MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 30 September 2017 09:21
MIRIS..!! Sebulan, Ratusan WNI Kembali Diusir Malaysia
DIUSIR: WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia harus dideportasi akibat tidak memiliki dokumen keimigrasian, namun harus menjalani hukuman terlebih dahulu di PTS setempat. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali melakukan deportasi ratusan  Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Sabah, Malaysia. Dalam sebulan terakhir, sebanyak 404 WNI yang tak bermasalah di negeri jiran harus dipulangkan paksa ke tanah air melalui Pelabuhan Tawau ke Pelabuhan Tunon Takan, Nunukan.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Nunukan, Nasution mengatakan, deportasi pada September ini dilakukan Pemerintah Malaysia sebanyak dua kali. Pada 21 September lalu dan yang terbaru Kamis (28/9). “Jumlah deportasi kali ini jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan deportasi sebelumnya, sebanyak 131 orang,” kata Nasution kepada Radar Nunukan, Jumat (29/9).

Deportasi pada 28 September menggunakan KM Purnama Express sebanyak 192 orang. Terdiri 128 orang laki-laki dewasa, 48 perempuan dewasa, 10 anak laki-laki dan enam anak perempuan. Para deportan ini sebelum dipulangkan ke tanah air harus menjalani masa hukuman di Pusat Tahanan Sementara (PTS) yang ada di Sabah. Seperti PTS Manggatal, Kota Kinabalu, Kimanis, Papar dan Sibuga, serta Sandakan.

WNI yang dideportasi ini pun didominasi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di Malaysia. Penyebab meraka diusir dari Malaysia pun beragam, namun pelanggaran keimigrasian merupakan pelanggaran terbanyak.

“192 orang umumnya melanggar peraturan keimigrasian, karena tidak memiliki izin tinggal di Malaysia tanpa dokumen yang sah atau telah habis masa berlaku izin tinggalnya,” ujarnya.

Sementara deportasi menggunakan KM Francis sebanyak 81 orang. Para deportan ini berasal dari Tawau, Malaysia. Sebelumnya, telah menjalani hukuman di PTS Tawau. Para TKI mayoritas tidak memiliki izin tinggal selama di Tawau.

Dari 81 orang yang berasal dari Tawau Malaysia, semua melakukan kesalahan yang sama, yakni melakukan pelanggaran keimigrasian. Dari 81 orang sebanyak 70 orang adalah laki-laki dewasa, 10 orang perempuan dewasa dan satu orang anak laki-laki. “Lagi-lagi dideportasi karena tidak memiliki izin tinggal di Tawau, Malaysia. Dari 81 orang semua melakukan pelanggaran yang sama,” tuturnya.

Lanjutnya, persoalan deportasi bakal terus terjadi, jika para WNI lebih memilih menggunakan jalur tikus jika pergi ke Malaysia. Padahal pemerintah telah menyiapkan program poros perbatasan agar para TKI dapat masuk ke Malaysia dengan cara yang resmi.“Terkadang WNI ini memiliki paspor, tapi hanya berlaku sebulan bukan paspor khusus untuk TKI. Namun hanya paspor kunjungan, ketika habis masa berlakunya tidak sambung kembali,” tuturnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu angka deportasi terkadang tidak mencapai ratusan orang, namun kali ini kembali bertambah. Seharusnya para TKI memilih untuk menggunakan jalur resmi jika ingin bekerja di Malaysia.

“Deportasi ini akan hilang dengan sendirinya, jika para WNI ini lebih tertib jika ingin bekerja di Malaysia. Jika ingin tetap menggunakan jalur ilegal, maka deportasi tidak akan pernah berhenti,” tambahnya.

Para deportan yang dipulangkan dari Sabah, Malaysia telah diserahkan kepada Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan. Para deportan akan ditampung sementara waktu untuk diberikan pengarahan jika tetap ingin masuk ke Malaysia untuk bekerja.

“Para deportan semua telah diserahkan ke BP3TKI Nunukan, nanti akan diberikan pelatihan dan pengarahan, agar ke depan jika ingin menjadi TKI harus tertib dan memiliki dokumen resmi,” pungkasnya. (nal/eza)


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…

Senin, 12 November 2018 08:26

Hanyutkan Replika Perahu ke Laut Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Warga Nunukan, khususnya suku Tidung yang tinggal di pesisir Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .