MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Oktober 2017 14:18
Angin Kencang Akibatkan Kerugian Puluhan Juta

Nelayan Harus Waspada Tiga Hari ke Depan

HANCUR: Kapal-kapal dan speedboat hancur dihantam ombak dan angin yang terjadi Minggu malam (15/10). Kondisi tenda-tenda pedagang di Taman Berlabuh juga turut berserakan akibat angin kencang. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Kemarin malam, angin kencang disertai ombak besar menghantam sejumlah kapal milik nelayan yang sandar di beberapa wilayah pesisir di Bumi Paguntaka, kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.30 dini hari.

Salah seorang warga RT 15, Kelurahan Lingkas Ujung, Riko Angguda (42) mengatakan, kejadian itu terjadi disertai dengan angin kencang dan gelombak besar. Menyebabkan kapal milik seorang warga menghantam dua unit speedboat miliknya, sehingga mengakibatkan tak hanya speedboat yang rusak tetapi menjebolkan diding dan merusakan dinding rumah milik Riko, yang beredekatan dengan disandarkannya ketiga kapal itu.

Total kerugian yang dialaminya saat ini sekitar Rp 20 juta untuk satu speedboat. Sedangkan untuk perkiraan kerugian material rumahnya juga  membutuhkan biaya sebesar Rp 20 juta. Sehingga jika ditotalkan kerugian yang dialaminya senilai Rp 40 juta.

“Karena yang menghantam speedboat dan rumah saya itu milik warga dari perikanan, maka nanti dia yang akan memberikan ganti rugi. Dia bersedia memberikan sekitar Rp 22 juta, jadi cukup meringkankan saya lah,” ungkap Riko.

Berdasarkan hasil kesepakatan antar kedua belah pihak, pemilik kapal akan memberikan uang muka untuk perbaikan rumah sebesar Rp 8 juta. Dan uang muka untuk perbaikan speedboat sebesar Rp 5 juta.

“Kemungkinan mulai besok sudah direalisasikan. Karena speedboat untuk usaha tapi karena musibah kemungkinan saya tidak beroperasi untuk beberapa hari,” terangnya.

Riko mengatakan, suara hantaman kapal tersebut cukup besar apalagi dinding rumahnya sampai hancur. Padahal letak ketinggian antara laut dari rumahnya itu sekitar dua meter. Bisa jadi karena  angin kencang dan gelombang besar makanya ikatan kapal bisa terlepas.

“Semalam juga terjadi gelombang besar makanya sampai bisa menghantam,” sambungnya.

Sementara itu, Saparudin (35) warga Kelurahan Karang Anyar Pantai sengaja menitipkan kapal miliknya di perairan Lingkas Ujung. Lantaran di daerah Karang Anyar Pantai hanya terdapat sebuah sungai kecil sehingga tidak memungkin ia meletakkan kapalnya di daerah tersebut.

“Rencanya lusa mau melaut makanya simpan di sini. Padahal diikat kuat, tapi namanya angin kencang makanya bisa terlepas,” kata Saparudin.

Akibat dari musibah ini, ia juga mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta. Dan sebagai bentuk tanggung jawab, dia juga sudah menyepakati untuk ganti rugi sebesar Rp 22 juta.

Tak hanya di wilayah Kelurahan Lingkas Ujung saja, Kelurahan RT 1 Selumit Pantai juga mengalami hal yang sama. H.Anwar (48) mengatakan dua kapal miliknya hancur akibat angin kencang. Jika ditotalkan maka kerugian yang ia alami sekiranya Rp 40 juta.

“Mesinnya tidak rusak tapi fisik kapalnya saja itu sampai hancur-hancur,” ujar H.Anwar.

ABK Kapal milik H.Anwar, Arif (23) mengatakan ia memang tidur di kapal, namun sekitar pukul 02.30 Wita ada angin kencang. Lantas ia langsung mendorong kapal agar tidak menghantam kapal lainnya. Namun ia tidak menyangka masih ada kapal di belakangnya, sehingga ia terdorong dan tangan kanannya terjepit.

“Jadi tangan saya terjepit, kalau tidak cepat disingkirkan mungkin bisa patah,” terang Arif.

Kerusakan kapal tersebut cukup parah. Kapal ini biasanya digunakan untuk menangkap ikan. Tak hanya itu, kapal milik warga sekitar pun ikut rusak akibat angin kencang. Namun memang kerusakan terparah terjadi pada kapal milik H. Anwar.

Sementara itu,  Kepala BMKG Tarakan Nanang Buchori mengatakan, perkiraan kondisi cuaca tiga hari ke depan akan dipengaruhi oleh adanya tekanan rendah di Samudera Pasifik. Tepatnya di Timur Filipina, sehingga menyebabkan pola angin dari Barat menuju Pasifik terjadi belokan ke Tarakan. Hal itu lah yang menyebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus atau awan hujan besar, sehingga menyebabkan adanya angin kencang.

“Jadi tiga hari ke depan kondisi cuacanya akan ekstrim, terhitung mulai 16 sampai 19 Oktober ini,” jelas Nanag saat dihubungi.

Kecepatan angin ini berkisar 29 not atau setara dengan 60 kilometer (km) per jam. Sedangkan tinggi gelombang sekitar 0,75 meter namun jika ada awan cumulonimbus dapat menyebabkan gelombang di lautan setinggi satu hingga dua meter.

“Jadi yang kejadian semalam itu gelombangnya sekitar 1 sampai 2 meter, tapi durasinya singkat saja mungkin sekitar 15 menit,” jelasnya.

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, untuk temperatur udara saat ini dalam kondisi normal sekitar 24 hingga 32 derajat celcius. Sedangkan untuk kelembabannya sekitar 67 hingga 94 persen. Dan angin bertiup dari arah Barat ke Timur.

“Jadi angin kencang itu disebabkan adanya awan Cumulonimbus. Kalau tidak ada awan itu bisa normal saja,” lanjut Nanang.

Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada para nelayan agar selalu waspada saat melaut di perairan Tarakan, Nunukan, Tanjung hingga ke Berau, apalagi saat dini hari. Selain itu, bagi warga yang di pekarangan rumahnya terdapat pohon rindang, setidaknya dapat memangkas agar tidak membahayakan saat ada angin kencang. (*/one/nri)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:09

Di Samping Jalan Rusak Ada Jurang

TARAKAN – Ketua RT 4, Kelurahan Juata Laut, Amiruddin mengatakan beberapa usulan yang diajukan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…

Rabu, 19 September 2018 21:43

“Lawan Oknum Pemecah Belah Bangsa”

TARAKAN - Menjelang tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun depan, seluruh pihak terkait diminta untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .