MANAGED BY:
RABU
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:52
Pemindahan Pasar Dinilai Ada Unsur Politik
DIDUGA: Keberadaan Pasar Ikan Liem Hie Djung ini telah membawa dampak baik terhadap korban kebakaran Jamaker lalu. Lokasi yang saat ini mulai ramai diduga bakal dibongkar. FOTO: RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kabar rencana pembongkaran Pasar Ikan Tradisional Liem Hie Djung kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Khususnya pedagang ikan korban kebakaran Jamaker lalu. Sebab, merasa tidak lagi dipedulikan kepala daerah.

Tamrin, seorang pedagang mengaku khawatir dengan kabar yang sedang beredar tersebut. Sebab, pasar yang kini digunakan mencari nafkah bakal hilang. Sementara, tempat yang baru belum jelas lokasinya. “Kenapa kami yang sudah nyaman berjualan ingin dibubarkan lagi,” ungkap Tamrin kesal.

Menurutnya, langkah yang diambil instansi terkait ini berbau politik. Sebab, ada beberapa pendukung dari kandidat yang ikut dalam pencalonan bupati lalu kalah. Nah, yang menang ini akhirnya meminta agar orang-orang kepala daerah yang sebelumnya disingkirkan. “Ada unsur politiknya ini. Kepala Dishub itu orangnya siapa? Dia dukung siapa waktu pemilu kemarin. Sekarang jabatannya di mana ketika saat ini dibanding sebelumnya. Ini ada dendam pribadi,” ujarnya yakin saat ditemui media ini kemarin.

Namun, kabar itu langsung ditepis Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan Abdi Jauhari. Ia menegaskan jika informasi pembersihan jalur keluar dari Pelabuhan Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung itu hanya rencana saja. Untuk realisasinya masih menunggu kesepakatan dan kebijakan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid. “Belum juga. Masih rencana saja. Belum ada kepastian hal itu dilakukan,” katanya kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, proses pembongkaran pasar itu tentunya harus melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Seperti Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Nunukan mengenai asetnya. Jadi, jikapun ingin dibongkar dan jalannya digunakan sesuai fungsi awalnya, tidak langsung dikerjakan. “Saya belum mau berbicara banyak soal itu. Yang jelas masih wacana saja. Namanya juga wacana belum tentu dijalankan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdag Nunukan Andy Ariyanto SE mengatakan, jika memang demikian ingin dibongkar sudah menjadi hak OPD yang menanganinya. Karena, memang lokasi pembangunan pasar itu di atas jalan umum. “Tapi, sebelum dibongkar, pedagang ini seharusnya memiliki tempat baru dulu. Tidak dibongkar begitu saja,” kata Andy, sapaan akrabnya.

Mengenai tempat, lanjutnya, pihaknya pasti mengalami kesulitan lantaran Pasar Tradisional Terpadu yang dibangun ini memang sangat terbatas penghuninya. Apalagi, saat ini calon penghuninya itu sepertinya sudah ditentukan berdasarkan data dari korban kebakaran Pasar Liem Hie Djung lalu. “Mereka mau ditempatkan di mana lagi. Sudah tidak ada tempat. Kecuali ada pembangunan pasar baru lagi,”ujarnya.

Dikatakan, sebelum pemindahan, masih ada bangunan di lokasi yang sama kosong. Kemungkinan tempat itu dapat digunakan. Hanya saja, perlu ditata kembali lagi. Agar tidak salah penempatan. “Hal ini sudah harus dipikirkan sebelum melakukan pemindahan. Jangan sampai, hal baik yang ingin dilakukan tapi dianggap jahat dan akhirnya menimbulkan polemik baru lagi,” pungkasnya. (oya/eza)

 


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 10:05

Tahun Depan, PLN Bangun Pembangkit Baru

NUNUKAN – Meski baru meresmikan enam unit mesin baru dengan daya 6 megawatt (mw), PT Perusahaan…

Rabu, 13 Desember 2017 10:03

ITCC-Jawa Pos Kembali Rekrut Pelajar di Perbatasan

NUNUKAN – Memasuki tahun keempat, Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Jawa Pos Group kembali…

Rabu, 13 Desember 2017 09:57

867 Gram Sabu-Sabu Diamankan Bea Cukai

NUNUKAN – Selama periode Januari hingga Desember 2017, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai…

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Senin, 11 Desember 2017 09:26

Banyak Rampok, Nelayan Was-was Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Harga Rumput Laut Membaik

NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .