MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 30 September 2017 09:21
MIRIS..!! Sebulan, Ratusan WNI Kembali Diusir Malaysia
DIUSIR: WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia harus dideportasi akibat tidak memiliki dokumen keimigrasian, namun harus menjalani hukuman terlebih dahulu di PTS setempat. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali melakukan deportasi ratusan  Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Sabah, Malaysia. Dalam sebulan terakhir, sebanyak 404 WNI yang tak bermasalah di negeri jiran harus dipulangkan paksa ke tanah air melalui Pelabuhan Tawau ke Pelabuhan Tunon Takan, Nunukan.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Nunukan, Nasution mengatakan, deportasi pada September ini dilakukan Pemerintah Malaysia sebanyak dua kali. Pada 21 September lalu dan yang terbaru Kamis (28/9). “Jumlah deportasi kali ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan deportasi sebelumnya, sebanyak 131 orang,” kata Nasution kepada Radar Nunukan, Jumat (29/9).

Deportasi pada 28 September menggunakan KM Purnama Express sebanyak 192 orang. Terdiri 128 orang laki-laki dewasa, 48 perempuan dewasa, 10 anak laki-laki dan enam anak perempuan. Para deportan ini sebelum dipulangkan ke tanah air harus menjalani masa hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) yang ada di Sabah. Seperti PTS Manggatal, Kota Kinabalu, Kimanis, Papar dan Sibuga, serta Sandakan.

WNI yang dideportasi ini pun didominasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di Malaysia. Penyebab meraka diusir dari Malaysia pun beragam, namun pelanggaran keimigrasian merupakan pelanggaran terbanyak.

“192 orang umumnya melanggar peraturan keimigrasian, karena tidak memiliki izin tinggal di Malaysia tanpa dokumen yang sah atau telah habis masa berlaku izin tinggalnya,” ujarnya.

Sementara deportasi menggunakan KM Francis sebanyak 81 orang. Para deportan ini berasal dari Tawau, Malaysia. Sebelumnya, telah menjalani hukuman di PTS Tawau. Para TKI mayoritas tidak memiliki izin tinggal selama di Tawau.

Dari 81 orang yang berasal dari Tawau Malaysia, semua melakukan kesalahan yang sama, yakni melakukan pelanggaran keimigrasian. Dari 81 orang sebanyak 70 orang adalah laki-laki dewasa, 10 orang perempuan dewasa dan satu orang anak laki-laki. “Lagi-lagi dideportasi karena tidak memiliki izin tinggal di Tawau, Malaysia. Dari 81 orang semua melakukan pelanggaran yang sama,” tuturnya.

Lanjutnya, persoalan deportasi bakal terus terjadi, jika para WNI lebih memilih menggunakan jalur tikus jika pergi ke Malaysia. Padahal pemerintah telah menyiapkan program poros perbatasan agar para TKI dapat masuk ke Malaysia dengan cara yang resmi.“Terkadang WNI ini memiliki paspor, tapi hanya berlaku sebulan bukan paspor khusus untuk TKI. Namun hanya paspor kunjungan, ketika habis masa berlakunya tidak sambung kembali,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu angka deportasi terkadang tidak mencapai ratusan orang, namun kali ini kembali bertambah. Seharusnya para TKI memilih untuk menggunakan jalur resmi jika ingin bekerja di Malaysia.

“Deportasi ini akan hilang dengan sendirinya, jika para WNI ini lebih tertib jika ingin bekerja di Malaysia. Jika ingin tetap menggunakan jalur ilegal, maka deportasi tidak akan pernah berhenti,” tambahnya.

Para deportan yang dipulangkan dari Sabah, Malaysia telah diserahkan kepada Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan. Para deportan akan ditampung sementara waktu untuk diberikan pengarahan jika tetap ingin masuk ke Malaysia untuk bekerja.

“Para deportan semua telah diserahkan ke BP3TKI Nunukan, nanti akan diberikan pelatihan dan pengarahan, agar ke depan jika ingin menjadi TKI harus tertib dan memiliki dokumen resmi,” pungkasnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 20:25

Sungai Bernuansa Pantai di Sei Menggaris

SEJUMLAH objek wisata tersembunyi di balik lebatnya hutan di Nunukan. Seperti halnya salah satu objek…

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .