MANAGED BY:
JUMAT
24 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 20:48
Batas Waktu Habis, Kejari Lanjutkan ke Tipikor

Penyidikan Kasus Pasar Selisun Mangkrak

RUSAK: Salah satu pasar yang berada di wilayah Kelurahan Selisun ini hingga kini tak jelas setelah pembangunannya tak kunjung rampung. FOTO: RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali melanjutkan kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Selisun setelah batas waktu pengembalian uang berakhir, Kamis (5/10) lalu.

Hal ini dilakukan lantaran tersangka AS, pemilik Koperasi Mattiro Bulu yang tidak menyelesaikan pembangunan pasar tidak mengembalikan uang negara senilai  Rp 375 juta kepada pihak penyidik untuk dikembalikan ke negara.

Karena mangkrak dan diduga adanya pelanggaran hukum, pihak Kejari Nunukan akhirnya memeriksa proses dan penyebab pembangunan pasar yang dananya bersumber dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) itu terhenti.

Kepala Kejari Nunukan I Made Sudiatmika SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Muh. Rusli SH mengatakan, setelah batas waktu itu akhirnya diketahui jika tersangka memang sudah tak memiliki itikad baik. Akhirnya, kasus ini dilanjutkan ke tingkat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Samarinda. “Karena tidak punya itikad baik, ya sudah.Kasusnya dilanjutkan lagi,” tegas H. Rusli kepada media ini kemarin.

Ia menjelaskan, sebelumnya tersangka itu bersedia mengembalikan uang tersebut. Tapi, sampai saat ini, batas waktu yang diberikan habis belum juga mengembalikan dan  berapa kali saya panggil. Tapi ya begitulah, janji saja. Kami telah berbuat baik untuk melakukan pencegahan. Tapi dia tidak mau, ya, sudahlah,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya menyetujui permintaan awal tersangka untuk penghentian penyidikan lantaran proses sidang yang rencana di Tipikor Samarinda memakan biaya yang lebih besar dibanding kerugian negara yang harus dikembalikan. “Makanya, ketika tersangka siap mengembalikan uang tersebut, maka kasusnya akan dihentikan dan dilaporkan ke pimpinan jika kerugian negara telah dikembalikan dan kami tidak lagi menghabiskan biaya persidangan lagi,” jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan pasar senilai Rp 375 juta itu, diberikan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia ke Koperasi Mattiro Bulu milik As. Dana bantuan itu diberikan atas rekomendasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperesi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Nunukan.

Informasi yang diterima media ini, pada 2013 dan 2014 lalu, mantan Bupati Nunukan H. Basri sudah pernah memanggil dan meminta dengan segera agar diselesaikan pembangunan pasar tersebut. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan Hj. Leppa Hafid juga beberapa kali memanggil pemilik koperasi ke kantor DPRD Nunukan untuk meminta pertanggung jawabannya.

Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Nunukan, selaku instansi teknis yang menangani hal tersebut, juga telah melaporkan kejadian ini ke Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, kementerian tetap meminta agar pasar tersebut segera diselesaikan. Sebab, sebagai kebutuhan masyarakat pasar tersebut patut diadakan. Berjalannya waktu, tak ada perubahan bahkan beberapa atap dan rangka pasar mengalami kerusakan akibat faktor cuaca. (oya/ogy)

 

 


BACA JUGA

Jumat, 24 November 2017 11:56

Warga Sebatik Minta PLN Prioritaskan Pelayanan di Perbatasan

NUNUKAN – Kedatangan enam unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal yang diharapkan…

Jumat, 24 November 2017 11:50

Perhiasan Senilai Rp 5 M Raib di Penginapan

NUNUKAN – Perhiasan milik salah satu warga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) Arifuddin…

Kamis, 23 November 2017 11:50

Pemilik RM Arema Beri Keterangan ke Penyidik

NUNUKAN – Kasus Bakso terkontaminasi spesies tikus memasuki babak baru. Setelah menggelar jumpa…

Kamis, 23 November 2017 11:49

Sabu Endusan Anjing Pelacak Dimusnahkan

NUNUKAN – Kepolisian Resor (Polres) Nunukan kembali melakukan pemusnahan Narkotika golongan satu…

Kamis, 23 November 2017 11:47

Insentif dan Tunjangan Guru PAUD Mandek 9 Bulan

NUNUKAN – Sejumlah guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali galau. Menjelang akhir 2017 ini,…

Rabu, 22 November 2017 12:20

Pemilik Usaha Kuliner Diminta Teliti

NUNUKAN – Masyarakat, khususnya pengusaha kuliner diminta mengambil pelajaran penting terhadap…

Rabu, 22 November 2017 12:14

Lahan Bandara Diklaim Tak Bermasalah

NUNUKAN – Sebagian lahan Bandar Udara (Bandara) Nunukan yang sempat bermasalah antara Pemerintah…

Selasa, 21 November 2017 11:06

Dua Mesin PLTD Disiapkan Jadi Cadangan

NUNUKAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nunukan telah mendatangkan lima unit mesin…

Selasa, 21 November 2017 11:04

Besok, Budiman Arifin Jalani Sidang Kedua

NUNUKAN -Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, H. Budiman Arifin yang juga mantan Bupati Bulungan…

Senin, 20 November 2017 12:13

Warga Ikut Antusias Meriahkan Pawai Tematik

NUNUKAN – Ribuan masyarakat Nunukan antusias memadati jalan protokol, Minggu (19/11). Hal itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .