MANAGED BY:
KAMIS
14 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 12:11
Tiga Presidium DOB Kompak Ingin Bertemu Presiden

Minta Moratorium Pemekaran Daerah Segera Dicabut

MINTA DIMEKARKAN: Salah satu wilayah yang masuk dalam calon DOB Kabudaya, Kecamatan Lumbis Ogong yang masih tertinggal dan butuh pembangunan meminta segera dimekarkan menjadi daerah otonomi sendiri. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Atas undangan dari Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie, para presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Nunukan kompak ke ibu kota Kaltara, Tanjung Selor. Presidium DOB ini ingin bertatap muka langsung dan jika ada kesempatan akan menyampaikan aspirasinya dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Salah satunya Ketua Presidium calon DOB Kota Sebatik, H. Herman, SE, MM mengatakan, kedatangan presiden RI ke Kaltara tentu menjadi momentum untuk menyampaikan kembali keinginan masyarakat Sebatik yang telah lama menantikan DOB.

“Kebetulan para presidium DOB diundang untuk bertemu dengan pak presiden, dari Sebatik diwakili sebanyak tiga orang termasuk saya sendiri,” kata H. Herman kepada Radar Nunukan, Kamis (5/10).

Menurutnya, untuk DOB sendiri yang paling diharapkan dari presiden adalah segera membuka kembali moratorium. Sehingga, Sebatik berpeluang untuk merealisasikan DOB-nya yang memang telah lama dinanti masyarakat di perbatasan itu.

Lanjut dia, jika DOB telah terwujud maka pembangunan di wilayah perbatasan dapat dilakukan dengan cepat. Bahkan perekonomian masyarakat dapat berkembang dengan cepat. Selanjutnya dapat mengimbangi perkembangan negara tetangga Malaysia.

Ia menambahkan, untuk di Sebatik sendiri memang perlahan ada pembangunan dari pemerintah pusat langsung sesuai nawa cita presiden yang membangun dari pinggir. Namun pembangunan yang dilakukan belum maksimal. Berbeda jika jika telah menjadi DOB Kota Sebatik, pembangunan bakal cepat dilakukan. “Masyarakat sangat menanti terwujudnya DOB Sebatik agar dapat bangkit dari ketertinggalan,” tambahnya.

Sementara, tim Presidium calon DOB Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya) Bidang Publikasi, Anto Bolokot mengungkapkan, kehadiran presiden RI yang ketiga kalinya di Kaltara ini telah diselipkan agenda pertemuan dengan beberapa presidium DOB yang ada di Kaltara, termasuk calon DOB Kabudaya.

“Para presidium DOB Kabudaya telah siap untuk bersilaturahmi dengan pak Jokowi, sekarang tim presidium telah berada di Tanjug Selor,” kata Anto Bolokot kepada media ini kemarin.

Lanjut dia, tim presidium calon DOB Kabudaya telah siap menyampaikan beberapa harapan masyarakat terkait DOB. Termasuk meminta agar DOB Kabudaya segera direalisasikan, dengan pertimbangan memberikan pelayanan khusus untuk daerah perbatasan.

Menurutnya, untuk DOB di Kaltara termasuk Kabudaya harus dimekarkan, karena pertimbangan pelayanan pemerintahan yang masih jauh dengan  daerah induk. Termasuk percepatan pembangunan untuk daerah perbatasan, khususnya wilayah yang memang masuk Kabudaya.

“Para presidium sangat berharap dapat langsung bertemu dengan presiden dan sangat berterima kasih dengan pak gubernur karena siap memfasilitasi untuk bersilaturahmi dengan pak Jokowi,” ujarnya.

Sedangkan anggota Presidium DOB Kabupaten Krayan, Aprem SE mengatakan, untuk undangan pertemuan dengan presiden telah diutus para kepala adat. Pada pertemuan tersebut tentu sangat diharapkan ada komunikasi terjalin antara kepala adat dengan presiden RI.

“Semoga ada kesempatan untuk berbincang langsung dengan pak Jokowi, agar dapat menyampaikan terkait keinginan masyarakat Krayan untuk DOB Krayan,” kata Aprem kemarin.

Selain itu, ia sangat berharap agar Presiden RI dapat berkunjung ke Krayan, karena sebelumnya telah diagendakan namun dibatalkan. Ia mengungkapkan, masyarakat di Krayan sangat antusias menanti kedatangan Presiden RI. “Semoga dapat mengagendakan kembali ke Krayan dan melihat langsung kondisi wilayah Krayan,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, di Kabupaten Nunukan telah ada tiga wilayah yang mengusulkan menjadi daerah otonomi. Alasan seluruh wilayah ingin menjadi daerah sendiri karena masih terjadi ketimbangan pembangunan, baik di bidang perekonomian, infrastruktur hingga jauhnya kendali pemerintahan. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 13 Desember 2017 10:05

Tahun Depan, PLN Bangun Pembangkit Baru

NUNUKAN – Meski baru meresmikan enam unit mesin baru dengan daya 6 megawatt (mw), PT Perusahaan…

Rabu, 13 Desember 2017 10:03

ITCC-Jawa Pos Kembali Rekrut Pelajar di Perbatasan

NUNUKAN – Memasuki tahun keempat, Indonesia Tionghoa Culture Center (ITCC) Jawa Pos Group kembali…

Rabu, 13 Desember 2017 09:57

867 Gram Sabu-Sabu Diamankan Bea Cukai

NUNUKAN – Selama periode Januari hingga Desember 2017, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai…

Selasa, 12 Desember 2017 10:02

Rekanan Minta Kepastian Pembayaran

NUNUKAN – Puncak kesabaran kontraktor atau rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya…

Selasa, 12 Desember 2017 09:59

Daya Listrik Surplus, Daftar Tunggu Mulai Dilayani

NUNUKAN – Enam unit mesin baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal dengan daya 6…

Senin, 11 Desember 2017 10:56

Rawan Perampokan, Nelayan Takut Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 10:54

Lapas Punya Tujuh Narapidana di Bawah Umur

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Nunukan memiliki tujuh penghuni warga binaan…

Senin, 11 Desember 2017 09:26

Banyak Rampok, Nelayan Was-was Melaut

NUNUKAN – Nelayan di Pulau Sebatik semakin was-was saat turun melaut. Aksi perampok bersenjata…

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Harga Rumput Laut Membaik

NUNUKAN – Harga komoditas unggulan Nunukan, yakni rumput laut terus mengalami tren positif. Sempat…

Sabtu, 09 Desember 2017 10:50

X-Ray Masih Sulit Deteksi Barang Tersembunyi

NUNUKAN – Pengungkapan narkoba yang dilakukan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Nunukan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .