MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 Oktober 2017 11:58
APBD Menurun, Dampaknya Sangat Terasa

Yansen TP : Sudah Susah, Kurang Lagi, Ya Tambah Susahlah

BUTUH JALAN DARAT : Warga Desa Long Mekatip, Kecamatan Mentarang Hulu terpaksa menaikan perahu kecil ke perahu yang agak besar menggunakan mesin 2x40 PK agar bisa melewati jeram (giram). Masyarakat berharap agar ada jalan darat, agar mereka tidak butuh waktu terlalu lama, biaya bahan bakar lebih murah dan aman dilewati. Foto ini diambil saat masyarakat melewati jeram yang diakibatkan oleh batu dan kayu melintang di tengah sungai, 25 Agustus 2017. AGUSSALAM SANIP/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Defisit anggaran akibat dari menurunnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengahantui beberapa daerah, khususnya daerah perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara), yaitu Kabupaten Malinau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau terpaksa mengencangkan tali ikat pinggang dengan merasionalisasi anggaran.  

Kurang lebih tiga tahun terakhir, Pemkab Malinau mengalami penurunan pendapatan melalui APBD. Penurunan itu hingga mencapai Rp. 1 Triliun dan pastinya sangat terasa sekali dampaknya sampai tidak bisa terlaksananya pembangunan untuk mengatasi persoalan perbatasan.

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si berharap, pemerintah pusat untuk memberi perlakuan khusus agar dana transfer dari pusat khususnya yang masuk dalam APBD agar ditingkatkan atau ditambah, supaya rencana besar untuk menangani persoalan perbatasan bisa terlaksana dengan baik dan cepat.

“Dengan penurunan (APBD) itu, harusnya diprioritaskanlah (wilayah perbatasan, Red). Ya kalau terus ada penurunan, semakin terpuruk kita ini. Kalau di kota ya kayaknya gak ngerasa ya, tapi di pedalaman ngerasa betul dengan penurunan ini,” ungkap Yansen TP kepada Radar Tarakan via telepon, Kamis (10/5).

Di daerah perbatasan, khususnya Malinau, kata bupati, boleh dikatakan hampir keok. Karena rencana besar untuk mengatasi persoalan tidak terpenuhi. Oleh sebab itu, kata dia lagi, kalau hal ini tidak diperhatikan oleh pemerintah pusat, maka daerah perbatasan tambah repot.

Kalau dibandingkan dengan daerah yang infrastrukturnya sudah bagus dan mumpuni seperti daerah Jakarta dan pulau Jawa, sebut Yansen, maka penurunan di sana tidak sama dengan apabila terjadi penurunan di daerah perbatasan yang infrastrukturnya belum bagus dan mumpuni. “Istilah orang di Jakarta atau pulau Jawa menurun (pendapatan), tapi masih ada kekuatan sektor lainnya. Tapi kalau di perbatasan menurun, apa sektor lain yang menjadi kekuatan?” tanyanya membandingkan.

Maka dari itu, menurutnya, pemerintah pusat harus bijak dalam melihat hal ini dan jangan memukul rata dalam merasionalisasi anggaran untuk daerah. Dan jangan karena masyarakat perbatasan itu hanya bisa teriak, maka diabaikan atau disederhanakan dan dikesampingkan.

“Ya mohon maaflah masyarakat perbatasan (teriak). Karena masyarakat memang merindukan pembangunan pinggiran yang nyata. Ya kalau menurun pendapatan, ya harusnya dicari solusinya,” tuturnya.

Ditegaskannya, penurunan yang dirasakan oleh kementerian itu sangat jauh berbeda dengan penurunan yang dialami daerah. Karena untuk pembangunan daerah itu nyata. “Sudah susah, kurang lagi, ya tambah susahlah. Dimohonlah, program pembangunan perbatasan ini nyatalah. Supaya harga diri bangsa itu tidak tereleminasi karena menurunnya pendapatan dan kurang perhatian pada perbatasan,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini pembangunan jalan tembus antar desa, kecamatan hingga ibu kota kabupaten terpaksa terhenti, karena anggaran tidak cukup membiayai pembangunan. Karakter wilayah di Malinau dan Kaltara pada umumnya tak seperti wilayah atau geografis di pulau Jawa. Sehingga, membutuhkan dan yang besar untuk pembangunan infrastruktur. (ags/puu)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 11:36

Penyuluh Terapkan Pendekatan Partisipatif

MALINAU - Seorang penyuluh sudah sepantasnya melakukan inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan produksi…

Rabu, 20 Juni 2018 11:32

Program RT Bersih Menyadarkan Masyarakat

MALINAU - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau menyukuri adanya…

Rabu, 20 Juni 2018 11:22

Jadi Percontohan, Semua Desa Dimampukan

MALINAU – Beberapa waktu lalu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie, MM…

Rabu, 20 Juni 2018 11:21

21 Juni ASN Harus Masuk Kerja

MALINAU – Tinggal sehari lagi atau tepatnya Rabu (20/6), libur dan cuti bersama Hari Raya Idul…

Rabu, 20 Juni 2018 11:19

Tanpa Alasan Jelas, Sanksi Tegas Menanti!

MALINAU – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malinau diimbau tepat waktu masuk kerja dan…

Rabu, 20 Juni 2018 11:18

Yansen TP: Sebarkan Berita Hoaks, Rugikan Diri Sendiri

MALINAU-Bupati Malinau Dr Yansen TP MSi kembali menegaskan agar masyarakat tidak lagi menyebarkan berita-berita…

Rabu, 20 Juni 2018 11:17

BNNK Malinau Tinggal Menunggu SK Menpan RB

MALINAU-Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, status Badan Narkotika Nasional Kabupaten…

Selasa, 19 Juni 2018 12:17

BNNK Malinau Tinggal Menunggu SK Menpan RB

MALINAU-Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, status Badan Narkotika Nasional Kabupaten…

Senin, 18 Juni 2018 10:45

Bupati Pimpin Rombongan Silaturahmi Keliling

MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen T.P, M.Si beserta istri Ping Yansen memimpin rombongan pejabat…

Senin, 18 Juni 2018 10:42

Jika Puasanya Baik, Berdampak Positif Bagi Siapa Saja

MALINAU - Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah S.Pd, M.Si menegaskan, makna Idul Fitri  itu adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .