MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:46
Tidak Ada Anggaran, Dinsos Angkat Tangan

Untuk Penanganan Orang Terlantar dan Alami Gangguan Jiwa

PROGRAM PUSAT: Sebelum diberikan obat anti kaki gajah, kesehatan masyarakat diperiksa. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebagai daerah transit dan menjadi lokasi deportasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Sabah, Malaysia membuat persoalan sosial kian kompleks. Salah satunya banyak orang terlantar, bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa saat tiba di Nunukan setelah dideportasi.

Salah seorang warga Nunukan yang sering menemukan orang yang terlantar dan mengalami gangguan jiwa, Hasan mengatakan, sering terlihat perempuan dewasa di sekitar Aalun-alun yang sering menari. Perempuan tersebut sering menjadi tertawaan masyarakat. “Kasihan ibu itu, sepertinya terlihat mengalami gangguan kejiwaan dan sering sakit,” kata Hasan, Minggu (8/10).

Menurutnya, dengan kondisi warga yang terlantar dan mengalami gangguan kejiwaan seharusnya dirawat keluarganya. Bukan hanya seorang ibu yang terlantar, bahkan ada seorang pria yang mengaku dideportasi dari Tawau, Malaysia dan mengaku tidak memiliki keluarga di Nunukan. Selama ini hanya mengaku tidur di masjid dan hanya meminta kepada warga untuk makan sehari-harinya.

“Di Nunukan memang banyak orang stres, jalan sana sini pasti ketemu orang mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nunukan sebagai daerah transit dan tempat deportasi dari Tawau, Malaysia. Kemungkinan pengaruh di pulangkan dari negara tetangga dan tidak memiliki keluarga di Nunukan yang membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung. “Orang terlantar ini harus ada pihak yang menangani, karena harus dipahami bersama bahwa Nunukan ini tidak terlepas dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Alis Sujono mengatakan, untuk bantuan warga yang mengalami gangguan kejiwaan untuk 2017 ini ditiadakan. Karena anggaran saat ini mengalami defisit.

“Pada 2016 lalu ada dua orang yang dilakukan rehabilitasi, namun untuk 2017 ini tidak ada sama sekali karena anggaran untuk itu tidak ada,” beber Alis Sujono kepada media ini kemarin.

Menurutnya, warga Nunukan sering ada yang menghubungi Dinsos Nunukan, untuk meminta penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun tak dapat dilakukan, karena terbentur persoalan anggaran.

Sesuai data dari Dinsos Nunukan, orang yang mengalami gangguan kejiwaan sekira 40 orang dan mayoritas adalah orang yang dipulangkan dari Malaysia atau korban deportasi. Sebelumnya orang yang mengalami gangguan kejiwaan mendapat penanganan dari Dinsos Nunukan. “Sebelumnya ada penanganan dilakukan, namun saat ini hanya memantau keberadaan orang yang mengalami gangguan kejiwaan saja. Mau dilakukan rehabilitas anggaran tidak ada,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 10:05

Tahun Depan, PLN Bangun Pembangkit Baru

NUNUKAN – Meski baru meresmikan enam unit mesin baru dengan daya 6 megawatt (mw), PT Perusahaan…

Rabu, 13 Desember 2017 10:03

ITCC-Jawa Pos Kembali Rekrut Pelajar di Perbatasan

NUNUKAN – Memasuki tahun keempat, Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Jawa Pos Group kembali…

Rabu, 13 Desember 2017 09:57

867 Gram Sabu-Sabu Diamankan Bea Cukai

NUNUKAN – Selama periode Januari hingga Desember 2017, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai…

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Senin, 11 Desember 2017 09:26

Banyak Rampok, Nelayan Was-was Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Harga Rumput Laut Membaik

NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .