MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 20:48
Batas Waktu Habis, Kejari Lanjutkan ke Tipikor

Penyidikan Kasus Pasar Selisun Mangkrak

RUSAK: Salah satu pasar yang berada di wilayah Kelurahan Selisun ini hingga kini tak jelas setelah pembangunannya tak kunjung rampung. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali melanjutkan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Selisun setelah batas waktu pengembalian uang berakhir, Kamis (5/10) lalu.

Hal ini dilakukan lantaran tersangka AS, pemilik Koperasi Mattiro Bulu yang tidak menyelesaikan pembangunan pasar tidak mengembalikan uang negara senilai  Rp 375 juta kepada pihak penyidik untuk dikembalikan ke negara.

Karena mangkrak dan diduga adanya pelanggaran hukum, pihak Kejari Nunukan akhirnya memeriksa proses dan penyebab pembangunan pasar yang dananya bersumber dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) itu terhenti.

Kepala Kejari Nunukan I Made Sudiatmika SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Muh. Rusli SH mengatakan, setelah batas waktu itu akhirnya diketahui jika tersangka memang sudah tak memiliki itikad baik. Akhirnya, kasus ini dilanjutkan ke tingkat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Samarinda. “Karena tidak punya itikad baik, ya sudah.Kasusnya dilanjutkan lagi,” tegas H. Rusli kepada media ini kemarin.

Ia menjelaskan, sebelumnya tersangka itu bersedia mengembalikan uang tersebut. Tapi, sampai saat ini, batas waktu yang diberikan habis belum juga mengembalikan dan  berapa kali saya panggil. Tapi ya begitulah, janji saja. Kami telah berbuat baik untuk melakukan pencegahan. Tapi dia tidak mau, ya, sudahlah,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya menyetujui permintaan awal tersangka untuk penghentian penyidikan lantaran proses sidang yang rencana di Tipikor Samarinda memakan biaya yang lebih besar dibanding kerugian negara yang harus dikembalikan. “Makanya, ketika tersangka siap mengembalikan uang tersebut, maka kasusnya akan dihentikan dan dilaporkan ke pimpinan jika kerugian negara telah dikembalikan dan kami tidak lagi menghabiskan biaya persidangan lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan pasar senilai Rp 375 juta itu, diberikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia ke Koperasi Mattiro Bulu milik As. Dana bantuan itu diberikan atas rekomendasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperesi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Nunukan.

Informasi yang diterima media ini, pada 2013 dan 2014 lalu, mantan Bupati Nunukan H. Basri sudah pernah memanggil dan meminta dengan segera agar diselesaikan pembangunan pasar tersebut. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Hj. Leppa Hafid juga beberapa kali memanggil pemilik koperasi ke kantor DPRD Nunukan untuk meminta pertanggung jawabannya.

Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Nunukan, selaku instansi teknis yang menangani hal tersebut, juga telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, kementerian tetap meminta agar pasar tersebut segera diselesaikan. Sebab, sebagai kebutuhan masyarakat pasar tersebut patut diadakan. Berjalannya waktu, tak ada perubahan bahkan beberapa atap dan rangka pasar mengalami kerusakan akibat faktor cuaca. (oya/ogy)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 10:14

Daerah OBP, Sasaran Ketat Pengawasan

NUNUKAN –Untuk daerah perbatasan di Kabupaten Nunukan masih ada yang masuk dalam Outstanding Boundary…

Sabtu, 24 Februari 2018 09:51

Beda Rp 350 Ribu, Lelang SOA Batal

NUNUKAN – Lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 melalui sistem lelang cepat (sikap)…

Jumat, 23 Februari 2018 10:25

Pasien Terima Obat Kedaluwarsa

NUNUKAN – Telah ditemukan obat-obatan dari salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) di Sebatik…

Jumat, 23 Februari 2018 10:23

Mantan TKI Ditemukan Meninggal Dunia

NUNUKAN – Masyarakat di sekitar Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jalan Ujang Dewa, Kelurahan…

Jumat, 23 Februari 2018 10:19

Perkuat Pengawasan, TNI Tambah Koramil

NUNUKAN – Untuk menjaga situasi dan keamanan wilayah perbatasan khusus di Kabupaten Nunukan, Komando…

Kamis, 22 Februari 2018 12:41

Sosok Mayat Ditemukan Depan Kantor Imigrasi

NUNUKAN - Sosok mayat tiba-tiba ditemukan di depan Kantor Imigrasi Kelas II B Nunukan. Jalan Ujang Dewa, …

Kamis, 22 Februari 2018 10:37

Dugaan Pungli PTSL Bakal Ditelusuri ORI

NUNUKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) akan menindaklanjuti…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

Masak Air Ditinggal, Rumah Jadi Arang

NUNUKAN – Amukan si jago merah melalap satu rumah warga di Jalan Cut Nyak Dien, Gang Bukit Indah,…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Sekolah Tanpa Kursi dan Meja Direspons

NUNUKAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan mendistribusikan bantuan ke Sekolah…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Desak Perusahaan Berkantor di Nunukan

NUNUKAN – Upaya Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan agar perusahaan besar berkantor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .