MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:46
Tidak Ada Anggaran, Dinsos Angkat Tangan

Untuk Penanganan Orang Terlantar dan Alami Gangguan Jiwa

PROGRAM PUSAT: Sebelum diberikan obat anti kaki gajah, kesehatan masyarakat diperiksa. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebagai daerah transit dan menjadi lokasi deportasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Sabah, Malaysia membuat persoalan sosial kian kompleks. Salah satunya banyak orang terlantar, bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa saat tiba di Nunukan setelah dideportasi.

Salah seorang warga Nunukan yang sering menemukan orang yang terlantar dan mengalami gangguan jiwa, Hasan mengatakan, sering terlihat perempuan dewasa di sekitar Aalun-alun yang sering menari. Perempuan tersebut sering menjadi tertawaan masyarakat. “Kasihan ibu itu, sepertinya terlihat mengalami gangguan kejiwaan dan sering sakit,” kata Hasan, Minggu (8/10).

Menurutnya, dengan kondisi warga yang terlantar dan mengalami gangguan kejiwaan seharusnya dirawat keluarganya. Bukan hanya seorang ibu yang terlantar, bahkan ada seorang pria yang mengaku dideportasi dari Tawau, Malaysia dan mengaku tidak memiliki keluarga di Nunukan. Selama ini hanya mengaku tidur di masjid dan hanya meminta kepada warga untuk makan sehari-harinya.

“Di Nunukan memang banyak orang stres, jalan sana sini pasti ketemu orang mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nunukan sebagai daerah transit dan tempat deportasi dari Tawau, Malaysia. Kemungkinan pengaruh di pulangkan dari negara tetangga dan tidak memiliki keluarga di Nunukan yang membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung. “Orang terlantar ini harus ada pihak yang menangani, karena harus dipahami bersama bahwa Nunukan ini tidak terlepas dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Alis Sujono mengatakan, untuk bantuan warga yang mengalami gangguan kejiwaan untuk 2017 ini ditiadakan. Karena anggaran saat ini mengalami defisit.

“Pada 2016 lalu ada dua orang yang dilakukan rehabilitasi, namun untuk 2017 ini tidak ada sama sekali karena anggaran untuk itu tidak ada,” beber Alis Sujono kepada media ini kemarin.

Menurutnya, warga Nunukan sering ada yang menghubungi Dinsos Nunukan, untuk meminta penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun tak dapat dilakukan, karena terbentur persoalan anggaran.

Sesuai data dari Dinsos Nunukan, orang yang mengalami gangguan kejiwaan sekira 40 orang dan mayoritas adalah orang yang dipulangkan dari Malaysia atau korban deportasi. Sebelumnya orang yang mengalami gangguan kejiwaan mendapat penanganan dari Dinsos Nunukan. “Sebelumnya ada penanganan dilakukan, namun saat ini hanya memantau keberadaan orang yang mengalami gangguan kejiwaan saja. Mau dilakukan rehabilitas anggaran tidak ada,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 12:43

Kapal Filipina Sandar di Tunon Taka

KAPAL ML SMJ-2 asal Filipina sandar di Pelabuhan Tunon Taka, sejak Minggu (23/9). Kapal dengan 95,5…

Rabu, 26 September 2018 12:17

Terganggu Keberadaan Kabel

NUNUKAN - Kabel yang melintang di sepanjang jalan protokol di pusat perkotaan Nunukan, bahkan hingga…

Rabu, 26 September 2018 12:16

Sulit Lakukan Perbaikan Data Pemilih

NUNUKAN – Data pemilih yang masih banyak bermasalah menjadi pekerjaan berat bagi penyelenggara…

Rabu, 26 September 2018 12:10

Dua WNI Masih Disandera, Pelaku Minta Uang Tebusan 4 Juta Ringgit

NUNUKAN – Pelaku penculikan terhadap dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penculikan…

Rabu, 26 September 2018 12:00

Bawa Kabur Perahu Juragan, Nakhoda Perahu Masuk DPO

NUNUKAN – Salah seorang nakhoda perahu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:19

Fokus CPNS, Rekrut P3K Belum Pasti

NUNUKAN – Pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang berusia di…

Selasa, 25 September 2018 14:14

Kampanye Harus Ikuti Aturan

NUNUKAN – Sebanyak 16 partai politik (parpol) yang mengikuti pemilihan umum (pemilu) di Nunukan,…

Selasa, 25 September 2018 14:06

Terdakwa Kecelakaan Speedboat Didakwa Empat Pasal

NUNUKAN – Dua terdakwa perkara kecelakaan speedboat pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal…

Selasa, 25 September 2018 14:04

Dua Pelaku Jambret Jadi Tersangka

NUNUKAN – Dua pelaku penjambretan handphone berinisial PY (19) dan SK (19), yang terjadi di depan…

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .