MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:52
Pemindahan Pasar Dinilai Ada Unsur Politik
DIDUGA: Keberadaan Pasar Ikan Liem Hie Djung ini telah membawa dampak baik terhadap korban kebakaran Jamaker lalu. Lokasi yang saat ini mulai ramai diduga bakal dibongkar. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kabar rencana pembongkaran Pasar Ikan Tradisional Liem Hie Djung kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Khususnya pedagang ikan korban kebakaran Jamaker lalu. Sebab, merasa tidak lagi dipedulikan kepala daerah.

Tamrin, seorang pedagang mengaku khawatir dengan kabar yang sedang beredar tersebut. Sebab, pasar yang kini digunakan mencari nafkah bakal hilang. Sementara, tempat yang baru belum jelas lokasinya. “Kenapa kami yang sudah nyaman berjualan ingin dibubarkan lagi,” ungkap Tamrin kesal.

Menurutnya, langkah yang diambil instansi terkait ini berbau politik. Sebab, ada beberapa pendukung dari kandidat yang ikut dalam pencalonan bupati lalu kalah. Nah, yang menang ini akhirnya meminta agar orang-orang kepala daerah yang sebelumnya disingkirkan. “Ada unsur politiknya ini. Kepala Dishub itu orangnya siapa? Dia dukung siapa waktu pemilu kemarin. Sekarang jabatannya di mana ketika saat ini dibanding sebelumnya. Ini ada dendam pribadi,” ujarnya yakin saat ditemui media ini kemarin.

Namun, kabar itu langsung ditepis Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan Abdi Jauhari. Ia menegaskan jika informasi pembersihan jalur keluar dari Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung itu hanya rencana saja. Untuk realisasinya masih menunggu kesepakatan dan kebijakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. “Belum juga. Masih rencana saja. Belum ada kepastian hal itu dilakukan,” katanya kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, proses pembongkaran pasar itu tentunya harus melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Seperti Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Nunukan mengenai asetnya. Jadi, jikapun ingin dibongkar dan jalannya digunakan sesuai fungsi awalnya, tidak langsung dikerjakan. “Saya belum mau berbicara banyak soal itu. Yang jelas masih wacana saja. Namanya juga wacana belum tentu dijalankan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdag Nunukan Andy Ariyanto SE mengatakan, jika memang demikian ingin dibongkar sudah menjadi hak OPD yang menanganinya. Karena, memang lokasi pembangunan pasar itu di atas jalan umum. “Tapi, sebelum dibongkar, pedagang ini seharusnya memiliki tempat baru dulu. Tidak dibongkar begitu saja,” kata Andy, sapaan akrabnya.

Mengenai tempat, lanjutnya, pihaknya pasti mengalami kesulitan lantaran Pasar Tradisional Terpadu yang dibangun ini memang sangat terbatas penghuninya. Apalagi, saat ini calon penghuninya itu sepertinya sudah ditentukan berdasarkan data dari korban kebakaran Pasar Liem Hie Djung lalu. “Mereka mau ditempatkan di mana lagi. Sudah tidak ada tempat. Kecuali ada pembangunan pasar baru lagi,”ujarnya.

Dikatakan, sebelum pemindahan, masih ada bangunan di lokasi yang sama kosong. Kemungkinan tempat itu dapat digunakan. Hanya saja, perlu ditata kembali lagi. Agar tidak salah penempatan. “Hal ini sudah harus dipikirkan sebelum melakukan pemindahan. Jangan sampai, hal baik yang ingin dilakukan tapi dianggap jahat dan akhirnya menimbulkan polemik baru lagi,” pungkasnya. (oya/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:52

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .