MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 11:58
APBD Menurun, Dampaknya Sangat Terasa

Yansen TP : Sudah Susah, Kurang Lagi, Ya Tambah Susahlah

BUTUH JALAN DARAT : Warga Desa Long Mekatip, Kecamatan Mentarang Hulu terpaksa menaikan perahu kecil ke perahu yang agak besar menggunakan mesin 2x40 PK agar bisa melewati jeram (giram). Masyarakat berharap agar ada jalan darat, agar mereka tidak butuh waktu terlalu lama, biaya bahan bakar lebih murah dan aman dilewati. Foto ini diambil saat masyarakat melewati jeram yang diakibatkan oleh batu dan kayu melintang di tengah sungai, 25 Agustus 2017. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Defisit anggaran akibat dari menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengahantui beberapa daerah, khususnya daerah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu Kabupaten Malinau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terpaksa mengencangkan tali ikat pinggang dengan merasionalisasi anggaran.  

Kurang lebih tiga tahun terakhir, Pemkab Malinau mengalami penurunan pendapatan melalui APBD. Penurunan itu hingga mencapai Rp. 1 Triliun dan pastinya sangat terasa sekali dampaknya sampai tidak bisa terlaksananya pembangunan untuk mengatasi persoalan perbatasan.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si berharap, pemerintah pusat untuk memberi perlakuan khusus agar dana transfer dari pusat khususnya yang masuk dalam APBD agar ditingkatkan atau ditambah, supaya rencana besar untuk menangani persoalan perbatasan bisa terlaksana dengan baik dan cepat.

“Dengan penurunan (APBD) itu, harusnya diprioritaskanlah (wilayah perbatasan, Red). Ya kalau terus ada penurunan, semakin terpuruk kita ini. Kalau di kota ya kayaknya gak ngerasa ya, tapi di pedalaman ngerasa betul dengan penurunan ini,” ungkap Yansen TP kepada Radar Tarakan via telepon, Kamis (10/5).

Di daerah perbatasan, khususnya Malinau, kata bupati, boleh dikatakan hampir keok. Karena rencana besar untuk mengatasi persoalan tidak terpenuhi. Oleh sebab itu, kata dia lagi, kalau hal ini tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat, maka daerah perbatasan tambah repot.

Kalau dibandingkan dengan daerah yang infrastrukturnya sudah bagus dan mumpuni seperti daerah Jakarta dan pulau Jawa, sebut Yansen, maka penurunan di sana tidak sama dengan apabila terjadi penurunan di daerah perbatasan yang infrastrukturnya belum bagus dan mumpuni. “Istilah orang di Jakarta atau pulau Jawa menurun (pendapatan), tapi masih ada kekuatan sektor lainnya. Tapi kalau di perbatasan menurun, apa sektor lain yang menjadi kekuatan?” tanyanya membandingkan.

Maka dari itu, menurutnya, pemerintah pusat harus bijak dalam melihat hal ini dan jangan memukul rata dalam merasionalisasi anggaran untuk daerah. Dan jangan karena masyarakat perbatasan itu hanya bisa teriak, maka diabaikan atau disederhanakan dan dikesampingkan.

“Ya mohon maaflah masyarakat perbatasan (teriak). Karena masyarakat memang merindukan pembangunan pinggiran yang nyata. Ya kalau menurun pendapatan, ya harusnya dicari solusinya,” tuturnya.

Ditegaskannya, penurunan yang dirasakan oleh kementerian itu sangat jauh berbeda dengan penurunan yang dialami daerah. Karena untuk pembangunan daerah itu nyata. “Sudah susah, kurang lagi, ya tambah susahlah. Dimohonlah, program pembangunan perbatasan ini nyatalah. Supaya harga diri bangsa itu tidak tereleminasi karena menurunnya pendapatan dan kurang perhatian pada perbatasan,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini pembangunan jalan tembus antar desa, kecamatan hingga ibu kota kabupaten terpaksa terhenti, karena anggaran tidak cukup membiayai pembangunan. Karakter wilayah di Malinau dan Kaltara pada umumnya tak seperti wilayah atau geografis di pulau Jawa. Sehingga, membutuhkan dan yang besar untuk pembangunan infrastruktur. (ags/puu)


BACA JUGA

Jumat, 23 Februari 2018 10:44

Penerbangan Perdana, Seat Penuh

MALINAU – Harapan masyarakat Kabupaten Malinau dan sekitarnya memiliki pilihan moda transportasi…

Jumat, 23 Februari 2018 10:13

Kades Harus Paham UU tentang Desa

MALINAU – Sebagai penyelenggara pemerintahan di desa, Kepala Desa (Kades) harus paham Undang-undang…

Jumat, 23 Februari 2018 10:11

Puluhan PPL Terima SK Perpanjangan Kontrak Kerja

MALINAU - Sebanyak 24 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang diperpanjang kontrak kerjanya oleh…

Jumat, 23 Februari 2018 10:03

Wings Air Layani Malinau, Pemkab Ucapkan Terima Kasih

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malinau,…

Jumat, 23 Februari 2018 10:00

Yansen TP Tekankan Aparat Desa Bekerja Sesuai Aturan

MALINAU-Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si  kembali mengingatkan kepada seluruh aparat desa bahwa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:04

Tingkatkan Kapasitas Aparat-Lembaga Desa

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa…

Kamis, 22 Februari 2018 10:02

Pemerintahan Desa Harus Mampu

MALINAU – Pembangunan di Kabupaten Malinau bertumpu pada desa dan Rukun Tetangga (RT), untuk itu…

Kamis, 22 Februari 2018 10:01

Bupati Malinau Harapkan Berkelanjutan

MALINAU-Bupati Malinau Dr.Yansen TP,MSi menegaskan, penandatanganan  Memorandum of Understanding…

Kamis, 22 Februari 2018 09:56

Bupati Perkenalkan Dandim Baru

MALINAU – Pada kesempatan pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dan lembaga…

Rabu, 21 Februari 2018 10:45

Kepala Desa dan Aparat Desa Harus Semangat

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan bahwa dari awal ia menjabat sebagai Bupati…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .