MANAGED BY:
MINGGU
18 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 22:09
Buaya Sering Teror Warga Binusan
WASPADA: Seekor buaya dengan ukuran yang cukup besar kerap menampakkan dirinya di sekitar Sungai Apuk, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan yang membuat warga setempat was-was dan ekstra waspada. FOTO; ALFIAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga Desa Binusan, Kecamatan Nunukan dibuat tidak nyaman dengan keberadaan buaya yang dinilai kerap meneror masyarakat yang sedang berada di Jembatan Sungai Apuk. Sebelumnya, buaya tersebut telah menerkam seorang warga dan keberadaan hewan jenis reptil sudah sangat membahayakan.

Salah seorang warga Desa Binusan yang sempat melihat buaya tersebut muncul di Jembatan Sungai Apuk, Alfian mengatakan, Sabtu (7/10) lalu, seekor buaya muncul sekira pukul 11.00 wita. Kemunculan buaya tersebut berasamaan dengan air laut pasang. “Misalkan air laut naik, maka buaya tersebut pasti muncul di jembatan dan ukurannya sangat besar,” kata Alfian kepada Radar Nunukan, Minggu (8/10.

Menurutnya, buaya tersebut menampakkan dirinya karena ingin mencari makan, karena di jembatan tersebut sering ada warga yang memancing. Kehadiran hewan pemangsa ini perlu diwaspadai sebelum ada korban jiwa.

Lanjut dia, buaya itu diperkirakan tidak akan memangsa manusia jika tidak diganggu, karena keberadaan buaya diketahui sejak lama sudah berada di lokasi itu. Buaya itu juga kerap naik ke daratan atau berada di bibir sungai. “Waspada saja sebelum ada korban, karena buaya ini tidak tahu dari mana keberadaannya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Desa Binusan yang dikonfirmasi media ini, Untung mengatakan, kehadiran buaya di Sungai Apuk telah diketahui warganya. Buaya tersebut tidak pernah berpindah tempat dan lokasi tersebut menjadi habitatnya.

“Buaya itu sering cari makanan di dekat jembatan, karena warga sering membuang sampah atau bangkai hewan di sekitar jembatan tersebut,” kata Untung kepada media ini kemarin.

Warga yang sering melakukan aktivitas di sekitar sungai tersebut telah disampaikan untuk berhati-hati. Karena dipastikan buaya tersebut tidak akan memangsa manusia jika habitatnya tidak diganggu. Selama ini keberadaan buaya tersebut tidak pernah ada yang menganggu guna menghindari ada warga yang dimangsa.

Ia memastikan, buaya yang sering muncul di Sungai Apuk hanya satu, karena kebaradaan buaya tersebut terkadang muncul sebulan sekali. Bahkan, sebelumnya hanya dapat dilihat warga setahun sekali. Namun akhir-akhir ini telah sering muncul di permukaan. “Mungkin ada pembukaan tambak di dekat jembatan itu, maka buaya sering muncul ingin mencari tempat baru,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran buaya tersebut belum dapat dipastikan, namun jika dilihat secara kasat mata telah dapat memangsa seorang manusia, karena sebelumnya telah ada warga Binusan yang diterkam. Namun dapat diselamatkan.

“Ipar saya pernah disambar buaya di sekitar Sungai Apuk itu, nasib baik sempat melawan. Namun kejadian itu telah lama, sudah lebih dari dua tahun,” tambahnya.

Untuk menghindari agar tidak ada korban, maka ia telah menyampaikan kepada warga Desa Binusan agar tidak mengganggu keberadaan buaya tersebut. “Asalkan jangan diganggu saja, walaupun sering muncul cukup dibiarkan saja buaya itu,” pesannya.

Sebelumnya, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Berau, BKSDA Kaltim Aganto Seno yang dikonfirmasi media ini juga mengakui tidak menangani langsung terkait pengawasan dan pemindahan hewan purba tersebut.

“Kalau pengawasan secara khusus itu tidak ada, karena buaya itukan ada di mana-mana. Apalagi di tiap muara ada buaya, jadi kami tidak bisa mengawasinya satu persatu,” ungkap Seno.

Pihaknya juga mengaku tidak punya alat yang bisa menangani khusus buaya. Apalagi, sampai akan memindahkan buaya. “Kalau kami, nanti buayanya itu terjadi sesuatu atau mau diselamatkan baru kami turun langsung. Lagian kalau akan dipindahkan, mau dipindahkan ke mana. Kalau itu habitatnya kita juga tidak bisa apa-apa,” jelas Seno.

Namun, dirinya akan menyampaikan permasalahan tersebut hingga ke pusat untuk mencari solusinya. “Nanti saya coba laporkan juga ke pusat, mungkin mereka juga punya solusi,” pungkasnya. (nal/eza)

Warga Setempat Sempat Diterkam Buaya


BACA JUGA

Sabtu, 17 Februari 2018 11:18

Pintu Resmi Libur, Jalur Tikus Diincar

NUNUKAN -  Aktivitas jalur penyeberangan resmi Nunukan-Tawau, Malaysia, Jumat (16/2)  libur,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:54

Berharap Tanpa Gangguan Kriminal

NUNUKAN – Ratusan lampion serta belasan lilin raksasa kembali mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:53

Lihat Pemuda Candu Lem, Laporkan!

BADAN Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan mengimbau masyarakat melaporkan jika melihat atau…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:31

Jalan Lingkar Diguyur Rp 22 M, Tapi Jangan Asal

NUNUKAN – Jalan Lingkar di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat yang mengalami longsor pada…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:30

Agar Tak Dipermainkan Pemilik Modal

NUNUKAN – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sebatik yang belum selesai dibangun pada 2017 lalu,…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:29

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Sabtu, 17 Februari 2018 10:28

Abrasi Masih Mengancam Desa Manurung

NUNUKAN – Abrasi pantai yang membuat rumah ambruk di Desa Manurung, Kecamatan Sebatik Timur hingga…

Kamis, 15 Februari 2018 11:57

Express Air Belum Jelas

USAI melakukan proving flight atau percobaan penerbangan di Kaltara awal Februari lalu. Maskapai Xpress…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…

Kamis, 15 Februari 2018 11:16

4.000 Warga Terancam Kehilangan Hak Suara

NUNUKAN – Memilih pemimpin atau wakil rakyat menjadi hak setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .