MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Oktober 2017 12:47
Membahayakan Pengguna Jalan
BUTUH PERBAIKAN: Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hasnah menunjukkan jalan kayu di Gang Wakap yang kondisinya sudah rusak. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di wilayah pesisir, jembatan tentu menjadi sarana utama oleh warga setempat. Tetapi karena kondisi jembatan yang sudah tidak memadai sehingga dikeluhkan oleh warga. Tepatnya warga RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung.

Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hj.Hasnah mengatakan sekitar satu tahun lamanya, jembatan di Gang Wakap yang panjangnya sekira 40 meter dengan lebar 1,5 meter rusak. Jembatan yang disemenisasi tersebut berlubang, sehingga jika berkendara seraya bergelombang. Karena berlubang, saat hujan, tentu jembatan tersebut tergenang. Jika dibiarkan terus menerus, jembatan akan semakin rusak.

“Sudah lama sekali rusak. Ada lagi yang dekat rumah, nah itu jembatannya masih dari kayu,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/10).

Selain jembatan yang disemenisasi, terdapat sekiranya lima titik jembatan di Gang Wakap yang masih terbuat dari kayu. Diantaranya, jembatan kayu yang panjangnya sekira 25 meter dan lebarnya dua meter dapat dikatakan sudah tidak memadai. Sebab kondisi kayunya sudah jabuk dan rapuh sehingga sangat membahayakan warga yang melintas. “Sudah tidak layak dipakai, takutnya ada anak-anak jatuh,” terangnya.

Karena kondisi jembatan yang sangat membahayakan, kendaraan roda dua tak lagi melintas di daerah tersebut. Untungnya daerah tersebut memiliki jalan tembusan sehingga pengendra roda dua dapat melewati jalan lainnya. Tetapi masih digunakan oleh pejalan kaki karena memang dekat jika ke daerah belakang.

“Jadi ini jembatan kayu ngeri sudah rusaknya. Takut juga kalau ada motor lewat, yang jalan kaki saja kaku kalau lewat,” jelas Hasnah.

Ia melanjutkan, sebelumnya pernah ia usulkan agar dilakukan perbaikan jembatan melalui swadaya masyarakat. Tetapi kemungkinan tidak disetujui oleh warga, sehingga wacana tersebut tak terlaksana. Jumlah warga RT 11, sekiranya 300 kepala keluarga (KK) tetapi mayoritas nelayan, penjaga tambak dan buruh lainnya. Kemungkinan warga merasa terbebani, sebab perbaikan jembatan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Dulu mau patungan, kan kumpul uang tapi tidak ada warga yang bergerak, mungkin tidak setuju. Jadi mungkin mengharapkan dari pemerintah saja,” tuturnya.

Meskipun demikian, jika ada papan jembatan yang jebol, warga setempat dengan inisiatif langsung menggantinya dengan papan seadanya. Hanya saja memang tidak bertahan lama, sehingga jembatan permanen memang sangat diperlukan.

“Kalau berlubang, warga rajin aja tambal. Tapi tiangnya juga sudah tidak memadai,” ucapnya.

Padahal pihaknya sangat ingin memperbaiki jembatan tersebut, sebab sebagai akses untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Oleh karena itu, dirinya sangat berharap sekiranya pemerintah dapat memperhatikan wilayahnya.

“Besar harapan untuk jembatan ini, apalagi ini jalan umum,” tandas Hasnah. (*/one/udn)


BACA JUGA

Kamis, 19 Oktober 2017 09:06

Jalan Gunung Amal Dikepung Mahasiswa

TARAKAN - Aksi tuntut perbaikan Jalan Gunung Amal yang dilakukan mahasiswa cukup menyita perhatian,…

Rabu, 18 Oktober 2017 14:00

24 SKPD Rebutan Mobil Bekas

TARAKAN – Mobil dinas yang sudah dikembalikan anggota DPRD Tarakan ke Pemkot Tarakan ternyata…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:59

Jasad Bayi Pertama Kali Ditemukan Istri Karyawan

TARAKAN – Setelah kasusnya diproses hampir dua bulan, Selasa (17/10) kemarin polisi bersama Kejaksaan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:56

Target PBB Masih 50 Persen

TARAKAN – Masyarakat Bumi Paguntaka ternyata masih banyak yang belum melaksanakan kewajibannya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:54

Perbatasan ‘Dihantui’ Ancaman Kejahatan

TARAKAN – Kondisi wilayah perbatasan di Indonesia masih terbuka lebar, pengawasannya pun masih…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:52

Partai Pika Tak Penuhi Persyaratan

TARAKAN – Partai Indonesia Kerja (PIKA) dan Partai Suara Rakyat Indonesia (Parsindo) akhirnya…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:44

Hanya 100 Ormas yang Masih Aktif

TARAKAN – Dari 823 jumlah organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:42

Pendaftar PPK dan PPS Masih Sepi Peminat

TARAKAN – Selain membuka pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, KPU Kota Tarakan…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:41

Puskesmas Masih Kekurangan SDM

TARAKAN – Kepala Dinas Kesehatan Tarakan, Subono mengatakan, jika dilihat dari segi bangunan,…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:18

Angin Kencang Akibatkan Kerugian Puluhan Juta

TARAKAN – Kemarin malam, angin kencang disertai ombak besar menghantam sejumlah kapal milik nelayan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .