MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 17 Oktober 2017 14:11
Berkas Dua Parpol Tak Lengkap

Diberikan Waktu Terakhir Hari Ini

INT.

PROKAL.CO, TARAKAN – Batas waktu penyerahan berkas verifikasi partai politik (parpol) berakhir tadi malam. Pantauan Radar Tarakan hingga pukul 00.00 wita ada dua parpol yang belum memenuhi syarat. Sehingga harus dikembalikan agar dapat dilengkapi.

Ketua KPU Tarakan, Teguh Dwi Subagyo mengatakan, hingga tadi malam total sudah 17 partai yang menyerahkan berkasnya. Namun, masih ada dua partai lagi yang keanggotannya sudah mencukup, tetapi belum menyerahkan berkas.

“Hingga pukul 00.00 sudah 17 parpol yang dinyatakan lengkap,” ungkap Teguh tadi malam, kepada Radar Tarakan.

Namun parpol yang harus diperpanjang waktunya untuk dilengkapi persyaratanya yakni Parsindo dan Pika. Mereka sudah menyerahkan berkas, namun saat diperiksa oleh KPU Tarakan, syarat seperti lampiran KTA dan KPT belum terpenuhi sesuai daftar keanggotaan yang ada di sipol.

“Karena belum lengkap, akan diberikan waktu lagi. Barusan terdapat terbitan terbaru surat edaran dari KPU RI nomor 585 yang mengatur terkait penyamaian berkas yang jumlahnya tidak sesuai, dapat diperpanjang besok (hari ini),” ungkap Teguh.

Diakui Teguh, penyerahan berkas untuk verifikasi ini  memang akan menguras tenaga KPU. Sebab, tidak hanya akan mengurus persiapan pilwali tahun depan, tetapi mereka juga dituntut untuk menyiapkan saat pemilu 2019 nanti.

Untuk diketahui, jika parpol sudah melewati batas waktu yang ditentukan namun belum menyerahkan berkas, maka dipastikan tidak akan dilakukan verifikasi oleh KPU Tarakan. Sebab hal itu sudah tidak memenuhi persyaratan untuk verifikasi.

Teguh menjelaskan, tugas KPU Tarakan hanya menerima berkas-berkas dari daerah yang nantinya akan diserahkan ke KPU. Meskipun nantinya terdapat partai yang tidak menyerahkan berkas ke KPU Tarakan, tidak menuntup kemungkinan akan lulus. Sebab, bisa saja kepengurusan di daerah lain sudah melengkapi berkas yang ada.

"Yang jelas itu ranah KPU RI, kami hanya mengecek kepengurusan apakah benar atau tidak, sekretariatnya ada atau tidak, apakah memang layak untuk digunakan sampai tahapan pemilu, apakah keterwakilan perempuan dalam kepengurusan sudah diperhatikan dan kami juga memastikan jumlah keanggotaanya minimal satu per seribu jumlah penduduk Tarakan,” jelas Teguh.

Nah, jika keempat kriteria tersebut terpenuhi, maka telah dapat dikatakan memenuhi syarat untuk diserahkan kepada KPU Provinsi Kaltara yang akan meneruskan ke KPU RI, bahwa telah memenuhi syarat.

"Jadi kami tidak menetapkan apakah layak menjadi peserta pemilu  partai tersebut secara nasional. Jadi, yang kami lakukan ini adalah bagian yang tidak terpisah bagi KPU RI, sebagai dasar mengambil keputusan untuk menyatakan partai tersebut lulus atau tidak," pungkasnya.

Ketua KPU Kaltara, Suryanata Al-Islami menambahkan, terkait penambahan waktu itu memang kewenangan KPU RI. Yang mana memberikan waktu perpanjangan kelengkapan berkas. “Jadi parpol yang belum lengkap lampirannya akan diberikan waktu lagi,” ungkap Surya sapaan akrabnya, tadi malam.

DUA BELAS PARTAI BARU COBA PERUNTUNGAN

Tadi malam KPU RI resmi menerima 24 partai yang mendaftarkan diri. Terdiri dari 12 partai lama atau peserta pemilu 2014, dan 12 partai penantang baru.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding jumlah partai politik pemilik badan hukum di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang mencapai 73 partai. Tak hanya itu, dibandingkan pendaftar 2014 lalu yang berjumlah 46 partai, capaian periode ini hanya setengahnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU RI Arief Budiman enggan berspekulasi terkait penyebab minimnya jumlah partai yang mendaftar. Menurutnya, itu menjadi fakta dari proses yang dijalani saat ini. “Itu jangan tanyakan ke saya,” ujarnya di Kantor KPU RI, Jakarta tadi malam.

Namun Arief menegaskan, sebagai penyelenggara, pihaknya sudah membuka akses pendaftaran seluas-luasnya. Mulai dari sosialisasi melalui berbagai media, hingga bimbingan teknis pendaftaran kepada partai-partai yang dilakukan lebih dari tiga kali.

Arief juga membantah jika penggunaan Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) sebagai penyebab menurunnya jumlah partai. Sebab, lanjutnya, penginputan data secara digital justru memudahkan, dibanding dengan melakukan secara print manual.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan menambahkan, pasca penutupan pendaftaran, pihaknya akan melakukan evaluasi. Pasalnya, dari 24 yang mendaftar, baru 10 partai saja yang berkasnya dinyatakan lengkap hingga tadi malam. Sementara sisanya masih harus dilakukan proses penelitian lebih lanjut.

Terkait nasib partai yang belum lengkap, pihaknya akan mengambil kebijakan setelah proses pengecekan selesai dilakukan. “Pengalaman kemarin itu paling cepat 6 jam sampai 10 jam (meneliti berkas satu partai), jadi kira-kira besok sudah bisa diketahui,” ujarnya.

Jika berkas dokumen lengkap, maka KPU akan melanjutkan ke tahap penelitian administrasi. Sementara jika tidak, maka KPU akan menyatakan tidak memenuhi syarat.

Untuk diketahui 10 partai sudah dinyatakan lengkap dokumennya adalah Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hati Nurani Rakyat, Partai Nasional Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera. Selain itu, ada dua partai baru yakni Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Perindo.

Sementara itu, peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil mengatakan, penurunan jumlah partai pendaftar bukanlah sebuah persoalan. Pasalnya, kualitas demokrasi tidak ditentukan oleh jumlah, melainkan kualitas partai.

Sebaliknya, lanjut Fadli, hal itu menunjukkan jika sistem yang ada menjadi seleksi alam yang baik. Sebab, partai yang terlibat dalam pemilu nantinya benar-benar kuat dan memiliki kepengurusan yang jelas.

“Karena partai yang seharusnya mengikuti pemilu itu adalah partai yang mapan dan kuat secara organisatoris baik kepengurusan dan juga aspek-aspek lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Fadli menilai penggunaan SIPOL sebagai sesuatu yang positif. Karena teknologi itu pula, partai tidak memiliki kesempatan untuk memanipulasi berkas persyaratan. “Kalau mereka tidak punya basis keanggotaan, tidak punya kepengurusan yang aktif, otomatis mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” imbuhnya.

Terpisah, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja memiliki pendapat berbeda. Dia menilai, menurunnya jumlah partai menunjukkan jika Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) menjadi pembatas. “Berarti SIPOL membuat adanya barier untuk masuk (daftar),” ujarnya.

Namun, pihaknya enggan berkomentar lebih jauh apakah ada proses yang salah yang ditetapkan KPU atau tidak. Jajarannya akan melakukan evaluasi pasca proses pendaftaran benar-benar selesai. “Kita akan lihat kelanjutannya seperti apa,” ujarnya.

 

Dari sepuluh penantang baru tersebut, Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia terbilang lebih siap. Di saat partai penantang baru masih harap-harap cemas, keduanya menjadi partai non peserta pemilu 2014 yang sudah melengkapi berkas dokumen persyaratannya. Bahkan, Perindo menjadi partai pendaftar pertama dan langsung memenuhi berkas.

Pengamat Politik Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, lebih cepatnya kedua partai dalam memenuhi berkas administrasi dibanding sejumlah partai lama menjadi catatan menarik. Sebab, hal itu menunjukkan, meski baru namun organisatoris kepengurusan di tingkat bawah cukup kuat.

“Ini memberi indikasi jika partai-partai ini bisa menjadi penantang baru bagi partai lama,” ujarnya saat dihubungi tadi malam.

Pangi menambahkan, ditinjau dari sejumlah aspek, keduanya memang sangat potensial secara sumber daya dan tawaran program. PSI misalnya, ditengah apatisme masyarakat terhadap politik, Grace Natalie dan kawan-kawan berupaya menawarkan citra politik baru yang moderat dan berintegritas.

“Mereka mencoba membangkitkan lagi animo melalui citra kesetaraan, keberagaman, hingga isu anti korupsi,” imbuhnya. Selain itu, PSI juga menyasar kaum muda yang selama ini tidak dieksplorasi partisipasi politiknya lebih jauh.

Hal yang sama juga terjadi pada Partai Perindo. Selain kekuatan media, Perindo juga berupaya memunculkan program-program yang menguatkan ekonomi kalangan bawah di tengah kelesuan. “Melalui gerobak gratis, pasar murah dan sebagainya,” tuturnya.

Lantas, partai lama mana yang potensial tergerus? Alumni UIN Syarief Hidayatullah itu menilai partai-partai yang tidak berpegang pada ideologi dan platform politik sangat rentan tergerus. Sebab, selama ini mereka berpondasi pada program-program populisme dan ketokohan.

Nah, jika dalam program partai tersebut tidak lebih baik dan hilang ketokohan, maka para “kuda hitam” tersebut potensi merebut elektabilitasnya. Sementara partai yang bertumpu pada ideologis seperti PDIP dan PKS, relatif lebih aman dari kejaran partai baru.

 (*/yed/jpg/nri)


BACA JUGA

Kamis, 23 November 2017 12:44

Air Sampai Masuk Dalam Rumah

TARAKAN – Hujan yang mengguyur Bumi Paguntaka sejak pukul 03.00 Wita kemarin hingga pagi hari…

Kamis, 23 November 2017 12:41

Tanggul Penahan Teror Warga

TARAKAN -  Bencana longsor kembali terjadi di Kota Tarakan, sejak hujan deras yang sedari dini…

Kamis, 23 November 2017 12:39

Irau Tengkayu Kembali Dilaksanakan Setiap Tahun

TARAKAN – Festival Irau Tengkayu yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sesuai keputusan Wali…

Kamis, 23 November 2017 12:38

Kukuh Tak Ingin Niaga, MAF Terancam Tutup

TARAKAN – Setelah sekian lama melayani penerbangan di kawasan perbatasan Kaltara, Mission Aviation…

Kamis, 23 November 2017 12:36

Misi Operasi Senyap Melalui Tempur Jelajah

TARAKAN – Tiga  pesawat Skadron Udara 16  (Skadud 16), yang berasal dari Lanud Roesmin…

Kamis, 23 November 2017 12:34

Tak Capai Target, PGN Tambah Dua Kelurahan

TARAKAN - Jaringan gas (Jargas) sebanyak 5.000 sambungan tahun depan di tiga kelurahan telah selesai…

Kamis, 23 November 2017 12:32

Tim Gabungan Gelar Razia, Menyasar Wajib Pajak

TANA TIDUNG – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Samsat Kabupaten Tana Tidung berkerja sama dengan…

Kamis, 23 November 2017 12:23

Jalan Menuju Dua Sekolah Becek

TARAKAN – Jalan selalu saja dikeluhkan masyarakat, khususnya RT 16, Kelurahan Karang Harapan.…

Rabu, 22 November 2017 13:14

PLN Dalam Masa Pemeliharaan, Pemadaman Dua-Tiga Jam

TARAKAN – Pemadaman listrik di luar jadwal masih terjadi. Namun, durasi pemadaman tidak terlalu…

Rabu, 22 November 2017 13:12

Debu Proyek ‘Sumbang’ Terbesar ISPA

TARAKAN – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan terhitung dari Januari hingga Juni…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .