MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:46
Tidak Ada Anggaran, Dinsos Angkat Tangan

Untuk Penanganan Orang Terlantar dan Alami Gangguan Jiwa

PROGRAM PUSAT: Sebelum diberikan obat anti kaki gajah, kesehatan masyarakat diperiksa. FOTO: PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebagai daerah transit dan menjadi lokasi deportasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari wilayah Sabah, Malaysia membuat persoalan sosial kian kompleks. Salah satunya banyak orang terlantar, bahkan ada yang mengalami gangguan jiwa saat tiba di Nunukan setelah dideportasi.

Salah seorang warga Nunukan yang sering menemukan orang yang terlantar dan mengalami gangguan jiwa, Hasan mengatakan, sering terlihat perempuan dewasa di sekitar Aalun-alun yang sering menari. Perempuan tersebut sering menjadi tertawaan masyarakat. “Kasihan ibu itu, sepertinya terlihat mengalami gangguan kejiwaan dan sering sakit,” kata Hasan, Minggu (8/10).

Menurutnya, dengan kondisi warga yang terlantar dan mengalami gangguan kejiwaan seharusnya dirawat keluarganya. Bukan hanya seorang ibu yang terlantar, bahkan ada seorang pria yang mengaku dideportasi dari Tawau, Malaysia dan mengaku tidak memiliki keluarga di Nunukan. Selama ini hanya mengaku tidur di masjid dan hanya meminta kepada warga untuk makan sehari-harinya.

“Di Nunukan memang banyak orang stres, jalan sana sini pasti ketemu orang mengalami gangguan kejiwaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Nunukan sebagai daerah transit dan tempat deportasi dari Tawau, Malaysia. Kemungkinan pengaruh di pulangkan dari negara tetangga dan tidak memiliki keluarga di Nunukan yang membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan keluarga di kampung. “Orang terlantar ini harus ada pihak yang menangani, karena harus dipahami bersama bahwa Nunukan ini tidak terlepas dari orang yang mengalami gangguan kejiwaan,” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitas Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Nunukan, Alis Sujono mengatakan, untuk bantuan warga yang mengalami gangguan kejiwaan untuk 2017 ini ditiadakan. Karena anggaran saat ini mengalami defisit.

“Pada 2016 lalu ada dua orang yang dilakukan rehabilitasi, namun untuk 2017 ini tidak ada sama sekali karena anggaran untuk itu tidak ada,” beber Alis Sujono kepada media ini kemarin.

Menurutnya, warga Nunukan sering ada yang menghubungi Dinsos Nunukan, untuk meminta penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Namun tak dapat dilakukan, karena terbentur persoalan anggaran.

Sesuai data dari Dinsos Nunukan, orang yang mengalami gangguan kejiwaan sekira 40 orang dan mayoritas adalah orang yang dipulangkan dari Malaysia atau korban deportasi. Sebelumnya orang yang mengalami gangguan kejiwaan mendapat penanganan dari Dinsos Nunukan. “Sebelumnya ada penanganan dilakukan, namun saat ini hanya memantau keberadaan orang yang mengalami gangguan kejiwaan saja. Mau dilakukan rehabilitas anggaran tidak ada,” tambahnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…

Rabu, 21 Februari 2018 11:13

Memprihatinkan, ke Sekolah Memakai Perahu

Berada di daerah pelosok memang segalanya masih serba tertinggal. Begitu pula dengan kondisi pendidikan.…

Rabu, 21 Februari 2018 10:54

NAH KENAPA INI..??? Kejari SP3 Kasus Rumjab Bupati

NUNUKAN - Hilangnya rumah jabatan (rujab) Bupati Nunukan sampai saat ini penuh misteri. Entah, pembongkaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .