MANAGED BY:
RABU
24 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 12:04
Korban Kebakaran Capai 110 Jiwa
KONDISI: Pasca kebakaran, Pemkab Nunukan membuka posko untuk memberikan bantuan kepada korban. Terlihat korban saat berada di tenda pengungsian yang berada di terminal. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Data sementara korban kebakaran Pasar Sentral Inhutani saat ini telah mencapai 110 jiwa. Dari total ini terdapat 38 kepala keluarga (KK).

“Data sementara yang masuk. Sampai akhir status tanggap darurat yang diberlakukan pemerintah daerah ini kami tetap membuka posko pengaduan,” kata Camat Nunukan, Harman S. IP kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, dari 61 bangunan yang terbakar itu tidak semua menjadi tempat tinggal. Memang ada yang benar-benar menjadi tempat usaha dan memiliki tempat tinggal lain. “Jadi, yang di penampungan itu ada 22 kepala keluarga. Sisanya ke rumahnya dan ke tempat keluarganya,” sebut Harman.

Diungkapkan, kebakaran yang terjadi ini tak hanya melanda 1 Rukun Tetangga (RT) saja. Tapi, menghanguskan 2 wilayah RT. Yakni RT 6 Kelurahan Nunukan Utara. “Kalau kios di blok A itu ada 59 kios itu wilayah RT 10. Kalau 2 rumah warga di atas bukit itu RT 6. Itu data terakhir yang dilaporkan ketua RT,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini seluruh korban berada di tenda penampungan yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan. Selama 14 hari masa tanggap darurat diberlakukan. “Semua korban diperhatikan. Makannya juga ditanggung semua. Bantuan dari warga dan instansi lain silih berganti masuk. Ada yang langsung ada juga yang menyerahkan ke pihak kami,” bebernya.

Anisa, seorang korban kebakaran mengaku sangat terbantu dengan keberadaan posko bencana. Sebab, dirinya dan anaknya tidak memiliki tempat tinggal lagi. Keberadaan posko ini membuat dirinya dapat menata kembali kios yang selama ini dijadikan tempat usaha sekaligus tempat tinggal. “Karena untuk menyewa tempat tinggal sudah tidak ada lagi mas. Jadi, 14 hari sudah sangat cukup buat saya usaha lagi,” akunya dengan mimik wajah sedih.

Tak banyak harapan dari para korban, mayoritas sudah memahami kondisi lahan dan bangunan yang selama ini ditempati. Hanya saja, mereka masih berharap perhatian Pemkab Nunukan tidak berkurang sama sekali. “Kami sudah paham. Tapi, kami butuh bantuan. Bagi yang punya modal banyak tidak masalah. Yang seperti saya, yang hanya pedagang kecil sangat sulit,” ujarnya.

Jika misalnya tak mampu membangun, lanjutnya, minimal membantu membersihkan puing-puing kebakaran yang ada saat ini. “Saya sih berharap itu. Nanti kami sendiri berusaha membangunnya. Apalagi jika ada bantuan dana dari pemerintah daerah,” ujarnya berharap. (oya/eza)


BACA JUGA

Selasa, 23 Januari 2018 18:38

BREAKING NEWS!!! Speedboat Ditabrak, Penumpang Diduga TKI Yang...

NUNUKAN - Kecelakaan lalu lintas perairan kembali memakan korban, Selasa (23/1/2018). Satu unit speedboat …

Selasa, 23 Januari 2018 12:54

Menang PTUN, Tiga Pejabat Dilantik

NUNUKAN – Tiga aparatur sipil negara (ASN) yang memenangkan gugatan terhadap Bupati Nunukan, Hj.…

Selasa, 23 Januari 2018 12:52

AWAS KELUPAAN..ASN Dilarang Komentar di Facebook

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura yang baru saja melantik empat aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 23 Januari 2018 12:30

Pemanfaatan Air Masih Sebatas Desa Lapri

EMBUNG Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara mulai dapat dimanfaatkan warga. Saat ini sebanyak 170 rumah…

Selasa, 23 Januari 2018 12:09

APBD Lambat, SOA Terdampak

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang 2018 hingga saat ini belum juga berjalan. Padahal, aktivitas…

Selasa, 23 Januari 2018 12:08

12 Tahun Jembatan Tak Tersentuh Perbaikan

NUNUKAN - Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang. Sebab,…

Selasa, 23 Januari 2018 12:06

Aktifkan Pos Kamling, Tempatkan Personel Ronda Malam

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan turun tangan menangani maraknya aksi pencurian akhir-akhir…

Selasa, 23 Januari 2018 11:58

Beras ‘Tetangga’ Makin Langka

MESKIPUN harga beras asal Tawau, Malaysia tak semahal beras dalam negeri, masyarakat Nunukan tetap bertahan…

Senin, 22 Januari 2018 14:13

Rp 250 Miliar untuk PLTMG Mansapa

NUNUKAN – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Kelurahan Mansapa, Kecamatan…

Senin, 22 Januari 2018 14:02

Jangan Curhat di Medsos, Tapi Laporkan!

NUNUKAN – Ada banyak faktor yang melatarbelakangi sejumlah aksi kriminalitas akhir-akhir ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .