MANAGED BY:
KAMIS
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Oktober 2017 12:47
Membahayakan Pengguna Jalan
BUTUH PERBAIKAN: Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hasnah menunjukkan jalan kayu di Gang Wakap yang kondisinya sudah rusak. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di wilayah pesisir, jembatan tentu menjadi sarana utama oleh warga setempat. Tetapi karena kondisi jembatan yang sudah tidak memadai sehingga dikeluhkan oleh warga. Tepatnya warga RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung.

Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hj.Hasnah mengatakan sekitar satu tahun lamanya, jembatan di Gang Wakap yang panjangnya sekira 40 meter dengan lebar 1,5 meter rusak. Jembatan yang disemenisasi tersebut berlubang, sehingga jika berkendara seraya bergelombang. Karena berlubang, saat hujan, tentu jembatan tersebut tergenang. Jika dibiarkan terus menerus, jembatan akan semakin rusak.

“Sudah lama sekali rusak. Ada lagi yang dekat rumah, nah itu jembatannya masih dari kayu,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/10).

Selain jembatan yang disemenisasi, terdapat sekiranya lima titik jembatan di Gang Wakap yang masih terbuat dari kayu. Diantaranya, jembatan kayu yang panjangnya sekira 25 meter dan lebarnya dua meter dapat dikatakan sudah tidak memadai. Sebab kondisi kayunya sudah jabuk dan rapuh sehingga sangat membahayakan warga yang melintas. “Sudah tidak layak dipakai, takutnya ada anak-anak jatuh,” terangnya.

Karena kondisi jembatan yang sangat membahayakan, kendaraan roda dua tak lagi melintas di daerah tersebut. Untungnya daerah tersebut memiliki jalan tembusan sehingga pengendra roda dua dapat melewati jalan lainnya. Tetapi masih digunakan oleh pejalan kaki karena memang dekat jika ke daerah belakang.

“Jadi ini jembatan kayu ngeri sudah rusaknya. Takut juga kalau ada motor lewat, yang jalan kaki saja kaku kalau lewat,” jelas Hasnah.

Ia melanjutkan, sebelumnya pernah ia usulkan agar dilakukan perbaikan jembatan melalui swadaya masyarakat. Tetapi kemungkinan tidak disetujui oleh warga, sehingga wacana tersebut tak terlaksana. Jumlah warga RT 11, sekiranya 300 kepala keluarga (KK) tetapi mayoritas nelayan, penjaga tambak dan buruh lainnya. Kemungkinan warga merasa terbebani, sebab perbaikan jembatan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Dulu mau patungan, kan kumpul uang tapi tidak ada warga yang bergerak, mungkin tidak setuju. Jadi mungkin mengharapkan dari pemerintah saja,” tuturnya.

Meskipun demikian, jika ada papan jembatan yang jebol, warga setempat dengan inisiatif langsung menggantinya dengan papan seadanya. Hanya saja memang tidak bertahan lama, sehingga jembatan permanen memang sangat diperlukan.

“Kalau berlubang, warga rajin aja tambal. Tapi tiangnya juga sudah tidak memadai,” ucapnya.

Padahal pihaknya sangat ingin memperbaiki jembatan tersebut, sebab sebagai akses untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Oleh karena itu, dirinya sangat berharap sekiranya pemerintah dapat memperhatikan wilayahnya.

“Besar harapan untuk jembatan ini, apalagi ini jalan umum,” tandas Hasnah. (*/one/udn)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:43

Pura-Pura Antar Teman

TARAKAN - Dalam 21 adegan rekonstruksi pada Rabu (21/2), terungkap bahwa Abdul Rajak (48) berhasil lolos…

Kamis, 22 Februari 2018 10:41

Dinkes Bingung Penyebab Keracunan

TARAKAN – Sungguh sangat mengejutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda merilis…

Kamis, 22 Februari 2018 10:40

BPK Ungkap Risiko Bisnis Kelalaian PDAM

TARAKAN – Kejadian yang dialami Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:38

Utusan Sekolah yang Obsesi Mempelajari Kehidupan Masyarakat

Tuntas, dua dari empat pasangan calon (paslon) Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tarakan dapat…

Kamis, 22 Februari 2018 10:34

Cuti Setahun, Siti Kekeh Dampingi Suami

TARAKAN - Tercatat sebagai satu-satunya aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan cuti selama masa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:30

Rp 70 M untuk Bangun Balai POM

Tarakan - Guna meningkatkan pengawasan dan perlindungan bagi masyarakat terhadap obat dan makanan…

Kamis, 22 Februari 2018 10:28

Dua Kali Longsor, Penanganan Masih Sementara

TARAKAN - Musibah longsor kembali terjadi di Tarakan, tepatnya di RT 4 Kelurahan Pamusian. Longsor yang…

Rabu, 21 Februari 2018 11:21

Petugas PDAM Lalai, Konsumen Menanggung

TARAKAN - Betapa terkejutnya Lukas Yusuf (42), warga RT 17 Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara ketika…

Rabu, 21 Februari 2018 11:18

Gubernur Anggap Dua ASN Melecehkan UU

TARAKAN – Beredarnya foto dua kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan,…

Rabu, 21 Februari 2018 11:15

Turut Awasi Institusi Masing-Masing

TARAKAN – Memberantas tindak pidana narkotika di Kaltara, memang menjadi pekerjaan yang hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .