MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 Oktober 2017 12:30
Tenaga Kesehatan Wajib Punya STR
INT.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tenaga kesehatan di Bumi Paguntaka harus memiliki sertifikasi profesi, sebagai jaminan mutu dan standarisasi komepetensi pada program Diploma III Kebidanan, Diploma III Keperawatan dan Profesi Ners yang akan bekerja di intansi kesehatan.

Uji kompentensi (UK) yang harus diikuti mahasiswa kesehatan, terlebih dulu  disetiap kampusnya sudah memiliki izin penyelenggaraan dari Kemenristekdikti yang masih berlaku.

“Adapun kriterianya yakni lulusan setelah 1 Agustus 2013 sudah memiliki ijazah dari perguruan tinggi. Namun belum memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat profesi maka harus segera ikuti uji kompetensi,” ujar Adil Candra selaku pengawas pusat, yang berasal dari Politeknik Kesehatan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Adil sapaan akrabnya mengungkapkan, UK ini merupakan salah satu syarat lulusan dari DIII keperawatan, yang apabila dia sudah diwisuda maka harus mengikuti UK. Hal tersebut berlaku bagi lulusan yang lulus pada 1 Agustus 2013  hingga seterusnya, dan untuk lulusan di bawah 1 Agustus 2013 tidak perlu mengikuti UK tersebut.

“Karena yang lulus sebelum 1 Agustus sudah diputihkan, dan tidak mengikuti UK, mereka dapat mengajukan Surat Tanda Registrasi (STR) yang diajukan oleh institusi pendidikan ke dinas kesehatan provinsi melalui Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP),” papar Adil.  

Nantinya, dari MTKP kemudian dikirim ke Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI)dan kemudian barulah kemudian STR dikeluarkan.  “Guna STR ini adalah untuk bekerja untuk menyatakan bahwa lulusan itu sudah kompeten di bidang keilmuan dan keperawatan,” ujarnya.

Bagi lulusan yang wajib memiliki STR haru lulus UK terlebih dulu, walau berapa kali mengikuti dan masih dinyatakan belum lulus, maka tetap harus mengikuti hingga, dinyatakan lulus  dan bisa mendapatkan STR.

Setelah lulus UK, institusi akan mengeluarkan Sertifikat Kompetensi (Serkom) yang ditandatangani oleh ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pusat dengan pimpinan di mana tempat dia berkuliah.

“Seperti misalnya kalau di UBT bisa kaprodi atau rektor langsung. Intinya UK ini adalah untuk masa depan perawat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UBT, Sulidah menegaskan, mengenai kepentingan lulusan keperawatan untuk memiliki UK sebagai lisensi sebelum bekerja.

“Untuk bidang keperawatan itu wajib untuk mengikuti UK ini sebelum dia bekerja. Jadi semacam surat izin profesi saat ingin menjadi tenaga kesehatan,” kata Sulidah.

Sulidah melanjutkan, bagi lulusan yang sudah pernah mengikuti UK tetapi masih belum lulus, maka wajib ikut hingga dinyatakan lulus. Sepengetahuannya ada lulusan ilmu kesehatan yang telah mengikuti UK hingga lima kali.

“Ya memang kewajibannya begitu, harus sampai lulus UK baru bisa bekerja dan punya STR,” imbuhnya.

Sulidah menambahkan, untuk mengupayakan agar seluruh mahasiswa didikan UBT lulus, yang pertama pihaknya mewajibkan dosen di Fikes untuk membuat soal kompetensi baik untuk Ujian Tengah Smester (UTS) maupun Ujian Akhir Smester (UAS).

“Harapannya agar mahasiswa semakin terlatih untuk mengerjakan UK karena terbiasa mengerjakannya,” jelas Sulidah.

Kemudian yang kedua, pihakya juga melakukan try out lokal yang soalnya dibuat oleh dosen yang telah terlatih diminta untuk membuat soal. Dan kemudian dari soal tersebut diseleksi lagi mana yang dianggap paling baik untuk digunakan pada try out UK.

“Ada 180 soal yang harus diselesaikan dalam 180 menit, artinya mereka harus mengerjakan satu menit untuk satu soal,” pungkasnya.(asf/nri)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 21:09

Pawai Takbir, Momentum Doakan Korban Gempa di Lombok

TARAKAN - Menyambut Idul Adha 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Tarakan akhirnya melepaskan puluhan rombongan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:54

Kuota Angkutan Online Se-Kaltara 191 Unit

TARAKAN- Pengoperasian kendaraan online atau angkutan sewa khusus belum dibuka, kendati diketahui kuota…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:12

Optimis PAD Sampai Target

TARAKAN - Meski jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) saat ini baru mencapai 30 persen, namun pihak pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:09

Inginkan Wilayah Pesisir Diperhatikan

TARAKAN—Hingga 2018, wilayah RT 2 Kelurahan Karang Anyar Pantai, belum mendapat bantuan perbaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:00

Predikat SAKIP Tarakan Masih C

TARAKAN - Predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang diperoleh Bumi Paguntaka…

Selasa, 21 Agustus 2018 14:28

Dua Pelaku Penerima Sabu 1 Kg Berhasil Dibekuk di Makassar

  TARAKAN - Polres Tarakan bekerja sama dengan Polda Sulsel, Kamis (16/8) berhasil membekuk dua…

Senin, 20 Agustus 2018 23:59

RASAKAN..!! Kapal Illegal Fishing Ditenggelamkan

TARAKAN – Penenggelaman kapal ikan asing (KIA) yang melakukan illegal fishing digelar serentak…

Senin, 20 Agustus 2018 23:43

SUDAH TAK WAJAR..!! Harga Ayam Potong di Tarakan

TARAKAN – Harga daging ayam di sejumlah pasar masih saja berpolemik. Berkaca dari Hari Raya Idulfitri…

Senin, 20 Agustus 2018 17:32

Sabu Dikirim via Kargo

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Bandara Internasional Juwata…

Senin, 20 Agustus 2018 17:30

Jaringan Tiga Kabupaten Blackout

TARAKAN - Ruang baterai Site Telkom Mamburungan Minggu (19/8) malam hangus terbakar. Belum diketahui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .