MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Oktober 2017 20:44
Wow.. Jeruk Nipis Seharga 1 Kg Ayam
MAHAL: Jeruk nipis yang biasa digunakan di warung makan sebagai penambah rasa kini langka. Harga, naik dan membuat pedagang menjerit. FOTO; SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Setelah cabai rawit, harga jeruk nipis di pasar cukup mengerikan. Sejumlah pengusaha makanan mengaku terkejut dengan harga jual di beberapa agen. Sebab, harganya kini mencapai Rp 35 ribu per kg. Harga sama dengan harga daging ayam potong. Bahkan lebih mahal yakni Rp 35-38 ribu per kg."Begitulah hukum pasar. Jeruk nipis lagi langka. Sementara sangat dibutuhkan. Makanya harganya naik," kata Yanti, seorang distributor rempah-rempah di Pasar Sentral Inhutani yang ditemui media ini kemarin.

Ia mengatakan, kenaikan jeruk nipis, khusus yang jenis Lat Citrus aurantifolia; Famili: Rutaceae atau yang biasa disebut jeruk pecel ini memang membuat pedagang makanan seperti bakso, soto, coto dan makanan berkuah lainnya kaget. Sebab, jeruk ini yang paling digemari pecinta kuliner. "Air jeruknya memang banyak. Rasanya memang enak dibanding jenis jeruk lainnya. Makanya banyak pedagang yang cari," ujarnya.

Tono, seorang pedagang membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, kenaikan jeruk nipis ini tidak memengaruhi harga makanan yang dijual. Tetap seperti biasanya. Namun, ada pengurangan volume untuk jeruk saja. "Kalau harganya tetap sama. Jeruknya saja yang beda. Makanya ada pelanggan yang komplain soal jeruk. Tapi kalau sudah dikasih tahu masalahnya, mereka ngerti juga," jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan jeruk nipis ini memang tinggi. Dalam sehari, dirinya mampu menghabiskan 5 hingga 10 kg jeruk nipis. Sebab, jeruk yang digunakan tak hanya untuk makanan, namun juga digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan ayam. "Banyak gunanya. Tapi paling sering itu penambah rasa makanan," bebernya.

Tono menyakini, kondisi ini bakal berlanjut hingga akhir 2017. Sebab musim panen memang belum tiba. Jikapun banyak buahnya, transportasinya yang sulit. Karena untuk menuju ke Nunukan memang harus melalui transportasi laut. "Belajar dari tahun lalu, memang biasanya seperti itu. Bukan hanya jeruk saja. Tapi beberapa jenis rempah lainnya. Bisa juga bawang dan cabai lagi," ungkapnya. (oya/ogy)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .