MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Oktober 2017 12:47
Membahayakan Pengguna Jalan
BUTUH PERBAIKAN: Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hasnah menunjukkan jalan kayu di Gang Wakap yang kondisinya sudah rusak. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Di wilayah pesisir, jembatan tentu menjadi sarana utama oleh warga setempat. Tetapi karena kondisi jembatan yang sudah tidak memadai sehingga dikeluhkan oleh warga. Tepatnya warga RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung.

Ketua RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung, Hj.Hasnah mengatakan sekitar satu tahun lamanya, jembatan di Gang Wakap yang panjangnya sekira 40 meter dengan lebar 1,5 meter rusak. Jembatan yang disemenisasi tersebut berlubang, sehingga jika berkendara seraya bergelombang. Karena berlubang, saat hujan, tentu jembatan tersebut tergenang. Jika dibiarkan terus menerus, jembatan akan semakin rusak.

“Sudah lama sekali rusak. Ada lagi yang dekat rumah, nah itu jembatannya masih dari kayu,” ujarnya kepada Radar Tarakan, Rabu (11/10).

Selain jembatan yang disemenisasi, terdapat sekiranya lima titik jembatan di Gang Wakap yang masih terbuat dari kayu. Diantaranya, jembatan kayu yang panjangnya sekira 25 meter dan lebarnya dua meter dapat dikatakan sudah tidak memadai. Sebab kondisi kayunya sudah jabuk dan rapuh sehingga sangat membahayakan warga yang melintas. “Sudah tidak layak dipakai, takutnya ada anak-anak jatuh,” terangnya.

Karena kondisi jembatan yang sangat membahayakan, kendaraan roda dua tak lagi melintas di daerah tersebut. Untungnya daerah tersebut memiliki jalan tembusan sehingga pengendra roda dua dapat melewati jalan lainnya. Tetapi masih digunakan oleh pejalan kaki karena memang dekat jika ke daerah belakang.

“Jadi ini jembatan kayu ngeri sudah rusaknya. Takut juga kalau ada motor lewat, yang jalan kaki saja kaku kalau lewat,” jelas Hasnah.

Ia melanjutkan, sebelumnya pernah ia usulkan agar dilakukan perbaikan jembatan melalui swadaya masyarakat. Tetapi kemungkinan tidak disetujui oleh warga, sehingga wacana tersebut tak terlaksana. Jumlah warga RT 11, sekiranya 300 kepala keluarga (KK) tetapi mayoritas nelayan, penjaga tambak dan buruh lainnya. Kemungkinan warga merasa terbebani, sebab perbaikan jembatan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Dulu mau patungan, kan kumpul uang tapi tidak ada warga yang bergerak, mungkin tidak setuju. Jadi mungkin mengharapkan dari pemerintah saja,” tuturnya.

Meskipun demikian, jika ada papan jembatan yang jebol, warga setempat dengan inisiatif langsung menggantinya dengan papan seadanya. Hanya saja memang tidak bertahan lama, sehingga jembatan permanen memang sangat diperlukan.

“Kalau berlubang, warga rajin aja tambal. Tapi tiangnya juga sudah tidak memadai,” ucapnya.

Padahal pihaknya sangat ingin memperbaiki jembatan tersebut, sebab sebagai akses untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir. Oleh karena itu, dirinya sangat berharap sekiranya pemerintah dapat memperhatikan wilayahnya.

“Besar harapan untuk jembatan ini, apalagi ini jalan umum,” tandas Hasnah. (*/one/udn)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:01

Dinkes Minta Tambahan Waktu

TARAKAN – Masih rendahnya cakupan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun mendapatkan imunisasi…

Kamis, 20 September 2018 12:56

SK Pemberhentian Sudah Ditandatangani

TARAKAN — Upaya  Wakil Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat untuk bisa lolos sebagai…

Kamis, 20 September 2018 12:44

Diduga Sakit dan Stres Berat

TIGA ekor beruang madu yang hidup di dua kandang di dalam Hutan Kota Sawah Lunto-Skip, Kelurahan Kampung…

Kamis, 20 September 2018 12:30

922 Gram Sabu Dilarutkan di Air

TARAKAN - Sabu-sabu sebanyak 922,12 gram dimusnahkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)…

Kamis, 20 September 2018 12:13

SK Honorer Tunggu Data Valid

TARAKAN - Kejelasan status tenaga honorer saat ini masih terus diperjelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 20 September 2018 12:10

Ditinggal, Rombong PKL Diangkut

TARAKAN - Empat unit rombong milik pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan Taman Berkampung, Kelurahan…

Kamis, 20 September 2018 12:08

Jaringan Bermasalah, Pencetakan E-KTP Terkendala

TARAKAN – Setelah masalah kekurangan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) terselesaikan,…

Rabu, 19 September 2018 22:02

Tolak Rekomendasi, Bisa Dipidanakan

TARAKAN – KPU Tarakan dinilai lalai, karena tidak melaksanakan rekomendasi-rekomendasi dari Bawaslu…

Rabu, 19 September 2018 21:43

“Lawan Oknum Pemecah Belah Bangsa”

TARAKAN - Menjelang tahapan kampanye Pileg dan Pilpres tahun depan, seluruh pihak terkait diminta untuk…

Rabu, 19 September 2018 11:42

Sarankan Pemerintah Tetap Merujuk PM 108

TARAKAN – Koperasi Borneo Pratama Jaya Mandiri masih menunggu kerangka hukum setelah Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .