MANAGED BY:
MINGGU
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 22:15
Marli Kamis Bertekad Promosikan Kaltara hingga ke Dunia

Kenalkan Adat Dayak di Enam Negara Eropa

PARU-PARU DUNIA: Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang berada di wilayah Krayan ini dijaga dengan baik secara adat dan telah dilakukan turun-temurun.FOTO: DOKUMEN RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Nunukan sepertinya patut berbangga. Salah satu putra terbaik daerah ini akan mewakili Kaltara maupun Indonesia dalam pertukaran dan pengenalan masyarakat adat dayak di enam negara bagian di Eropa. Bagaimana persiapannya, berikut ulasannya.

DIANSYAH

MEMBAWA nama masyarakat adat dayak dan Indonesia di enam negara bagian eropa tak pernah terbesit di pikiran Marli Kamis, tokoh adat dayak di Kaltara ini. Bersama sejumlah masyarakat adat di Indonesia, di antaranya Mina Susina Setra (Kalbar), Malianus Ulimpa (Papua), Ayu Septi Aria (Bali), Nura Batara (Sulsel), Dolfence Gailagowi (Maluku) dan Marli Kamis (Kaltara).

Keenam perwakilan masyarakat adat Indonesia ini akan berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sabtu, 14 Oktober 2017 mendatang menuju Jerman.

Dikatakan Marli, kegiatan ini merupakan pertemuan masyarakat adat di seluruh dunia. Yang akan membahas sejumlah hal, di antaranya tentang pengelolaan masyarakat adat terhadap wilayah hutan masing-masing dan kontribusi terhadap negara sendiri maupun negara lain.

Ketika ditanya terkait misi yang akan ia bawa sebagai perwakilan Kaltara? Marli mengatakan misinya tentu tak lepas dari Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), yang mana seratus persen wilayahnya berada di kawasan masyarakat adat dayak, baik Kabupaten Malinau maupun Kabupaten Nunukan.

Pihaknya juga akan menyampaikan sejumlah misi dalam pertemuan itu nantinya, di mana masyarakat adat telah berkontribusi dengan menjaga TNKM secara turun temurun hingga saat ini dengan luasan 1.363,5 hektare (ha). Sehingga masyarakat di dunia masih bisa merasakan udara segar. Selanjutnya, masyarakat adat yang bermukim di TNKM sudah ada sebelum Indonesia merdeka dengan sistem pengelolaan tradisional hingga saat ini.

Kemudian, dirinya juga akan menjelaskan pada dunia, jika selama kurun waktu 21 tahun wilayah masyarakat adat yang berada di taman tersebut, sampai saat ini belum terselesaikan lantaran belum jelasnya kesepakatan terkait zonasi dan pengelolaan secara kolaborati. Terbukti jika selama ini warga adat masih dapat mengelola secara adat.

“Dan di pertemuan itu juga akan saya sampaikan, kalau memang TNKM ini merupakan paru-paru dunia, apa kontribusi dunia kepada masyarakat yang menjaga hutannya,” ujar Marli Kamis.

Dikatakan Marli, dengan keterwakilan dirinya dalam pertemuan itu dianggap juga sebagai bentuk promosi sebagian besar wilayah di Kaltara. Dengan demikian, potensi untuk dikunjungi para masyarakat adat di dunia.

Adapun beberapa negara yang akan dikunjungi keenam perwakilan Indonesia ini adalah Jerman, Francis, Italia, Spanyol, Portugal dan  Austria. Perjalanan dimaksud akan ditempuh melalui jalur darat.

Perjalanan yang akan memakan waktu selama 24 hari itu juga diharapkan Marli, dapat membawa nama Kaltara semakin dikenal dunia luar, khususnya di sejumlah negara tersebut. Selain itu juga diharapkan dapat terjalinnya kerja sama dan saling mendukung dalam perjuangan demi kesejahteraan masyarakat adat di masa yang akan datang.

“Orang tidak akan hanya bisa hidup dengan roti, tapi perkataan sesama manusia dari belahan dunia ini yang benar tepat menjadikan petunjuk hidup,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan di dunia, untuk itu anggota DPRD Nunukan ini juga tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya banyak faktor yang bisa ia paparkan maupun sampaikan selain persoalan adat dan daerah. Tapi, hubungan lainnya juga diharapkan dapat terjalin, baik itu dari sektor ekonomi maupun sektor-sektor lainnya.

Kepada Radar Nunukan, dirinya mengaku telah menyusun sejumlah presentasi potensi-potensi daerah yang akan dia paparkan di hadapan dunia itu. Adanya pertukaran kunjungan pun diinginkan Marli, sehingga masyarakat adat di enam negara tersebut juga dapat melihat langsung keindahan dan potensi besar yang dikelola masyarakat adat di Indonesia.

Seperti TNKM, tradisi adat Rante Pao di Toraja, dan tradisi-tradisi adat di sejumlah daerah di Indonesia. Dirinya mengungkapkan, semoga kegiatan serupa akan terus berlangsung sehingga selalu sinergisnya masyarakat adat di seluruh dunia. (***/eza)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:47

Nunukan Daerah Tanpa Identitas Jelas?

NUNUKAN – Usai berpisah dengan Kabupaten Bulungan 18 tahun lalu, Kabupaten Nunukan hingga kini…

Sabtu, 21 Oktober 2017 09:45

Pengalaman Pertama Memimpin Satuan di Perbatasan

Baginya, tugas di perbatasan bukanlah kali pertama ia emban sejak lulus dari Akademi Militer (Akmil)…

Jumat, 20 Oktober 2017 11:11

Krayan Minta Dibentuk Dapil Sendiri

NUNUKAN – Pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung dua tahun lagi atau 2019 mendatang telah…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:22

Parah, Krisis Listrik Masih Terus Berlanjut

NUNUKAN – Krisis listrik yang terjadi di Nunukan seakan tak ada habisnya. Baru rampung dilakukan…

Kamis, 19 Oktober 2017 12:20

Tidak Ada Wadah, Manfaatkan Lahan yang Ada

Hadirnya para penggiat olahraga ekstrem di Nunukan ini tentu membawa perubahan tersendiri bagi prilaku…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:52

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .