MANAGED BY:
RABU
18 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 12:11
Tiga Presidium DOB Kompak Ingin Bertemu Presiden

Minta Moratorium Pemekaran Daerah Segera Dicabut

MINTA DIMEKARKAN: Salah satu wilayah yang masuk dalam calon DOB Kabudaya, Kecamatan Lumbis Ogong yang masih tertinggal dan butuh pembangunan meminta segera dimekarkan menjadi daerah otonomi sendiri. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Atas undangan dari Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie, para presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Nunukan kompak ke ibu kota Kaltara, Tanjung Selor. Presidium DOB ini ingin bertatap muka langsung dan jika ada kesempatan akan menyampaikan aspirasinya dengan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo.

Salah satunya Ketua Presidium calon DOB Kota Sebatik, H. Herman, SE, MM mengatakan, kedatangan presiden RI ke Kaltara tentu menjadi momentum untuk menyampaikan kembali keinginan masyarakat Sebatik yang telah lama menantikan DOB.

“Kebetulan para presidium DOB diundang untuk bertemu dengan pak presiden, dari Sebatik diwakili sebanyak tiga orang termasuk saya sendiri,” kata H. Herman kepada Radar Nunukan, Kamis (5/10).

Menurutnya, untuk DOB sendiri yang paling diharapkan dari presiden adalah segera membuka kembali moratorium. Sehingga, Sebatik berpeluang untuk merealisasikan DOB-nya yang memang telah lama dinanti masyarakat di perbatasan itu.

Lanjut dia, jika DOB telah terwujud maka pembangunan di wilayah perbatasan dapat dilakukan dengan cepat. Bahkan perekonomian masyarakat dapat berkembang dengan cepat. Selanjutnya dapat mengimbangi perkembangan negara tetangga Malaysia.

Ia menambahkan, untuk di Sebatik sendiri memang perlahan ada pembangunan dari pemerintah pusat langsung sesuai nawa cita presiden yang membangun dari pinggir. Namun pembangunan yang dilakukan belum maksimal. Berbeda jika jika telah menjadi DOB Kota Sebatik, pembangunan bakal cepat dilakukan. “Masyarakat sangat menanti terwujudnya DOB Sebatik agar dapat bangkit dari ketertinggalan,” tambahnya.

Sementara, tim Presidium calon DOB Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan (Kabudaya) Bidang Publikasi, Anto Bolokot mengungkapkan, kehadiran presiden RI yang ketiga kalinya di Kaltara ini telah diselipkan agenda pertemuan dengan beberapa presidium DOB yang ada di Kaltara, termasuk calon DOB Kabudaya.

“Para presidium DOB Kabudaya telah siap untuk bersilaturahmi dengan pak Jokowi, sekarang tim presidium telah berada di Tanjug Selor,” kata Anto Bolokot kepada media ini kemarin.

Lanjut dia, tim presidium calon DOB Kabudaya telah siap menyampaikan beberapa harapan masyarakat terkait DOB. Termasuk meminta agar DOB Kabudaya segera direalisasikan, dengan pertimbangan memberikan pelayanan khusus untuk daerah perbatasan.

Menurutnya, untuk DOB di Kaltara termasuk Kabudaya harus dimekarkan, karena pertimbangan pelayanan pemerintahan yang masih jauh dengan  daerah induk. Termasuk percepatan pembangunan untuk daerah perbatasan, khususnya wilayah yang memang masuk Kabudaya.

“Para presidium sangat berharap dapat langsung bertemu dengan presiden dan sangat berterima kasih dengan pak gubernur karena siap memfasilitasi untuk bersilaturahmi dengan pak Jokowi,” ujarnya.

Sedangkan anggota Presidium DOB Kabupaten Krayan, Aprem SE mengatakan, untuk undangan pertemuan dengan presiden telah diutus para kepala adat. Pada pertemuan tersebut tentu sangat diharapkan ada komunikasi terjalin antara kepala adat dengan presiden RI.

“Semoga ada kesempatan untuk berbincang langsung dengan pak Jokowi, agar dapat menyampaikan terkait keinginan masyarakat Krayan untuk DOB Krayan,” kata Aprem kemarin.

Selain itu, ia sangat berharap agar Presiden RI dapat berkunjung ke Krayan, karena sebelumnya telah diagendakan namun dibatalkan. Ia mengungkapkan, masyarakat di Krayan sangat antusias menanti kedatangan Presiden RI. “Semoga dapat mengagendakan kembali ke Krayan dan melihat langsung kondisi wilayah Krayan,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, di Kabupaten Nunukan telah ada tiga wilayah yang mengusulkan menjadi daerah otonomi. Alasan seluruh wilayah ingin menjadi daerah sendiri karena masih terjadi ketimbangan pembangunan, baik di bidang perekonomian, infrastruktur hingga jauhnya kendali pemerintahan. (nal/eza)


BACA JUGA

Rabu, 18 Oktober 2017 13:30

2018, Pasar Tradisional Terpadu Siap Difungsikan

NUNUKAN – Pembangunan Pasar Tradisional Terpadu yang berlokasi di eks kebakaran Beringin itu kini…

Rabu, 18 Oktober 2017 13:28

Pemkab Dilaporkan ke Lembaga Negara

NUNUKAN – Insiden Walk Out (WO) yang dilakukan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah…

Senin, 16 Oktober 2017 12:06

Malaysia Mulai Hentikan Pengiriman Pisang dari Nunukan?

NUNUKAN – Pemerintah Malaysia sepertinya mulai kurang berminat dengan komoditi pisang asal Nunukan…

Senin, 16 Oktober 2017 12:03

Sulap Terminal Milik Dishub, Jadikan RTH dan Taman Bermain

Memanfaatkan lahan yang tak digarap dengan baik dan bahkan nyaris tak diperhatikan, membuat sejumlah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:52

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:51

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…

Minggu, 15 Oktober 2017 20:50

Basran, Lima Tahun Mengabdi di Perbatasan

14 Oktober menjadi hari bersejarah bagi salah satu perbankan di Indonesia yakni Bank Pembangunan Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .