MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:34
Tuntut Plasma, Massa ‘Seruduk’ Kantor Bupati
DEMONSTRASI: Massa mencoba masuk halaman kompleks kantor bupati agar bisa menyampaikan aspirasi langsuing ke Bupati Bulungan H.Sudjati, Senin (9/10). FOTO:PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliasi Penggugat Desa ‘menyeruduk’ Kantor Bupati Bulungan, Senin (9/10) pagi.

Kedatangan mahasiswa dan masyarakat dari beberapa desa di Bulungan ini bermaksudnya ingin bertemu dengan Bupati Bulungan H. Sudjati menuntut agar bupati dapat memfasilitasi masyarakat untuk merealisasikan kebun plasma 20 persen untuk masyarakat.

Namun untuk menemui orang nomor satu di Bulungan itu tidak mudah. Karena pengunjuk rasa tidak dibolehkan masuk ke halaman kompleks Kantor Bupati. Terlebih di depan pintu masuk dijaga aparat kepolisian.

Bahkan, sempat terjadi aksi dorong mendorong antara massa dan polisi agar diperkenankan masuk. Setelah beberapa jam berlalu, Asisten II Setkab Bulungan Hamdani mewakili Bupati Bulungan H. Sudjati mencoba menemui massa. Namun massa tetap ingin bertemu dengan Bupati Bulungan hingga akhirnya, pendemo diizinkan masuk kantor bupati dan berdialog langsung dengan bupati dan wakil bupati serta Kepala Dinas Pertanian Bulungan H. Muhammad Iqbal.

Sementara dari orasi para pendemo, menuntut adanya kejelasan masalah pembagian plasma 20 persen. Sebab, selama ini masyarakat terkesan hanya dijanji tanpa adanya bukti. Bahkan massa menutut Bupati Bulungan H.Sudjati turun dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah plasma ini. Karena masalah ini bukan masalah baru tapi masalah yang sudah berlarut-larut sejak 17 tahun lalu.

Ketua Aliansi Penggugat Desa, Wisanggeni mengatakan, selama ini masyarakat hanya dijanjikan sejak Budiman Arifin menjabat sebagai Bupati Bulungan hingga berganti. Namun masalah tak kunjung terselesaikan.

“Jadi kami harap masalah ini bisa cepat diselesaikan, dan pengawasan ke perusahaan lebih ditingkatkan lagi,” kata pria yang akrab disapa Awi ini usai pertemuan, di ruang rapat Kantor Bupati Bulungan, Senin (9/10).

Janji tersebut, sambung dia, disampaikan sebelum perusahaan membuka lahan dengan iming-iming untuk meningkatkan kesejahtera masyarakat.

“Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada, justru masyarakat semakin susah,” sebutnya.

Padahal sebelum perusahaan buka, untuk mencari uang memang susah tapi untuk cari makan sangat mudah.

”Sebab di hutan masih tersedia,” jelasnya.

Namun, kata dia, sejak dibukanya perkebunan kelapa sawit sudah susah mencari uang, apalagi cari makan. Padahal sebelum dibuka janjinnya bagus sekali.

 “Karena ada perjanjian seperti itu, kami yang orang awam ini percaya saja,” jelasnya.

Terlebih selama ini, dalam pembukaan lahan banyak hutan adat yang habis ditebangi, dan tidak pernah ada permohonan izin ke masyarakat.

“Kami di desa masih sangat menghargai adat istiadat, pohon yang sudah kami tandai itu tidak boleh ditebang, itu sesuai adat istiadat nenek leluhur kami,” bebernya.

Lanjut dikatakan, bukan hanya hutan yang menjadi gundul, tapi sungai sudah mulai tercemar akibat limbah perusahaan. Dampaknya banyak ikan yang mati, sehingga mempersulit untuk mencari makan.

“Karena di desa tidak semua berkebun, ada juga yang pekerjaannya sebagai nelayan,” bebernya.

Dalam hal ini, massa berharap bupati memberikan kejelasan agar kepastian janji plasma 20 persen terealisasi.

 “Jadi kami minta adanya hitam di atas putih, jangan sampai kami sudah jauh datang ke sini tidak ada hasil, jadi kami datang minta kepastian, jangan sampai kami hanya dijanjikan saja,” jelasnya.

Menyikapi tuntutan massa, Bupati Bulungan H. Sudjati didampingi Wakil Bupati Ingkong Ala mengatakan akan menampung semua aspirasi perwakilan warga desa sebagai bahan evalusi.

 “Sehingga nanti akan kami pantau terus agar setiap desa mendapatkan plasma sesuai ketentuan,” ujarnya.

Terkait tuntutan masyarakat yang menginginkan kepastian hitam di atas putih bupati belum dapat merealisasikan keinginan massa. “Karena masalah ini tidak semudah yang dibayangkan,” jelasnya.

“Ada tahapan prosesnya, apalagi saat ini sudah ada perda,” sambungnya.

Yang pasti, kata dia, pihak perusahaan akan dipanggil oleh pemkab untuk membahas tuntutan masyarakat agar ada kejelasan.

“Mungkin dalam waktu dekat perusahaan akan kami panggil,” sebutnya, seraya mengatakan, perwakilan setiap desa juga turut diundang.

“Untuk sekarang (kemarin, Red.) kami tidak berani menargetkan, kapan bisa direalisaikan,” pungkasnya.(*/pij/ana)

 

Realisasi Keinginan Massa Belum Dapat Dipastikan


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 10:26

2018, Kaltara Kebagian 440 CJH

TANJUNG SELOR -  Meski musim haji 2018 masih lama, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah merilis…

Rabu, 13 Desember 2017 10:24

Polsek Gerebek Empat Warga Bunyu Pasca Pesta Sabu

BUNYU - Maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Bunyu menjadi perhatian aparat Polsek Bunyu.…

Rabu, 13 Desember 2017 10:08

Pemerintah Tanggung Pengobatan Umairah

TANJUNG SELOR – Masni (27), orang tua Umairah, bayi dua bulan pasien penyempitan usus Rumah Sakit…

Rabu, 13 Desember 2017 10:07

SMPN 1 Tanjung Selor Butuh Rp 6 M

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  memastikan SMPN 1 Tanjung Selor membutuhkan…

Selasa, 12 Desember 2017 10:18

Hasil Tes CPNS Sudah 'Dikantongi'

TANJUNG SELOR – Semua rangkaian pelaksanaan seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS)…

Selasa, 12 Desember 2017 10:15

Kapolres Warning Pedagang Produk Malaysia

TANJUNG SELOR – Dari pengawasan harga dan stok sembako yang dilakukan Satgas Gabungan di Pasar…

Selasa, 12 Desember 2017 10:08

Diduga Ngantuk, Ka Masuk Parit hingga Tewas

TANJUNG SELOR – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal hingga merengut nyawa pengendaranya…

Selasa, 12 Desember 2017 10:07

Orang Tua Tolak Dirawat karena Tak Punya Biaya

Memasuki usia dua bulan biasanya bayi sudah bertambah kuat menopang kepalanya meski masih terhuyung,…

Selasa, 12 Desember 2017 10:05

Terbentur Minim Petugas dan Sapras

MASYARAKAT Kecamatan Bunyutampaknya harus bersabar. Sebab, keinginan agar Polsek Bunyu dapat membuka…

Senin, 11 Desember 2017 11:08

Mr X Dibunuh Temannya Sendiri

TANJUNG SELOR – Selang sehari dari penemuan mayat Mr X yang belakangan diketahui bernama Jumanto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .