MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 22:09
Buaya Sering Teror Warga Binusan
WASPADA: Seekor buaya dengan ukuran yang cukup besar kerap menampakkan dirinya di sekitar Sungai Apuk, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan yang membuat warga setempat was-was dan ekstra waspada. FOTO; ALFIAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga Desa Binusan, Kecamatan Nunukan dibuat tidak nyaman dengan keberadaan buaya yang dinilai kerap meneror masyarakat yang sedang berada di Jembatan Sungai Apuk. Sebelumnya, buaya tersebut telah menerkam seorang warga dan keberadaan hewan jenis reptil sudah sangat membahayakan.

Salah seorang warga Desa Binusan yang sempat melihat buaya tersebut muncul di Jembatan Sungai Apuk, Alfian mengatakan, Sabtu (7/10) lalu, seekor buaya muncul sekira pukul 11.00 wita. Kemunculan buaya tersebut berasamaan dengan air laut pasang. “Misalkan air laut naik, maka buaya tersebut pasti muncul di jembatan dan ukurannya sangat besar,” kata Alfian kepada Radar Nunukan, Minggu (8/10.

Menurutnya, buaya tersebut menampakkan dirinya karena ingin mencari makan, karena di jembatan tersebut sering ada warga yang memancing. Kehadiran hewan pemangsa ini perlu diwaspadai sebelum ada korban jiwa.

Lanjut dia, buaya itu diperkirakan tidak akan memangsa manusia jika tidak diganggu, karena keberadaan buaya diketahui sejak lama sudah berada di lokasi itu. Buaya itu juga kerap naik ke daratan atau berada di bibir sungai. “Waspada saja sebelum ada korban, karena buaya ini tidak tahu dari mana keberadaannya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Binusan yang dikonfirmasi media ini, Untung mengatakan, kehadiran buaya di Sungai Apuk telah diketahui warganya. Buaya tersebut tidak pernah berpindah tempat dan lokasi tersebut menjadi habitatnya.

“Buaya itu sering cari makanan di dekat jembatan, karena warga sering membuang sampah atau bangkai hewan di sekitar jembatan tersebut,” kata Untung kepada media ini kemarin.

Warga yang sering melakukan aktivitas di sekitar sungai tersebut telah disampaikan untuk berhati-hati. Karena dipastikan buaya tersebut tidak akan memangsa manusia jika habitatnya tidak diganggu. Selama ini keberadaan buaya tersebut tidak pernah ada yang menganggu guna menghindari ada warga yang dimangsa.

Ia memastikan, buaya yang sering muncul di Sungai Apuk hanya satu, karena kebaradaan buaya tersebut terkadang muncul sebulan sekali. Bahkan, sebelumnya hanya dapat dilihat warga setahun sekali. Namun akhir-akhir ini telah sering muncul di permukaan. “Mungkin ada pembukaan tambak di dekat jembatan itu, maka buaya sering muncul ingin mencari tempat baru,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran buaya tersebut belum dapat dipastikan, namun jika dilihat secara kasat mata telah dapat memangsa seorang manusia, karena sebelumnya telah ada warga Binusan yang diterkam. Namun dapat diselamatkan.

“Ipar saya pernah disambar buaya di sekitar Sungai Apuk itu, nasib baik sempat melawan. Namun kejadian itu telah lama, sudah lebih dari dua tahun,” tambahnya.

Untuk menghindari agar tidak ada korban, maka ia telah menyampaikan kepada warga Desa Binusan agar tidak mengganggu keberadaan buaya tersebut. “Asalkan jangan diganggu saja, walaupun sering muncul cukup dibiarkan saja buaya itu,” pesannya.

Sebelumnya, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau, BKSDA Kaltim Aganto Seno yang dikonfirmasi media ini juga mengakui tidak menangani langsung terkait pengawasan dan pemindahan hewan purba tersebut.

“Kalau pengawasan secara khusus itu tidak ada, karena buaya itukan ada di mana-mana. Apalagi di tiap muara ada buaya, jadi kami tidak bisa mengawasinya satu persatu,” ungkap Seno.

Pihaknya juga mengaku tidak punya alat yang bisa menangani khusus buaya. Apalagi, sampai akan memindahkan buaya. “Kalau kami, nanti buayanya itu terjadi sesuatu atau mau diselamatkan baru kami turun langsung. Lagian kalau akan dipindahkan, mau dipindahkan ke mana. Kalau itu habitatnya kita juga tidak bisa apa-apa,” jelas Seno.

Namun, dirinya akan menyampaikan permasalahan tersebut hingga ke pusat untuk mencari solusinya. “Nanti saya coba laporkan juga ke pusat, mungkin mereka juga punya solusi,” pungkasnya. (nal/eza)

Warga Setempat Sempat Diterkam Buaya


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:28

Penyeberangan ke Negara Tetangga Kembali Dibuka

NUNUKAN - Pasca lebaran H+3 penyeberangan Nunukan-Tawau, Malaysia telah kembali normal. Aktivitas di…

Senin, 18 Juni 2018 13:23

Diterkam Buaya, Sudding Nyaris Meregang Nyawa

NUNUKAN - Seorang warga Tanjung Harapan Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kaltara diserang buaya mengakibatkan…

Senin, 18 Juni 2018 11:00

Ribuan Miras Ilegal Nyaris Lolos Edar

NUNUKAN - Belasan ribu botol Minuman Keras (Miras) ilegal asal Malaysia yang akan diselundupkan ke Berau,…

Senin, 18 Juni 2018 10:55

Pelabuhan Sei Jepun Dipadati Penumpang

SEBATIK - Transportasi laut dengan tujuan Nunukan-Sebatik, ramai dimanfaatkan warga Nunukan untuk berkunjung…

Sabtu, 16 Juni 2018 22:53

Wabup Suguhkan Gado-Gado dan Coto Makassar saat Open House

NUNUKAN - Open house yang digelar Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad di rumah jabatannya, Jalan Ujang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .