MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 22:15
Marli Kamis Bertekad Promosikan Kaltara hingga ke Dunia

Kenalkan Adat Dayak di Enam Negara Eropa

PARU-PARU DUNIA: Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang berada di wilayah Krayan ini dijaga dengan baik secara adat dan telah dilakukan turun-temurun.FOTO: DOKUMEN RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Nunukan sepertinya patut berbangga. Salah satu putra terbaik daerah ini akan mewakili Kaltara maupun Indonesia dalam pertukaran dan pengenalan masyarakat adat dayak di enam negara bagian di Eropa. Bagaimana persiapannya, berikut ulasannya.

DIANSYAH

MEMBAWA nama masyarakat adat dayak dan Indonesia di enam negara bagian eropa tak pernah terbesit di pikiran Marli Kamis, tokoh adat dayak di Kaltara ini. Bersama sejumlah masyarakat adat di Indonesia, di antaranya Mina Susina Setra (Kalbar), Malianus Ulimpa (Papua), Ayu Septi Aria (Bali), Nura Batara (Sulsel), Dolfence Gailagowi (Maluku) dan Marli Kamis (Kaltara).

Keenam perwakilan masyarakat adat Indonesia ini akan berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sabtu, 14 Oktober 2017 mendatang menuju Jerman.

Dikatakan Marli, kegiatan ini merupakan pertemuan masyarakat adat di seluruh dunia. Yang akan membahas sejumlah hal, di antaranya tentang pengelolaan masyarakat adat terhadap wilayah hutan masing-masing dan kontribusi terhadap negara sendiri maupun negara lain.

Ketika ditanya terkait misi yang akan ia bawa sebagai perwakilan Kaltara? Marli mengatakan misinya tentu tak lepas dari Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), yang mana seratus persen wilayahnya berada di kawasan masyarakat adat dayak, baik Kabupaten Malinau maupun Kabupaten Nunukan.

Pihaknya juga akan menyampaikan sejumlah misi dalam pertemuan itu nantinya, di mana masyarakat adat telah berkontribusi dengan menjaga TNKM secara turun temurun hingga saat ini dengan luasan 1.363,5 hektare (ha). Sehingga masyarakat di dunia masih bisa merasakan udara segar. Selanjutnya, masyarakat adat yang bermukim di TNKM sudah ada sebelum Indonesia merdeka dengan sistem pengelolaan tradisional hingga saat ini.

Kemudian, dirinya juga akan menjelaskan pada dunia, jika selama kurun waktu 21 tahun wilayah masyarakat adat yang berada di taman tersebut, sampai saat ini belum terselesaikan lantaran belum jelasnya kesepakatan terkait zonasi dan pengelolaan secara kolaborati. Terbukti jika selama ini warga adat masih dapat mengelola secara adat.

“Dan di pertemuan itu juga akan saya sampaikan, kalau memang TNKM ini merupakan paru-paru dunia, apa kontribusi dunia kepada masyarakat yang menjaga hutannya,” ujar Marli Kamis.

Dikatakan Marli, dengan keterwakilan dirinya dalam pertemuan itu dianggap juga sebagai bentuk promosi sebagian besar wilayah di Kaltara. Dengan demikian, potensi untuk dikunjungi para masyarakat adat di dunia.

Adapun beberapa negara yang akan dikunjungi keenam perwakilan Indonesia ini adalah Jerman, Francis, Italia, Spanyol, Portugal dan  Austria. Perjalanan dimaksud akan ditempuh melalui jalur darat.

Perjalanan yang akan memakan waktu selama 24 hari itu juga diharapkan Marli, dapat membawa nama Kaltara semakin dikenal dunia luar, khususnya di sejumlah negara tersebut. Selain itu juga diharapkan dapat terjalinnya kerja sama dan saling mendukung dalam perjuangan demi kesejahteraan masyarakat adat di masa yang akan datang.

“Orang tidak akan hanya bisa hidup dengan roti, tapi perkataan sesama manusia dari belahan dunia ini yang benar tepat menjadikan petunjuk hidup,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan di dunia, untuk itu anggota DPRD Nunukan ini juga tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya banyak faktor yang bisa ia paparkan maupun sampaikan selain persoalan adat dan daerah. Tapi, hubungan lainnya juga diharapkan dapat terjalin, baik itu dari sektor ekonomi maupun sektor-sektor lainnya.

Kepada Radar Nunukan, dirinya mengaku telah menyusun sejumlah presentasi potensi-potensi daerah yang akan dia paparkan di hadapan dunia itu. Adanya pertukaran kunjungan pun diinginkan Marli, sehingga masyarakat adat di enam negara tersebut juga dapat melihat langsung keindahan dan potensi besar yang dikelola masyarakat adat di Indonesia.

Seperti TNKM, tradisi adat Rante Pao di Toraja, dan tradisi-tradisi adat di sejumlah daerah di Indonesia. Dirinya mengungkapkan, semoga kegiatan serupa akan terus berlangsung sehingga selalu sinergisnya masyarakat adat di seluruh dunia. (***/eza)

 


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:18

Pintu Resmi Libur, Jalur Tikus Diincar

NUNUKAN -  Aktivitas jalur penyeberangan resmi Nunukan-Tawau, Malaysia, Jumat (16/2)  libur,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:54

Berharap Tanpa Gangguan Kriminal

NUNUKAN – Ratusan lampion serta belasan lilin raksasa kembali mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:53

Lihat Pemuda Candu Lem, Laporkan!

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan mengimbau masyarakat melaporkan jika melihat atau…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:31

Jalan Lingkar Diguyur Rp 22 M, Tapi Jangan Asal

NUNUKAN – Jalan Lingkar di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat yang mengalami longsor pada…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:30

Agar Tak Dipermainkan Pemilik Modal

NUNUKAN – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik yang belum selesai dibangun pada 2017 lalu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:29

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:28

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Kamis, 15 Februari 2018 11:57

Express Air Belum Jelas

USAI melakukan proving flight atau percobaan penerbangan di Kaltara awal Februari lalu. Maskapai Xpress…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .