MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 12:18
Enam Oktober Akan Jadi Hari Bersejarah

DOB Jadi Isu Utama yang Akan Disampaikan

Irianto Lambrie

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR –Harapan masyarakat Tanjung Selor selama ratusan tahun untuk dikunjungi oleh Presiden Republik Indonesia akan terkabulkan hari ini (6/10).

Sebab, jika sesuai rencana, hari ini Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Kota Ibadah dalam ragka melihat secara langsung kondisi ibu kota provinsi yang hingga kini masih berstatus kecamatan tersebut.

Rencana kedatangan inipun disambut positif Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie. Bahkan, orang nomor satu di Bumi Benuanta---sebutan lain Kaltara itu mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Presiden ke-7 yang meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Tanjung Selor untuk kali pertama. Sebab, dari beberapa kali pergantian Presiden, baru kali ini orang nomor satu di Indonesia menginjakkan kakinya ke Tanjung Selor selama Tanjung Selor terbentuk.

“Ini (6 Oktober 2017) merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Bulungan, khususnya warga Tanjung Selor,” ujar Irianto kepada Radar Kaltara saat ditemui di Pelabuhan VIP Kayan I Tanjung Selor, Selasa (3/10).

Mantan Sekprov Kaltim ini mengatakan, banyak hal yang akan disampaikan ke Presiden dalam kunjungan kerjanya yang kali ketiga ke provinsi termuda di Indonesia ini. Pertama melaporkan mengenai perkembangan perjalanan pemerintahan di Kaltara selama 4 tahun terbentuk.

Disamping itu, kata dia, hal lain yang juga disampaikan ke Presiden yaitu aspirasi masyarakat perbatasan yang ingin membentuk lima daerah otonomi baru (DOB) dengan motivasi untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.

“Jadi pada kesempatan ini saya juga mengundang semua dewan presidium DOB di Kaltara ini, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pihak perusahaan yang sudah lama beroperasi di sini (Kaltara),” katanya seraya mengatakan, jumlah undangan diperkirakan lebih 1.000 orang.

Selain itu, lanjut mantan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltara pertama ini, melalui penyampaiannya secara lisan beberapa waktu lalu, Presiden menyebutkan memang ingin berkunjung ke Bulungan untuk melihat perkembangan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dibangun di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

“Saya juga pernah menyampaikan ke beliau bahwa beliau belum pernah ke ibu kota (Tanjung Selor). Dua kali ke Kaltara hanya ke Tarakan dan Sebatik, sementara Tanjung Selor merupakan satu-satunya ibu kota provinsi yang belum Bapak (Jokowi) kunjungi,” bebernya.

Tak hanya itu, Jokowi juga ingin melihat kesiapan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur yang sudah dipromosikan dan masuk program pemerintah untuk keja sama dengan negara lain.

“Itu sudah ada perpres-nya. Kita juga berterima kasih karena KIPI ini sudah masuk di perpres,” tuturnya, seraya mengatakan masih banyak program besar di Kaltara yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, di antaranya pembangunan jembatan Bulan (Bulungan-Tarakan).

Terpisah, Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon menyambut baik kedatangan RI 1 ke salah satu provinsi di perbatasan NKRI ini. Dia berharap momen ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menyampaikan kondisi riil Kaltara yang saat ini masih sangat memerlukan uluran tangan dari pemerintah pusat.

“Kita berharap ada kesempatan bagi masyarakat untuk berdialong dengan beliau (Presiden), mengenai usulan lima DOB di Kaltara dan kesempatan juga bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kondisi terakhir pembangunan infrastruktur di Kaltara ini,” kata Marten.

 Harapannya, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus yang disertai target untuk penyelesaian pembangunan infrastruktur, baik yang sudah hingga saat ini masih berproses maupun yang belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah.

“Kita sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengucurkan anggaran dalam bentuk DAU dan DAK. Tapi kita berharap perhatian itu tetap dilakukan dan jika perlu ditingkatkaan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan yang ada,” harapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua I DPRD Kaltara, Abdul Djalil Fatah juga mengatakan hal yang sama. Politisi Partai Golkar ini juga menekankan soal percepatan pembentukan lima DOB di Kaltara itu merupakan usulan yang diprioritaskan.

“Kalau kita melihat fakta dan kenyataan yang ada, beberapa daerah yang dimekarkan di Bulungan ini, mulai dari Tarakan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung, semuanya berkembang karena dikelola dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.

Adapun yang menjadi pertimbangan dari usulan tersebut yaitu untuk membuka keterisoliran di daerah perbatasan, dan itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah pusat karena Kaltara ini merupakan kawasan perbatasan NKRI.

Selain itu, Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Norhayati Andris mengharapkan ada satu hal yang dapat menjadi bukti nyata bahwa Presiden Jokowi sangat memperhatikan daerah perbatasan yang juga merupakan beranda terdepan NKRI ini.

Salah satu di antaranya, yaitu memprioritaskan usulan DOB di Kaltara yang gunanya untuk mempercepat pelayanan masyarakat serta menciptakan penyamarataan pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI.

“Karena mereka (masyarakat perbatasan) inilah yang setia menjaga perbatasan mulai dari nenek moyang mereka dengan segala keterbatasan dan keterisoliran. Sehingga kehadiran negara di perbatasan itu sangat dirindukan oleh masyarakat di sana,” tuturnya.

Semantara, kata politisi PDI Perjuangan ini, sejauh ini masyarakat perbatasan tidak pernah meminta dan mengharapkan sesuatu dari pemerintah. Tapi dengan hati yang tulus masyarakat perbatasan ini tetap merasa bangga menjadi warga Indonesia.

“Oleh karena itu, selaku perwakilan dari masyarakat perbatasan kami berharap pemerintah pusat dalam hal ini Pak Presiden dapat memprioritaskan untuk merealisasikan usulan DOB di Kaltara ini,” pungkasnya.

Keinginan untuk percepatan DOB terbentuk, khususnya DOB Tanjung Selor juga disampaikan Ketua Lembaga Adat Tidung Kabupaten Bulungan Yunus. Menurutnya, permasalahan DOB ini memang perlu menjadi bahan dialog penting dengan Presiden. Karena itu, jika ada kesempatan yang diberikan untuk berdialog, Yunus ingin fokus membahas DOB Tanjung Selor.

“Saya rasa hanya DOB yang ingin saya sampaikan,” sebutnya.

Hal senada dikatakan Ketua Lembaga Adat Bulungan Datu Buyung Perkasa. Pihaknya meminta orang nomor satu di Indonesia itu dapat membantu penyelesaian DOB.

“Apalagi, terkait pembentukannya ini sudah jelas dan tertuang dalam undang-undang,” tegasnya.

Karenanya, melalui kunjungan kali pertama Presiden di Tanjung Selor DOB dapat terwujud.

Datu Buyung juga mengakui kerabat keraton Kesultanan Bulungan sangat bersyukur jika kunjungan Presiden dapat terealisasi hari ini.

“Pastinya suasana haru juga kami rasakan di kerabat keraton. Bahkan, sampai menitikkan air mata setelah mendengar wacana kunjungan itu (Presiden),’’ ujarnya.

Pihaknya berharap, Jokowi tiba di sini tetap dalam keadaan sehat. Dan prosesi adat bakal digelar yakni penyambutan dengan Tepung Tawar. Tepung Tawar ini merupakan syarat dalam menyambut kedatangan pejabat di Bulungan.

“Mungkin soal penyambutan hanya Tepung Tawar. Sedangkan, prosesi lainnya seperti potong sapi atau kambing sebagai syarat tak kami lakukan. Disamping kondisi keuangan dan kurangnya koordinasi,’’pungkasnya.(iwk/omg/ana)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:50

Kursi Kepala Bappeda Tak Diminati

TANJUNG SELOR - Pendaftaran dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:49

Pekan Depan KUA-PPAS Dibahas

TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:48

Nilai Ekspor SDA Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian akan memproyeksikan jumlah produksi…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan

TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:46

KPU Belum Terima Laporan Masyarakat

TANJUNG SELOR – Hampir 10 hari pasca ditetapkannya bakal calon legislatif (bacaleg) sebagai daftar…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:24

Bravo...!!! Polda Berhasil Ungkap Jaringan Perampok Tambak

TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Polda Kaltara berhasil mengungkap pelaku perampokan di wilayah Kaltara,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:48

KNKT Rekomendasikan Mesin Tempel Diganti

TANJUNG SELOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut…

Senin, 20 Agustus 2018 20:43

Bandara Jadi Terhambat, Pemilik Lahan Bantah Tak Miliki Sertifikat

TANJUNG SELOR – Permasalahan pembebasan lahan masyarakat yang bersinggungan dengan proyek perpanjangan…

Senin, 20 Agustus 2018 17:18

Tambang Emas Ilegal Sekatak Masih Beroperasi

TANJUNG SELOR - Masalah pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak yang hingga kini masih beroperasi…

Senin, 20 Agustus 2018 17:17

Libatkan Akademisi Kembangankan Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR - Sebagai upaya membuat dan menciptakan petani yang memiliki wawasan dan intelektual yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .