MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:46
Tidak Ada Anggaran, Dinsos Angkat Tangan

Untuk Penanganan Orang Terlantar dan Alami Gangguan Jiwa

PROGRAM PUSAT: Sebelum diberikan obat anti kaki gajah, kesehatan masyarakat diperiksa. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebagai daerah transit dan menjadi lokasi deportasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Sabah, Malaysia membuat persoalan sosial kian kompleks. Salah satunya banyak orang terlantar, bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa saat tiba di Nunukan setelah dideportasi.

Salah seorang warga Nunukan yang sering menemukan orang yang terlantar dan mengalami gangguan jiwa, Hasan mengatakan, sering terlihat perempuan dewasa di sekitar Aalun-alun yang sering menari. Perempuan tersebut sering menjadi tertawaan masyarakat. “Kasihan ibu itu, sepertinya terlihat mengalami gangguan kejiwaan dan sering sakit,” kata Hasan, Minggu (8/10).

Menurutnya, dengan kondisi warga yang terlantar dan mengalami gangguan kejiwaan seharusnya dirawat keluarganya. Bukan hanya seorang ibu yang terlantar, bahkan ada seorang pria yang mengaku dideportasi dari Tawau, Malaysia dan mengaku tidak memiliki keluarga di Nunukan. Selama ini hanya mengaku tidur di masjid dan hanya meminta kepada warga untuk makan sehari-harinya.

“Di Nunukan memang banyak orang stres, jalan sana sini pasti ketemu orang mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nunukan sebagai daerah transit dan tempat deportasi dari Tawau, Malaysia. Kemungkinan pengaruh di pulangkan dari negara tetangga dan tidak memiliki keluarga di Nunukan yang membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung. “Orang terlantar ini harus ada pihak yang menangani, karena harus dipahami bersama bahwa Nunukan ini tidak terlepas dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Alis Sujono mengatakan, untuk bantuan warga yang mengalami gangguan kejiwaan untuk 2017 ini ditiadakan. Karena anggaran saat ini mengalami defisit.

“Pada 2016 lalu ada dua orang yang dilakukan rehabilitasi, namun untuk 2017 ini tidak ada sama sekali karena anggaran untuk itu tidak ada,” beber Alis Sujono kepada media ini kemarin.

Menurutnya, warga Nunukan sering ada yang menghubungi Dinsos Nunukan, untuk meminta penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun tak dapat dilakukan, karena terbentur persoalan anggaran.

Sesuai data dari Dinsos Nunukan, orang yang mengalami gangguan kejiwaan sekira 40 orang dan mayoritas adalah orang yang dipulangkan dari Malaysia atau korban deportasi. Sebelumnya orang yang mengalami gangguan kejiwaan mendapat penanganan dari Dinsos Nunukan. “Sebelumnya ada penanganan dilakukan, namun saat ini hanya memantau keberadaan orang yang mengalami gangguan kejiwaan saja. Mau dilakukan rehabilitas anggaran tidak ada,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:52

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .