MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 20:48
Batas Waktu Habis, Kejari Lanjutkan ke Tipikor

Penyidikan Kasus Pasar Selisun Mangkrak

RUSAK: Salah satu pasar yang berada di wilayah Kelurahan Selisun ini hingga kini tak jelas setelah pembangunannya tak kunjung rampung. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali melanjutkan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Selisun setelah batas waktu pengembalian uang berakhir, Kamis (5/10) lalu.

Hal ini dilakukan lantaran tersangka AS, pemilik Koperasi Mattiro Bulu yang tidak menyelesaikan pembangunan pasar tidak mengembalikan uang negara senilai  Rp 375 juta kepada pihak penyidik untuk dikembalikan ke negara.

Karena mangkrak dan diduga adanya pelanggaran hukum, pihak Kejari Nunukan akhirnya memeriksa proses dan penyebab pembangunan pasar yang dananya bersumber dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) itu terhenti.

Kepala Kejari Nunukan I Made Sudiatmika SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Muh. Rusli SH mengatakan, setelah batas waktu itu akhirnya diketahui jika tersangka memang sudah tak memiliki itikad baik. Akhirnya, kasus ini dilanjutkan ke tingkat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Samarinda. “Karena tidak punya itikad baik, ya sudah.Kasusnya dilanjutkan lagi,” tegas H. Rusli kepada media ini kemarin.

Ia menjelaskan, sebelumnya tersangka itu bersedia mengembalikan uang tersebut. Tapi, sampai saat ini, batas waktu yang diberikan habis belum juga mengembalikan dan  berapa kali saya panggil. Tapi ya begitulah, janji saja. Kami telah berbuat baik untuk melakukan pencegahan. Tapi dia tidak mau, ya, sudahlah,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya menyetujui permintaan awal tersangka untuk penghentian penyidikan lantaran proses sidang yang rencana di Tipikor Samarinda memakan biaya yang lebih besar dibanding kerugian negara yang harus dikembalikan. “Makanya, ketika tersangka siap mengembalikan uang tersebut, maka kasusnya akan dihentikan dan dilaporkan ke pimpinan jika kerugian negara telah dikembalikan dan kami tidak lagi menghabiskan biaya persidangan lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan pasar senilai Rp 375 juta itu, diberikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia ke Koperasi Mattiro Bulu milik As. Dana bantuan itu diberikan atas rekomendasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperesi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Nunukan.

Informasi yang diterima media ini, pada 2013 dan 2014 lalu, mantan Bupati Nunukan H. Basri sudah pernah memanggil dan meminta dengan segera agar diselesaikan pembangunan pasar tersebut. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Hj. Leppa Hafid juga beberapa kali memanggil pemilik koperasi ke kantor DPRD Nunukan untuk meminta pertanggung jawabannya.

Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Nunukan, selaku instansi teknis yang menangani hal tersebut, juga telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, kementerian tetap meminta agar pasar tersebut segera diselesaikan. Sebab, sebagai kebutuhan masyarakat pasar tersebut patut diadakan. Berjalannya waktu, tak ada perubahan bahkan beberapa atap dan rangka pasar mengalami kerusakan akibat faktor cuaca. (oya/ogy)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:52

Pengelola Arang Kayu Sempat Diperiksa Polisi

NUNUKAN – PT Palem Segar Lestari yang melakukan pengelolaan arang kayu di Kecamatan Sembakung,…

Jumat, 22 Juni 2018 11:43

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Jumat, 22 Juni 2018 11:30

Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi

NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan…

Kamis, 21 Juni 2018 22:30

Transhipment Beras Batal Dilakukan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut beras 2.900 ton dari Vietnam, ingin melakukan…

Kamis, 21 Juni 2018 14:37

Solusi Bangun Penangkaran Buaya

NUNUKAN – Keberadaan hewan reptilia jenis buaya di wilayah pesisir, Kelurahan Tanjung Harapan,…

Rabu, 20 Juni 2018 15:36

Arus Balik Normal, Tak Ada Lonjakan Penumpang

  NUNUKAN - PT Perusahaan Pelayaran Nasional (Pelni) Cabang Nunukan, memastikan arus balik akan…

Rabu, 20 Juni 2018 15:16

IIH LEBAY..!! Buaya Ditangkap, Kok.. Tiga Warga yang Kerasukan

NUNUKAN - Buaya di sekitar pesisir Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan dinamai…

Rabu, 20 Juni 2018 15:11

Tujuan Utama Pengiriman Miras Belum Diketahui

NUNUKAN — Penyidikan terus dilakukan oleh pihal Lanal Nunukan terhadap juragan juga anak buah…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Pasca Lebaran Harga Masih Stabil

NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual…

Rabu, 20 Juni 2018 11:30

Tahun Ini, Tak Dapat Remisi

NUNUKAN-Sebanyak 111 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan akan menerima remisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .