MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Oktober 2017 13:00
Tiga Peserta CPNS Berusia di Atas 35 Tahun?
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Sebanyak tiga nama dari 12.301 peserta yang dinyatakan lolos verifikasi berkas seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemprov Kaltara tahun ini diindikasikan berusia di atas 35 tahun.

Hal itu dilihat dari nomor induk kependudukan (NIK) masing-masing peserta yang masing-masing berinisial N dengan NIK 7603010910800002 atau berusia 37 tahun, lalu J M dengan NIK 7205130910810001 berusia 36, dan ET dengan NIK 6401040103800004 berusia 37 tahun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Muhammad Ishak saat dikonfirmasi mengaku yang lebih paham masalah yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sebab, pengeluaran Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari instansi tersebut. “Pastinya untuk izasah dan sejumlah persyaratan lainnya sudah kami verifikasi hingga beberapa kali. Di situ tidak ada ditemukan usia yang melebihi 35 tahun,” ujar Ishak, saat ditemui di Laboratorium CAT Pemprov Kaltara kemarin (11/10).

Bahkan, kata dia, jika memang peserta itu sudah melewati usia 35 tahun, secara otomatis sesuai dengan peraturan dan tata cara pendaftaran yang tertuang dalam pengumuman Gubernur Kaltara Nomor 810/272/2.1-BKD tentang Formasi PNS Pemprov Kaltara Tahun Anggaran 2017, akan ditolak sistem saat melakukan pendaftaran secara online. “Tapi kalau masalah NIK yang seperti itu Disdukcapil yang mungkin lebih berkompeten untuk menjelaskannya,” tuturnya.

Sekretaris Disdukcapil Kaltara Sumaji yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima informasi dugaan peserta CPNS Pemprov Kaltara yang usianya sudah melebihi 35 tahun, yang ditetapkan per 31 Desember 2017. “Tapi kalau masih bisa diterima oleh sistem saat melakukan daftar online sebelumnya tentu masuk dan usianya tidak melebihi 35 tahun,” jelasnya.

Namun demikian, jelas Sumaji, untuk penomoran KTP (NIK, Red.) khusus laki-laki secara otomatis terlihat karena langsung menyesuaikan dengan tanggal lahirnya. Berbeda dengan perempuan, pada tanggal lahirnya ditambah 40.

“Memang ada rumusnya untuk menentukan NIK. kalau perempuan, tapi susah dijelaskan seperti ini (via telepon). Pastinya kuncinya itu waktu dipendaftaran onlinenya,” tegasnya.

Disinggung mengenai NIK dari tiga nama yang dimaksud, dirinya mengaku tidak dapat berbicara lebih jauh. Akan tetapi jika memang usia yang bersangkutan masih di bawah 35 tahun, berarti NIK itu ada kesalahan.

Artinya, bisa jadi KTP yang sudah dibuat itu ternyata ada kesalahan bulan dan tahun pemiliknya. Sehingga bulan dan tahun lahir diubah, tapi NIK-nya sudah tidak bisa diubah lagi. Karena sejak awal dibuat, NIK itu akan dipakai selama-lamanya.

Mengenai pemeriksaan ulang atas berkas tersebut, dirinya belum bisa memberi jawaban. Bahkan Sumaji juga belum bisa memastikaan apakah akan dikroscek ke panitia seleksi nasional (panselnas) dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Intinya semua ini sudah melalui proses verifikasi di panselnas, jadi tidak mungkin dinyatakan lulus verifikasi online pada saat mendaftar awal jika usianya sudah memang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa calon peserta CPNS pun merasa keberatan jika ketiga orang ini benar-benar sudah berusia di atas 35 tahun. Seperti diungkapkan Jumaidah (35), yang dinyatakan gagal saat mendaftar melalui sistem online.

Ia mempertanyakan bagaimana bisa peserta yang lewat batas umur bisa lolos dalam verifikasi sistem online. Padahal, menurutnya sistem tersebut sangat ketat dalam menjaring peserta yang hendak mendaftar online. “Waktu saya masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) saya ke sistem online untuk mendaftar, saya diyantakan ditolak, karena umur saya telah lewat satu tahun. Tapi, ini kok aneh ya, jelas-jelas sudah lewat tapi namanya lulus dalam verifikasi berkas,” katanya.

Dikatakannya, bila permasalahan ini ada pada sistem onlinenya, kenapa hanya tiga peserta saja yang bermasalah, padahal jelas yang daftar ada 12 ribuan lebih. “Nggak logis, dari 12 ribuan, yang bermasalah dengan umur hanya tiga orang. Kalau tadi ada 10 atau 20-an, mungkin masih bisa ditolerir,” lanjutnya.

Munculnya kejanggalan ini, tentunya membuat peserta yang lain jadi berang dan berspekulasi. “Teman saya yang jelas-jelas guru honor sudah lama ditolak oleh sistem karena umur. Padahal, kalau bisa dibilang, ya sangat tepat untuk bisa dia mendaftar menjadi CPNS. Lha ini, kok ini tiga orang namanya bisa muncul saja di situ,” jelasnya.

Pendaftar CPNS lainnya, Safri (25), mengaku sangat keberatan bila hal seperti ini bisa lolos, karena sudah jelas bertentangan dengan aturan yang ada. “Kan di aturan sudah jelas, usia paling rendah itu 18 tahun dan paling tinggi usia maksimum 35 tahun. Ini ada yang sudah usia 36 dan 37 tahun tetap lolos,” katanya.

Kalau sampai lolos, lanjut Safri, tentunya sangat tidak adil dengan peserta lain. Termasuk Safri yang datang dari Yogyakarta, demi mendapatkan satu kursi di CPNS ini. “Kalau soal umur saja tidak bisa teratasi, bagaimana dengan tes-tes yang lainnya,” katanya. (iwk/eru/ash)


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 09:06

Jalan Gunung Amal Dikepung Mahasiswa

TARAKAN - Aksi tuntut perbaikan Jalan Gunung Amal yang dilakukan mahasiswa cukup menyita perhatian,…

Rabu, 18 Oktober 2017 14:00

24 SKPD Rebutan Mobil Bekas

TARAKAN – Mobil dinas yang sudah dikembalikan anggota DPRD Tarakan ke Pemkot Tarakan ternyata…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:59

Jasad Bayi Pertama Kali Ditemukan Istri Karyawan

TARAKAN – Setelah kasusnya diproses hampir dua bulan, Selasa (17/10) kemarin polisi bersama Kejaksaan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:56

Target PBB Masih 50 Persen

TARAKAN – Masyarakat Bumi Paguntaka ternyata masih banyak yang belum melaksanakan kewajibannya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:54

Perbatasan ‘Dihantui’ Ancaman Kejahatan

TARAKAN – Kondisi wilayah perbatasan di Indonesia masih terbuka lebar, pengawasannya pun masih…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:52

Partai Pika Tak Penuhi Persyaratan

TARAKAN – Partai Indonesia Kerja (PIKA) dan Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo) akhirnya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:44

Hanya 100 Ormas yang Masih Aktif

TARAKAN – Dari 823 jumlah organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:42

Pendaftar PPK dan PPS Masih Sepi Peminat

TARAKAN – Selain membuka pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, KPU Kota Tarakan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:41

Puskesmas Masih Kekurangan SDM

TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, Subono mengatakan, jika dilihat dari segi bangunan,…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:40

Lagi, Air Meluap ke Badan Jalan

TARAKAN – aktivitas warga tentu terganggu jika jalan digenangi air, apalagi saat hujan. Biasanya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .