MANAGED BY:
KAMIS
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Selasa, 10 Oktober 2017 19:34
Tuntut Plasma, Massa ‘Seruduk’ Kantor Bupati
DEMONSTRASI: Massa mencoba masuk halaman kompleks kantor bupati agar bisa menyampaikan aspirasi langsuing ke Bupati Bulungan H.Sudjati, Senin (9/10). FOTO:PIJAI PASARIJA/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliasi Penggugat Desa ‘menyeruduk’ Kantor Bupati Bulungan, Senin (9/10) pagi.

Kedatangan mahasiswa dan masyarakat dari beberapa desa di Bulungan ini bermaksudnya ingin bertemu dengan Bupati Bulungan H. Sudjati menuntut agar bupati dapat memfasilitasi masyarakat untuk merealisasikan kebun plasma 20 persen untuk masyarakat.

Namun untuk menemui orang nomor satu di Bulungan itu tidak mudah. Karena pengunjuk rasa tidak dibolehkan masuk ke halaman kompleks Kantor Bupati. Terlebih di depan pintu masuk dijaga aparat kepolisian.

Bahkan, sempat terjadi aksi dorong mendorong antara massa dan polisi agar diperkenankan masuk. Setelah beberapa jam berlalu, Asisten II Setkab Bulungan Hamdani mewakili Bupati Bulungan H. Sudjati mencoba menemui massa. Namun massa tetap ingin bertemu dengan Bupati Bulungan hingga akhirnya, pendemo diizinkan masuk kantor bupati dan berdialog langsung dengan bupati dan wakil bupati serta Kepala Dinas Pertanian Bulungan H. Muhammad Iqbal.

Sementara dari orasi para pendemo, menuntut adanya kejelasan masalah pembagian plasma 20 persen. Sebab, selama ini masyarakat terkesan hanya dijanji tanpa adanya bukti. Bahkan massa menutut Bupati Bulungan H.Sudjati turun dari jabatannya jika tidak bisa menyelesaikan masalah plasma ini. Karena masalah ini bukan masalah baru tapi masalah yang sudah berlarut-larut sejak 17 tahun lalu.

Ketua Aliansi Penggugat Desa, Wisanggeni mengatakan, selama ini masyarakat hanya dijanjikan sejak Budiman Arifin menjabat sebagai Bupati Bulungan hingga berganti. Namun masalah tak kunjung terselesaikan.

“Jadi kami harap masalah ini bisa cepat diselesaikan, dan pengawasan ke perusahaan lebih ditingkatkan lagi,” kata pria yang akrab disapa Awi ini usai pertemuan, di ruang rapat Kantor Bupati Bulungan, Senin (9/10).

Janji tersebut, sambung dia, disampaikan sebelum perusahaan membuka lahan dengan iming-iming untuk meningkatkan kesejahtera masyarakat.

“Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak ada, justru masyarakat semakin susah,” sebutnya.

Padahal sebelum perusahaan buka, untuk mencari uang memang susah tapi untuk cari makan sangat mudah.

”Sebab di hutan masih tersedia,” jelasnya.

Namun, kata dia, sejak dibukanya perkebunan kelapa sawit sudah susah mencari uang, apalagi cari makan. Padahal sebelum dibuka janjinnya bagus sekali.

 “Karena ada perjanjian seperti itu, kami yang orang awam ini percaya saja,” jelasnya.

Terlebih selama ini, dalam pembukaan lahan banyak hutan adat yang habis ditebangi, dan tidak pernah ada permohonan izin ke masyarakat.

“Kami di desa masih sangat menghargai adat istiadat, pohon yang sudah kami tandai itu tidak boleh ditebang, itu sesuai adat istiadat nenek leluhur kami,” bebernya.

Lanjut dikatakan, bukan hanya hutan yang menjadi gundul, tapi sungai sudah mulai tercemar akibat limbah perusahaan. Dampaknya banyak ikan yang mati, sehingga mempersulit untuk mencari makan.

“Karena di desa tidak semua berkebun, ada juga yang pekerjaannya sebagai nelayan,” bebernya.

Dalam hal ini, massa berharap bupati memberikan kejelasan agar kepastian janji plasma 20 persen terealisasi.

 “Jadi kami minta adanya hitam di atas putih, jangan sampai kami sudah jauh datang ke sini tidak ada hasil, jadi kami datang minta kepastian, jangan sampai kami hanya dijanjikan saja,” jelasnya.

Menyikapi tuntutan massa, Bupati Bulungan H. Sudjati didampingi Wakil Bupati Ingkong Ala mengatakan akan menampung semua aspirasi perwakilan warga desa sebagai bahan evalusi.

 “Sehingga nanti akan kami pantau terus agar setiap desa mendapatkan plasma sesuai ketentuan,” ujarnya.

Terkait tuntutan masyarakat yang menginginkan kepastian hitam di atas putih bupati belum dapat merealisasikan keinginan massa. “Karena masalah ini tidak semudah yang dibayangkan,” jelasnya.

“Ada tahapan prosesnya, apalagi saat ini sudah ada perda,” sambungnya.

Yang pasti, kata dia, pihak perusahaan akan dipanggil oleh pemkab untuk membahas tuntutan masyarakat agar ada kejelasan.

“Mungkin dalam waktu dekat perusahaan akan kami panggil,” sebutnya, seraya mengatakan, perwakilan setiap desa juga turut diundang.

“Untuk sekarang (kemarin, Red.) kami tidak berani menargetkan, kapan bisa direalisaikan,” pungkasnya.(*/pij/ana)

 

Realisasi Keinginan Massa Belum Dapat Dipastikan


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:39

Terlalu Banyak Pengecer, Harga Jual LPG 3 Kg Meroket

TANJUNG SELOR – Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Bulungan risau dengan kelangkaan gas LPG…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:37

Dishub Tawarkan Pemilik Travel Urus Izin Trayek

TANJUNG SELOR – Menyikapi keluhan pemilik jasa angkutan travel terkait menyusutnya jumlah penumpang…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:35

Dinkes dan Dinsos Tak Bisa Diharap Bantu Biaya Rujukan

TANJUNG SELOR – Meski sebelumnya pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soemarno Sostroadmojo meminta…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:34

Miliki Senpi Ilegal, Dapat Dijerat Hukuman Mati

TANJUNG SELOR – Mengantisipasi penyalahgunaan Senjata Api (Senpi) rakitan Kepolisian Resort (Polres)…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:33

Drainase Wilayah Perkotaan Banyak Tersumbat

TANJUNG SELOR – Hingga kini masih ada beberapa drainase di wilayah perkotaan yang belum berfungsi…

Selasa, 17 Oktober 2017 14:00

Pemilik Lahan Ancam Berhentikan Pekerja Proyek Runway Bandara

TANJUNG SELOR – Proyek pengembangan runway Bandar Udara (Bandara) Tanjung Harapan yang di proyeksikan…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:58

Tidak Sinkron, Berkas Dikembalikan

TANJUNG SELOR –Hingga pukul 19.45 Wita kemarin (16/10), baru 11 Partai Politik (Parpol) yang menyerahkan…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:56

Pelaksanaan SKB Rekrutmen CPNS Kaltara Ditiadakan ?

TANJUNG SELOR – Pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada rekrutmen calon pegawai negeri…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:52

Butuh Biaya Rujukan Rp 40 Juta, Pengobatan Adam Tertunda

Menginjak usia enam tahun, biasanya anak-anak sudah mulai mengeyam pendidikan dini serta aktif bermain…

Selasa, 17 Oktober 2017 13:50

2 Tahun Terbentuk, Reskoba Baru Temukan Ganja

TANJUNG SELOR –  Meski Satuan Reskoba Polres Bulungan terbentuk sejak 2015 namun sejauh ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .