MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 20:44
Wow.. Jeruk Nipis Seharga 1 Kg Ayam
MAHAL: Jeruk nipis yang biasa digunakan di warung makan sebagai penambah rasa kini langka. Harga, naik dan membuat pedagang menjerit. FOTO; SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Setelah cabai rawit, harga jeruk nipis di pasar cukup mengerikan. Sejumlah pengusaha makanan mengaku terkejut dengan harga jual di beberapa agen. Sebab, harganya kini mencapai Rp 35 ribu per kg. Harga sama dengan harga daging ayam potong. Bahkan lebih mahal yakni Rp 35-38 ribu per kg."Begitulah hukum pasar. Jeruk nipis lagi langka. Sementara sangat dibutuhkan. Makanya harganya naik," kata Yanti, seorang distributor rempah-rempah di Pasar Sentral Inhutani yang ditemui media ini kemarin.

Ia mengatakan, kenaikan jeruk nipis, khusus yang jenis Lat Citrus aurantifolia; Famili: Rutaceae atau yang biasa disebut jeruk pecel ini memang membuat pedagang makanan seperti bakso, soto, coto dan makanan berkuah lainnya kaget. Sebab, jeruk ini yang paling digemari pecinta kuliner. "Air jeruknya memang banyak. Rasanya memang enak dibanding jenis jeruk lainnya. Makanya banyak pedagang yang cari," ujarnya.

Tono, seorang pedagang membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kenaikan jeruk nipis ini tidak memengaruhi harga makanan yang dijual. Tetap seperti biasanya. Namun, ada pengurangan volume untuk jeruk saja. "Kalau harganya tetap sama. Jeruknya saja yang beda. Makanya ada pelanggan yang komplain soal jeruk. Tapi kalau sudah dikasih tahu masalahnya, mereka ngerti juga," jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan jeruk nipis ini memang tinggi. Dalam sehari, dirinya mampu menghabiskan 5 hingga 10 kg jeruk nipis. Sebab, jeruk yang digunakan tak hanya untuk makanan, namun juga digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan ayam. "Banyak gunanya. Tapi paling sering itu penambah rasa makanan," bebernya.

Tono menyakini, kondisi ini bakal berlanjut hingga akhir 2017. Sebab musim panen memang belum tiba. Jikapun banyak buahnya, transportasinya yang sulit. Karena untuk menuju ke Nunukan memang harus melalui transportasi laut. "Belajar dari tahun lalu, memang biasanya seperti itu. Bukan hanya jeruk saja. Tapi beberapa jenis rempah lainnya. Bisa juga bawang dan cabai lagi," ungkapnya. (oya/ogy)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .