MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Oktober 2017 12:55
Disetujui Pusat, Ada Tarif Masuk ke Taman Berlabuh
PERLU BIAYA: Petugas parkir mengatur kendaraan yang berada di Taman Berlabuh. Nantinya, Pemkot Tarakan akan memungut retribusi bagi warga yang masuk ke taman ini. IFRANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan yang berencana menarik retribusi kepada warga yang akan memasuki Taman Berlabuh, akan resmi diberlakukan. Kebijakan ini diputuskan setelah pemerintah kota melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah menerima kabar jika keinginan pemerintah kota ini disetujui pemerintah pusat.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tarakan, Mariyam kepada Radar Tarakan kemarin (11/10). “Pemerintah pusat telah menyetujui perda tarif Taman Berlabuh,” kata Mariyam.

Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu penyerahan draf persetujuan pemerintah pusat yang saat ini masih berada di tingkat provinsi. “Kita tunggu saja, yang pasti pusat telah menyetujui. Dan tinggal memberlakukannya saja,” ungkapnya.

Rencananya, besaran tarif ke taman ini dibagi dua tipe. Pertama sebesar Rp 5000 untuk kelompok usia dewasa dan Rp 3000 untuk level anak-anak.

Kepala Bidang Tata Ruang dan Dekorasi Kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Broto Subagyo menuturkan, tarif retribusi Taman Berlabuh kemungkinan baru akan diberlakukan pada 2018. “Keinginannya diberlakukan tahun ini, tetapi karena berbagai pertimbangan jadi kemungkinan akan diberlakukan tahun depan,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan masih ada pembenahan-pembenahan yang akan dilakukan pihaknya, dengan harapan nantinya membuat masyarakat nyaman dan betah berada di salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini.  “Sampai saat ini juga masih terus memperbaiki fasilitas yang rusak, dan menambah yang masih kurang,” tambahnya.

Rencana ini pun menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Ada yang setuju, adapula yang tidak setuju.  Diungkapkan Jeni (29) yang mengunjungi Taman Berlabuh kemarin, ia tidak setuju jika masuk ke taman ini harus mengeluarkan duit. Seharusnya, katanya, tidak perlu ada tarif seperti halnya masuk ke taman-taman di daerah lain. “Kalau di taman Bungkul Surabaya, tidak ada tarif. Jadi tetap ramai dikunjungi,” kata Jeni.

Terlebih lagi, Jeni mengaku sering berkunjung ke taman ini bersama keluarga, sehingga jika diterapkan tarif dipastikan hanya akan berkunjung di waktu-waktu tertentu, misalnya saat liburan anak sekolah. “Kalau ada tarif, rugi dong kalau datang terus, apalagi bersama keluarga,” bebernya.

Lain halnya diungkapkan Doni (30). Warga Kelurahan Pamusian ini mengaku tidak keberatan jika diterapkan tarif, asalkan fasilitas taman berbeda dengan yang ada saat ini. “Pelayanan dan fasilitasnya harus lebih baik lagi,” tuturnya. (*/yus/ash)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kekeh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Kamis, 22 Februari 2018 10:27

Tak Banyak Usulan, Infrastruktur Masih Baik

TARAKAN - Ketua RT 9, Kelurahan Pamusian, Eddy Suyono mengatakan, infrastruktur di wilayahnya dapat…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .