MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 12:04
Korban Kebakaran Capai 110 Jiwa
KONDISI: Pasca kebakaran, Pemkab Nunukan membuka posko untuk memberikan bantuan kepada korban. Terlihat korban saat berada di tenda pengungsian yang berada di terminal. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN - Data sementara korban kebakaran Pasar Sentral Inhutani saat ini telah mencapai 110 jiwa. Dari total ini terdapat 38 kepala keluarga (KK).

“Data sementara yang masuk. Sampai akhir status tanggap darurat yang diberlakukan pemerintah daerah ini kami tetap membuka posko pengaduan,” kata Camat Nunukan, Harman S. IP kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, dari 61 bangunan yang terbakar itu tidak semua menjadi tempat tinggal. Memang ada yang benar-benar menjadi tempat usaha dan memiliki tempat tinggal lain. “Jadi, yang di penampungan itu ada 22 kepala keluarga. Sisanya ke rumahnya dan ke tempat keluarganya,” sebut Harman.

Diungkapkan, kebakaran yang terjadi ini tak hanya melanda 1 Rukun Tetangga (RT) saja. Tapi, menghanguskan 2 wilayah RT. Yakni RT 6 Kelurahan Nunukan Utara. “Kalau kios di blok A itu ada 59 kios itu wilayah RT 10. Kalau 2 rumah warga di atas bukit itu RT 6. Itu data terakhir yang dilaporkan ketua RT,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini seluruh korban berada di tenda penampungan yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan. Selama 14 hari masa tanggap darurat diberlakukan. “Semua korban diperhatikan. Makannya juga ditanggung semua. Bantuan dari warga dan instansi lain silih berganti masuk. Ada yang langsung ada juga yang menyerahkan ke pihak kami,” bebernya.

Anisa, seorang korban kebakaran mengaku sangat terbantu dengan keberadaan posko bencana. Sebab, dirinya dan anaknya tidak memiliki tempat tinggal lagi. Keberadaan posko ini membuat dirinya dapat menata kembali kios yang selama ini dijadikan tempat usaha sekaligus tempat tinggal. “Karena untuk menyewa tempat tinggal sudah tidak ada lagi mas. Jadi, 14 hari sudah sangat cukup buat saya usaha lagi,” akunya dengan mimik wajah sedih.

Tak banyak harapan dari para korban, mayoritas sudah memahami kondisi lahan dan bangunan yang selama ini ditempati. Hanya saja, mereka masih berharap perhatian Pemkab Nunukan tidak berkurang sama sekali. “Kami sudah paham. Tapi, kami butuh bantuan. Bagi yang punya modal banyak tidak masalah. Yang seperti saya, yang hanya pedagang kecil sangat sulit,” ujarnya.

Jika misalnya tak mampu membangun, lanjutnya, minimal membantu membersihkan puing-puing kebakaran yang ada saat ini. “Saya sih berharap itu. Nanti kami sendiri berusaha membangunnya. Apalagi jika ada bantuan dana dari pemerintah daerah,” ujarnya berharap. (oya/eza)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .