan rumah tangga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri…

Kamis, 22 Februari 2018 10:11

Program Food Estate Ditangani ‘Keroyokan’

TANJUNG SELOR – Menjadikan Bulungan sebagai daerah lumbung pangan berbasis industri masih jauh…

Rabu, 21 Februari 2018 11:05

Bosan Dijanji, SBSI Kembali ‘Bersuara’

TANJUNG SELOR - Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang ada di Bulungan kembali menyuarakan aspirasi…

Rabu, 21 Februari 2018 11:03

Komisi VII Minta Solusi Jangka Pendek

TANJUNG SELOR – Persoalan listrik di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih terus dikeluhkan…

Rabu, 21 Februari 2018 11:01

Oknum Penjual Abate Masih Berkeliaran

TANJUNG SELOR – Abate, salah satu obat yang berfungsi mematikan jentik atau larva dari nyamuk…

Rabu, 21 Februari 2018 11:00

Tolak Revisi UU MD3 Disahkan, Mahasiswa ‘Turun’ ke Jalan

TANJUNG SELOR - Sejumlah mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang ada di Tanjung Selor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .