MANAGED BY:
SELASA
12 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 22:15
Marli Kamis Bertekad Promosikan Kaltara hingga ke Dunia

Kenalkan Adat Dayak di Enam Negara Eropa

PARU-PARU DUNIA: Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang berada di wilayah Krayan ini dijaga dengan baik secara adat dan telah dilakukan turun-temurun.FOTO: DOKUMEN RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya Kabupaten Nunukan sepertinya patut berbangga. Salah satu putra terbaik daerah ini akan mewakili Kaltara maupun Indonesia dalam pertukaran dan pengenalan masyarakat adat dayak di enam negara bagian di Eropa. Bagaimana persiapannya, berikut ulasannya.

DIANSYAH

MEMBAWA nama masyarakat adat dayak dan Indonesia di enam negara bagian eropa tak pernah terbesit di pikiran Marli Kamis, tokoh adat dayak di Kaltara ini. Bersama sejumlah masyarakat adat di Indonesia, di antaranya Mina Susina Setra (Kalbar), Malianus Ulimpa (Papua), Ayu Septi Aria (Bali), Nura Batara (Sulsel), Dolfence Gailagowi (Maluku) dan Marli Kamis (Kaltara).

Keenam perwakilan masyarakat adat Indonesia ini akan berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sabtu, 14 Oktober 2017 mendatang menuju Jerman.

Dikatakan Marli, kegiatan ini merupakan pertemuan masyarakat adat di seluruh dunia. Yang akan membahas sejumlah hal, di antaranya tentang pengelolaan masyarakat adat terhadap wilayah hutan masing-masing dan kontribusi terhadap negara sendiri maupun negara lain.

Ketika ditanya terkait misi yang akan ia bawa sebagai perwakilan Kaltara? Marli mengatakan misinya tentu tak lepas dari Kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), yang mana seratus persen wilayahnya berada di kawasan masyarakat adat dayak, baik Kabupaten Malinau maupun Kabupaten Nunukan.

Pihaknya juga akan menyampaikan sejumlah misi dalam pertemuan itu nantinya, di mana masyarakat adat telah berkontribusi dengan menjaga TNKM secara turun temurun hingga saat ini dengan luasan 1.363,5 hektare (ha). Sehingga masyarakat di dunia masih bisa merasakan udara segar. Selanjutnya, masyarakat adat yang bermukim di TNKM sudah ada sebelum Indonesia merdeka dengan sistem pengelolaan tradisional hingga saat ini.

Kemudian, dirinya juga akan menjelaskan pada dunia, jika selama kurun waktu 21 tahun wilayah masyarakat adat yang berada di taman tersebut, sampai saat ini belum terselesaikan lantaran belum jelasnya kesepakatan terkait zonasi dan pengelolaan secara kolaborati. Terbukti jika selama ini warga adat masih dapat mengelola secara adat.

“Dan di pertemuan itu juga akan saya sampaikan, kalau memang TNKM ini merupakan paru-paru dunia, apa kontribusi dunia kepada masyarakat yang menjaga hutannya,” ujar Marli Kamis.

Dikatakan Marli, dengan keterwakilan dirinya dalam pertemuan itu dianggap juga sebagai bentuk promosi sebagian besar wilayah di Kaltara. Dengan demikian, potensi untuk dikunjungi para masyarakat adat di dunia.

Adapun beberapa negara yang akan dikunjungi keenam perwakilan Indonesia ini adalah Jerman, Francis, Italia, Spanyol, Portugal dan  Austria. Perjalanan dimaksud akan ditempuh melalui jalur darat.

Perjalanan yang akan memakan waktu selama 24 hari itu juga diharapkan Marli, dapat membawa nama Kaltara semakin dikenal dunia luar, khususnya di sejumlah negara tersebut. Selain itu juga diharapkan dapat terjalinnya kerja sama dan saling mendukung dalam perjuangan demi kesejahteraan masyarakat adat di masa yang akan datang.

“Orang tidak akan hanya bisa hidup dengan roti, tapi perkataan sesama manusia dari belahan dunia ini yang benar tepat menjadikan petunjuk hidup,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan di dunia, untuk itu anggota DPRD Nunukan ini juga tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya banyak faktor yang bisa ia paparkan maupun sampaikan selain persoalan adat dan daerah. Tapi, hubungan lainnya juga diharapkan dapat terjalin, baik itu dari sektor ekonomi maupun sektor-sektor lainnya.

Kepada Radar Nunukan, dirinya mengaku telah menyusun sejumlah presentasi potensi-potensi daerah yang akan dia paparkan di hadapan dunia itu. Adanya pertukaran kunjungan pun diinginkan Marli, sehingga masyarakat adat di enam negara tersebut juga dapat melihat langsung keindahan dan potensi besar yang dikelola masyarakat adat di Indonesia.

Seperti TNKM, tradisi adat Rante Pao di Toraja, dan tradisi-tradisi adat di sejumlah daerah di Indonesia. Dirinya mengungkapkan, semoga kegiatan serupa akan terus berlangsung sehingga selalu sinergisnya masyarakat adat di seluruh dunia. (***/eza)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:45

Disdukcapil Tunggu Juknis dari Kemendagri

NUNUKAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan memastikan akan melaksanakan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:27

Belum Ada Bantuan Pengganti Pukat Hela

NUNUKAN – Penggantian alat tangkap pukat hela sesuai edaran Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Jumat, 08 Desember 2017 11:25

Tak Mampu Ikuti UMK, Perusahaan Wajib Bersurat

NUNUKAN – Pasca pengesahan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018, pihak perusahaan kini wajib menjalankan…

Kamis, 07 Desember 2017 12:01

NUNUKAN Biarpet Lagi

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan kembali memberikan pelayanan yang tidak…

Kamis, 07 Desember 2017 11:57

Minim Perhatian, Sei Mengkadu Perlu Jadi Desa

NUNUKAN – Persoalan lemahnya pembangunan yang tak kunjung berdampak pada wilayah Sei Mengkadu,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .