MANAGED BY:
SELASA
18 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 28 September 2017 14:32
Over Kapasitas, Warga Ingin TPA Segera Dipindahkan
MULAI DIKELUHKAN: Keberadaan TPA Hake Babu dinilai sudah tidak layak lagi menampung sampahsampah rumah tangga di Kota Tarakan. Pemerintah daerah pun menargetkan TPA baru akan terbangun pada akhir 2018. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Hake Babu kapasitasnya sudah melebihi batas kewajaran dalam menampung sampah rumah tangga warga Kota Tarakan. Kondisi ini pun dikeluhkan mayarakat setempat.

Seperti diungkapkan Muklis (46), warga RT 20 Kelurahan Karang Harapan ini menuturkan selain setiap hari harus menghirup aroma tak sedap, volume sampah diyakininya semakin bertambah. “Tadi ada warga yang melapor ke TPA, karena air limbahnya mengalir ke area rumahnya. Makanya ada petugas dari TPA yang menyemprot parit untuk menghilangkan bau,” kata Muklis.

Warga lainnya, Sukira (23), mengatakan, sudah saatnya TPA Hake Babu dipindahkan, sebab keberadaannya di tengah-tengah permukiman masyarakat dinilai tidak layak lagi dan cukup membuat warga setempat tidak nyaman. Apalagi jika musim hujan, otomatis lalat juga berterbangan ke rumah warga. Jika angin berembus juga kerap membawa bau yang tidak sedap. “Di sini kan sudah banyak warga, sudah banyak penduduk. Saat kami makan juga pasti terganggu sama baunya. Kalau bisa dipindahkanlah,” ujarnya saat ditemui Radar Tarakan, Rabu (27/9).

Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin menuturkan dalam beberapa hari terakhir pihaknya terkendala dalam menangani permasalahan sampah. Sebab dari dua alat buldoser yang biasanya digunakan untuk mendorong sampah ke area belakang, salah satunya mengalami kerusakan. “Seharusnya sampah didorong ke belakang, tapi satu alat saja tidak mampu. Jadi sementara ini bisa menaruh sampah di bagian depan saja dulu,” kata pria yang akrab disapa Muin.

Akibatnya, rembesan air dari sampah mengalir ke parit depan rumah warga. Mengenai hal tersebut, pihaknya mengupayakan agar air limbah ini tidak lagi merembes ke permukiman, dengan cara membuat jalur alternatif berupa air limbah langsung dialiri ke bagian belakang. “Tim kebersihan juga sudah semprot paritnya pakai air untuk menghilangkan bau, atas permintaan warga,” jelasnya.

Disadarinya pula, TPA Hake Babu sudah over kapasitas. Luas total TPA ini mencapai lima hektare, namun yang dimanfaatkan untuk mengolah sampah hanya dua hektare. Selebihnya digunakan sebagai lahan perkantoran maupun area parkir kendaraan.

Mengenai volume sampah yang terus bertambah, agar tetap dapat tertampung pihaknya terus berupaya memetakan sampah-sampah tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menampung sampah untuk satu tahun ke depan. “Kami menata bagaimana supaya sampah tetap bisa muat, dibikin teras-teras segala macam. Tapi semoga tahun depan atau akhir tahun ini sudah bisa pindah ke TPA baru,” ucap Muin.

Meningkatnya volume sampah ini berarti selaras dengan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Dikatakan Muin, program Sampah Semesta yang menjemput sampah rumah tangga tentu sangat berperan. Tidak hanya itu, penduduk juga semakin bertambah, apalagi Bumi Paguntaka merupakan daerah transit sehingga salah satu faktor volume sampah bertambah. “Dari yang biasanya sampah dibuang ke laut, sekarang sudah ada program sampah, sudah dijemput. Jadi otomatis bertambah. Gang-gang kecil juga sudah terjangkau dengan gerobak sampah,” tuturnya.

Di lain sisi, saat ini TPA Hake Babu perlahan-lahan ditutup. Hal ini terlihat di bagian depan mulai ditutupi tanah dan dilakukan penghijauan dengan ditanami rerumputan. “Jadi begitu TPA di Juata sudah selesai, kami (siap) pindah ke sana,” harap Muin.

Ke depannya TPA Hake Babu diharapkan Muin dapat diubah fungsi seperti dijadikan ruang terbuka hijau atau taman yang dapat dinikmati oleh masyarakat Kota Tarakan. (*/one/ash)


BACA JUGA

Selasa, 18 Desember 2018 14:33

Dalih 'Buta' Aturan Oknum Parpol

TARAKAN - Kasus money politic atau politik uang yang diduga…

Selasa, 18 Desember 2018 14:29

Fasilitas Taman Berkampung Dirusak

TARAKAN - Wajah Bumi Paguntaka menjadi lebih indah dengan hadirnya…

Selasa, 18 Desember 2018 14:28

KPU: Kardus Tak Berbeda dari Aluminium

TARAKAN - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menggunakan kotak…

Selasa, 18 Desember 2018 12:29

Ahli Sebut Video dari Terdakwa Asli

TARAKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi ahli digital…

Selasa, 18 Desember 2018 12:15

Laporan Warga Asing Dominan Illegal Fishing

TARAKAN - Beberapa perusahaan yang ada di Kaltara memakai jasa…

Selasa, 18 Desember 2018 12:14

PDAM Segera Tambah Satu Unit Pompa Utama

TARAKAN - Belum maksimalnya pelayanan air bersih di Kota Tarakan,…

Selasa, 18 Desember 2018 12:08

Sampah Semesta Belum Terlaksana Semua

TARAKAN - Program Sampah Semesta yang digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot)…

Senin, 17 Desember 2018 13:03

Cantik Instan Berbahaya

Memiliki wajah yang cerah, putih, halus, tanpa flek hitam dan…

Senin, 17 Desember 2018 13:00

Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup…

Senin, 17 Desember 2018 12:55

Mau BPJS Sehat, Naikkan Iuran!

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai memikirkan rencana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .